Review Dapur Hosting

Speed nya Cepat, Support nya Bagus. Sayang Uptime nya Buruk!

Oleh Willya Randika | October 24, 2020 | 0 Komentar


Update Terakhir: 24 Oktober 2020

Dapur Hosting adalah salah satu pemain senior dalam industri web hosting tanah air. Mereka sudah berdiri sejak tahun 2005 (menurut informasi yang saya dapatkan dari customer service mereka).

Dapur Hosting

Artinya, mereka berdiri tidak lama setelah pemain senior lainnya lebih dulu berdiri, seperti MasterwebRumahweb, dan IDwebhost.

... Sejujurnya, tidak banyak informasi yang saya temukan tentang Dapur Hosting, karena mereka bahkan tidak memiliki halaman 'About Us' yang menceritakan siapa dan bagaimana perjalanan mereka selama 15 tahun ini.

Tapi, dilansir dari situs HostAdvice mereka termasuk dalam top 10 perusahaan hosting dengan klien terbanyak di Indonesia.

Saya pikir mereka telah melakukan hal yang bagus atas pencapaiannya tersebut.

Tapi persoalan jumlah klien, seperti hasil review saya yang sudah-sudah, tidak bisa dijadikan tolak ukur dalam menentukan kualitas.

Oleh karena itu, saya membeli paket hosting murah "Paket B" Dapur Hosting dan menginstall WordPress pada server nya untuk tujuan penelitian. Kemudian melakukan monitoring uptime dan page load timenya, serta menguji kualitas layanan supportnya.

Tujuannya adalah untuk mengukur kualitas Dapur Hosting, sehingga hasil review ini dapat memberikan gambaran yang jelas kepada Anda tentang kelebihan dan kekurangan dari layanan Dapur Hosting.


Rangkuman Hasil Penelitian

Penelitian telah berjalan selama 14 bulan yang dimulai dari tanggal 1 Agustus 2019.

SAMPLE

Paket Hosting 'Paket B' (Server Indonesia)

WEBSITE TEST

UPTIME

99,78% (Agustus 2019 - September 2020)

SPEED

809 ms (September 2019 - September 2020)

LOAD IMPACT 10 VU

243,24 ms (September 2020)

SUPPORT

Rating: 5/5 (Tersedia via ticket)

HARGA

Mulai dari Rp 20.833/bulan (renewal: Rp 16.000/bulan)

GARANSI


Kelebihan Menggunakan Dapur Hosting

Saya lihat di bulan Oktober 2020 ini, Dapur Hosting telah melakukan beberapa perubahan sejak terakhir saya llihat sekitar 3 atau 4 bulan yang lalu.

Pertama, ada perubahan dari isi konten halaman depan nya. Mereka tidak lagi memposisikan diri sebagai 'hosting murah' dengan menempatkan banyak keyword 'murah'. Sekarang konten nya lebih mudah di mengerti dan engga terlalu 'SEO'.

Kedua, support nya telah tersedia selama 24 jam dan ada perubahan dalam aturan garansi ke yang lebih baik.

Selengkapnya, mari kita urai satu per satu dalam kelebihan Dapur Hosting berikut:

1. Rata-rata Page Load Time yang Cepat (0,809 Detik)

Dapur Hosting mencatat rata-rata page load time yang cepat, yaitu 0,809 detik dan grafik nya boleh dibilang cukup stabil dalam 13 bulan terakhir, meskipun sempat ada kenaikan load time yang terjadi pada bulan Agustus 2020.

Dapur Hosting Speed Test Report Upd Oct 2020

Catatan load time nya bahkan yang tercepat ke #2 dari 18 provider, hanya kalah dari Niagahoster.

Rata-rata speed Dapur Hosting dari bulan ke bulan selama 13 bulan terakhir:

BULAN

PAGE LOAD TIME

September 2019

0,719 Detik

Oktober 2019

0,744 Detik

November 2019

0,665 Detik

Desember 2019

0,727 Detik

Januari 2020

0,707 Detik

Februari 2020

0,853 Detik

Maret 2020

0,796 Detik

April 2020

0,775 Detik

Mei 2020

0,848 Detik

Juni 2020

0,829 Detik

Juli 2020

0,853 Detik

Agustus 2020

1,10 Detik

September 2020

0,733 Detik

Catatan load time yang cukup bagus ini sayangnya tidak diiringi dengan uptime yang stabil, yang akan saya bahas nanti pada poin kekurangan nomor satu.

2. Berhasil Dalam Pengujian Load Impact dengan 10 Virtual User

Apa itu Load Impact?

Secara singkat, dengan melakukan pengujian load impact kita bisa mengetahui bagaimana response server hosting ketika menerima tekanan/beban dari banyaknya pengunjung yang datang secara bersamaan.

Idealnya, Anda ingin kecepatan website Anda sama ketika pengunjung pertama datang maupun ketika pengunjung ke-5, ke-10, ke-25 atau ke-100, bukan?

Artinya banyak nya jumlah pengunjung harusnya tidak mempengaruhi performa.

Nah, tool terbaik yang bisa digunakan untuk mengujinya adalah Load Impact.

Saya mencoba mengirimkan 10 dan 15 virtual user (atau bisa disebut pengunjung) untuk menavigasi website test Dapur Hosting selama 10 menit. 

Anda bisa melihat hasil nya dalam tabel berikut:

 Jumlah Virtual User

ERROS

REQUEST HANDLED
(Higher is Better)

MAX RESPONSE TIMES
(Lower is Better)

10VU

0

3.5K

1,74 detik

15VU

0

5.3K

2,46 detik

1

Test Pertama dengan 15 Virtual User

Cara membaca grafik:

  • Warna biru menunjukan average response times
  • Warna hijau menunjukan jumlah virtual user
  • Dan warna ungu menunjukan request made

Idealnya adalah average response times (warna biru) stabil atau tidak naik seiring bertambahnya jumlah virtual user (warna hijau).

Nah, dari grafik Anda bisa melihat bahwa average response times nya secara keseluruhan adalah 243,24 yang mana bagus dan masih tergolong stabil meski grafik menunjukan naik-turun ketika jumlah virtual user menyentuh angka 10.

Faktanya, rata-rata response Dapur Hosting yang 243,24 ms ini adalah yang terendah ke #7 dari 18 provider (makin rendah makin baik).

Dapur Hosting 10VUs

Tapi, bagaimana jika saya tambahkan jumlah virtual user nya menjadi 15? Mari dibaca hasil pengujian nya dibawah ini.

2

Pengujian dengan 15 Virtual User

Ternyata, pada pengujian dengan 15 virtual user, avereage response times meningkat seiring meningkat nya jumlah virtual user. Dan ada masalah performance terdeteksi, yaitu: throughput limit detected.

Apa indikasinya? Indikasi nya server mengalami overload sehingga menyebabkan response times menjadi tinggi.

Dapur Hosting 15VUs

3. Layanan Customer Service yang Baik (Rating: 5/5)

Menempatkan website di dalam web server yang cepat adalah keputusan yang baik.

Tetapi jika customer service nya tidak baik, maka Anda tetap akan mendapatkan masalah yang besar ketika membutuhkan bantuan support dari penyedia.

Layanan support Dapur Hosting mengikuti pencapaian bagus dari kecepatan web servernya. Hasil pengujian yang saya lakukan menunjukan bahwa customer service mereka ramah, response nya cepat dan penjelasannya pun membantu.

Seharusnya tidak mengejutkan karena sebagai penyedia hosting yang berusia 15 tahun, mereka pasti sudah sangat paham bahwa kepuasan pelanggan harus selalu diprioritaskan.

Jadi, saya menghubungi customer service Dapur Hosting dan pesan saya ditanggapi kurang dari 5 menit oleh Thalia.

Support-dengan-Dapur-Hosting

Saya menanyakan beberapa pertanyaan teknis seperti bagaimana cara membuat account email dan Mbak Thalia menjawab dengan cepat langsung to the point di dalam chat, dan tidak meminta untuk membaca sebuah panduan di halaman tutorial dimana Anda harus membacanya dan menyelesaikan masalah sendiri.

Sayangnya, live chat support mereka hanya tersedia mulai pukul 09:00 pagi hingga pukul 21:00 malam.

Oia, jika Anda menanyakan hal-hal teknis, mereka dapat membantu via live chat. Bahkan bisa juga melalui telephone dan open ticket yang tersedia 24 jam.

Dan untuk mengetahui seberapa baik staf technical support mereka dalam meng-handle masalah teknis, maka saya melakukan pengujian sederhana dimana saya dengan sengaja membuat error website test Dapur Hosting (error establishing a database connection).

Saya mengirimkan ticket dan menjelaskan bahwa website saya muncul error pada tanggal 28 September 2020 jam 11:10 pagi. Ternyata, tiket saya mendapatkan balasan 5 menit kemudian. Bukan jawaban sistem, melainkan balasan tiket + mereka sudah langsung memperbaiki error tersebut.

Jadi, saya rasa layak Dapur Hosting mendapatkan rating 5/5 dari sisi layanan support nya. Faktanya, mereka tercepat ke #3 dalam memperbaiki error ini. Hanya kalah cepat dari Jetorbit (3 menit) dan DraCoola (4 menit).

Support Dapur Hosting

4. Garansi Hosting Selama 30 Hari

Dapur Hosting memberikan jaminan 30 hari tanpa syarat. Jika Anda tidak puas dengan layanan nya, Anda dapat mengklaim nya dan uang Anda akan kembali.

Yang perlu di perhatikan dalam ketentuan garansi nya antara lain:

  • Garansi tidak berlaku jika Anda melakukan upgrade atau downgrade paket hosting
  • Garansi hanya berlaku untuk paket shared hosting saja
  • Garansi hanya berlaku untuk account baru dan order pertama saja.

5. Gratis Migrasi Hosting

Sama seperti hampir semua penyedia web hosting Indonesia lainnya, Dapur Hosting juga siap membantu memindahkan website Anda dari hosting lama Anda ke Dapur Hosting secara gratis.

Biasanya proses migrasi akan selesai dalam 2x24 jam.


Kekurangan Menggunakan Dapur Hosting

Ada tiga indikator utama yang menentukan kualitas suatu layanan web hosting, yaitu uptime, page load time dan support.

Dapur Hosting berhasil di dua faktor. Mereka memiliki web server yang cepat dan didukung oleh support yang baik.

Namun sayang mereka gagal di uptime.

Mari kita lihat beberapa kekurangan Dapur Hosting berikut ini:

1. Rata-rata Uptime yang Buruk (99,78%)

Di halaman resminya, Dapur Hosting memberikan garansi uptime sebesar 99,90%.

Tetapi dari hasil monitoring saya selama 14 bulan ini menunjukan bahwa rata-rata uptime mereka masih jauh dibawah yang mereka garansikan.

Rata-rata uptime Dapur Hosting adalah 99,78% yang artinya web server mereka rata-rata setiap bulannya akan mengalami downtime selama 1 jam 36 menit dan 25 detik.

Dapur hosting uptime test report

Data real time monitoring bisa dilihat disini.

Detail rata-rata uptime Dapur Hosting selama 14 bulan terakhir:

BULAN

RATA-RATA UPTIME

DURASI DOWNTIME

JUMLAH DOWNTIME

Agustus 2019

99,81%

1 Jam

6x

September 2019

>99,99%

1 Menit

1x

Oktober 2019

>99,99%

1 Menit

1x

November 2019

99,50%

4 Jam

6x

Desember 2019

98,28%

13 Jam

2x

Januari 2020

99,93%

31 Menit

2x

Februari 2020

99,96%

15 Menit

8x

Maret 2020

99,99%

4 Menit

1x

April 2020

99,97%

13 Menit

5x

Mei 2020

99,68%

2 Jam

33x

Juni 2020

99,99%

5 Menit

3x

Juli 2020

99,89%

1 Jam

9x

Agustus 2020

99,98%

7 Menit

4x

September 2020

100%

-

-

Sebenarnya, jika dilihat data uptime secara keseluruhan, rata-rata nya bagus, bahkan di bulan September 2020 rata-rata nya sempurna 100%.

Permasalahnnya adalah server mereka hanya tidak stabil.

2. Sistem Backup nya Masih Tradisional/Manual

Dapur Hosting masih menggunakan sistem tradisional dalam fitur backup nya, dimana proses backup dan restore masih harus dikerjakan secara manual.

Itu artinya, Anda perlu mendownload file backup terlebih dahulu, kemudian mengupload nya. Beberapa provider lokal lainnya, seperti Niagahoster dan DomaiNesia sudah menggunakan sistem otomatis menggunakan JetBackup.

Kekurangan lainnya dari fitur backup Dapur Hosting adalah file backup yang tersimpan hanya 1 buah. Misalnya, ketika saya melihat file backup website test Dapur Hosting saya pada tanggal 24 Oktober, ternyata backup yang tersedia hanya satu pada tanggal 15 Oktober.

Backup Dapur Hosting

3. Siklus Pembayaran Hosting Minimal 1 Tahun

Tidak ada pilihan siklus pembayaran bulanan, 3 bulanan atau bahkan 6 bulanan. Mereka menerapkan siklus tahunan baik pada paket hosting murah maupun pada paket hosting premium.

Siklus pembayaran hosting premium di Dapur Hosting

4. Dikenakan Biaya Untuk Downgrade Paket Hosting

Di dalam terms of service Dapur Hosting pada poin nomor 5 disebutkan bahwa jika Anda melakukan downgrade paket Hosting, maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 50.000.

Biaya Rp 50.000 mungkin terlihat tidak besar, tapi jika Anda ingat bahwa harga paket hosting murah "Paket B" saja sudah Rp 200.000/tahun, maka biaya downgrade ini adalah 25% dari harga paket hosting. Lumayan bukan?

Jadi, saran saya sebagai tahap awal, Anda harus hati-hati dalam memilih paket hosting yang akan Anda ambil.

5. "Paket A" Memiliki Keterbatasan Sumber Daya

Perlu Anda ketahui bahwa "Paket A" menawarkan sumbe daya yang terbatas, yaitu jumlah storage sebesar 300MB, bandwidth 5GB dan 1 addon domain.

Tetapi apabila Anda hanya berencana membuat website untuk kebutuhan personal seperti blog personal, blog hobby blog CV dan blog-blog yang tidak membutuhkan traffic yang besar, maka keterbatasan ini tidak akan menimbulkan masalah nantinya.

6. Pemakaian Bandwidth pada Semua Paket Hosting Murah Masih Dibatasi

Faktanya, hanya ada beberapa provider yang masih membatasi pemakaian bandwidth. Di daftar provider yang saya review, ada DraCoola dan Dapur Hosting.

Bandwidth masih dibatasi

Rangkuman Paket Hosting Dapur Hosting dan Informasi Penting Lainnya yang Perlu Anda Ketahui:

Rangkuman penawaran paket hosting di Dapur Hosting:

Dapur Hosting menawarkan berbagai jenis hosting untuk segala kebutuhan, mulai dari paket hosting murah, paket hosting premium, email hosting hingga reseller hosting dan dedicated server.

Paket Web Hosting Murah

Informasi penting lainnya yang perlu Anda ketahui:

  • Pilihan server: Indonesia
  • Aktifasi acount: Anda perlu melakukan konfirmasi pembayaran terlebih dahulu sebelum account hosting diaktifkan.
  • Control Panel yang digunakan: cPanel Control Panel
  • Gratis domain: Tidak ada penawaran gratis domain
  • Instalasi aplikasi (WordPress, Joomla, Drupal, dll): Dapat di instal dengan sangat mudah, sudah ada tool Softaculous di cPanel.

Apakah Saya Merekomendasikan Dapur Hosting?

Dapur Hosting memiliki web server yang cepat (0,809 detik) + berhasil di pengujian load impact 10VU dengan rata-rata response server yang rendah (243,24 ms). dan ditunjang dengan support yang baik (5/5).

Sayangnya, rata-rata uptime mereka buruk (99,78%) dan sangat sulit merekomendasikan provider yang gagal di faktor uptime.

5 KELEBIHAN

  • Rata-rata load time yang cukup cepat (0,809 detik)
  • Sukses dalam pengujian load impact 10 virtual user dengan rata-rata waktu response yang rendah (rendah lebih baik), yaitu 243,24 ms
  • Layanan support yang baik (rating: 5/5)
  • Gratis migrasi hosting
  • Harga renewal nya flat mengikuti siklus pembayaran.

6 KEKURANGAN

  • Rata-rata uptime nya buruk (99,78%)
  • Bandwidth pada semua paket web hosting murah masih dibatasi (tidak 'unlimited')
  • Paket 'A' memiliki sumber daya yang terbatas, seperti jumlah storage hanya 300MB
  • Siklus pembayaran hosting minimal per 1 tahun. Tidak ada opsi secara bulanan.
  • Sistem backup nya masih tradisional dimana klien perlu men-download dan me-restore backup secara manual (belum menggunakan JetBackup)
  • Dikenakan biaya Rp 50.000 untuk downgrade paket hosting
{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>