Hasil Penelitian

Kami di Penasihat Hosting telah melakukan penelitian terhadap 22 16 provider shared hosting Indonesia sejak 2019.

Di halaman ini, Anda akan menemukan lebih detail perbandingan semua provider, mulai dari perbandingan:

  • Rata-rata uptime,
  • load testing, dan
  • layanan support.

Semoga bermanfaat sebagai bahan pertimbangan Anda dalam memilih hosting terbaik.

Note:

Sebenarnya sulit untuk membuat perbandingan apple-to-apple antara penyedia hosting yang satu dengan yang lainnya karena hosting memiliki sifat yang kompleks, sehingga sulit untuk mengurutkannya mulai dari hosting terbaik hingga hosting terburuk.

Tetapi, saya bisa menjelaskan mana provider yang lebih baik antara yang satu dengan yang lainnya berdasarkan hasil penelitian yang telah saya lakukan.

Daftar Isi:

Bagaimana Anda Dapat Mempercayai Review Dari Penasihat Hosting

Saya menghitung metrik-metrik seperti:

  • Uptime
  • load testing (menggunakan tool open source, yaitu Locust.io),
  • Dan kualitas layanan support

Semua faktor diatas saya gunakan untuk memberikan Anda gambaran penuh tentang bagaimana performa setiap layanan hosting yang saya review.

Sehingga benar-benar dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan.

Dan Itu artinya, tidak seperti website review hosting lainnya, kami benar-benar menggunakan data yang secara statistik dapat diukur untuk menentukan bagus atau tidaknya suatu layanan web hosting.

Paket Hosting yang Digunakan Dalam Penelitian

Kami membeli paket hosting termurah dari setiap provider hosting dengan minimun storage 400MB dan harga dibawah Rp 30.000/bulannya (mengacu pada harga 12 bulan).

Dan pilihan lokasi server nya di Indonesia, kecuali Hostinger yang ada di Singapore (note: karena mereka tidak memiliki server di Indonesia).

Berikut informasi harga lengkap dari masing-masing penyedia hosting.

PERUSAHAAN HOSTINGHarga BulananHarga 12 BulanHarga 24 BulanHarga 36 Bulan
WarnaHost (cPanel)-Rp10,417Rp10,417Rp10,417
DomaiNesiaRp25,000Rp14,000Rp12,250-
IdCloudHostRp15,000Rp14,167Rp14,167Rp13,889
Jagoan Hosting-Rp15,000Rp12,500Rp9,000
Jetorbit-Rp15,750Rp15,450Rp15,153
Kenceng SolusindoRp16,000Rp16,000Rp16,000Rp16,000
JogjaHostRp26,250Rp16,500Rp16,000Rp15,000
DracoolaRp20,000Rp16,667--
Dapur Hosting-Rp16,667Rp16,667Rp16,667
RumahwebRp60,000Rp17,900--
CloudKilatRp20,000Rp18,333Rp16,667-
DewabizRp25,000Rp20,833Rp20,833Rp9,900
ArdHosting-Rp21,667Rp21,667Rp21,667
Qwords (cPanel)-Rp34,500--
Indowebsite-Rp50,000Rp41,667Rp36,111

Diskusi

Dari semua provider, rata-rata Anda perlu berlangganan secara 12 bulanan untuk mendapatkan harga hosting yang lebih murah dan akan semakin murah lagi jika Anda berlangganan lebih lama, yaitu 24 bulan dan 36 bulan.

Meskipun ada beberapa provider yang harga nya cukup adil untuk berlangganan secara bulanan, yaitu Dracoola, CloudKilat, IDCloudHostDewabiz, dan Kenceng Solusindo.

Tips:

Saya tahu, harga adalah faktor yang mungkin menjadi pertimbangan utama Anda, tapi menurut saya, Anda tidak perlu berlangganan langsung 24 atau 36 bulan jika alasan nya hanya untuk mengejar harga yang lebih murah, karena Anda tidak akan pernah tahu apakah Anda akan selalu menyukai provider hosting yang Anda gunakan.

Plus, berdasarkan penelitian saya selama ini, tidak ada satu pun provider hosting yang stabil dalam hal kualitas. Baik itu performa uptime dan speed nya, maupun support nya.

Jadi, 12 bulan adalah waktu maksimal sehingga Anda bisa menilai apakah hosting yang Anda gunakan layak untuk digunakan kembali pada periode selanjut nya (diperpanjang). Jika tidak, Anda bisa memutuskan untuk pindah tanpa mengalami kerugian dari 12 atau 24 bulan hosting yang belum Anda gunakan.

Pengujian #1 – Monitoring Uptime

Uptime menunjukan total waktu ketika website Anda online dan berjalan sebagaimana mestinya (tidak ‘down’).

Sementara downtime berarti waktu dimana website Anda offline atau tidak bisa diakses oleh pengunjung atau pelanggan potensial Anda.

Untuk mengukur uptime, saya menggunakan Pingdom.com, MonitorUptime.id.

Tahukah Anda?

Score 99,00% dalam waktu uptime adalah score yang sangat buruk.

Rata-rata uptime 99,00% menunjukan bahwa website Anda akan mengalami downtime selama 7 jam 18 menit dan 17,5 detik dalam 1 bulan.

Bisa dibayangkan berapa banyak potensi pendapatan yang hilang karena website Anda tidak bisa diakses?

Maka memilih web hosting terbaik dengan rata-rata uptime yang bagus menjadi faktor pertama yang harus Anda pertimbangkan.

pengujian uptime 2

Diskusi

Hampir semua provider web hosting diatas menggaransi uptime 99,90%, tapi faktanya hanya ada empat yang berhasil mempertahankan server nya tetap online dalam waktu yang ideal (berita buruk bagi dunia hosting lokal, bukan?)

Dari hasil penelitian dalam 12 bulan terakhir ini, ternyata hanya DomaiNesia dan idCloudHost yang paling stabil dengan rata-rata uptime diatas 99,90%.

Apa tantangan dalam monitoring uptime?

Saya menemukan bahwa beberapa kali koneksi internasional terputus pada beberapa server hosting yang saya gunakan. Apa impact dari terputusnya koneksi internasional?

Alat monitoring uptime saya akan menganggap bahwa website down, walalupun sebenarnya masih bisa diakses secara lokal (dari Indonesia). Hal ini bisa menyebabkan data menjadi tidak akurat.

Jadi, bisa saja rata-rata uptime dari semua provider yang saya review lebih baik dari data yang saya publikasikan.

Jika Anda bertanya mengapa saya tidak menggunakan server di Indonesia saja? Saya bisa saja menyewa private server di Jakarta yang bisa digunakan untuk monitoring uptime, tetapi biayanya sekitar 3x lipat lebih mahal. Ini tantangannya.

Update: Mulai bulan September 2021, kami di Penasihat Hosting telah menggunakan alat monitoring open source sendiri, yaitu monitoruptime.id dan sebagai backup nya kami juga menggunakan alat monitoring lainnya, yaitu Uptimia.com. Kabar baiknya adalah kami sudah menggunakan server di Jakarta. Itu artinya, tidak akan ada lagi false reports yang disebabkan oleh putusnya koneksi internasional.

Pengujian #2 – Load Testing

Bagaimana jika website Anda mendapatkan banyak request, seperti tiba-tiba website Anda menerima banyak pengunjung. Misalnya ada 10, 20 atau 50 pengunjung yang online secara bersamaan dalam kurun waktu tertentu.

Idealnya, Anda ingin kecepatan website Anda sama cepatnya baik ketika pengunjung pertama datang maupun ketika pengunjung misalnya ke-10 atau ke-25 datang, bukan?

Realitanya, banyak website yang sering dikunjungi secara bersamaan.

Nah, bagaimana cara mengukur kecepatan server hosting ketika dimasuki oleh banyak pengunjung sekaligus?

Disnilah alat Load Testing berperan.

Saya menggunakan alat open source, yaitu Locust.io dan men-set up server Singapore dari provider VPS Digital Ocean untuk menguji semua website test dari 16 provider yang saya review.

Pada test ini, saya mengirimkan sebanyak 10 virtual user atau bisa disebut pengunjung dalam waktu 5 menit. Dengan begitu Anda bisa melihat bagaimana response setiap server dalam meng-handle nya.

pengujian load impact

Diskusi

Saya menetapkan standar minimal rata-rata waktu response pada pengujian load testing adalah 2000 ms atau 2 detik. Jika lebih dari itu, maka saya kategorikan lambat atau gagal.

Dari 16 provider yang saya uji, hanya 8 provider yang rata-rata waktu response server nya ada dibawah 2000 ms.

Ada dua provider yang menarik perhatian saya, yaitu Dewabiz, dan Dracoola karena rata-rata waktu responsenya sangat rendah.

Ngomong-ngomong, pada pengujian load testing ini, saya juga tidak mengaplikasikan caching, opcache apalagi CDN untuk semua webiste test.

Pengujian #3 – Technical Support

Uptime dan speed adalah dua hal.

Tetapi kualitas support dari penyedia hosting adalah satu hal lainnya.

Hanya dengan support yang baik, bahkan pemula sekalipun akan memberikan testimonial yang positif, meski tidak mengetahui seberapa baik uptime dan speed dari hosting yang mereka gunakan.

Maksud saya, mereka bisa dengan mudah mengatakan ini adalah hosting terbaik hanya karena menerima layanan support yang baik.

Idealnya adalah penyedia hosting harus melayani klien selama 24/7. 

Alasannya sederhana:

  • Pertama, Anda tidak akan pernah tahu kapan website Anda kena masalah.
  • Kedua, bagaimana jika di hari libur penyedia hosting tidak membuka layanannya? Atau di tengah malam?

Tentu, Anda akan kehilangan potensi pendapatan yang akan Anda terima pada saat website Anda tidak bisa diakses.

Saya pribadi ragu memilih penyedia web hosting tanpa adanya dukungan pelanggan selama 24/7.

Dan yang menjadi poin plus adalah support harus dilayani via LIVE CHAT, bukan melalui ticket dan email yang umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapat respons.

Nah, untuk mengetahui seberapa baik support dari 16 provider hosting yang saya review, maka saya melakukan sebuah pengujian sederhana.

Secara singkat, saya dengan sengaja membuat error pada semua website test WordPress. Kemudian, saya meminta bantuan technical support dari masing-masing provider untuk dapat memperbaiki website test agar kembali normal.

Dan pada tabel dibawah ini, Anda akan melihat berapa lama waktu penyelesaian dari masing-masing provider.

pengujian support

Diskusi

Error yang sengaja saya buat termasuk error yang umum terjadi pada website WordPress. Saya percaya error umum ini seharusnya dapat diperbaiki oleh staf technical support semua provider hosting.

Karena memang mudah untuk memperbaikinya. Bahkan technical support yang masih junior atau masih baru pun saya pikir bisa melakukan nya.

Standar saya adalah 15 menit. Artinya, jika mereka mampu menyelesaikan error kurang dari 15 menit maka saya kategorikan sebagai cepat. Jika lebih dari itu, maka tergolong lambat.

Indowebsite, DomaiNesia, JogjaHost dan Rumahweb berhasil memperbaiki error kurang dari 15 menit. Yang paling menarik perhatian saya adalah Indowebsite (2 menit), DomaiNesia (3 menit) dan Jogja Host (4 menit) yang mampu memperbaiki error kurang dari 5 menit.

Hanya ada 3 provider yang tidak dapat membantu, yaitu ArdHosting, IdCloudHost dan CloudKilat.

  • ArdHosting: Saya tidak membuang-buang waktu untuk melakukan pengujian di ArdHosting, karena seperti pengujian-penguian sebelumnya, error yang terjadi di website tidak termasuk scope support mereka.
  • IdCloudHost: Mereka sama sekali tidak mau membantu memperbaiki error, bahkan setelah saya memintanya beberapa kali. Benar-benar tidak dapat diandalkan!
  • CloudKilat: Mereka adalah provider shared hosting unmanaged (mungkin) satu-satunya di Indonesia. Jadi, karena sifatnya unmanaged, maka wajar-wajar saja mereka menolak untuk membantu memperbaiki error.

Saya menyimpulkan bahwa tiga provider hosting diatas tidak cocok untuk pengguna pemula atau yang belum mengerti hal-hal teknis.

Diskon Hosting Khusus Untuk Pengunjung Penasihat Hosting

Saya berhasil menegosiasikan harga hosting yang lebih murah khusus untuk pengunjung Penasihat Hosting di beberapa provider berikut.

Anda cukup menggunakan kode kupon: PENASIHATHOSTING pada saat checkout atau melakukan pemesanan hosting.

Diskon nya memang tidak banyak, tapi lumayan bukan?

Ketentuan penggunaan diskonnya sebagai berikut:

  • Diskon 35% DomaiNesia: Diskon berlaku untuk paket apapun dengan durasi sewa minimal 12 bulan). Diskonnya juga berlaku pada saat perpanjangan (recurring).
  • Diskon 20% Jetorbit: Minimal berlangganan paket Venus selama 12 bulan
  • Diskon 40% IDCloudHost: Paket cloud hosting dengan durasi billing berapapun
  • Diskon 10% Jagoan Hosting: Seluruh paket Cloud Hosting ID dengan billing cycle minimal 3 bulan (kecuali paket superstar 3 tahun) dan seluruh paket Epic Hosting dengan billing cycle minimal 1 bulan

Tinggalkan Komentar