Hasil Penelitian

Dari 22 provider shared hosting paling populer di Indonesia

Update data hasil penelitian: April 2022
Update halaman: May 10, 2022
Diupdate oleh: Tim Penasihat Hosting

Kami di Penasihat Hosting telah melakukan penelitian terhadap 22 provider shared hosting Indonesia selama 31 bulan.

Di halaman ini, Anda akan menemukan lebih detail perbandingan semua provider, mulai dari uptime, speed, load impact, dan kualitas support.

Semoga bermanfaat bagi semua sebagai bahan pertimbangan dalam memilih hosting terbaik.

Hasil Penelitian Hosting Terbaik Update 2022

Note:

Sebenarnya sulit untuk membuat perbandingan apple-to-apple antara penyedia hosting yang satu dengan yang lainnya karena hosting memiliki sifat yang kompleks, sehingga sulit untuk mengurutkannya mulai dari hosting terbaik hingga hosting terburuk.

Tetapi, saya bisa menjelaskan mana provider yang lebih baik antara yang satu dengan yang lainnya berdasarkan hasil penelitian yang telah saya lakukan.

Bagaimana Anda Dapat Mempercayai Review Dari Penasihat Hosting?

Kami menghitung metrik-metrik seperti:

  • Uptime
  • Speed / yang diukur menggunakan TTFB
  • load impact,
  • Dan kualitas support

Semua faktor diatas kami gunakan untuk memberikan Anda gambaran penuh tentang bagaimana performa setiap layanan hosting yang kami review.

Sehingga dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan.

Hasil Penelitian

Dan Itu artinya, tidak seperti website review hosting lainnya, kami benar-benar menggunakan data yang secara statistik dapat diukur untuk menentukan bagus atau tidaknya suatu layanan web hosting.

Paket Hosting yang Digunakan Dalam Penelitian

Kami membeli paket hosting termurah dari setiap provider hosting dengan minimun storage 400MB dan harga dibawah Rp 30.000/bulannya (mengacu pada harga 12 bulan).

Dan pilihan lokasi server nya di Indonesia, kecuali Hostinger yang ada di Singapore (note: karena mereka tidak memiliki server di Indonesia).

Berikut informasi harga lengkap dari masing-masing penyedia hosting.

Detail paket hosting

Provider
Shared Host

Harga Bulanan

Harga 12 Bulan 

Harga 24 Bulan

Harga 36 Bulan

tidak ada pilihan perbulan

Rp 8.333/bln

Rp 8.333/bln

Rp 8.333/bln

tidak ada pilihan perbulan

Rp 10.417/bln

Rp 10.417/bln

Rp 10.417/bln

tidak ada pilihan perbulan

Rp 15.000/bln

Rp 12.500/bln

Rp 9.000/bln

Rp 20.000/bln

Rp 14.000/bln

Rp 14.000/bln

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

Rp 15.000/bln

Rp 14.167/bln

Rp 14.167/bln

Rp 13.889/bln

tidak ada pilihan perbulan

Rp 15.750/bln

Rp 15.450/bln

Rp 15.153/bln

Rp 16.000/bln

Rp 10.417/bln

Rp 10.417/bln

Rp 10.417/bln

Rp 26.250/bln

Rp 16.500/bln

Rp 16.000/bln

Rp 15.000/bln

Rp 99.000/bln

Rp 16.583/bln

Rp 16.583/bln

Rp 16.583/bln

tidak ada pilihan perbulan

Rp 16.667/bln

Rp 16.667/bln

Rp 16.667/bln

Rp 20.000/bln

Rp 16.667/bln

tidak ada pilihan 24 bulan

tidak ada pilihan 36 bulan

Rp 60.000/bln

Rp 17.900/bln

tidak ada pilihan 24 bulan

tidak ada pilihan 36 bulan

Rp 20.000/bln

Rp 18.333/bln

Rp 16.667/bln

Rp 18.750/bln

Rp 71.499/bln

Rp 22.990/bln

Rp 16.900/bln

Rp 13.900/bln

Rp 25.000/bln

Rp 20.833/bln

Rp 20.833/bln

Rp 9.900/bln

tidak ada pilihan perbulan

Rp 21.667/bln

Rp 21.667/bln

Rp 21.667/bln

tidak ada pilihan perbulan

Rp 21.225/bln

Rp 21.224/bln

Rp 10.000/bln

tidak ada pilihan perbulan

Rp 34.500/bln

tidak ada pilihan 24 bulan

tidak ada pilihan 36 bulan

Rp 25.000/bln

Rp 10.000/bln

Rp 10.000/bln

Rp 10.000/bln

tidak ada pilihan perbulan

Rp 35.000/bln

Rp 33.000/bln

Rp 30.000/bln

tidak ada pilihan perbulan

Rp 49.167/bln

Rp 49.167/bln

Rp 49.167/bln

tidak ada pilihan perbulan

Rp 28.900/bln

Rp 23.900/bln

Rp 10.900/bln

Diskusi

Dari semua provider, rata-rata Anda perlu berlangganan secara 12 bulanan untuk mendapatkan harga hosting yang lebih murah dan akan semakin murah lagi jika Anda berlangganan lebih lama, yaitu 24 bulan dan 36 bulan.

Meskipun ada beberapa provider yang harga nya cukup adil untuk berlangganan secara bulanan, yaitu DomaiNesiaDracoolaIDCloudHostDewabiz, dan Kenceng Solusindo.

Tips:

Saya tahu, harga adalah faktor yang mungkin menjadi pertimbangan utama Anda, tapi menurut saya, Anda tidak perlu berlangganan langsung 24 atau 36 bulan jika alasan nya hanya untuk mengejar harga yang lebih murah, karena Anda tidak akan pernah tahu apakah Anda akan selalu menyukai provider hosting yang Anda gunakan.

Plus, berdasarkan penelitian saya selama lebih dari 12 bulan ini, tidak ada satu pun provider hosting yang stabil dalam hal kualitas. Baik itu performa uptime dan speed nya, maupun support nya.

Jadi, 12 bulan adalah waktu maksimal sehingga Anda bisa menilai apakah hosting yang Anda gunakan layak untuk digunakan kembali pada periode selanjut nya (diperpanjang). Jika tidak, Anda bisa memutuskan untuk pindah tanpa mengalami kerugian dari 12 atau 24 bulan hosting yang belum Anda gunakan.

Pengujian #1 - Monitoring Uptime

Uptime menunjukan total waktu ketika website Anda online dan berjalan sebagaimana mestinya (tidak 'down').

Sementara downtime berarti waktu dimana website Anda offline atau tidak bisa diakses oleh pengunjung atau pelanggan potensial Anda.

Untuk mengukur uptime, saya menggunakan Pingdom.com.

Anda bisa melihat data raw penelitiannya di halaman live statistics ini.

Pengujian Uptime up maret 2022

Tahukah Anda?

Score 99,00% dalam waktu uptime adalah score yang sangat buruk.

Rata-rata uptime 99,00% menunjukan bahwa website Anda akan mengalami downtime selama 7 jam 18 menit dan 17,5 detik dalam 1 bulan.

Bisa dibayangkan berapa banyak potensi pendapatan yang hilang karena website Anda tidak bisa diakses?

Maka memilih web hosting terbaik dengan rata-rata uptime yang bagus menjadi faktor pertama yang harus Anda pertimbangkan.

Hasil Penelitian

Diskusi

Hampir semua provider web hosting diatas menggaransi uptime 99,90%, tapi faktanya hanya ada empat yang berhasil mempertahankan server nya tetap online dalam waktu yang ideal (berita buruk bagi dunia hosting lokal, bukan?)

Dari hasil penelitian dalam 6 bulan terakhir ini, ternyata hanya DomaiNesia, idCloudHost, CloudKilat, dan Jetorbit yang paling stabil dengan rata-rata uptime diatas 99,90%.

Apa tantangan dalam monitoring uptime?

Kami menemukan bahwa beberapa kali koneksi internasional terputus pada beberapa server hosting yang kami gunakan. Apa impact dari terputusnya koneksi internasional? Alat monitoring uptime kami akan menganggap bahwa website down, walalupun sebenarnya masih bisa diakses secara lokal (dari Indonesia). Hal ini bisa menyebabkan data menjadi tidak akurat. Jadi, bisa saja rata-rata uptime dari semua provider yang kami review lebih baik dari data yang kami publikasikan. Jika Anda bertanya mengapa kami tidak menggunakan server di Indonesia saja? Kami bisa saja menyewa private server di Jakarta yang bisa digunakan untuk monitoring uptime, tetapi biayanya sekitar 3x lipat lebih mahal. Ini tantangannya.

Pengujian #2 - Monitoring Kecepatan Hosting

Page load time menunjukan waktu yang dibutuhkan server hosting untuk memuat halaman website. 

Dampaknya jika website Anda lambat, juga langsung berpengaruh kepada traffic dan pendapatan Anda.

Nah, untuk mengukur kecepatan server / TTFB masing-masing web host, saya menggunakan GTMetrix Pro dengan lokasi server test di Singapore.

ilustrasi pengujian load time

Tahukah Anda?

Hosting adalah salah satu yang paling berdampak besar pada kecepatan website.

Karena pada saat seseorang mengunjungi website Anda, informasi kunjungan tersebut dikirim dari hard drive penyedia hosting ke browser pengunjung Anda. Ini adalah hambatan pertama yang ditemui.

Akibatnya jika Anda memilih hosting yang lambat adalah apapun cara optimasi yang Anda lakukan tidak akan berpengaruh banyak, karena penyedia hosting Anda hanya dapat memberikan kecepatan pada batasan tertentu saja.

P/S: Jika Anda peduli dengan kecepatan website Anda, Anda mungkin tertarik dengan panduan tentang cara mempercepat loading website ini.

Hasil Penelitian

Diskusi

Saya menggunakan metrik TTFB sebagai acuan dalam menentukan kecepatan server hosting. Alasannya adalah karena TTFB ini punya kaitan yang erat dengan masalah pada sisi server. Itu artinya, tinggi atau rendahnya nilai TTFB sangat mempengaruhi kecepatan website secara keseluruhan.

Pada pengujian yang berlangsung, saya tidak mengaplikasikan cache, apalagi CDN. Jadi, pengujian ini murni untuk mengukur kecepatan response server saja tanpa dipengaruhi oleh faktor 'X'.

TTFB semua provider hosting dimonitoring menggunakan GTMetrix Pro dengan lokasi test di Singapore. Pengujian berlangsung dengan interval 1 jam. Artinya, TTFB akan diuji setiap 1 jam sekali. Total lama pengujian berlangsung selama 8 hari yang dimulai dari tanggal 4 April hingga 11 April 2022.

Dalam mengukur kecepatan server / TTFB, saya menyimpulkan ukurannya seperti ini:

  • Dibawah 100ms = Perfect (sulit dicapai kecuali dengan mengaplikasikan cache)
  • Antara 100 - 200 = Sangat Cepat (Dewabiz)
  • Antara 200 - 300 = Cepat (ArdHosting, Dracoola, Dapur Hosting, dan Rumahweb)
  • Antara 300 - 400 = Cukup Cepat (Niagahoster, DomaiNesia, Jogja Host, Rumah Hosting dan Hoster)
  • Antara 400 - 500 = Hanya 'OK' (WarnaHost cPanel, Hostinger, Jetorbit, Jagoan Hosting dan ArdetaMedia)
  • Diatas 500 = Lambat (Indowebsite, CloudKilat, IDwebhost, IdCloudHost, Qwords cPanel, WarnaHost Direct Admin, dan Kenceng Solusindo)

Pengujian #3 - Load Impact

Pada test ke #2, Anda sudah melihat hasil pengujian kecepatan server hosting dari masing-masing penyedia.

Pengukuran kecepatan dalam pengujian ke #2 dilakukan setiap 1 jam sekali. Artinya alat monitoring melakukan pengujian dalam interval 1 jam sekali dengan 1x request.

Pengujian Load Testing

Pertanyaannya:

Bagaimana jika terjadi banyak request, seperti tiba-tiba website Anda menerima banyak pengunjung. Misalnya ada 10, 20 atau 50 pengunjung yang online secara bersamaan dalam kurun waktu tertentu.

Idealnya, Anda ingin kecepatan website Anda sama cepatnya baik ketika pengunjung pertama datang maupun ketika pengunjung misalnya ke-10 atau ke-25 datang, bukan?

Realitanya, banyak website yang sering dikunungi bersamaan, bukan?

Bagaimana cara mengukur kecepatan server hosting ketika dimasuki oleh banyak pengunjung sekaligus?

Disnilah alat Load Testing berperan.

Pada test ini, saya mencoba mengirimkan sebanyak 8-14 pengunjung atau dengan maksimal 5 request/permintaan per detik, dengan begitu Anda bisa melihat bagaimana response setiap server dalam meng-handle nya.

Hasil Penelitian

Diskusi

Saya menetapkan standar minimal rata-rata waktu response pada pengujian load impact adalah 2000 ms atau 2 detik. Jika lebih dari itu, maka terkategorikan lambat atau gagal.

Dari 22 provider yang saya uji, 8 diantaranya gagal.

Ada tiga provider yang menarik perhatian saya, yaitu Dewabiz, WarnaHost cPanel dan Dracoola karena rata-rata waktu responsenya sangat rendah.

Ngomong-ngomong, pada pengujian load impact ini, kami juga tidak mengaplikasikan caching, opcache apalagi CDN untuk semua provider.

Pengujian #4 - Technical Support

Uptime dan speed adalah dua hal.

Tetapi kualitas support dari penyedia hosting adalah satu hal lainnya.

Hanya dengan support yang baik, bahkan pemula sekalipun akan memberikan testimonial yang positif, meski tidak mengetahui seberapa baik uptime dan speed dari hosting yang mereka gunakan.

Hasil Penelitian

Maksud saya, mereka bisa dengan mudah mengatakan ini adalah hosting terbaik hanya karena menerima layanan support yang baik.

Idealnya adalah penyedia hosting harus melayani klien selama 24/7. 

Alasannya sederhana:

  • Pertama, Anda tidak akan pernah tahu kapan website Anda kena masalah.
  • Kedua, bagaimana jika di hari libur penyedia hosting tidak membuka layanannya? Atau di tengah malam?

Tentu, Anda akan kehilangan potensi pendapatan yang akan Anda terima pada saat website Anda tidak bisa diakses.

(Lagi-lagi soal duit)

Saya pribadi ragu memilih penyedia web hosting tanpa adanya dukungan pelanggan selama 24/7.

Dan yang menjadi poin plus adalah support harus dilayani via LIVE CHAT, bukan melalui ticket dan email yang umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapat respons.

Nah, untuk mengetahui seberapa baik support dari 22 provider hosting yang saya review, maka saya melakukan sebuah pengujian sederhana.

Secara singkat, saya dengan sengaja membuat error pada semua website test WordPress. Kemudian, saya meminta bantuan technical support dari masing-masing provider untuk dapat memperbaiki website test agar kembali normal.

Dan pada tabel dibawah ini, Anda akan melihat berapa lama waktu penyelesaian dari masing-masing provider.

Hasil Penelitian

Diskusi

Error yang sengaja saya buat termasuk error yang umum terjadi pada website WordPress. Saya percaya error umum ini seharusnya dapat diperbaiki oleh staf technical support semua provider hosting.

Karena memang untuk memperbaiki nya mudah. Bahkan technical support yang masih junior atau masih baru pun saya pikir bisa melakukan nya.

Faktanya, 16 dari 21 provider dapat memperbaiki error dengan baik. Dimana WarnaHost, Qwords, dan Indowebsite adalah yang tercepat dalam memperbaiki error, yaitu hanya dibutuhkan waktu 8 menit saja.

Disusul Jetorbit (10 menit) dan Dracoola (11 menit).

Hanya ada 5 provider yang tidak dapat membantu, yaitu ArdHosting, Niagahoster dan Hostinger, ArdetaMedia dan CloudKilat.

  • Hostinger Group (Niagahoster dan Hostinger Indonesia): Mereka mengatakan bahwa support mereka sangat terbatas pada website development Jadi, mereka menolak untuk membantu memperbaiki error.
  • ArdHosting dan ArdetaMedia: Sama seperti Hostinger Group. Tidak termasuk dalam scope support mereka.
  • CloudKilat: Mereka adalah provider shared hosting unmanaged (mungkin) satu-satunya di Indonesia. Jadi, karena sifatnya unmanaged, maka wajar-wajar saja mereka menolak untuk membantu memperbaiki error.

Saya menyimpulkan bahwa kelima provider hosting diatas tidak cocok untuk pengguna pemula atau yang belum mengerti hal-hal teknis.

Diskon Hosting Khusus Untuk Pengunjung Penasihat Hosting

Saya berhasil menegosiasikan harga hosting yang lebih murah khusus untuk pengunjung Penasihat Hosting di beberapa provider berikut.

Anda cukup menggunakan kode kupon: PENASIHATHOSTING pada saat checkout atau melakukan pemesanan hosting.

Diskon nya memang tidak banyak, tapi lumayan bukan?

Hasil Penelitian
Ketentuan penggunaan diskonnya sebagai berikut:
  • Diskon 15% di Niagahoster: Minimal berlangganan paket 'Personal' selama 12 bulan
  • Diskon 35% DomaiNesiaDiskon berlaku untuk paket apapun dengan durasi sewa minimal 12 bulan). Diskonnya juga berlaku pada saat perpanjangan (recurring).
  • Diskon 20% Jetorbit: Minimal berlangganan paket Venus selama 12 bulan
  • Diskon 40% IDCloudHost: Paket cloud hosting dengan durasi billing berapapun
  • Diskon 10% Jagoan Hosting: Seluruh paket Cloud Hosting ID dengan billing cycle minimal 3 bulan (kecuali paket superstar 3 tahun) dan seluruh paket Epic Hosting dengan billing cycle minimal 1 bulan
{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>