Web Hosting Terbaik (2019)

Perbandingan 20 Web Host Paling Populer di Indonesia


Last Updated: 10 November 2019

Jika Anda serius ingin membuat website yang professional, Anda perlu memilih web hosting yang handal terlebih dahulu.

Web hosting yang tidak hanya memiliki server yang cepat, namun juga tidak sering down dan didukung oleh support yang baik.

hosting terbaik

Masalahnya adalah ada puluhan bahkan ratusan penyedia hosting di luar sana.

Jadi, inilah yang saya lakukan untuk menemukan web hosting terbaik:

  1. Membeli 20+ web hosting (shared hosting) populer Indonesia (dan jumlahnya akan terus bertambah).
  2. Men-setup website WordPress (blank) untuk tujuan pengetesan
  3. Menguji layanan support
  4. Melakukan monitoring uptime dan load time serta pengujian dengan LoadImpact
  5. Mempublikasikan review (biasanya update setiap 1 atau 2 bulan sekali)

RANGKUMAN HASIL PENELITIAN

Penasihat Hosting adalah website yang independen.

Review hosting yang saya publikasikan disini dapat dibuktikan secara statistik.

Jadi, pada update terbaru di bulan November 2019 ini (setelah selama 6 bulan terakhir update review di hentikan karena dilakukan monitoring ulang), sejujurnya saya tidak percaya diri untuk merekomendasikan hosting lokal manapun dalam daftar ini.

mengenali web host

Alasannya adalah karena tidak ada hosting yang mendapatkan score bagus disemua faktor.

Namun jika Anda masih tertarik untuk melihat hosting yang 'mendekati' score bagus, maka saya telah merangkumnya lengkap untuk Anda berdasarkan data terupdate.

Catatan Penting: 

  1. Data baru berikut dikumpulkan berdasarkan data penelitian yang dimulai dari 1 Agustus 2019 - 31 Oktober 2019 (khusus untuk data avg. page load time (speed) diambil dari dari bulan September 2019)

  2. Tidak ada yang benar-benar 'terbaik' disini. PLUS, saya menyadari bahwa hosting memiliki sifat yang kompleks, jadi sangat sulit untuk menggunakan sistem rangking yang obyektif seperti pada update-update sebelumnya.
    ​
  3. Tipe hosting yang di review disini adalah shared hosting (hanya cocok untuk website/blog dengan traffic low to medium).
Disclosure: Review ini berisi link affiliasi, yang artinya saya akan menerima komisi jika Anda mengklik link dan membeli hosting yang terdaftar disini. Ketika Anda mengklik link affiliasi, Anda tidak akan dikenakan biaya tambahan. Ini membantu saya menjaga agar website ini dapat terus berjalan! Terima kasih atas support Anda. Baca lebih lengkap.

Detail Paket Hosting yang Digunakan Dalam Penelitian

Saya membeli paket hosting termurah dari setiap provider hosting dengan minimun storage 400MB dan harga dibawah Rp 30.000/bulannya (mengacu pada harga 12 bulan)

Dan pilihan lokasi server di Indonesia, kecuali Hostinger yang ada di Singapore (note: karena mereka tidak memiliki server di Indonesia).

Berikut informasi harga lengkap masing-masing penyedia hosting.

membeli web host

Hanya ada 19 perusahaan web hosting yang terdaftar dalam update kali ini.

Mengapa beberapa perusahaan hilang?

Kemungkinannya jika itu adalah perusahaan hosting besar atau yang sudah terkenal, mereka menarik diri atau menolak untuk bertasipasi lagi, dan jika itu adalah perusahaan yang lebih kecil atau masih baru, maka peluangnya masih kecil untuk tampil dalam review ini atau saya masih membutuhkan waktu untuk mempertimbangkannya.

Web Host (shared)

Harga bulanan

Harga 12 bulan

Harga 24 bulan

Harga 36 Bulan

Rp 35.000/bln

Rp 30.000/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 20.833/bln

Rp 20.833/bln

Rp 20.833/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 16.666/bln

Rp 16.666/bln

Rp 16.666/bln

Rp 20.000/bln

Rp 16.500/bln

Rp 16.000/bln

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

Rp 25.000/bln

Rp 20.833/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 15.000/bln

Rp 13.500/bln

Rp 12.000/bln

Rp 96.024/bln

Rp 23.435/bln

Rp 17.429/bln

Rp 9.612/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 24.900/bln

Rp 19.900/bln

Rp 9.900/bln

Rp 15.000/bln

Rp 14.166/bln

Rp 14.166/bln

Rp 13.888/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 27.083/bln

Rp 23.958/bln

Rp 22.222/bln

Rp 15.000/bln

Rp 12.000/bln

Rp 12.000/bln

Rp 12.000/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 14.900/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

Rp 18.500/bln

Rp 15.750/bln

Rp 15.450/bln

Rp 15.150/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 19.900/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 21.250/bln

Rp 21.224/bln

Rp 10.000/bln

​Qwords E 

Rp 27.500/bln

Rp 14.500/bln

Rp 14.500/bln

Rp 14.500/bln

Rp 35.000/bln

Rp 25.000/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

Rp 16.000/bln

Rp 16.000/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 16.583/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

Diskusi Tentang Harga Paket Hosting

Sebenarnya sulit untuk membuat perbandingan apples-to-apples antara penyedia hosting yang satu dengan yang lainnya, apalagi hosting memiliki sifat yang kompleks, sehingga makin sulit untuk mengurutkannya mulai dari yang terbaik (rank 1) hingga rank terburuk.

Jadi, saya membeli paket hosting termurah dengan minimal storage 400MB (jumlah storage yang saya rekomendasikan untuk membuat website baru) dan dengan harga kurang dari Rp 30.000/bulannya (mengacu pada harga hosting 12 bulan).

Yang perlu Anda ketahui adalah bahwa shared hosting hanya cocok untuk blog atau website dengan traffic low to medium

Kapan Anda perlu upgrade hosting Anda ke VPS?

Dari pengalaman saya, jika website Anda sudah mendapatkan traffic lebih dari 20.000 per bulannya, maka sudah saatnya Anda untuk upgrade hosting Anda ke VPS.

Angka 20.000 bukanlah sebuah tolak ukur, pastikan Anda selalu memeriksa penggunaan resources (CPU, RAM, I/O, dll) pada cPanel hosting Anda. Jika penggunaan sudah sering diatas 90%, Anda perlu mempertimbangkan untuk upgrade hosting Anda ke VPS untuk memaksimalkan performance website Anda.


Test #1 - Monitoring Uptime

Uptime menunjukan total waktu ketika website Anda online dan berjalan sebagaimana mestinya (tidak 'down').

Sementara downtime berarti waktu dimana website Anda offline atau tidak bisa diakses oleh pengunjung atau pelanggan potensial Anda.

Untuk mengukur uptime, saya menggunakan Pingdom.com. Anda bisa melihat data raw penelitiannya di live statistics page ini.

mencari web host

Tahukah Anda?

Score 99,00% dalam waktu uptime adalah score yang sangat buruk.

Rata-rata uptime 99,00% menunjukan bahwa website Anda akan mengalami downtime selama 7 jam 18 menit dan 17,5 detik dalam 1 bulan.

Bisa dibayangkan berapa banyak potensi pendapatan yang hilang karena website Anda tidak bisa diakses?

Maka memilih web hosting dengan rata-rata uptime yang bagus menjadi faktor pertama yang harus Anda pertimbangkan.

Web Host (shared)

RATA-RATA UPTIME (seMakin besar semakin bagus)

99,94%
99,94%
99,93%
99,93%
99,84%
99,83%
99,73%
99,72%
99,69%
99,63%
99,60%
99,56%

Jogja Host

99,44%
99,42%
99,26%
99,12%
98,89%
98,66%

Qwords

Sedang dilakukan monitoring ulang

Diskusi hasil monitoring uptime

Hampir semua penyedia web hosting diatas menggaransi uptime 99,90%, tapi faktanya hanya ada enam yang berhasil mempertahankan servernya tetap online dalam waktu yang ideal (berita buruk bagi dunia hosting lokal, bukan?)

Jadi, dari hasil penelitian dalam 3 bulan terakhir ini, ternyata hanya ada 4 dari 19 hosting yang mampu menjaga servernya tetap stabil dalam waktu yang ideal.

Ard Hosting dan Hostinger Indonesia menjadi yang paling stabil dengan rata-rata uptime 99,94%. Disusul Jetorbit dan Dapur Hosting 99,93%.

Jika Anda membaca dan memperhatikan update sebelumnya pada tanggal 5 Oktober 2019, Anda akan menyadari bahwa catatan waktu uptime Niagahoster turun jauh dari 99,96% ke 99,72%. Ini dikarenakan mereka melakukan maintenance server selama 6 jam!


Test #2 - Monitoring Page Laod Time

Page load time menunjukan waktu yang dibutuhkan server hosting untuk memuat halaman website. 

Dampaknya jika website Anda lambat, juga langsung berpengaruh kepada traffic dan pendapatan Anda.

Faktanya, orang-orang tidak mau menunggu lebih dari 2 detik hingga website termuat.

mempersiapkan website test

Untuk mengukur kecepatan masing-masing web host, saya menggunakan alat monitoring Site24x7 dengan lokasi server di Jakarta.

Web Host (shared)

RATA-RATA page load time (semakin kecil semakin bagus)

0,907 detik
1,017 detik
1,021 detik
1,035 detik
1,036 detik
1,089 detik
1,089 detik
1,099 detik
1,110 detik
1,187 detik

Jogja Host

1,226 detik
1,239 detik
1,285 detik
1,436 detik
1,772 detik
1,783 detik
1,867 detik
2,122 detik

Qwords

Sedang dilakukan monitoring ulang

Diskusi hasil monitoring page load time

Memilih hosting dengan rata-rata uptime yang bagus saja tidak cukup, Anda juga memerlukan hosting dengan konfigurasi server yang bagus, yang tentunya memiliki kecepatan yang cepat guna menunjang aktifitas bisnis Anda.

Rekomendasi dari hasil pengujian saya adalah dibawah 1 detik.

Dan sayangnya hanya ada satu penyedia hosting yang berada dibawah 1 detik, yaitu Jetorbit (0,907 detik).

Sebagian besar lainnya (atau 18 dari 19) mencatat page load time diatas 1 detik, yang mana ini bukanlah pertanda bagus bagi konsumen, setelah hasil buruk juga terjadi di sebagian besar mereka pada faktor uptime.

Tahukah Anda?

Hosting adalah salah satu yang paling berdampak besar bagi kecepatan website.

Karena pada saat seseorang mengunjungi website Anda, informasi kunjungan tersebut dikirim dari hard drive penyedia hosting ke browser pengunjung Anda. Ini adalah hambatan pertama yang ditemui.

Akibatnya jika Anda memilih hosting yang lambat adalah apapun cara optimasi yang Anda lakukan tidak akan berpengaruh banyak, karena penyedia hosting Anda hanya dapat memberikan kecepatan pada batasan tertentu saja.


Test #3: Load Impact (Faktor Baru*)

*Updated Oktober 2019: Penambahkan faktor Load Impact sebagai faktor utama.

Pada test ke #2, Anda sudah melihat hasil pengukuran page load time (speed) dari masing-masing penyedia hosting.

Pengukuran dalam test ke #2 dilakukan setiap 15 menit sekali. Artinya alat monitoring melakukan pengetesan page load time dalam interval 15 menit dengan 1x request.

mencari web host

Pertanyaannya:

Bagaimana jika terjadi banyak request, seperti tiba-tiba website Anda menerima banyak pengunjung. Misalnya ada 50 pengunjung yang online secara bersamaan dalam waktu 10 menit.

Idealnya, Anda ingin kecepatan website Anda sama cepatnya baik ketika pengunjung pertama datang maupun ketika pengunjung ke-50 datang, bukan?

Nah, disinilah tugas Load Impact.

Anda akan melihat bagaimana performa performa masing-masing web hosts ketika menerima beban hingga 50 pengunjung secara bersamaan dalam tabel dibawah ini.

Web Host

ERROS

REQUEST HANDLED
(Higher is Better)

MAX RESPONSE TIMES
(Lower is Better)

MAX REQUEST RATE
(Higher is Better)

0

43885

54ms

107,33 request/detik

0

46039

65ms

113,5 request/detik

0

42726

131ms

109,83 request/detik

0

46533

1160ms

117,17 request/detik

2

42724

331ms

116 request/detik

3

46927

1100ms

113,33 request/detik

5

39157

1250ms

108,67 request/detik

8

37902

2710ms

108,67 request/detik

114

15638

7120ms

38,5 request/detik

151

26666

770ms

82,17 request/detik

WEB HOST
(NOT POSSIBLE TO COMPLETE TEST)

PERFORMANCE ISSUE 

Qwords Paket E

Sedang dilakukan monitoring ulang

*Klik link penyedia web hosting untuk melihat hasil test LoadImpact.

Diskusi Hasil Test LoadImpact 

Jagoan Hosting, IdCloudHostIDwebhost, dan ArdetaMedia, semuanya menangani pengetesan ini tanpa ada masalah atau error.

Sementara Jogja Host, Hostinger Indonesia, Jetorbit dan Niagahoster mendapatkan sedikit error selama pengetesan.

Masterweb dan Exabytes Indonesia, meskipun dapat menyelesaikan tes hingga selesai, tetapi mereka mendapatkan banyak error (lebih dari 100) dan ini bukanlah pertanda yang bagus.

Dan kedelapan penyedia web hosting lainnya (ArdHosting, Dapur Hosting, DomaiNesia, Dracoola, Indowebsite, Rumahweb Rumah Hosting dan Warna Hosting) kesulitan menyelesaikan test. Mereka mendapatkan beragam masalah performance sehingga tidak dapat menyelesaikan tes dengan sempurna.

Saya mungkin akan menambah beban pengunjung pada update selanjutnya, karena saya melihat tidak ada penurunan performance ketika jumlah pengunjung mulai meningkat dari pengunjung pertama hingga pengunjung ke-50.


Test #4 - Support Penyedia Hosting

Uptime dan speed adalah dua hal.

Tetapi kecepatan dan kualitas support dari penyedia hosting adalah satu hal lainnya.

Hanya dengan support yang baik, bahkan pemula sekalipun akan memberikan testimonial yang positif, meski tidak mengetahui seberapa baik uptime dan speed hosting yang mereka gunakan.

Benar?

mengenali web host

Idealnya adalah penyedia hosting harus melayani apapun permasalahan atau pertanyaan klien selama 24/7. 

Alasannya sederhana;

  • Pertama, Anda tidak akan pernah tahu kapan website Anda kena masalah.
  • Kedua, bagaimana jika di hari libur penyedia hosting tidak membuka layanannya? Atau di tengah malam?

Tentu, Anda akan kehilangan potensi pendapatan yang akan Anda terima pada saat website Anda tidak bisa diakses.

(Lagi-lagi soal duit)

Saya pribadi ragu memilih penyedia web hosting tanpa adanya dukungan pelanggan selama 24/7.

Dan yang menjadi poin plus adalah support harus dilayani via LIVE CHAT, bukan melalui ticket, dan email yang umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapat respons.

Diskusi hasil test support hosting

Di kebanyakan kasus, ketika saya menanyakan hal teknis seperti bagaimana cara menambahkan addon domain di cPanel, cara menginstall SSL, dll... CS hanya mengirimkan sebuah link menuju panduan yang telah ditulis sebelumnya.

Alih-alih menerangkan dan memastikan masalah selesai, saya disuruh untuk membaca panduannya dan menyelesaikan masalah sendiri. 

Sebenarnya support seperti itu tidak salah, hanya saja itu bukanlah support baik, apalagi ditujukan untuk pengguna baru yang tidak mengerti hal-hal teknis.

Saya pikir support yang bagus adalah ketika support mengatakan "Saya bisa melakukannya untuk Anda, no worry!" atau "Anda tidak perlu khawatir, saya bisa bantu menginstall SSL pada domain Anda dalam satu atau dua menit".. Kira-kira seperti itu.

Dari 19 penyedia web host, hanya ada satu penyedia yang saya berikan rating 9/10, yaitu Dracoola Multimedia.

Sementara penyedia lainnya yang saya berikan nilai 8/10 adalah Warna Hosting, ArdetaMedia dan Dapur Hosting.

Khusus Hostinger dan Niagahoster, mereka mendapatkan rating 8/10 karena layanan support mereka sudah 100% via live chat, artinya Anda tidak perlu mengirimkan tiket yang biasanya membutuhkan waktu lebih lama hingga mendapat respons.

Dan support terburuk adalah Masterweb dan Exabytes Indonesia. Sangat sulit untuk menggapai support mereka via live chat, jadi saya berikan nilai 5/10. Semoga ada perbaikan pada update mendatang.


Tentang Garansi Pembelian Hosting

Karena web hosting bukanlah produk fisik yang bisa Anda pegang atau Anda rasakan sebelum membelinya, maka garansi diperlukan untuk melindungi konsumen just in case layanan hosting yang digunakan mengecewakan atau tidak sesuai ekspektasi.

Standar garansi dalam industri web hosting adalah 30 hari.

Idealnya adalah garansi diberikan tanpa syarat apapun, konsumen dapat mengklaim garansi jika tidak puas dengan layanan hosting yang digunakannya. Apapun sebabnya bahkan jika tanpa sebab sekalipun (no question asked).

Kalau begitu adil bukan?

Web Host (shared)

garansi (full refund)

30 hari tanpa syarat

30 hari tanpa syarat

Jogja Host

30 hari tanpa syarat

30 hari tanpa syarat

30 hari tanpa syarat

30 hari tanpa syarat

60 hari
(lihat ketentuan)

30 hari
(lihat ketentuan)

30 hari
(lihat ketentuan)

30 hari
(lihat ketentuan)

30 hari
(lihat ketentuan)

30 hari dengan aturan yang sangat ketat
(lihat ketentuan)

14 hari

Tidak ada garansi

Tidak ada garansi

Qwords

Tidak ada garansi

Diskusi tentang garansi hosting

Ada enam penyedia hosting yang adil dalam urusan garansi, jadi saya acungi dua jempol untuk Niagahoster, Hostinger Indonesia, Exabytes Indonesia, IDwebhost, IdCloudHost dan Jogja Host

Mereka percaya diri memberikan konsumen garansi 30 hari tanpa syarat! Anda bisa mengkalim nya kapanpun dalam 30 hari pertama.

Jadi, Anda sebagai konsumen pun akan merasa aman karena uang Anda bisa kembali (full refund) jika Anda merasa tidak puas dengan layanan hosting yang Anda gunakan dalam 30 hari pertama.

Note: Keenam penyedia hosting tersebut mungkin akan menanyakan alasan pembatalan.

Yang sangat disayangkan adalah perusahaan hosting besar dan sudah sangat senior seperti Rumahweb, Masterweb dan Qwords tidak memberikan garansi pembelian hosting sama sekali.

Pertanyaannya: apakah mereka tidak percaya diri dengan kualitas yang mereka miliki?

Siapa yang tahu?

Itu adalah pertanda buruk.

Saya pribadi ragu memilih hosting yang tidak ada garansinya. Saya pikir garansi adalah hak konsumen dan yang namanya hak harus dilindungi bukan? πŸ™‚

Bahkan perusahaan hosting terbesar di dunia (read: Bluehost) yang melayani lebih dari 2 juta konsumen saja masih memberikan garansi selama 30 hari.

Note lagi: Sebenarnya Qwords memberikan garansi 30 hari. Akan tetapi setelah saya membaca ketentuannya bahwa "pembatalan untuk layanan yang sudah aktif tidak dapat dilakukan dengan alasan apapun". Artinya kalau hosting sudah Anda bayar, kemudian aktif dan Anda gunakan, maka seketika itu garansi hangus. Artinya lagi, garansi di Qwords tidak bisa diklaim dengan alasan semisal tidak puas dengan performanya, kecewa dengan layanan supportnya atau sebab lainnya. Jadi, bukankah sama saja tidak ada garansi?

Kesimpulan Hasil Penelitian: 5 Web Hosting dengan Hasil Pengujian Terbaik

Okay, setelah melalui serangkaian test, ternyata tidak ada hosting yang benar-benar bagus di semua faktor. Sejujurnya saya ragu untuk merekomendasikan hosting manapun dalam daftar ini.

Namun, jika Anda masih berminat untuk melihat daftar hosting dengan pengujian yang mendekati score bagus, saya sudah jelaskan lengkap dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing web host.

Saya juga mengapresiasi jika Anda mau membaca review individual web host yang Anda masukkan sebagai pertimbangan.

Oia, Saya juga terbuka jika Anda membutuhkan bantuan memilih paket web hosting terbaik untuk website Anda (Shared hosting, Cloud Hosting, VPS) melalui email di randi(at)penasihathosting.com. Saya bisa berikan rekomendasi hosting yang tepat sesuai kebutuhan dan budget Anda.

Jetorbit

Jetorbit adalah partisipan baru dalam review hosting kali ini. 

Dalam performance test, Jetorbit mencatatkan hasil yang baik (rata-rata uptime yang stabil - 99,94% dan satu-satunya penyedia hosting dengan speed dibawah 1 detik).

review Jetorbit Hosting

Kekurangannya selain Jetorbit sedikit kesulitan menyelesaikan test Laod Impact (ada 5 error terjadi selama pengujian), juga Jetorbit memiliki aturan yang sangat ketat dalam peraturan pengembalian dana (refund).

Mereka bahkan tidak melayani refund dari pengguna yang memiliki alasan tersendiri tanpa bukti yang kuat. Juga, yang perlu Anda perhatikan, klaim garansi salah satunya hanya berlaku jika uptime website Anda kurang dari 99% yang dimonitoring menggunakan UptimeRobot.com. Itu artinya Anda hanya bisa mengklaim garansi apabila dalam 30 hari pertama website Anda mengalami downtime selama lebih dari 7 jam 18 menit dan 17,5 detik. Sama saja tidak ada garansi bukan?

Kelebihan dan Kekurangan Jetorbit

  • Rata-rata page load time yang cepat (0,907 detik)
  • Layanan support yang cukup baik (7/10)
  • Rata-rata uptime yang stabil (99,94%)
  • Sedikit kesulitan menyelesaikan test Load Impact, dan 5 error terjadi selama test berlangsung.
  • Gratis Divi (page builder untuk WordPress)
  • Gratis domain (berlaku setiap perpanjangan) jika berlangganan minimal paket Bisnis Venus dengan durasi tahunan
  • Gratis migrasi hosting
  • Memiliki aturan garansi yang sangat ketat = tidak ada garansi hosting
  • Paket 'Pluto' memiliki keterbatasan sumber daya
  • Backup hanya dilakukan secara mingguan dengan 4x penyimpanan

Niagahoster

Sebenarnya Niagahoster bisa masuk dalam daftar hosting dengan pengujian terbaik pada update kali ini, namun sayang mereka mengalami penurunan grafik yang cukup jauh pada monitoring bulan Oktober 2019.

Pada server website test tempat dimana saya melakukan pengujian, mereka melakukan maintenance server selama 6 jam! Itu menyebabkan rata-rata uptime Niagahoster turun jauh dari 99,96% menjadi 99,72%

Review Niagahoster

Kelebihan Niagahoster adalah supportnya yang sudah 100% via live chat, jadi Anda tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan respons. Page load time yang cukup cepat (1,021 detik) dan Niagahoster juga merupakan 1 dari 6 penyedia hosting yang fair, karena memberikan garansi 30 hari tanpa syarat.


Gunakan kode kupon: PENASIHATHOSTING untuk mendapatkan extra diskon 10%* (bisa digabung dengan diskon yang ditawarkan langsung oleh Niagahoster).

*Kode promo Niagahoster berlaku untuk Paket Pelajar, Personal dan Bisnis dengan minimal durasi pembelian hosting 12 bulan/tahunan.

Kelebihan dan Kekurangan Niagahoster

  • Page load time yang cepat (1,021 detik)
  • Layanan support yang baik (8/10) dan sudah menerapkan sistem conversation (100% via live chat)
  • Niagahoster sedikit kesulitan menyelesaikan test Load Impact, dan 8 error (http error 503) terjadi selama test berlangsung.
  • Pilihan paket hosting yang fleksibel
  • Memiliki panduan atau pengetahuan dasar yang lengkap (+video tutorial)
  • Garansi 30 hari tanpa syarat
  • Gratis domain satu tahun dan gratis migrasi hosting
  • Uptime yang tidak stabil (99,72%)
  • Paket 'Bayi' memiliki keterbatasan
  • Fitur backup memiliki keterbatasan (backup di lakukan hanya 1x seminggu)
  • Harus berlangganan dengan durasi yang lama (lebih dari 3 tahun) untuk mendapatkan harga hosting termurah (Rp 10.000/bulan)
  • Tidak bisa memiih lokasi server pada saat melakukan pemesanan hosting. Server akan di acak (Jakarta atau Singapore)

ArdHosting

Dalam 3 bulan monitoring ini, performance ArdHosting cukup bagus. Selain memiliki rata-rata uptime server yang stabil (99,94%), page load time nya juga cukup cepat (1,017 detik).

Kekurangan ArdHosting adalah mereka gagal total di test Load Impact dimana server mereka mengalami overload ketika menerima 50 pengunjung secara bersamaan.

review ArdHosting

Dan hal lain yang perlu Anda perhatikan juga adalah ArdHosting hanya memberikan garansi hosting selama 7 hari saja dan dengan syarat/ketentuan tertentu.

Kelebihan dan Kekurangan ArdHosting

  • Rata-rata uptime yang stabil (99,94%)
  • Page load time yang cukup cepat (1,017 detik)
  • Layanan support yang cukup baik (7/10)
  • Niagahoster sedikit kesulitan menyelesaikan test Load Impact, dan 8 error (http error 503) terjadi selama test berlangsung.
  • Gratis domain dan gratis migrasi hosting
  • Memiliki fitur backup harian, mingguan dan bulanan
  • Gagal menyelesaikan test Load Impact (mengalami overload)
  • Pertama, website ArdHosting belum menggunakan SSL (Not Secure)
  • Garansi hosting hanya berlaku 7 hari dengan syarat-syarat tertentu
  • Terdapat biaya-biaya yang dikenakan untuk beberapa layanan tertentu, seperti pergantian nama domain utama dikenakan Rp 50.000, dll.

ArdetaMedia

Kelebihan ArdetaMedia adalah mereka sukses menangani test Load Impact tanpa ada masalah satu kalipun.

Page load time mereka juga termasuk cukup cepat (1,089 detik) plus mereka juga memiliki support yang baik.

Hanya saja mereka masih lemah di faktor uptime, dimana dalam pengetesan yang dilakukan, rata-rata uptime mereka sangat buruk, yaitu 99,63%.

review Ardeta Media

Kelebihan dan Kekurangan ArdetaMedia

  • Page load time yang cukup cepat (1,089 detik)
  • Layanan support yang baik (8/10)
  • Dapat menyelesaikan test Load Impact secara sempurna, tanpa terjadi error.
  • Gratis domain (.com) setahun
  • Memiliki fitur backup harian, mingguan dan bulanan
  • Rata-rata uptime yang tidak stabil (99,63%)
  • Fitur SSL gratis hanya diberikan untuk konsumen yang berlangganan hosting dengan durasi minimal 1 tahun
  • Garansi berlaku 30 hari, tetapi memiliki syarat/ketentuan tertentu, seperti hosting yang dibeli menggunakan diskon/kode kupon tidak mendapatkan garansi.
  • Terdapat biaya-biaya yang dikenakan untuk beberapa layanan tertentu, seperti bantuan menginstall WordPress dikenakan biaya Rp 50.000
  • Fitur backup memiliki keterbatasan

Jagoan Hosting

Jika Anda mencari hosting berbiaya murah, mungkin Jagoan Hosting adalah jawabannya. Dari daftar 19 provider hosting yang saya review, Jagaoan Hosting adalah yang termurah.

Termurah, tapi bagaimana performance nya?

Sama seperti hampir semua provider hosting Indoensia, Jagoan Hosting pun kerepotan untuk menjaga server nya tetap ideal di waktu yang ideal. Iya, mereka juga gagal di faktor uptime.

review Jagoan Hosting

Lalu bagaimana dengan page load time nya? Cukup cepat, yaitu 1,035 detik. Dan berita baiknya adalah Jagoan Hosting adalah web host dengan pengujian Load Impact terbaik, tidak ada error terjadi dan juga tidak terjadi penurunan performance.

Terkahir, support nya saya rasa boleh dibilang cukup baik, tetapi Anda tidak bisa mengandalkan live chat, karena persoalan teknis umumnya hanya bisa diselesaikan melalui tiket yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan response.


Gunakan kode kupon: PENASIHATHOSTING untuk mendapatkan diskon 10%*.

*Kode promo untuk Jagoan hosting berlaku untuk seluruh paket Cloud Hosting ID dengan billing cycle minimal 3 bulan (kecuali paket superstar 3 tahun) dan seluruh paket Epic Hosting dengan billing cycle minimal 1 bulan.

Kelebihan dan Kekurangan Jagoan Hosting

  • Page load time yang cukup cepat (1,035 detik)
  • Layanan support yang cukup baik (7/10)
  • Dapat menyelesaikan test Load Impact secara sempurna, tanpa terjadi error.
  • Gratis migrasi hosting dan gratis domain (.com) minimal paket Superstar
  • Memiliki fitur backup harian, mingguan dan bulanan
  • Peduli dengan lingkungan -- menggunakan teknologi yang ramah lingkungan.
  • Rata-rata uptime yang tidak stabil (99,60%)
  • Paket ID Fame memiliki keterbatasan sumber daya
  • Garansi berlaku 30 hari, tetapi memiliki syarat/ketentuan tertentu
  • Fitur backup memiliki keterbatasan
  • Ada denda untuk biaya restore data jika telat membayar tagihan perpanjangan hosting sebesar Rp 500.000 (jadi perhatikan hal ini baik-baik)

Penawaran Spesial (Diskon Hosting) Khusus Untuk Pengunjung penasihathosting.com

Agar Anda mendapatkan harga yang lebih murah, saya melakukan negosiasi dengan beberapa marketing manager perusahaan hosting yang terdaftar di Penasihat Hosting.

Untungnya, beberapa penyedia hosting berikut mau memberikan diskon khusus untuk Anda:

WEB HOST

SPECIAL DISCOUNT

NOTE

Extra diskon 10%

bisa digabung dengan diskon yang ditawarkan langsung oleh Niagahoster

25%

Berlaku perpanjangan

10%

Cell

40%

Cell

20%

Cell

Anda cukup memasukkan kode promo: PENASIHATHOSTING pada saat checkout.

Mungkin tidak banyak diskonnya, tapi lumayan, bukan? πŸ™‚

Keterangan:
*Kode promo Niagahoster berlaku untuk Paket Pelajar, Personal dan Bisnis dengan minimal durasi pembelian hosting 12 bulan/tahunan.
**Kode promo untuk Jagoan hosting berlaku untuk seluruh paket Cloud Hosting ID dengan billing cycle minimal 3 bulan (kecuali paket superstar 3 tahun) dan seluruh paket Epic Hosting dengan billing cycle minimal 1 bulan.

  • halo mas, sebelumnya saya sangat berterima kasih sama mas yang udah mau ngebahas tentang hal ini. ngomong-ngomong saya juga berpikiran untuk membuat blog saya dalam bahasa inggris, saya udah baca-baca tentang perhostingan ini walaupun masih awam, saya menangkap kalau ingin memiliki blog yang berbahasa inggris harus menggunakan hosting dari luar negeri, tapi, untuk sekarang saya merasa itu belum perlu, maka dari sekarang yang ingin saya tanyakan adalah, menurut mas hosting+domain dari indonesia yang bagus buat blogger pemula dan bisa untuk menarik pengunjung dari luar negeri apa ya mas? atau minimal, yang bisa diakses oleh pengunjung dari luar negeri.

    mohon maaf atas keawaman saya, semoga masnya mau menjawab pertanyaan saya, sukses mas!

    • Kalau target pengunjungnya internasional, saran saya sebaiknya pilih hosting dengan lokasi server di US.
      Beberapa hosting Indonesia ada jg yang menyediakan pilihan lokasi server US, mas bisa lihat satu per satu daftar diatas. Kebetulan yang saya review disini adalah hosting yang lokasi servernya di Indonesia.

  • Boleh ditambahkan test mengenai kemudahan dan transparansi proses pembayaran (termasuk invoice) dari setiap hosting?
    Ada rekomendasi kah?

    • Rekomendasi apa nih mbak Retno? Sayangnya test seperti itu belum ada. Tapi saya sudah membahas tentang metode atau kemudahan pembayaran tiap-tiap hosting dalam review individual kok.

  • Hi, mas Willya, thanks sudah bikin website yg membantu saya mempertimbangkan memilih layanan hosting.
    Saya ada pertanyaan & saran.
    Pertanyaan saya, mas Willya sendiri untuk website penasihathosting ini pakai hosting apa dan kalo boleh tahu juga, paket apa.
    Sedangkan untuk saran mungkin bisa dipertimbangkan memasukkan ‘kejelasan harga’ sebagai item penilaian. Sejauh mana layanan hosting menampilkan harga yang jelas (mudah ditemukan/mudah dibaca) ketika ada perbedaan harga, misal harga pertama beli vs harga renewal atau harga 1 bulan vs harga jika beli sekaligus 3 tahun, semacam itu.

    • Hi,
      Penasihat Hosting sudah pakai Cloud Hosting nih mas. Insha Allah saya akan rampungkan review Cloud Hosting di awal Desember 2019.
      Soal harga kontrak sewa udah saya buat perbandingannya dibagian ini.
      Dan untuk harga renewal sebenernya mau saya buat juga, tetapi karena kebanyakan perusahaan hosting suka merubah-rubah harga, jadi saya urungkan untuk membuatnya.

      Sebenernya juga gampang untuk mengetahui harga renewal, yaitu dengan meliha harga hosting tanpa diskon.

  • Apakah berbeda paket hosting berbeda pula kecepatan website nya? Misalnya di Niaga Hoster paket termurah dan yang termahal yang sama-sama masih Share hosting
    Terimakasih infonya

    • Pertanyaan yang bagus.

      Iya berbeda karena paket yang lebih tinggi memiliki spec yang juga lebih tinggi, tetapi jika masih sama-sama shared hosting perbedannya tidak terlalu signifikan.
      Misalnya di Niagahoster, paket termahal atau paket Bisnis Niagahoster itu di desain untuk website dengan kebutuhan resources yang lebih tinggi. Saya kira mas nya perlu mempertimbangkan paket Bisnis jika website mas sudah mendapatkan traffic sekitar 20.000 – 25.000 per bulannya. Tapi, ini juga tidak bisa dijadikan tolak ukur, selalu periksa penggunaan resources (CPU, RAM, Bandwidth) pada cPanel terlebih dahulu.
      Jika Mas belum paham kebutuhan website mas, boleh mulai dari paket yang lebih rendah, nanti bisa di upgrade seiring berjalannya waktu.

      Mengapa saya bilang tidak terlalu signifikan?
      Ingat, di shared hosting website kita berbagi sumber daya dengan website lainnya dalam satu server yang sama. Perusahan hosting biasanya akan bekerja extra keras untuk menjaga agar beban server seimbang, sehingga semua website dalam shared hosting mendapatkan performance yang sama. Walapun dalam prakteknya ada banyak juga perusahaan hosting yang tanpa sepengatahuan konsumen memasukkan jumlah website melebihi kapasitas server yang seharusnya dan ini menyebabkan kecepatan di semua website dalam server tersebut menjadi lambat, juga bisa menyebabkan server lebih sering mengalami downtime.

      Itulah salah satu alasannya mengapa saya melakukan pengujian performance.

  • Ada yang unik untuk review Qwords. Ketika dilakukan pengecekan IP History melalui domain test http://penasihathosting-qw.com, dalam kurun waktu Januari sampai Oktober 2019 sudah ada pergantian IP sebanyak 4 kali.

    Dari ke-4 IP untuk domain tersebut masing-masing memiliki PTR Record yang berbeda pula. Indikasi awalnya adalah ada pergantian server untuk tempat di mana domain tersebut di-hosting-kan.

    Salah satu hal krusial yang sering terlewatkan dalam proses review adalah server. Hoster besar yang memiliki sumber daya yang juga besar tentu akan memiiiki banyak sekali server untuk satu lokasi. Setiap server ini memiliki dinamika dan “environment”-nya sendiri.

    Ada server yang dijejali dengan ratusan bahkan ribuan domain di dalamnya dengan konfigurasi minim tanpa container semacam CloudLinux atau LiteSpeed untuk mereduksi beban, hanya karena mengejar budget hosting. Sebaliknya ada juga server “sepi” yang hanya diisi beberapa domain dengan konfigurasi tinggi untuk mengejar performa. Di titik inilah, hoster sering “bermain” dengan menempatkan web pengujian di server yang “mumpuni” dengan harapan hasilnya akan berbeda dengan kenyataan ketika pelanggan “awam” berlangganan di server yang berbeda.

    Untuk Qwords sendiri, saya tidak tahu apakah pergantian IP dengan PTR yang berbeda server ini dilakukan oleh Qwords untuk “meningkatkan” hasil pengujian tersebut atau memang kebetulan saja tanpa sepengetahuan penulis? Karena harus diakui antara review pertama kali dengan review terakhir ini ada peningkatan performa yang luar biasa dari Qwords.

    • Well, saya pikir tidak ada salahnya kita lebih transparan disini. Dan saya tidak menyangka bahwa pembahasan tentang ini akan diangkat secepat ini sejak update terbaru kemarin malam, 5 Oktober.

      Untuk kasus Qwords, seperti yang mas jelaskan, memang benar ada beberapa kali pergantian IP dalam kurun waktu tertentu hingga Oktober 2019. Dan sebenarnya bukan hanya Qwords, tapi beberapa hoster lain (saya tidak bisa sebutkan siapa-siapa saja) yang memang berniat untuk “mengakali” hasil test, seperti server di pindahkan secara teratur ke tempat yang sepi pengguna selama beberapa kali dalam beberapa bulan. Sejujurnya ini alasan utama mengapa Penasihat Hosting vakum selama 6 bulan dan melakukan monitoring ulang.

      Saya kecewa sekali ya, karena yang harusnya mereka melakukan perbaikan, tetapi malah mengambil ‘jalan pintas’ dengan melakukan kecurangan disana sini. Dengan ini nampaknya persepi bahwa hosting lokal itu buruk akan menjadi semakin buruk.

      Okay, sampai saat ini saya tidak bisa bilang bahwa dalam review terbaru ini Qwords ‘bermain’, karena saya belum ada bukti yang kuat, saya juga sudah coba membuat test yang berbeda di domain yang berbeda. Memang harus diakui peningkatannya sangat signifikan jika kita lihat rata-rata uptime mereka yang awalnya sangat sangat buruk di 3 bulan pertama monitoring (Februari 2018 – April 2018 = dibawah 99%), menjadi nyaris sempurna (100%) pada bulan selanjutnya stabil hingga 11 bulan.

      Saya sudah coba tanyakan ke Qwords apa saja yang mereka lakukan untuk meningkatkan performa hostingnya. Mereka menjawab bahwa telah melakukan beberapa perbaikan untuk meningkatkan performa hostingnya. Meskipun perbaikan yang disebutkan tidak terlalu mengejutkan saya, namun sejujurnya sampai saat ini saya juga masih memiliki keraguan terhadap kualitas Qwords yang sebenarnya.

      Untuk saat ini, mas dan pengunjung lainnya perlu aware dulu terhadap peningkatan performa Qwords yang sangat signifikan ini. Dan seperti yang saya jelaskan dalam review singkat Qwords diatas bahwa mereka tidak memberikan garansi sama sekali, jadi perhatikan hal ini baik-baik.

      • Hmmm.. Sejak awal saya sudah berpikir beberapa pihak hosting akan “bermain” memindahkan domain website ke server yang sepi, low traffic dan spek server yang terbaik untuk “mengakali” hasil tes karena Mas Randi mempublish domain website yang dites.

        di pengujian yang terbaru ini di atas disebutkan “berdasarkan data penelitian 1 Agustus – 30 September 2019”, apakah Mas Randi ganti semua domain website seluruh perusahaan hosting yang dites???

        karena saya bandingkan paket hosting yang lama dan yang baru Mas Randi tes beda (dirubah). Niagahoster: Pelajar jadi Bayi. Qwords: ES jadi E. ArdHosting: UKM 500 jadi UKM A.

        SARAN: Mas Randi pakai semua domain baru dan jangan publish nama-nama domain yang dijadikan bahan tes. supaya tidak ada pihak hosting yang “bermain” memindahkan server website yang sedang dites

        • Yap, ini adalah resiko penelitian yang dipublish dengan sangat transparan. Tetapi, cepat atau lambat pasti akan ketahuan kok, jadi dipublikasikan atau tidak, tidak akan berpengaruh.

          Ada beberapa yang saya ganti, tapi sebagian besar masih sama. Saya juga sudah memikirkan saran ini, tetapi dengan hanya mengganti nama domain tidak akan menyelesaikan masalah, karena jika mereka berniat ‘mengakali’, pasti akan ketahuan cepat atau lambat.

          Saya sudah catat IP server semua website test yang sekarang dan jika ada perubahan lagi, saya pasti akan melakukan tindakan.

          • memang mengganti domain tidak menyelesaikan masalah, tapi setidaknya meminimalisir provider hosting berniat “mengakali” pindahkan server dan website yang diuji Penasihat Hosting karena domainnya tidak dipublish/ disembunyikan Penasihat Hosting.

            oke mas Randi, ditunggu review individual masing-masing hosting. saya penasaran dengan hasil bulan Agustus 2019 saat terjadi pemadaman listrik di Pulau Jawa. hehe..

          • Awalnya saya berpikir demikian, tetapi setelah saya pikir-pikir lagi, sebenarnya kurang efektif karena sangat menghabiskan banyak uang jika terus-terusan seperti ini, hehe πŸ™‚

        • Halo Mas Top, mohon tidak suuzdon ya mas, kami memang melakukan banyak optimalisasi dari sisi backbone dan perangkat serta konfigurasi kami, tentu hal ini akan mempengaruhi banyak hal dari hasil test

      • Menarik.

        Untuk IP terakhir yang tercatat untuk web pengujian Penasihat Hosting Qwords, PTR Record menunjukkan web disimpan di server yang bukan untuk paket E dimana di server itu -sampai komentar ini ditulis- hanya diisi oleh 181 domain saja. Bahkan beberapa diantaranya web yang cukup “bonafide”, yang saya tahu tidak dihost di paket E.

        Hal ini berbeda dengan beberapa web klien saya yang menggunakan paket hosting E. Di dalam server-server paket E (Value Performance) tersebut tidak ada satupun yang diisi kurang dari 200. Semuanya lebih dari 600 domain, bahkan ada yang sampai 1000 domain.

        Selain itu, sejak bulan Juli 2019, Qwords telah memindahkan panel khusus untuk para pelanggan Value Performance dari panel cPanel ke DirectAdmin. Sedangkan saya cek terakhir, PTR dari IP web pengujian justru masih menggunakan cPanel. Indikasi ya bisa jadi web pengujian memang dipindahkan ke server “mumpuni” khusus untuk paket-paket di atas Value Performance atau Mas Randi “terpaksa” membayar prorata untuk tetap menggunakan cPanel?

        Meningkatkan performa sebuah server itu cukup mudah jika hanya 1 server. Bisa dibayangkan berapa banyak biaya, waktu, sumber daya dan infrastruktur yang harus di-“bayar” oleh hoster untuk meningkatkan performa semua server-servernya di semua lokasi hanya untuk menulis email reply pertanyaan/keluhan, “Pihak kami telah melakukan perbaikan performance, oleh sebab itu maka para pelanggan dapat melihat adanya peningkatkan performa hosting-nya”. Jalan pintas yang paling logis adalah memang “memindahkan” manual web tersebut ke server khusus yang telah dirancang untuk memberikan performa yang baik.

        Saya mungkin belum bisa menulis dengan keakuratan data plus ditunjang dengan metodologi semi-ilmiah seperti Mas Randi tulis untuk review-review ini tapi belajar dari pengalaman saya mengelola web-web client (very low low traffic) yang saya tempatkan khusus di paket Performance Value, kenyataannya tidaklah demikian.

        Point utama saya adalah, jika hasil pengujian dan review Qwords memang seperti itu, tentu patut diapresiasi karena bagaimanapun itu adalah hasil yang didapat setelah dilakukan pengecekan melalui tools pihak ketiga yang independen.

        Masalahnya adalah kemungkinan terjadinya bias persepsi antara hasil yang didapat dengan kenyataan karena hasil diuji dengan sumber materi yang tidak sama yang akan didapatkan oleh pelanggan. Analogi sederhananya seperti menguji performa motor Honda Beat tapi yang diuji adalah motor Honda CB150R. Apakah hasil uji dari Honda CB150R manipulatif? Tentu tidak, tapi menganggap Honda Beat mendapatkan uji performance seperti Honda CB150R itu yang bias dan misleading.

        • Oke mas Aidil, jika mas memang memiliki klien-klien yang menggunakan paket hosting E, saya rasa semua menjadi sangat mungkin karena tentu mas bisa membandingkannya.

          Keraguan saya juga muncul ketika saya cek jumlah domain di server website test Qwords kurang dari 200 domain menggunakan reserve IP lookup (tidak 100% akurat), meski tidak tepat 181 seperti yang mas sebutkan. Saya tidak tahu darimana mas bisa tahu jumlah domain di server website test Qwords, kecuali punya akses penuh ke server. Lagipula, satu server bisa memiliki beberapa alamat IP.

          Tapi sedikitnya jumlah domain dalam sebuah server juga belum bisa 100% menjadi sebab meningkatnya kecepatan website test Qwords secara sangat signifikan seperti sekarang ini, karena dari hasil pengecekan saya di server website test pada hoster lainnya yang bahkan ada yang kurang dari 50 domain (juga tidak begitu yakin sebab satu server bisa memiliki beberapa alamat IP), tetapi kecepatannya tidak meningkat drastis seperti Qwords, kecuali memang karena ada sebab kedua.

          Nah, jika benar website test Qwords bukan di Paket E, maka semua menjadi sangat mungkin. Dan saya tidak tahu kalau PTR records bisa menunjukan informasi sejauh itu. Kalau saya tahu dan memiliki informasi klien lainnya yang ada di Paket E, mungkin semua keraguan ini sudah terbukti.

          Dan perlu diketahui bahwa saya sudah membeli domain yang berbeda dan membeli hosting baru pada paket yang sedikit berbeda (ES) dengan account yang berbeda juga, tetapi hasil test menunjukan hasil yang tidak jauh berbeda. Ini yang measih mengganjal saya. Mungkin mas nya jika berkenan bisa berikan saya informasi klien mas yang berada di hosting Paket E atau ES supaya saya bisa lakukan pengecekan sendiri dari sisi saya. Saya apresiasi sekali bantuannya!

          Tapi, jika mas tahu kenyataannya tidaklah demikian, mengapa mas tempatkan website klien di Qwords dan pada paket terendah?

          Soal cPanel, saya terpaksa membayar biaya prorata untuk tetap menggunakan cPanel demi kelangsungan test. Hanya ada satu-dua hoster yang saya juga terpaksa pindah ke DirectAdmin dan Plesk. Persoalan kenaikan harga cPanel yang sempet heboh dan bagaimana sikap web hoster Indonesia mungkin akan saya bahas dalam review individual nantinya.

        • Halo Mas Aidil, memang untuk paket cpanel E, user hostingnya lebih sedikit daripada directadmin, dan memang performance paket VALUE tentu lebih rendah daripada paket yang diatasnya, hal ini sepadan dengan biaya yang dikeluarkan tentunya

      • Wah kebetulan saya hosting di qwords. Baca baca kolom komentar membuat saya ragu dengan qwords.

        Kita kira bijak kah kalo migrasi ke hosting lain?
        Oh web saya web sekolah, homepage, sisstem informasi sekolah, kurang lebih 100+ pengunjung perbulan

    • Mas Aidil, untuk server sendiri memang kami memiliki kebijakan load balancing untuk semua konsumen, untuk menjaga beban server agar tidak terlalu besar dan menjaga performance situs yang dihosting, semoga ini menjawab rasa penasarannya ya.

  • Saya sudah mencoba banyak hosting untuk website jasa creative branding saya ***. Tapi setelah beralih ke Niagahoster sangat puas, dan semua client saya sudah saya rekomendasikan untuk beralih ke niagahoster.

    Apalagi program referral nya ok banget!

  • Mas, terima kasih banyak atas review penggunanya. Sangat berguna untuk saya pribadi (dan mungkin yang lain juga).

    Oia Mas, pada tabel perbandingan web hosting, link yang di review Masterweb kalau di klik malah mengarah ke halaman review Hostinger.

  • mas mau tanya, rencana bulan maret ini saya ingin punya web. tapi masih gagal paham…kalau beli domain dan hosting apakah template juga diberi gratis atau buat sendiri. kedua apakah blog saya di blogspot dan wordpress bisa di migrasi menjadi satu di web saya. saya blogger di dollypress..ok matur suwun mas

    • Mas mau pindah ke WordPress.org atau self hosted kan ya? Kalau urusan template, penyedia hosting tidak menyediakannya (meski beberapa ada yang memberikan template gratis buat client). Mas bisa cari template gratis di WordPress.org atau tempat lain, banyak yang gratis, banyak juga yang berbayar. Blog dari Blogspot dan WordPress.com bisa dimigrasi kok nantinya.

  • Terima kasih atas reviewnya mas,,

    saya ingin bertanya mengenai vps hosting mas,
    sekarang ini LMS perusahaan saya menggunakan vps hosting rumahweb, berencana migrasi ke vps hosting lain,
    vps hosting yang bagus apa ya mas?

    Terima kasih.

    • Kalau VPS lokal mohon maaf saya belum tahu, karena belum membandingkan antara VPS di penyedia yang satu dengan yang lain, jadi tidak berani kasih rekomendasi. Saya sudah ada rencana ingin review hosting VPS terbaik, tapi masih butuh waktu yang cukup lama untuk merampungkannya.

  • gan, saya tertarik mau beli paket bisnis mikro domainesia buat website bisnis saya yg rencana nargetin pengunjungnya lokal dan luar negeri (pinginnya sih >50% dari luar negeri), untuk lokasi server, baiknya milih USA ato Singapore (krn kata agan klo server di Indo, agak lambat diakses orang luar)? thanks…
    Sebenernya tertarik mau beli hosting dari luar negeri macam hostgator ato bluehost (dari pengalaman diakses lokal ga terlalu lama jg), cuma selain mahal jg musti pake paypal dan males beli dolarnya jg (lom punya CC jg), jadi mau nyoba domainesia aja yg di review agan no 1. πŸ˜€

    • Websitenya 2 bahasa ya pak Indonesia dan English? Saran saya pilih server Singapore saja di DomaiNesia dan nanti di integrasikan dengan Cloudflare supaya juga cepat diakses dari region lain. Atau kalau tidak mau pakai CDN secara full, bisa asset web nya saja (CSS, JS, Image) yang di CDN kan.

      • Mas, untuk tutorial men CND kan (CSS, JS dan Image) saja, sudah ada? Pernah pakai indoglobal ga? soalnya kita ga bisa ganti dns, kalau mereka yang ganti semua dipindah ke cloudflare, jadinya layanan emailnya jadi kacau karena masih pakai server mereka. ada solusi tutorial mas?
        Terima kasih

  • Assalamualaikum mas…
    Minta info saran dan masukannya dunk..
    Untuk toko online lebih baik domainesia, niaga host atau idwebhost.
    Saya sudah menggunakan domainesia, memang secara keseluruhan oke, hanya saja space nya berbatas untuk katalog produk update atau model terbaru.
    Niagahost ada yang unlimited, dan baca review dari penasehathosting.com niagahost oke juga.
    Idwebhost juga unlimited dan murah juga, terlebih ada SEO site audit dan konsultasi seo untuk paket imago, domain juga free selamanya. (Apa memang benar adanya).
    Mohon pencerahannya ya mas.
    Makasih

    • Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatu.
      Saran saya pilih DomaiNesia atau Niagahoster saja, karena rata-rata page load time dan uptimenya bagus (berdasarkan data yang sudah saya kumpulkan). Kalau domain free selamanya, site audit, dll itu hanya fitur tambahan.

  • Setelah lihat review di sini saya langsung coba Domainesia, tapi sayang gak berutung baru langganan 5 hari dapat server down 2 hari berturut-turut. Lama down time di atas 3 jam, sangat mengganggu sekali kebetulan lagi develop web.

  • Halo mas mohon saran donk,
    saya ada rencana mau migrasi hosting dan yang terpikir saat ini ada dua pilihan yakin IDwebhost dan DomaiNesia, adapun alasan saya karena: DomaiNesia dari segi harga cukup menarik, ketika ada keluhan layanan cukup bersahabat dll, sementara pertimbangan lain, saya sudah menyewa hosting di DomaiNesia artinya akan terdeteksi 2 domain 1 IP, khawatirnya akan berpengaruh dari segi SEO-nya,
    Adapun pertimbangan tentang IDwebhost saya tertarik features host-nya lumayan banyaaaaak, dan harga juga kompetitif, akan tetapi saya belum tau kualitas pelayanan ketika ada keluhan, begitu juga dengan up time,
    oh iya untuk trafick tetap saat ini Β±2,5/day

    • Halo, saran saya tetap di DomaiNesia dan jangan terlalu khawatir dengan 1 IP akan berpengaruh ke SEO, ini teori datang dari pemain spammer setahu saya, asalkan web mas bagus dan tidak melanggar Google Webmaster Guidelines saya pikir tidak akan berpengaruh ke SEO. ATAU kalau masnya agak skeptical soal ini, beli saja hosting baru di DomaiNesia dan minta untuk dibedakan server nya dengan server website pertama agar alamat IP nya berbeda. Sementara IDwebhost saat ini saya belum bisa kasih rekomendasi, karena uptime dan page load timenya tidak bagus, coba di cek kembali table perbandingan 20 hosting diatas.

      • oke mas randika, terimakasih atas fast responnya. saat ini saya sudah berdialog dengan adminnya, katanya bisa dibedakan IP-nya dengan membedakan lokasi.

  • Halo gan, mau tanya nih. Sebaiknya spek hosting seperti apa yang digunakan jika blog WP kita ingin menerima kontributor? Saat ini saya menggunakan salah satu jasa penyedia hosting Indonesia, cuma untuk loading admin wpnya lelel banget.

    Saya perhatikan, ternyata RAM nya cukup kecil, cuma 512 MB saja. Coba saya tanyakan pada adminnya, ternyata tidak fasilitas untuk penambahan RAM tersebut.

    Dari komunikasi sama tim supportnya, kalau g salah 1 server cuma menggunakan RAM 8 GB untuk dibagi-bagi. Sementara saya perhatikan hosting lainnya menggunakan 32 GB.

    Solusinya seperti apa ya untuk mempercepat loading admin WP? Mohon pencerahannya gan. Salam

  • kebetulan saya juga pakai masterweb, qwords dan domainesia.

    dari ketiganya memang cuma domainesia yang bagus.

    utk qwords, saya musti tarik urat dulu supaya mereka mau aware.

    sedangkan utk masterweb….fiuhhhh…no komen lah

    down terus, tiket support super lambat, sangat tidak recomended.

  • Permisi mas Willya. Saya punya domain sekolah dari rumahweb, domain itu saya hubungkan ke blogspot. Dari domain itu juga saya sudah daftarkan ke Gsuite for Education dan berhasil dapat gratis unlimited drive dan email dari gmail dengan domain dari rumahweb. saya berniat ingin memesan shared hosting untuk keperluan aplikasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yg sudah saya buat. Setelah saya baca review mas Willya, ternyata rumahweb kurang bagus di uptime serta pageloadnya dan di artikel ini saya tidak melihat tentang rumahweb.

    Saya ingin minta saran dari mas Willya, apa yg harus saya lakukan? tetap sewa shared hosting di rumah web, krn domain saya disana dan sudah saya setting untuk Gsuite for Education. Atau membeli hosting di tempat lain, misal domainesia dan transfer domain juga kesana? bagaimana dengan Gsuite for Education saya apakah berpengaruh?
    Terima Kasih.

    • Halo Mas Ichall, dari yang saya baca Gsuite for Education itu memang ditawarkan oleh Google secara gratis (sumber: https://support.google.com/a/answer/139019?hl=id ), jadi kalau domainnya mau di transfer ke provider lain pun tidak berpengaruh, akan tetap gratis. Untuk memastikannya, Mas boleh kontak provider yang bersangkutan nantinya jika memang berencana untuk pindah,

      Dan untuk hosting, saran saya pilihlah hosting yang sudah terbukti bagus uptime dan load timenya.

  • Hai, saya rasa untuk test tidak fear ( adil ) . Karena ada beberapa hosting menngunakan server luar. Contoh : domainesia yang menggunakan server singapura dll. Jadi untuk kecepatan tidak fear dan hal teknis lainnya mohon untuk di perbaiki lokasi servernya. terima kasih

    • Hi, semua web hosting yang saya sewa untuk tujuan pengetesan menggunakan server di Indonesia, dan monitoring load timenya juga dari server Indonesia (Jakarta), hanya Hostinger saja yang menggunakan server di Singapore, itupun karena mereka tidak memiliki server di Indonesia. Jadi, fair kan? πŸ™‚

  • Mas, saya penggunakan tokoonline lokal berbasis wordpress. Kebutuhannya hanya buat Landingpage saja.

    ada dua pertanyaan mas.
    1. Cocokkah saya pakai hosting dari Domainesia dengan traffict pakai FB ads? Dengan asumsi kisaran 1000 visitor per hari
    2. Kalau saya kebutuhannya buat market lokal Indonesia, saya pakai server Indonesia atau Singapur? Karena, katanya, lebih bagus server Singapur.

    Mohon tanggapannya mas.
    Terima kasih.

    • 1. Cocok kok. Dengan estimasi kisaran 1.000 pengunjung per hari, cocoknya minimal paket Super.
      2. Saya pikir untuk DomaiNesia masih lebih bagus server di Indonesia, karena kebetulan server DomaiNesia yang saya tes disini menggunakan server yang berlokasi di Indonesia, dan uptime dan load timenya sejauh ini sangat bagus.

  • Saya punya hosting di domainesia. Rencana nambah web, bagusnya itu upgrade layanan biar spacenya nambah atau beli layanan yang sama , misal paket Super, untuk web baru tersebut?

    • Paket hosting yang sekarang dipakai apa mas? Kalau minimal menggunakan paket Super, sebaiknya untuk web kedua ini di host kan di hosting yang sama saja, karena kebutuhan resource web baru belum besar. Nanti kalau memang butuh upgrade, tinggal di upgrade saja pelan-pelan supaya lebih efisien.

  • smpe skrg sy msh ragu n sangsi milih hosting mas, dari review diatas page load time yg mnurut mas bagus itu ketika lg diakses di lokal (indonesia) aj ato diluar negeri jg?

    • Dari lokal dong, karena di tes dari server yang berlokasi di Jakarta. Kalau dari luar negeri jelas lebih lambat, karena jarak/lokasi servernya lebih jauh.

  • Kalau lihat live statistic page terakhir yang paling cepat ternyata Jagoanhosting? Betul begitu ? Kalau pengalaman mas Willya gimana? Rekomen gak kalau di jagoanhosting ? Terima kasih

    • Bukan, performance di halaman live statistic itu maksudnya bukan page load time website, tapi itu adalah server response times (berbeda dengan page load time). Sampai 26 hari ini saya belum bisa kasih rekomendasi, tapi secara keseluruhan rata-rata page load timenya cepat – termasuk 5 web hosting tercepat, namun sayang rata-rata uptimenya buruk (99,72%). Nantikan saja publikasi reviewnya paling cepat mungkin pada awal Oktober 2018.

  • Terimakasih mas infonya sangat bermanfaat.
    Saya akhirnya memilih DomaiNesia untuk personal portfolio website saya.
    saya membeli domain address (aldypratamak.com) dan memilih paket super untuk 1 tahun.
    saya memilih server dallas. dengan alasan target yang saya sasar adalah client international.
    pada hari pertama website saya di launch, nampak terlihat tidak ada masalah sama sekali.
    kemudian 2/3 hari selanjutnya, website saya mulai mengalami masalah karena kadang bisa diakses dan kadang tidak.jadi tidak menentu.

    Pertanyaanya apakah mas Willya memiliki rekomendasi web hosting premium untuk bermigrasi dari DomaiNesia? dan langkah awal setup nya?

    • Saran saya pertama mas Aldy coba minta bantuan support DomaiNesia dulu, coba konfirmasi apakah memang servernya yang sering down atau mungkin ada masalah lainnya.

      Sebenarnya untuk server US atau web dengan target international, saya merekomendasikan web hosting luar seperti Siteground, karena server mereka sudah terbukti bagus uptimenya. Kalau yang di DomaiNesia ini saya belum tes sama sekali. Semua web hosting lokal yang saya tes saat ini adalah server yang berlokasi di Indonesia, kecuali Hostinger di Singapore.

      Kalau memang kesalahan dari sisi server, Mas Aldy boleh pertimbangkan untuk cancel pembelian hostingnya (kalau belum lewat 10 hari dari hari pertama pembelian), dan pindah ke Siteground adalah pilihan yang terbaik.

  • terimakasih mas infonya sangat bermanfaat .
    saya akhirnya memili DomaiNesia.
    saya ingin membuat website yang berjenis Online Shop / toko online untuk produk clothing saya
    namun ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan mas :
    dikarnakan saya memililih DomaiNesia saya masih masih bingung memelih jenis Web Apps untuk online saya
    pada DomaiNesia terdapat pilihan menu untuk Web Apps:
    # yang pertama ada pilihan menu pada Web Apps yaitu (TOKO ONLIE) dan pada menu toko online terdapapat beberapa jenis pilihan yaitu: Presta Shop, OPenCart, LiteCart dan Magento.
    nah dari ke 4 pilihan ini yang mana kira kira yang lebih baik ? dan yang terdapat menu otomatis pemilihan Kurir/jasa ekpedisi pengiriman beserta harganya ketika nanti costumer saya nanti melakukan transaksi???
    # yang kedua ada pilihan menu BLOG kemudian WORDPRESS nah pada pilihan ini juga bisa membuat TEMA berbentuk TOKO ONLINE.
    pertanyaanya : apakah saya harus memilih jenis WEB APPS nya yang berjenis Toko Online atau lebih baik memilih Wordprees beserta tema toko onlinenya?

    dan pertanyaan kedua apakah sudah cukup memilih paket SUPER dengan space 2gb untuk toko online yang berbasis clothing yang bisa di akses lokal maupun luar negri ?
    terimakssih mas..

    • Kalau saya lihat dari pertanyaan mas, sepertinya mas ini masih pemula dan belum mengerti banget ttg cara membuat website. Semua Web Apps yang mas sebutkan itu levelnya sudah advanced mas, kecuali WordPress yang lumayan lebih friendly untuk pemula. Nah soal kurir/ekspedisi ini pada dasarnya tidak ada, mas harus menambahkan plugin/module tambahan yang nanti diinstal di Web Apps yang mas pilih (umumnya plugin kurir ini berbayar). Saran saya lebih baik mas coba belajar dulu build toko online secara offline menggunakan localhost. Nanti kalau sudah bisa, baru websitenya di migrasikan ke hosting online.

  • terimakasih banyak mas infonya , jujur sy dah 3 kali ganti hosting dan ke tiga nya mengecewakan skrng atas info yng sangat detail sy coba pake domainesia, sy harap ini menjadi pelabuhan hosting terakhir dan tidak pindah2 lagi πŸ™‚ trims riview nya sangat membantu saya

  • Kalau misalnya kita beli :

    Paket A : Disk 500MB Durasi 3 bulan

    Kemudian kita ingin Upgrade ke :

    Paket B : Disk Space 2GB

    Apa bisa? Dan apa akan bayar full? Maaf, saya masih benar-benar new soal hosting, dan ingin belajar soal hosting

  • Hallo mas Randika..
    Saya masih awam di dunia web dan perhostingan mas.. hehee..
    Saya kebetulan ingin membuat website untuk perusahaan saya.
    Jadi konsepnya setiap pegawai bisa mengakses website tersebut dengan menggunakan user dan password masing-masing, untuk melihat data pribadi, keuangan, dll.
    Untuk web hosting seperti DomaiNesia dan NiagaHoster istilahnya Shared Hosting ya, apakah data-data pegawai tsb bisa aman disana mas?
    Untuk DomaiNesia paket yg Super (2GB) apakah sudah mencukupi ya? Karena tiap bulan akan mengupload data-data pegawai, khususnya gaji karyawan.
    Terima kasih

    • Data-data pegawai nanti bisa aman, asal websitenya juga di dukung dengan security yang bagus.
      Untuk Awalan saya pikir cukup kok mas Paket Super 2GB DomaiNesia, nanti seiring berjalannya waktu ketika membutuhkan resources yang lebih besar lagi, paket hosting dapat di upgrade dengan mudah kok.

  • Mas Willya ,

    Saya mau tanya donk pertanyaan pemula ,
    saya lagi bikin web perusahaan di Wix.com tapi belum di publish dan belum ada domain buat web hosting ,

    @ menurut Mas Willya rekomendasi Web Hosting mana yang bagus / terbaik agar dapat diintegrasikan dengan Creating Web Source yang saya gunakan sekarang – Wix.com ?

    @ apakah web hosting yang mas Willya bahas di review bisa nggk diintegrasikan dengan Wix-com (hasil web yang dibikin di wix.com bisa ditampung di web hosting indonesia)? (soalnya saya uda bikin banyak data2 web di wix.com)

    @ atau lebih bagus bikin di WordPress Webnya karena data webnya bisa diintegrasikan dengan hosting2 yang ada di Indonesia dan lebih cepat load timenya ?

    Mohon Pencerahannya Mas Willya , terima kasih sebelumnya

    • Halo Mas Jimmy.

      Yang saya ketahui, di WIX itu kalau mas menggunakan layanan premiumnya, mas sudah mendapatkan free domain dan free web hosting. Jadi tidak perlu repot-repot membeli hosting di luar WIX dan juga memang tidak bisa mengintegrasikan web hosting diluar WIX karena WIX tidak mengizinkannya.

      Sedangkan WordPress itu platfrom yang benar-benar GRATIS, beda dengan WIX yang freemium. Jadi di WordPress khususnya WordPress.org, mas harus membeli hosting sendiri dan di panduan ini saya mereview hosting terbaik yang ada di Indonesia.

  • Halo Mas Willya,

    Saya mau menanyakan apakah harus migrasi domain apabila saya beli domain di IDwebhost dan akan membeli hosting di niagahoster?

    Terima kasih banyak.

    • Halo Mas Anto. Tidak perlu kok, cukup file website dan database nya saja yang di migrasi. Domainnya nanti diganti saja pengaturan NS (nameserver) nya dari NS IdWebhost ke NS Niagahoster.

      ATAU kalau memang mau di migrasi sekalian domainnya ke Niagahoster biar ga repot beda-beda tempat juga boleh kok. Kalau ga yakin, bisa minta tolong support Niagahosternya buat bantu migrasi (gratis).

  • 1. saya baca review dewaweb yang 100% menggunakan teknologi cloud, apakah ada hosting lain di Indonesia yang juga 100% cloud?

    2. jika pakai cloud masih kalah dibanding non cloud (domainesia dan niaga hoster), berarti bukan jaminan cloud hosting bisa lebih bagus dibanding hosting biasa, lalu apa untungnya pakai cloud hosting?

    3. banyak yang pakai istilah cloud tapi hanya sekadar untuk marketing, bagaimana cara mencari hosting yang 100% cloud?

    4. saya baca di https://www.diskusiwebhosting.com/forums/kesan-positif-testimonial-pelanggan.64/ itu banyak yang dapat review bagus tapi tidak dibahas di sini, apakah ada rencana untuk tambah review?

    terima kasih
    maaf banyak tanya

    • Sekarang ini banyak web hosting yang sudah pakai teknologi cloud seperti Dewaweb, Jagoan Hosting, DomaiNesia, dan IdCloudHost. Harusnya si pakai cloud hosting itu uptimenya bisa stabil diatas 99,95% per bulan dan load timenya bisa dibawah 1000ms (kecuali mereka melalukan over selling).

      Banyak penyedia hosting terkadang suka berlebihan dalam hal klaim untuk mempromosikan situs mereka, klaim2 seperti uptime 99,99%, load time bisa 20x lebih cepat, harga termurah, hosting terbaik dan bla bla lainnya. Semua itu tentu saja harus dibuktikan dengan data, makanya saya membeli semua web hosting Indonesia yang saya review dan memonitoring waktu uptime dan load timenya.

      Ada banyak pertimbangan buat saya ketika memilih penyedia hosting yang akan di review, seperti misalnya umur penyedia hosting harus minimal 3 tahun, alamat usahanya ada lengkap, sudah banyak memiliki review positif, dll.. Tapi, tenang saja, karena dalam 2-3 bulan kedepan saya akan tambahkan 12 hosting popular lainnya, termasuk Jagoan Hosting, Dapur Hosting, Warna Host, dan lain-lain.

  • Terima kasih banyak PENASIHATHOSTING/ Mas Willya untuk reviewnya.

    Saya yang sudah lama tidak update dengan pilihan penyedia jasa hosting, tahunya hanya Qwords dan DewaWeb yang baik dan sudah cukup lama (Qwords) beroperasi tanpa bad review yang terlalu parah.

    Ternyata ada pilihan yang lebih baik, dengan harga yang lebih kompetitif dan dapat bonus potongan karena saya buka website company mereka melalui link di PENASIHATHOSTING.

    Sukses selalu dan sehat senantiasa karena Anda bermanfaat bagi banyak orang mas.

    GBU

  • Hari ini saya mau beli webhosting di Niagahoster, setelah memasukkan kode promo (awalnya bisa) hingga ke bagian checkout, saat mau melakukan pembayaran dengan kartu kredit hingga ke bagian DOKU masi bisa, setelah dapat paycode dari bank dapat notifikasi Transaksi Tidak Berhasil, contact live support dibilang akan dibantu. Ujung2nya yg dipermasalahkan promo code PENASIHATHOSTING sudah tdk berlaku katanya.

    Lalu coba DomaiNesia sampai di bagian checkout dan pembayaran dgn kartu kredit, dibawa ke halaman DOKU, lagi2 Transaksi Tidak Berhasil. Belom contact support, cuma uda curiga aja jangan2 masalah promotion code PENASIHATHOSTING tidak bisa juga.

    Ada komen/ bisa bantu bos?

    • Well, ini bukan karna kode promonya sudah tidak berlaku, tapi saya ragu karna menggunakan kartu kredit. Kalau kode promonya sudah teraplikasikan dan harga sudah berkurang karena dapat extra diskon 10% (di Niagahsoter), maka artinya kode promo masih berlaku. Kalau Anda menggunakan cara lain untuk mentransfer pembayaran, saya percaya ini pasti bisa dilakukan, sebab per 3 Agustus lalu saya cek ada beberapa orang yang menggunakan kode promonya dan berhasil. Domain Anda thre**.id bukan? Mungkin hari senin besok saya akan coba bantu tanyakan langsung ke Marketing Managernya Niagsahoster soal ini. Terima kasih sudah memberikan kesempatan buat saya untuk mengklarifikasi ini ya.

      • Pada saat order pertama hingga muncul invoice dan kendala tersebut Saya sudah korespondensi dgn tim live support, malah disarankan bikin order baru.
        Tapi saat proses order baru kode promosi : PENASIHATHOSTING tdk bisa dipakai lagi (jd invoice berikutnya harga normal aja).

        • Saya sudah coba contact Marketing Manager Niagahoster, kendalanya kemungkinan pada saat pembayarannya, soalnya kode promonya masih bisa diaplikasikan pada saat checkout.

          Oia, kenapa tidak bisa menggunakan kode promo lagi pada order baru itu karena kode promo hanya bisa dipakai 1x saja (tidak bisa dipakai berulang-ulang). Tapi kalau menurut saya, mungkin masnya bisa ganti metode pembayaran seperti transfer bank menggunaka invoice pertama yang sudah kepotong 10%.

  • Maaf, sy bingung, mengapa di niagahoster semua paketnya unlimited? kalau semua paketnya unlimited, mengapa tidak di samakan saja harganya?

    Atau, apakah semua paketnya mendapat jatah kuota 500MB (paket bayi), dan yang hanya membedakannya hanya fitur2 tambahan lainnya saja? (spam expert, domain, prioritas).

    Apakah tidak sebaiknya tetap ditampilkan fair usage nya?

    Terima kasih

    • Ini Anda harusnya lihat di detail perbandingan antara paket hosting Niagahoster dihalaman ini. Ada fitur-fitur yang tidak di dapat pada paket tertentu, dan ada juga fitur yang hanya tersedia pada paket tertentu saja. Selain itu, jumlah resources power seperti virtual memory, physical memory, CPU limit dan I/O tiap-tiap paket juga berbeda.

      Dan mengenai fair usage, Niagahoster sudah jelaskan bahwa mereka tidak menetapkan berapa batasan khusus pada resource bandwidth dan disk spacenya, jadi Anda dapat memanfaatkan resource yang ada untuk website Anda secara wajar, selama tidak mengganggu akun hosting lain yang terletak dalam server yang sama. Menurut saya ini normal dan semua provider memang mempunyai ketentuan seperti ini, sebab di shared hosting Anda berbagi ruang dengan pengguna lainnya dalam server yang sama. Kalau mau resources yang pasti, itu ada di Virtual Private Server (VPS) hosting.

  • Terima kasih atas ulasannya yang lengkap Mas Willya Randika, sangat membantu saya yg masih baru di dunia website.
    Semoga sukses terus buat Mas Willya.

  • Masterweb,
    Kalau saya bisa kasih nilai sih MINUS 10, masuk ke bagian kelola domain aja gak bisa selalu blank putih tapi pas buka domain yang sudah expired bisa. Sudah ganti browser, ganti komputer juga tetap sama.

    Chatting bagian support suruh bikin tiket, sudah bikin tiket nunggu 4 jam masih belum ada jawaban.

    Mau live chat lagi nunggu antrian 4 sekitar 20 menit, pas tinggal 1 antrian malah jadi dapat antrian ke 12.

    Harga paling mahal 141.900

    Dan saya setuju kalau review di situs ini, MASTERWEB ada di urutan paling TERAKHIR.

  • Kemarin baru beli domain tanpa referensi alhasil dah 3 hari tuh domain ga bisa dipake ke blog…apesnya jadi nuwbie…

  • Mas Randika,

    Mantap banget reviewnya terniat.
    Sangat bermanfaat. Saya jadi bisa lebih cepat menentukan mau pindah ke hosting mana.

    Semoga terus tetep di page one πŸ˜€

  • Halo mas Randika

    Terima kasih telah membuat artikel ini yang notabenenya membantu para pemula yg mau terjun kedunia web seperti saya.

    Saya mau tanya, rencananya saya berminat untuk membuat website yang menyajikan info teknologi . Tapi saya bingung memilih jenis hosting yg tepat di gunakan untuk website saya. Kebetulan saya mau beli hosting di niagahoster

    Kedua. tentang tampilan websitenya nanti apakah penyedia hosting yang menggunakan wordpress sudah memiliko template yang dapat digunakan langsung secara gratis atau kita harus membuatnya sendiri

    • Halo Mas Adjie,

      Kalau websitenya masih baru, boleh mulai dari jenis shared hosting terlebih dahulu, karena website baru belum membutuhkan resources yang banyak, apalgi traffic juga masih imut-imut :).

      Sebenarnya WordPress sendiri punya 5.000+ template gratis yang bisa mas download (legal) disini: https://id.wordpress.org/themes/ jadi saya kira mas tidak akan kesulitan untuk menemukan tema yang sesuai dengan kebutuhan nantinya.

      Kalaupun butuh kustomisasi yang agak spesifik, mas bisa gunakan plugin page builder, seperti Page Builder by SiteOrigin untuk membangun halaman website yang komprehensif: membuat slider, form, mengatur warna, membuat button, gallery photo, dll dalam satu plugin tanpa menyentuh coding sama sekali.

  • Pak mau tanya saya mau bikin web travel target merket tamu diluar indonesia saya bingung harus pakai hosting indonesia atau luar ya

  • Sial, saya telat baca ini.
    Malah beli ke rumahweb, down mulu.
    Duitnya pake cash perusahaan lagi.
    Apes, siap-siap kena semprot deh.

    • Sayang sekali Mas Rizal, karena Rumahweb juga tidak memberikan garansi pengembalian uang, jadi kalau sudah dibeli tidak bisa di cancel dengan alasan apapun.

  • Halo Mas Randika.. Terima kasih banyak atas reviewnya. Sangat bermanfaat sekali. Sy rencana ingin buat web ecommerce utk produk fashion, traffic bs dr customer retail n reseller baik secara organik ataupun dgn ads. Kalo boleh minta saran, Utk Web ecommerce bagusnya pake shared hosting atau VPS ya? Atau malah dedicated server?Terima kasih sebelumnya atas sarannya.

    • Halo Mas Danu.

      Sebenarnya shared hosting tidak bisa dijadikan pilihan terbaik buat website eCommerce, karena dalam website eCommerce ada transaksi yang dilakukan secara online, maka ketika website ditempatkan di shared hosting (berbagi dalam server yang sama dengan website-website lainnya), akan lebih rentan terhadap hacking/peretasan. Jadi, saya tidak menyarankan shared hosting untuk web eCommerce dengan alasan keamanan.

      Namun menurut saya, shared hosting boleh dipertimbangkan untuk web eCommerce hanya ketika mas membuat website eCommerce dengan tujuan untuk menguji prototipe web eCommerce mas saja sebelum mereleasenya dalam bentuk yang asli. Artinya, hanya untuk tujuan pengetesan saja dimana tidak ada transaksi online secara real disana.

      Saran saya sebaiknya pelan-pelan dulu saja, tidak perlu langsung sewa dedicated server. Jika masnya membangun web eCommerce menggunakan WordPress, maka pilih Managed WordPress hosting, jika non-WordPress, boleh mempertimbangkan Managed Cloud Hosting Service. Biayaya memang jauh lebih mahal dari shared hosting, but trust me, ini akan jauh lebih menguntungkan untuk bisnis mas kedepannya.

      Kalau butuh bantuan dalam memilih provider terbaik untuk managed VPS silahkan kontak saya langsung via email ya πŸ™‚

  • halo mas Randika, sy tertarik dgn review-nya yg sangat membantu ini, apakah kupon penasihathosting nya masih berlaku? sy lihat di niagahoster-nya sudah ada diskon utk pengambilan min 1 thn nya, apakah akan di diskon lg dgn pemakaian kupon dr mas Randika, atau engga? makasi, mas…salam sukses terus πŸ™‚

    • Halo Beth. Kuponnya masih akan terus berlaku kok. Ini tambahan diskon, jadi misal diskon di Niagahoster 30%, maka dengan menggunakan kupon ini akan ditambahkan 10% diskonnya menjadi 40%. Cukup diaplikasikan pada saat chekout saja. Sukses terus juga buat kamu ya πŸ™‚

      Kalau ada kendala, boleh kontak saya langsung di: randi[at]penasihathosting[dot]com

      P/S: Kode promonya hanya untuk pengguna/akun baru untuk order pertama saja. Jika sudah pernah order hosting Niagahoster sebelumnya, maka kode promonya tidak bisa digunakan kembali.

      • ups maksud saya, web hosting mana yg bisa support server side-scripting selain php? ex: python(django), ruby(rails), js(node.js), terus database selain mysql? ex: redis, memcached?, web server selain apache? ex: nginx?

        • Well, disini kita sedang membahas shared hosting pak. Kalau Anda mau install ini itu, saran terbaik saya sebaiknya pilih unmanaged VPS, karena di shared hosting ada keterbatasan. Kita tidak bisa install aplikasi lain selain yang memang sudah tertanam di server. Boleh mulai dari memilih penyedia hosting yang sudah support web server Nginx.

          Faktanya, hampir semua layanan shared hosting itu menggunakan cPanel sebagai control panelnya dan tidak mungkin menggunakan web server Nginx, karena cPanel tidak support Nginx. Namun, saat ini memang ada beberapa penyedia hosting seperti Bluehost yang menggunakan web server Apache dan Nginx secara bersamaan pada layanan shared hostingnya, Nginx untuk file yang bersifat static dan Apache untuk file yang bersifat dynamic, tapi saya belum menemukan konfigurasi server yang seperti itu pada hosting lokal.

    • Halo Demmy,

      Untuk hosting DomaiNesia minimal Super 2GB telah mendukung Node.js, Python, Ruby. Namun aksesnya terbatas karena bukan sebagai root. Selain itu juga telah mendukung fitur memcached (minimal hosting Super 2GB ke atas). Bisa diaktifkan melalui menu memcached yang tersedia di cPanel kemudian hubungkan app-nya ke unixsock dari service memcached.

      Apabila kesulitan DomaiNesia menyediakan panduan terkait fitur-fitur tersebut yang dapat dilihat di https://www.domainesia.com/panduan/. Selain itu DomaiNesia juga menyediakan demo cPanel yang bisa diakses di https://dnva.me/democpanel/.

      Semoga jawabannya bisa membantu ya, terima kasih

  • bagus sekali sangat lengkap.

    oh ya mas mau tanya, kalau saya menggunakan wordpress hosting lalu pengunjung semakin banyak. itu kan di sarankan untuk upgrade, nah ada yg bilang pakai vps.

    menurut mas Randika itu gimana ? lebih baik upgrade ke vps atau upgrade wordpress hosting nya ? dan kalau ke vps, apakah artikel dan data data lainnya akan aman ?

    untuk berjaga jaga dalam situasi seperti ini, lebih bak domainesia atau niagahoster ?

    terimakasih sebelumnya

    • Saran saya langsung di upgrade ke VPS hosting saja ketika shared hosting sudah tidak lagi mampu menampung kebutuhan website mas. Semua artikel di WordPress nanti akan aman, tidak akan ada yang hilang.

      Baik DomaiNesia atau Niagahoster sama-sama bagus, tapi saya belum tau apakah mereka berdua bisa bantu pindahkan file website mas ke VPS mereka secara gratis/tidak atau kita yang harus pindahkan sendiri.

      Kalau butuh bantuan mengenai VPS hosting, boleh kontak saya langsung via email ya πŸ™‚

  • Luar biasa mas artikelnya, dan terimakasih banyak, saya sudah gunakan kuponnya, Alhamdulillah lumayan lah?

    Oh iya saya boleh minta rekomendasi tema wordpress yang ringan untuk bisnis mas?

    Dan kalau boleh tau, Mas pake tema apa ya??

    Hatur nuhun ya mas???

  • Luar Biasa, bagus sekali artikelnya.
    Sangat membantu buat newbie seperti saya.
    Saya baca 70% comments di sini dan saya lihat pak randika meluangkan waktu untuk memberikan jawaban pada pertanyaaan, bahkan menawarkan bantuan. Hehe saya kagum.
    Sukses terus buat pak randika!
    Keep up the good work!

  • Saya punya rencana untuk membuat sebuah web tempat download yg nantinya jika ada pengunjung mau mendownload file akan dialihkan ke drive google, media fire, uptobox dsb. Saya ingin meminta pendapatnya kak :
    1. Lebih baik menyewa hosting atau mengkustom domain dari blogspot ke .com untuk web seperti itu ?
    2. Apa kekurangan & keunggulan dari custom domain yg hostingnya sudah disediakan free dari google jika dibandingkan dengan sewa hosting berbayar ? Saya belum menemukan artikel yg menjelaskan point nomor 2 ini.
    Terimakasih kak.

  • Maaf oot mas,

    Saya mau pindahin blog dari blogger ke WordPress pake hosting, kira-kira URL nya bisa dirubah ngga ya.

    Misalnya:
    domain.com/2018/06/penasihat-hosting.html
    jadi:
    domain.com/penasihat-hotsing

    Kalau bisa kira-kira berpengaruh ke trafik ngga ya?
    Terimakasih.

    • Ok, pertama: yang OOT lain kali tidak saya balas ya. Kontak saja langsung via email ke randi(at)penasihathosting(dot)com buat pertanyaan diluar topik πŸ™‚

      Saya pikir akan anjlok trafficnya karena ganti URL, tapi pastikan di 301 redirect saja ya dari old url ke new url setelah ganti permalink di WordPress. Mungkin anjloknya sementara waktu, tapi bisa juga tidak berpengaruh, saya tidak yakin 100% karena belum pernah mencoba.

  • Man Randika,
    Keren banget tulisan. Sangat membantu. makasi ya. Mau tanya mas, kalau reseller hosting masih menguntungkan nga di tengah2 persaingan hosting yang sangat ketat saat ini? Ada rekomendasi reseller hosting?

    • Mas Made, maaf saya tidak punya rekomendasi reseller hosting yang bagus, belum pernah coba soalnya jadi tidak berani kasih saran. Kalau soal menguntungkan/tidaknya si pasti bisa menguntungkan dong, asal bagus aja salesnya πŸ˜› Saya bukan pemain jadi tidak tahu bagaimana petanya πŸ™‚ Good luck ya!

  • Makasih nih penjelasannya, banyak info yang bisa buat pertimbangan saya setelah dikecewakan hosting milik kawan sendiri sudah waktunya Cari yang memang profesional.
    Jangan di klik website saya pasti down soalnya memang begitu deh karena masalah pertemanan segala urusan dianggap sepele lebih yakin ke hosting yang profesional.

  • Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk melakukan review penyedia hosting dan saran-saran beserta penjelasannya sangat membantu pemula seperti saya. Mantap!

  • terimakasih banyak telah membuat data seakurat ini.

    saya jadi tertarik pindah hosting. namun saya meminta saran sebelumnya.

    saya ini menggunakan wordpress dan plugin elementor sebagai page builder. saya dulu tidak sadar kalau penggunaan elementor membuat web page saya menjadi rata-rata 2mb ukurannya. karena sya sudah terlanjur memakai elementor disemua artikel. tentu akan memakan waktu lama untuk membetulkannya.

    dan saya saat ini menggunakan hosting yang biasa saja.

    tolong beri saya saran, jenis hosting apa yang cocok untuk kendala saya.

    terimakasih

    • Halo mas Wildan. Faktanya penggunaan page builder seperti Elementor, Beaver, Thrive, dsb memang memberatkan halaman, karena page builder load byk variables dari database.
      Sebagai contoh website mas yang WilEnglish.com ya? Saya cek JS dan CSS nya sekitar 800kb an > itu saja sudah berat.

      ini bukan persoalan hosting si mas, tapi lebih ke konten di dalam website.
      Sebagai perbandingan saya juga menggunakan page builder Thrive Architect di halaman ini, tapi setelah dioptimasi menjadi sekitar 300kb an. Boleh dibaca lagi panduan saya tentang cara mempercepat loading website.

      Oia, saya cek websitenya belum aktif Gzip Compressionnya, apa ada kendala ketika memasukkan code ke file .htaccess nya mas? Mungkin saya bisa bantu, kontak saja ya via email.

      Untuk hosting, mas bisa pilih yang saya rekomendasikan disini seperti DomaiNesia atau Niagahoster. ATAU jika mas punya budget lebih, kenapa tidak coba upgrade ke VPS saja?

      Sekali lagi, kalau urusan hosting ini prioritas si mas, jangan pilih yang biasa2 saja, harus yang bagus, karena untuk bisnis kan? πŸ™‚

      • Terimakasih mas sudah merespon. dan terimakasih sudah mau membantu kendala saya.

        betul wilenglish.com itu adalah web saya. saya juga sudah cek di gtmetrix dan hasilnya membuat saya galau hehe.

        tapi kemarin sudah saya otak-atik dengan mendisable beberapa plugin salah satunya plugin share to medsos.

        dan kini Alhamdulillah. tidak lebih dari 1.5 mb. yaa walau turunnya ga gede-gede amat.

        untuk urusan gzip. ntah sudah berapa artikel saya baca dan praktekan artikel lokal maupun luar. tapi terus gagal, dan saya rasa karena memang hosting saya gunakan tidak bisa untuk gzip.

        betul sekali mas mending yang bagus sekalian yaa hostingnya hehe.

        rencana minggu ini ingin ganti hosting. dan kalo ada kendala tentang gzip, saya baru menghubungi mas lagi

        • lumayan itu mas, turun 25% size halamannya dan masih bisa dioptimasi lagi dengan Gzip Compression.
          Okay,kontak saya saja via email kalau masih ada kendala πŸ™‚
          Good luck!

  • Saya pengguna blogger, ingin juga migrasi ke wordpress menggunakan shared hosting, yang saya bingung cuman templatenya saja πŸ˜€

    Oh iya, di ataskan penyedia hosting Indonesia, kalau untuk penyedia hosting dari luar, apa ada saran?

    Saya sih cari yang loadingnya cepet sama up timenya yang tinggi.

  • Siang mas,
    Terimakasih infonya sangat bermanfaat. Apalagi untuk saya yg sedang bingung mencari hosting dan blm berpengalaman.

    Sedikit bertanya, Saya punya blog di blogger. Pengunjung rata2 250 – 450 perhari. Kalau saya menggunakan paket domain murah, seharga 105.000/tahun apakah brandwitenya cukup ?.

    Dan apakah 105.000 itu juga berlaku untuk tahun ke 2 dan seterusnya ? Terimakasih

    • Halo.
      Jadi kamu mau custom domain saja dan tetap menggunakan blogger?
      Kalau gitu kamu ndak perlu beli hosting, cukup domain saja. Domain tidak ada hubungannya dengan bandwidth, karena domain itu hanya sekedar alamat saja. Soal harga perpanjangan domain tergantung dari kebijakan masing2 provider, tapi biasanya sekitar 100-150rb untuk domain berekstensi umum seperti .com, .net, dsb..

      • Hehehe… ya itu yg saya bingungkan
        Karena saya blm mengerti betul .
        Saya fikir membeli domain nama itu satu paket dengan hosting.
        Ternyata enggak ya ?,
        Maaf masih newbie… jadi belum banyak tau

        Kalau kita pakai hosting bedanya apa ya mas dengan menggunakan blogger biasa ?
        Makasih, mohon pencerahan

    • Halo Mbak Ajeng. Kami disini sudah me-manage server sendiri :), tidak lagi menggunakan shared hosting yang dikelola oleh penyedia hosting, tapi untuk pemula saya tidak menyarankannya karena manage server sendiri membutuhkan pengetahuan khusus. Jadi, buat yang tidak mau ribet mengurus server dan hanya mau fokus mengelola website saja, sebaiknya menggunakan shared hosting dari penyedia yang saya rekomendasikan disini.

      • Halo Pak Randika
        saya punya beberapa pertanyaan yang belum saya mengerti :

        1.Apakah kalau kita sudah membeli hosting dan domain kita harus tetap harus membuat web dengan bahasa html,css,javascript,php dan sebagainya ? Kalau ya /tidak bisakah mas menjelaskannya lebih lanjut

        2.Bagimana cara mas me-manage server sendiri apakah itu bisa ? Bukankah Server harus tetap on 24/7

        3.Apakah kita bisa membuat Hosting atau Domain sendiri
        Tanpa Harus membeliny ?

        Mohon Pencerahannya Mas Terimakasih

        • Halo Pak Abraham,

          Saya sangat menyarankan Bpk membaca panduan web hosting yang telah saya tulis lengkap disini: https://penasihathosting.com/web-hosting/ agar mendapatkan pemahaman yang kuat tentang web hosting, domain dan website. Semua pertanyaan Bpk tersebut ada jawabannya disana. Saya tidak bisa jawab dikolom komentar ini karena nanti bisa jadi sebuah artikel tersendiri saking panjangnya πŸ™‚

  • halo mas randika.
    saya sangat baru dalam dunia web development begitu juga dengan web hosting. apakah dalam memilih web hosting harus mempertimbangkan bahasa pemograman yang kita gunakan untuk membuat web tersebut?

    • Jangan khawatir, apapun bahasa pemograman yang mas gunakan pasti mendukung kok. Ngomong-ngomong, mas sudah tahu mau bangun website menggunakan apa?

  • Salam kenal, Mas Randika…
    Kalau supaya website kita cepat loading nya pas diakses dari sebagian kota besar di dunia tu gimana ya? Ada yg sebut pakai CDN tp sy kurang jelas mksdnya. Apakah sy harus cari hosting yg support CDN?

  • mas randika, saya rencana ingin buat 3 company profile buat usaha kecil2an. oia jadi saya ambil 3 paket (contoh paket bayi di niaga hoster) atau cukup 1 hosting trus 3 domain

    sebelumnya terima kasih untuk nasihat review hosting..
    jadi tau mana webhosting yang terbaik.

    • Mas Moreno, cukup ambil 1 paket hosting saja minimal paket Pelajar – mas bisa tempatkan 10 domain atau 10 website didalamnya πŸ™‚

  • Gan, dari 7 web hosting itu mana aja yang sudah pakai server litespeed enterprise ya? karea saya butuh buat pasang plugin litespeed cache. Trus mana aja yang cpanel nya sudah ada SEO seperti attracta. thx.

    • Saya belum tanyakan ke semua web hoster diatas, tapi kebanyakan mereka menggunakan apache + Litespeed API. Saya tidak tahu mengapa Anda menginginkan tools SEO di cPanel seperti Attracta, sepengalaman saya tools2 SEO seperti ini tidak banyak membantu. Jika Anda menggunakan CMS WordPress, plugin YOAST SEO sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan SEO ON page Anda.

  • Hallo Mas Randika

    Kalau untuk paket Personal di Niagahoster tertera Disk Space : Unlimited, apa itu benar unlimited atau bagaimana?. Kalau bukan unlimited berapa disk space yang di dapatkan?
    Mohon bimbingannya

    • Halo Mas Putu.

      Sepengetahuan saya, pada dasarnya dimanapun tidak ada yang benar-benar unlimited mas, termasuk pada paket Personal Niagahoster. Selalu ada batasan dimana kalau kita menggunakan disk space yang melebihi penggunaan normal bisa saja kena teguran. Tapi saya perlu kasih tau ini, jika Mas berencana menghostkan sebuah web/blog film, download, software dsb yang biasanya menyimpan data yang sangat besar, mungkin sekitar 200GB, 300GB dst.. beberapa hoster termasuk Niagahoster punya terms & condition tertentu yang setau saya tidak diperbolehkan.

  • Halo mas Randika, setelah membaca kok tampaknya obyektif juga.. hehe
    Mau tanya mas, untuk web saya, dan kebetulan saya juga bukan orang yang ahli, ada gk rekomendasi template yg sesuai. Review donk mas web yg saya buat, sepertinya berat, apakah signifikan jika saya pindah hosting seperti yang direkomendasikan diatas ya? Terimakasih mas

      • Terimakasih mas randika, saya coba baca dan pahami mas.
        Kemampuan saya masih sangat belum ahli mas, jd jgn berhenti utk share.
        Sebenarnya utk testing kecepatan web direkomendasikan menggunakan apa mas? Karena masih bingung hasilnya kok gk sama. Trims

        • Pakai yang mana saja mau GTMetrix atau Pingdom tidak jauh berbeda kok mas. Dan karena kedua tools tersebut tidak menyediakan test server dari lokasi terdekat (umumnya di US), jadi page load timenya tidak bisa dijadikan patokan. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah request, size halaman, size gambar yang diupload sudah sesuai skala/belum, dsb.. itu semua idealnya harus dioptimisasi, jadi harusnya berkurang jumlahnya setelah mengikuti panduan yang saya tulis tersebut. Kalau ada yang mau ditanyakan soal load halaman boleh kontak saya langsung juga di randi(at)penasihathosting(dot)com.

    • Hmm apa ya, ada banyak sekali si theme yang bagus dan cepat, saya tidak tahu kebutuhannya untuk website tipe apa, tapi untuk kebutuhan blogging ksaya pribadi menyarankan menggunakan Genesis Framework yang juga saya pakai di theme dasar blog ini. Oia, pembahasan ini agak out of topic, mungkin mas nya boleh kontak saya langsung via email di randi(at)penasihathosting(dot)com ya πŸ™‚

  • artikel sangat membantu buat para nubi, dan juga menjadi inspirasi saya milih2 hosting lokal buat bikin artikel juga … salam kenal mas randika πŸ™‚ .. saya juga start ngeblog nih ..

    share lagi yah ilmu2nya sekalian masalah SEO nya lah tipis2 hehe

    • Salam kenal juga Mas Moch Akbar.
      Siap, untuk masalah SEO mungkin lain kali di blog dengan niche yang berbeda saya akan bahas πŸ™‚ Btw saya suda berkunjung balik ke blognya mas barusan, rapih, tulisanya juga bagus dan terima kasih ya sudah merekomendasikan blog saya di salah satu tulisan mas, saya senang sekali πŸ™‚

  • Kalau untuk wordpress, minimal hard disk spacenya berapa yah?

    Kalau misalnya saya ambil yang storagenya paling kecil dulu, apakah ketika upgrade akan dikenakan biaya lagi?

    • Sebenarnya tergantung dari kebutuhan website Anda, tapi menurut saya untuk website WordPress baru jumlah space 300MB adalah minimal yang perlu Anda ambil, nanti ketika upgrade ke paket yang lebih tinggi tentu saja ada biaya tambahan.

  • Ulasannya bagus-jelas-obyketif,jelas sangat membantu buat pemula seperti saya dalam memilih web hosting terbaik terbatasi budget. Terima kasih pak.

  • Mas, sayakan baru buat website nah website saya harus
    Menggunakan SEO. Ada ngga mas hosting yg menyediakan SEO jg? Mohon bantuannya mas. Terima kasih

    • Maksudnya provider hosting yang selain menawarkan hosting jga menyediakan jasa SEO, mas Gondo?
      Saya tidak bisa merekomendasikan salah satu provider hosting, tapi kalau mau menggunakan jasa SEO, mas Gondo bisa cari agency yang memang khusus menangani SEO. Ngomong2, mas Gondo ingin membuat website apa?

  • Apakah paket bayi niagahoster cukup untul website yang baru akan dibuat?
    Artinya baru belajar juga membuat website.
    Mohon infonya.

  • mas mau nanya apakah lokasi server berpengaruh dengan SEO, semisal client saya banyak dieropa apakah saya harus cari server yg lokasinya dieropa, kalo iya ada rekomendasi gak penyedia hosting indonesia yg punya share hosting di eropa..trims

  • Mas, boleh nanya ?
    Dalam paket kan domain namenya gratis. Nanti misal kita mau pindah hosting, hal ini masalah/ tidak?
    Thx

    • Tidak masalah kok pak.
      Kalau mau pindah hosting nanti domainnya bisa di transfer juga, prosesnya transferya memang cukup lama, biasanya paling lama itu dalam 10 hari kerja.
      Jadi, kalao bpk dikemudian hari ingin pindah hosting usahakan pindahnya sebelum jatuh tempo minimal 11 hari biar aman.

  • Mantap gan. Boleh tahu kah, itu kok bisa tiba2 muncul nilai / rating itu apakah rating pribadi? Terus kapan terakhir data tersebut diupdate? Makasih infonya bos πŸ™‚

    • Sepertinya kamu tidak membaca dengan detail ya.
      Rating disini berdasarkan pengalaman pribadi dan data terakhir diupdate 1 Mei 2017 (Update setiap bulannya).

  • Sangat bermanfaat, bahkan bagi saya yang seorang Blogger ini, cara penulis menyajikan tulisannya disini menjadi contoh yang baik untuk saya πŸ™‚

  • Saya baru belajar, membaca keterangan diatas jujur belum sepenuhnya mudeng, yang membuat hati senang adalah, hosting pilihan saya termasuk referensi no 1, itu saja sudah cukup menyenangkan hati saya, salam kenal belum bisa komen yang bahasanya IT banget, tolong di maklum.

  • Kebetulan saya juga menggunakan salah satu web hosting terbaik diatas, tapi setelah baca review ini, jadi ingin coba yang lain.. mungkin yang lebih baik.

    BTW, mas Randika bagus sekali review dan panduan ini. Lengkap dan bagus, saya belajar banyak dari mas Randika.

    Terima kasih.

  • Halo mas Randika

    Puas Saya membaca artikel ini. Rasanya panduan ini begitu lengkap dan banyak memberi manfaat untuk pembaca serta Saya yang masih newbie ini.

    Keren banget..

      • oot
        Mau nanya mas. Saya baru belajar pemrograman web dan menulis artikel. Yang efektif mana ya? Pilih blogger, wordpress.org, wordpress.com, shared hosting atau 2 hosting rekomendasi diatas?
        Atau adakah hosting yg gratis? Jika ada, bedanya apa sama yg berbayar?
        Lalu, yang mana pilihan terbaik utk pemula seperti saya?

        Maaf bnyk bngt pertanyaannya, haus ilmu ?
        Semoga tdk merepotkan. Hehe..

        • yang OOT lain kali tidak saya balas ya. Kontak saja langsung via email ke randi(at)penasihathosting(dot)com buat pertanyaan diluar topik.
          Saran saya langsung saja pakai WordPress.org, sewa hosting dari paket termurah juga tidak masalah kok kalau tujuanya hanya untuk belajar dan menulis (bukan untuk tujuan bisnis). Kalau ada budget cukup jangan pakai yang gratis, yang gratis banyak kurangnya. Mulai dari server yang sering down, page load time lambat, fiturnya sangat terbats, resources terbatas. Kalau memang terbatas budget pilih DomaiNesia saja paket Lite. Mereka menawarkan web hosting murah tapi dengan resources yang cukup memadai untuk membangun blog baru.

  • >