Web Hosting Terbaik

Review Uptime, Speed, Load Impact, Support dan Lain-lain..

By  Willya Randika | August 14, 2020 | 261 Komentar


Updated: 13 Agustus 2020

Jika Anda serius ingin membuat website yang professional, Anda harus memilih web hosting yang handal terlebih dahulu.

Web hosting yang tidak hanya memiliki server yang cepat, namun juga tidak sering down dan didukung oleh support yang baik.

Masalahnya adalah ada puluhan bahkan ratusan penyedia hosting di luar sana.

Penasihat Hosting

Jadi, inilah yang Penasihat Hosting lakukan untuk menemukan provider web hosting terbaik:

  1. Membeli 24 web hosting paling populer di Indonesia dan luar negeri (dan jumlahnya mungkin akan terus bertambah).
  2. Men-setup website WordPress untuk tujuan pengetesan
  3. Menguji layanan support
  4. Melakukan monitoring uptime dan load time serta pengujian dengan LoadImpact K6
  5. Mempublikasikan review (biasanya update setiap 3 bulan sekali)

Quick link: Lihat rekomendasi provider hosting pilihan Penasihat Hosting.


Bagaimana Anda Dapat Mempercayai Review Dari Penasihat Hosting?

Hingga Agustus 2020 ini, saya sudah melakukan penelitian selama lebih dari 12 bulan.

Anda bisa melihat langsung hasil penelitian nya disini atau rangkuman nya dalam tabel ini.

Saya menghitung metrik-metrik seperti uptime, page load time, load impact, dan kualitas support untuk memberikan Anda gambaran penuh tentang bagaimana performa setiap layanan hosting.

Proses Review Hosting di Penasihat Hosting

Itu artinya, tidak seperti website review hosting lainnya, saya benar-benar menggunakan data yang secara statistik dapat diukur untuk menentukan bagus atau tidak nya suatu layanan web hosting.

Secara statistik:

24

Provider hosting sudah di review dan mungkin akan terus bertambah.

12+

Bulan penelitian sudah berjalan dan insya Allah akan terus berlanjut.

Rp 80jt+

Uang yang dikeluarkan untuk mereview hosting sejauh ini.

1.000+

Pertanyaan dijawab melalui kolom komentar dan email.


Tentang Hasil Penelitian

Tahukah Anda ada tiga faktor yang paling menentukan kualitas suatu layanan web hosting, yaitu:

  1. Uptime yang stabil (diatas 99,90%)
  2. Page load time yang cepat (dibawah 1 detik)
  3. Dan support yang baik

Sayangnya, berdasarkan hasil penelitian Penasihat Hosting update Agustus 2020 ini, tidak ada satupun provider hosting lokal yang berhasil di ketiga faktor diatas.

Terima kasih Site24x7

Pengungkapan: Saya tidak menggunakan link affiliasi atau referral pada update kali ini untuk provider hosting lokal, karena...

Pada tahap ini, saya hanya tidak percaya diri untuk merekomendasikan nya.

1. Provider Shared Hosting dengan Score Hasil Pengujian Terbaik

Pertama, yang perlu Anda ketahui adalah shared hosting hanya cocok untuk website baru atau untuk website yang biasanya memiliki traffic kurang dari 30.000/bulan nya.

Shared hosting adalah pilihan yang paling populer karena harga nya lebih murah dan pengelolaan nya yang mudah.

Tapi, jika Anda berencana untuk membuat website yang akan diakses oleh banyak pengguna secara bersamaan, misalnya website untuk proses belajar online, maka lingkungan shared hosting tidak akan cocok.

Anda perlu mempertimbangkan untuk menggunakan cloud hosting, karena berdasarkan penelitian saya, shared hosting rata-rata hanya mampu atau stabil ketika meng-handle sekitar 10-20 user secara bersamaan.

Review Niagahoster

Niagahoster

Overall Rating: 4/5

Rata-rata uptime

99,91%

Rata-rata load time (site24x7)

0,773 detik

Support

5/10

Load Impact

0,543 detik


Sebenarnya Niagahoster adalah pilihan hosting yang bagus. Hasil test performance nya adalah yang terbaik, namun sayang saat ini mereka memiliki masalah serius karena belum bisa (lagi) memberikan support yang baik kepada semua pelanggan nya.

Baca review selengkapnya..

Review SiteGround

SiteGround

Overall Rating: 4/5

Rata-rata uptime

99,98%

Rata-rata load time (Pingdom)

0,830 detik

Support

10/10

Load Impact

0,198.26 detik

SiteGround adalah shared hosting terbaik yang pernah saya gunakan selama ini. Uptime paling stabil, load time cepat (meski belum secepat A2 Hosting), dan yang paling menonjol adalah support nya (10/10). Sayang nya, harga nya maha dan mereka bukanlah provider hosting lokal.

Baca review selengkapnya..

Review A2 Hosting

A2 Hosting

Overall Rating: 4/5

Rata-rata uptime

99,90%

Rata-rata load time (Pingdom)

0,704 detik

Support

9/10

Load Impact

belum ada data


A2 Hosting adalah shared hosting dengan load time tercepat, bahkan catatan load time nya lebih cepat dari SiteGround yang sudah menggunakan Google Cloud. Bagaimana dengan uptime nya? Stabil meski belum sestabil SiteGround. Support nya? Saya pikir 9/10.

Baca review selengkapnya..

Diskusi tentang shared hosting:

Berdasarkan hasil penelitian saya selama 12+ bulan ini, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa kualitas shared hosting lokal rata-rata masih kalah jauh dengan hosting luar, setidaknya untuk 19 provider hosting yang saya review.

Tidak ada satupun yang berhasil di semua faktor penilaian, jadi sangat sulit untuk merekomendasikan provider hosting lokal manapun saat ini.

Tapi, jika Anda masih tertarik, saya sudah secara lengkap menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing provider dalam review individual. Dan agar mudah diteliti, saya sudah membuat rangkuman hasil pengujian nya dalam tabel dibawah.

Note: Anda bisa membaca review individual masing-masing provider dengan mengklik nama provider dalam kolom 'provider web hosting'.

PROVIDER WEB HOSTING

HARGA MULAI
(harga/12-bln)

RATA-RATA UPTIME

Rata-rata
Speed

LOAD IMPACT (MAX resp. times)

Rating
Support

Garansi 

(Full Refund)

Rp 21.250/bln

99,91%

0,773 detik

0,543 detik

5/10

30 hari
tanpa syarat

Rp 20.833/bln

99,75%

0,968 detik

0,716 detik

9/10

14 hari

Rp 15.750/bln

99,91%

1,230 detik

0,476 detik

7/10

'Tidak ada'
(lihat ketentuan)

Rp 12.000/bln

99,63%

0,793 detik

4,300 detik

7/10

Rp 17.910/bln

99,66%

1,220 detik

4,190 detik

7/10

30 hari
tanpa syarat

Rp 16.500/bln

99,88%

1,080 detik

2,000 detik

7/10

Rp 14.166/bln

99,65%

1,060 detik

8,480 detik

7/10

30 hari
tanpa syarat

Rp 27.083/bln

99,79%

1,260 detik

5,900 detik

7/10

Rp 16.666/bln

99,65%

0,792 detik

2,460 detik

8/10

Rp 21.305/bln

99,40%

1,290 detik

Belum ada data

5/10

30 hari
tanpa syarat

Rp 15.000/bln

99,71%

1,460 detik

5,620 detik

5/10

30 hari
tanpa syarat

Rp 16.583/bln

99,30%

1,080 detik

6,070 detik

8/10

Rp 24.900/bln

99,01%

1,480 detik

16,900 detik

7/10

30 hari
tanpa syarat

Rp 19.900/bln

98,70%

1,740 detik

7,070 detik

6/10

tidak ada

Keterangan:

  • Hijau = bagus, merah = buruk
  • Data load impact mungkin tidak akurat, karena saya belum melakukan test ulang lagi (biasanya saya test per 3 bulan sekali). Kemungkinan akan saya update lagi pada bulan September 2020 mendatang.

Setelah membandingkan satu sama lain, Niagahoster adalah yang paling bagus diantara yang tidak bagus. Niagahoster, secara singkat, jika Anda hanya menginginkan hosting dengan uptime yang stabil dan load time yang cukup cepat, tetapi buruk dalam faktor support, maka pilih Niagahoster.

Bagaimana dengan pilihan shared hosting terbaik luar negeri?

Saya sangat percaya diri merekomendasikan SiteGround. Mereka punya semua kelebihan yang Anda butuhkan dari penyedia shared hosting:

  • Mulai dari uptime yang stabil,
  • Load time yang cepat,
  • Layanan support terbaik,
  • Security yang dapat diandalkan dan
  • Fitur backup harian otomatis

Sayangnya, harga nya mahal (sejak menggunakan Google Cloud) + mereka bukanlah provider lokal. Jadi, support nya hanya menggunakan bahasa Inggris dan metode pembayaran nya tidak menerima transfer bank.

Alternatif lainnya selain SiteGround adalah A2 Hosting. Mereka juga memiliki uptime dan load time yang cepat plus support yang baik.


2. Rekomendasi Penyedia Cloud VPS Hosting Terbaik (Pilihan yang Lebih Bagus dengan Performance yang Jauh Lebih Baik)

Jika Anda masuk kategori berikut:

  • Menginginkan hosting dengan performa tinggi yang ditunjang oleh infrastuktur terbaik di dunia.
  • Lelah dengan keterbatasan pada shared hosting (sering kena limit), yang artinya sudah saat nya Anda naik level ke hosting yang lebih tinggi lagi (read: cloud hosting)
  • Lelah dengan load website yang lambat pada shared hosting meskipun sudah menggunakan segala cara untuk meningkatkan kecepatannya.
  • Hosting yang sering sekali down dan membuat pendapatan Anda terus menurun dari hari ke hari.
  • Ingin hosting dengan security yang lebih baik.
  • Ingin hosting yang bisa stabil ketika meng-handle banyak user secara bersamaan, seperti website untuk proses belajar online.

Maka tidak ada solusi terbaik yang bisa saya sarankan kepada Anda selain menggunakan Cloud VPS Hosting.

Ngomong-ngomong, cloud hosting terbagi dua, yaitu unmanaged dan managed cloud hosting.

Saya akan bahas satu per satu, mulai dari:

Oia, cloud hosting yang saya maksud adalah cloud hosting yang memiliki sumber daya yang dedicated (seperti pada VPS), bukan cloud hosting yang masih berbagi sumber daya. Yang masih berbagi sumber daya menurut saya harus nya dinamakan "shared hosting on the cloud", tetapi banyak provider yang tidak menjelaskan ini kepada konsumen dan hanya memberikan nama sebagai cloud hosting saja. Ini penting untuk diketahui.

2.1 Rekomendasi untuk Managed Cloud VPS Hosting 

Managed cloud hosting adalah cloud hosting yang pengelolaannya sepenuhnya menjadi tanggung jawab provider hosting. Itu artinya, Anda bisa fokus pada pengembangan website Anda saja, tanpa perlu harus memikirkan hal-hal teknis.

Harga nya lebih mahal dari shared hosting dan unmanaged cloud hosting, yaitu mulai dari $10/bulan nya.

Dan ada dua provider yang saya rekomendasikan, yaitu Cloudways dan Kinsta.

Review Cloudways

Cloudways (Digital Ocean)

Overall Rating: 4/5

Rata-rata uptime

99,99%

Rata-rata response times

0,616 detik

Support

7/10

Load Impact

0,06 detik


Cloudways adalah alternatif terbaik jika Anda menginginkan managed cloud hosting dengan performance yang tinggi, namun dengan biaya yang lebih murah. dan tidak seperti Kinsta yang hanya bekerja pada platform WordPress saja, Cloudways bisa digunakan untuk apapun platform yang Anda gunakan.

Baca review selengkapnya..

Kinsta

Overall Rating: 4/5

Rata-rata uptime

99,98%

Rata-rata response times

0,537 Detik

Support

10/10

Load Impact

0,04 detik


Jika Anda ingin tahu dimana saya meng-hostingkan Penasihat Hosting, Kinsta adalah jawabannya.
Kinsta punya segala kelebihan, seperti uptime yang stabil, speed yang cepat dan support yang luar biasa.
Kekurangannya hanya dua, biayanya yang mahal dan hanya tersedia untuk platofrm WordPress saja.

Baca review selengkapnya..

Diskusi tentang Managed Cloud Hosting

Ada banyak provider managed cloud hosting, baik dalam dan luar negeri, tapi mengapa saya hanya merekomendasikan dua saja?

Jawaban lengkap nya bisa Anda temukan disini, tapi secara singkat, di Penasihat Hosting saya hanya ingin merekomendasikan provider yang saya benar-benar percaya diri merekomendasikan nya.

Dua provider diatas adalah dua yang terbaik jika Anda menginginkan managed cloud hosting dengan performa terbaik yang ditunjang oleh infrastuktur terbaik di dunia.

Faktanya, Penasihat Hosting juga menggunakan salah satu dari dua provider diatas.

2.2 Rekomendasi untuk Unmanaged Cloud VPS Hosting

Unmanaged cloud hosting adalah cloud hosting yang pengelolaannya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna. Itu artinya, provider sama sekali tidak memiliki tanggung jawab untuk memberikan support kepada Anda, bahkan ketika web Anda mengalami error ataupun di hack sekalipun.

Semua pekerjaan mulai dari set up server, install WordPress, SSL, hingga optimasi baik yang menyangkut security maupun performa, Itu semua harus Anda lakukan sendiri.

Jadi, tidak heran biaya nya jauh lebih murah dari managed cloud hosting, yaitu mulai dari $2,5/bulan nya.

Unmanaged cloud hosting cocok untuk pengguna yang memiliki pengetahuan tentang mengelola server sendiri, seperti developer.

Rekomendasi saya ada empat, yaitu Vultr, Digital Ocean, Google Cloud dan Amazon Web Services (AWS).

Diskusi tentang UnManaged Cloud Hosting

Saya belum berkesempatan untuk melakukan review terhadap provider unamanged yang saya sebutkan diatas.

Mereview unamanged cloud hosting itu lebih sulit dan pekerjaan nya pun lebih banyak, karena saya harus set up server sendiri. Biaya yang dibutuhkan juga tidak sedikit.

Tapi satu hal yang bisa saya katakan kepada Anda adalah tanpa penelitian performance pun, keempat provider diatas sudah tidak diragukan lagi, baik kestabilan server nya maupun load time nya. Saya sama sekali tidak ragu untuk merekomendasikan nya. Mereka memiliki infrastuktur yang terbaik di dunia saat ini.

Catatan:

  • Jika Anda baru memulai dan tidak ingin menggelontorkan dana besar untuk hosting, maka Vultr dan Digital Ocean adalah dua pilihan yang saya rekomendasikan.
  • Google Cloud dan Amazon Web Services (AWS) adalah pilihan yang lebih mahal dan jika Anda baru memulai, saya yakin Anda belum membutuhkan nya, kecuali Anda mungkin ingin mencoba Google Cloud karena mereka memberikan gratis credit sebesar $300 untuk 12 bulan.

3. Tentang Email Hosting

Saya tahu, kita semua berusaha mencari opsi termurah, tapi menggunakan layanan email hosting gratisan dari webmail di cPanel adalah ide yang buruk, apalagi jika bisnis Anda sangat bergantung pada email.

Mengapa?

  • Jika hosting website Anda down, maka email hosting Anda juga down.
  • Jika nanti Anda memutuskan untuk migrasi hosting, semua account email Anda juga harus ikut di migrasi dan itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Belum lagi akan terjadi downtime ketika propagansi DNS yang menyebabkan email tidak bisa bekerja.

Rekomendasi provider untuk email hosting?

Saya pikir akan lebih aman jika Anda menggunakan layanan email hosting dari provider yang memang ahli di bidang email hosting, seperti Google Suite, RackSpace, Zoho, Office 365 atau jika mau pilihan yang lebih murah bisa memilih Private Email dari Namecheap.

Bagaimana dengan provider lokal? Jawaban singkat nya, saya tidak tahu.



Rangkuman

Penasihat Hosting adalah website yang independen. 

Dan review hosting yang saya publikasikan disini dapat dibuktikan secara statistik.

Semua ada datanya, lengkap.

Jadi, tidak seperti website review hosting professional lainnya, di Penasihat Hosting saya benar-benar membeli semua web host yang saya review dan melakukan penelitian.

rangkuman hasil penelitian

Please Note:

  1. Data baru berikut dikumpulkan berdasarkan data penelitian selama 10 bulan yang dimulai dari 1 Agustus 2019 - 31 Juli 2020 (dan insya Allah akan terus akan berlanjut).

  2. Tidak ada yang benar-benar ' hosting terbaik ' disini. Plus, saya menyadari bahwa hosting memiliki sifat yang kompleks. Akan tetapi, saya bisa memberitahukan kepada Anda mana hosting yang lebih baik dari yang lain berdasarkan penelitian yang saya lakukan.

Paket Hosting yang Digunakan Dalam Penelitian

Saya membeli paket hosting termurah dari setiap provider hosting dengan minimun storage 400MB dan harga dibawah Rp 30.000/bulannya (mengacu pada harga 12 bulan)

Dan pilihan lokasi server nya di Indonesia, kecuali Hostinger yang ada di Singapore (note: karena mereka tidak memiliki server di Indonesia).

Berikut informasi harga lengkap masing-masing penyedia hosting.

Paket Hosting yang Digunakan Dalam Penelitian

Hanya ada 19 perusahaan web hosting yang terdaftar dalam update kali ini.

Mengapa beberapa perusahaan hilang?

Kemungkinannya jika itu adalah perusahaan hosting besar atau yang sudah terkenal, mereka menarik diri atau menolak untuk bertasipasi lagi, dan jika itu adalah perusahaan yang lebih kecil atau masih baru, maka peluangnya masih kecil untuk tampil dalam review ini atau saya masih membutuhkan waktu untuk mempertimbangkannya.

PROVIDER

Harga bulanan

Harga 12 bulan

Harga 24 bulan

Harga 36 Bulan

Rp 35.000/bln

Rp 30.000/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 20.833/bln

Rp 20.833/bln

Rp 20.833/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 16.666/bln

Rp 16.666/bln

Rp 16.666/bln

Rp 20.000/bln

Rp 16.500/bln

Rp 16.000/bln

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

Rp 25.000/bln

Rp 20.833/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 15.000/bln

Rp 13.500/bln

Rp 12.000/bln

Rp 96.024/bln

Rp 23.435/bln

Rp 17.429/bln

Rp 9.612/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 24.900/bln

Rp 19.900/bln

Rp 9.900/bln

Rp 15.000/bln

Rp 14.166/bln

Rp 14.166/bln

Rp 13.888/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 27.083/bln

Rp 23.958/bln

Rp 22.222/bln

Rp 15.000/bln

Rp 12.000/bln

Rp 12.000/bln

Rp 12.000/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 14.900/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

Rp 18.500/bln

Rp 15.750/bln

Rp 15.450/bln

Rp 15.150/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 19.900/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 21.250/bln

Rp 21.224/bln

Rp 10.000/bln

Rp 27.500/bln

Rp 14.500/bln

Rp 14.500/bln

Rp 14.500/bln

Rp 35.000/bln

Rp 25.000/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

Rp 16.000/bln

Rp 16.000/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 16.583/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan


Statistik Harga Paket Hosting

Rp 19.226/bulan

Rata-rata harga per 12 bulan

Rp 9.612/bulan

Harga termurah (langganan 36 bulan)

Rp 12.000/bulan

Harga termurah (langganan 12 bulan)

Rp 15.000/bulan

Harga termurah (jika berlangganan secara bulanan)


Diskusi Tentang Harga Paket Hosting

Sebenarnya sulit untuk membuat perbandingan apple-to-apple antara penyedia hosting yang satu dengan yang lainnya karena hosting memiliki sifat yang kompleks, sehingga sulit untuk mengurutkannya mulai dari yang terbaik (rank 1) hingga rank terburuk.

Jadi, saya membeli paket hosting termurah dengan minimal storage 400MB (jumlah storage minimal yang saya rekomendasikan untuk membuat website baru) dan dengan harga kurang dari Rp 30.000/bulannya (mengacu pada harga hosting 12 bulan).

Yang perlu Anda ketahui adalah bahwa shared hosting hanya cocok untuk blog atau website dengan traffic low to medium (biasanya yang kurang dari 30.000/bulan nya).

Kapan Anda perlu upgrade hosting ke Cloud VPS?

Dari pengalaman saya, jika website sudah mendapatkan traffic lebih dari 25.000 per bulannya, maka sudah saatnya untuk upgrade hosting ke Cloud VPS. Angka 25.000 bukanlah sebuah tolak ukur, pastikan Anda selalu memeriksa penggunaan resources (CPU, RAM, I/O, dll) pada cPanel hosting Anda. 

Jika penggunaan sudah sering diatas 80%, Anda perlu mempertimbangkan untuk upgrade hosting Anda ke paket hosting yang lebih tinggi atau lebih baik upgrade ke Cloud VPS untuk mendapatkan performance yang lebih baik.

Baca panduan dan review saya tentang managed cloud hosting terbaik.


Test #1 - Monitoring Uptime

Uptime menunjukan total waktu ketika website Anda online dan berjalan sebagaimana mestinya (tidak 'down').

Sementara downtime berarti waktu dimana website Anda offline atau tidak bisa diakses oleh pengunjung atau pelanggan potensial Anda.

Untuk mengukur uptime, saya menggunakan Pingdom.com. Anda bisa melihat data raw penelitiannya di live statistics page ini.

Tahukah Anda?

Score 99,00% dalam waktu uptime adalah score yang sangat buruk.

Rata-rata uptime 99,00% menunjukan bahwa website Anda akan mengalami downtime selama 7 jam 18 menit dan 17,5 detik dalam 1 bulan.

Bisa dibayangkan berapa banyak potensi pendapatan yang hilang karena website Anda tidak bisa diakses?

Maka memilih web hosting dengan rata-rata uptime yang bagus menjadi faktor pertama yang harus Anda pertimbangkan.

Web Host (shared)

RATA-RATA UPTIME
(seMakin besar semakin bagus)

99,91%
99,91%
99,88%
99,79%
99,75%
99,71%
99,66%
99,65%
99,65%
99,63%
99,40%
99,30%
99,01%
98,70%

Sedang dilakukan monitoring ulang

Sedang dilakukan monitoring ulang

Qwords

Sedang dilakukan monitoring ulang

Sedang dilakukan monitoring ulang

Score rata-rata ideal uptime adalah diatas 99,90% (hijau).
Dibawah 99,90% (merah) berarti buruk.


Statistik 12 Bulan Monitoring Uptime

2

Hanya ada 2 provider dengan rata-rata uptime diatas 99,90%

99,56%

Rata-rata uptime dari 14 provider 

99,91%

Rata-rata uptime terbaik (Nigahoster dan Jetorbit)

98,70%

Rata-rata uptime terburuk (Masterweb)


Diskusi hasil monitoring uptime

Hampir semua penyedia web hosting diatas menggaransi uptime 99,90%, tapi faktanya hanya ada dua yang berhasil mempertahankan servernya tetap online dalam waktu yang ideal (berita buruk bagi dunia hosting lokal, bukan?)

Dari hasil penelitian dalam 10 bulan terakhir ini, ternyata hanya Jetorbit dan Niagahoster yang paling stabil dengan rata-rata uptime diatas 99,90%.


Test #2 - Monitoring Page Laod Time

Page load time menunjukan waktu yang dibutuhkan server hosting untuk memuat halaman website. 

Dampaknya jika website Anda lambat, juga langsung berpengaruh kepada traffic dan pendapatan.

Faktanya, orang-orang tidak mau menunggu lebih dari 2 detik hingga website termuat.

Test Monitoring Speed

Untuk mengukur kecepatan masing-masing web host, saya menggunakan alat monitoring Site24x7 dengan lokasi server test di Singapore.

Kenapa saya tidak lagi menggunakan server Jakarta untuk memonitoring page load time (speed)?

  1. Jarak yang sangat pendek antara web server monitoring dengan web server hosting. Ideal nya untuk mengukur kecepatan, web server monitoring memiliki jarak yang agak jauh supaya hasil data nya lebih adil dan akurat.

  2. Web server Jakarta yang digunakan oleh Site24x7 mengalami masalah sejak bulan November 2019 lalu dan belum selesai diperbaiki (masalah high load pada server sehingga menyebabkan waktu response menjadi tinggi, akibatnya data yang di sajikan menjadi kurang akurat). 

Web Host (shared)

RATA-RATA Load time

(seMakin kecil/rendah semakin bagus)

0,773 Detik
0,792 Detik
0,793 Detik
0,963 Detik
1,060 Detik
1,080 Detik
1,080 Detik

Jogja Host

1,220 Detik
1,230 Detik
1,260 Detik
1,290 Detik
1,460 Detik
1,480 Detik
1,740 Detik

Sedang dilakukan monitoring ulang

Sedang dilakukan monitoring ulang

Sedang dilakukan monitoring ulang

Sedang dilakukan monitoring ulang

Score rata-rata load time yang ideal adalah dibawah 1,000 detik (hijau).
Dibawah 1 detik (merah) berarti buruk.


Statistik 12 Bulan Monitoring Load Time

4

Hanya ada 4 provider dengan rata-rata load time dibawah 1 detik

1,158 Detik

Rata-rata load time dari 14 provider

0,773 Detik

Rata-rata load time tercepat (Nigahoster)

1,740 Detik

Rata-rata load time terlambat (Masterweb)


Diskusi hasil monitoring page load time

Memilih hosting dengan rata-rata uptime yang bagus saja tidak cukup, Anda juga memerlukan hosting terbaik dengan konfigurasi server yang bagus, yang tentunya memiliki kecepatan yang cepat guna menunjang aktifitas bisnis Anda.

Rekomendasi dari hasil pengujian saya adalah dibawah 1 detik.

Dan ada 4 penyedia hosting yang mampu menjaga kecepatannya stabil dibawah 1 detik dalam 8 bulan terakhir ini, yaitu Niagahoster, Jagoan Hosting, Dapur Hosting, dan Dracoola.

Tahukah Anda?

Hosting adalah salah satu yang paling berdampak besar pada kecepatan website.

Karena pada saat seseorang mengunjungi website Anda, informasi kunjungan tersebut dikirim dari hard drive penyedia hosting ke browser pengunjung Anda. Ini adalah hambatan pertama yang ditemui.

Akibatnya jika Anda memilih hosting yang lambat adalah apapun cara optimasi yang Anda lakukan tidak akan berpengaruh banyak, karena penyedia hosting Anda hanya dapat memberikan kecepatan pada batasan tertentu saja.


Test #3 - Load Impact (Faktor Baru)

Data Load Impact ini mungkin kurang akurat, karena saya belum melakukan test lagi (biasanya test load impact dilakukan setiap 3 bulan sekali).

Dan Saya menjadwalkan untuk melakukan test ulang pada bulan September 2020.


Pada test ke #2, Anda sudah melihat hasil pengukuran page load time (speed) dari masing-masing penyedia hosting.

Pengukuran dalam test ke #2 dilakukan setiap 15 menit sekali. Artinya alat monitoring melakukan pengetesan page load time (speed) dalam interval 15 menit dengan 1x request.

Test Load Impact

Pertanyaannya:

Bagaimana jika terjadi banyak request, seperti tiba-tiba website Anda menerima banyak pengunjung. Misalnya ada 15 atau 25 pengunjung yang online secara bersamaan dalam waktu 10 menit.

Idealnya, Anda ingin kecepatan website Anda sama cepatnya baik ketika pengunjung pertama datang maupun ketika pengunjung misalnya ke-25 datang, bukan?

Nah, disinilah tugas Load Impact.

Pada test ini, saya mencoba mengirimkan 15 hingga 25 virtual user yang akan menjelajahi setiap website test dan Anda akan bisa melihat bagaimana response setiap server dalam meng-handle nya.

Apakah load time website tetap stabil ataukah semakin melambat seiring bertambahnya jumlah virtual user.

Rangkuman nya dalam tabel dibawah ini:

WEB HOST

ERROS

REQUEST HANDLED
(Higher is Better)

MAX RESPONSE TIMES
(Lower is Better)

MAX REQUEST RATE
(Higher is Better)

Performance Issue

Niagahoster Bayi

0

10.9K

0,543 detik

24 request/detik

-

Jetorbit Merkurius

0

9.8K

0,476 detik

23 request/detik

-

Dracoola Dusk-id

0

9.1K

0,716 detik

21 request/detik

-

DomaiNesia Extra

0

5.5K

2 detik

13 request/detik

Jagoan Hosting ID FAME

0

3.5K

4.3 detik

8 request/detik

Jogja Host Basic

0

3K

4.19 detik

7 request/detik

indowebsite Cloud Student

0

2.3K

5.9 detik

5 request/detik

IdCloudHost Starter

0

1.6K

8.48 detik

4 request/detik

Masterweb Lucky

30

2.1K

7.7 detik

5 request/detik

Exabytes Indonesia

408

3.4K

5.62 detik

10 request/detik

Qwords Paket E

818

7.7K

0,982 detik

19 request/detik

IDwebhost Charming

881

5.8K

16.9 detik

20 request/detik

Warna Hosting Cloud Personal

1041

2.8K

6.07 detik

7 request/detik

Dapur Hosting Paket B

1.8K

5.3K

2.46 detik

12 request/detik

ArdHosting UKM A

Sedang dilakukan monitoring ulang

Hostinger Indonesia Single

Sedang dilakukan monitoring ulang

Rumah Hosting Paket Hemat Large

Sedang dilakukan monitoring ulang

ArdetaMedia Hello

Sedang dilakukan monitoring ulang

Diskusi Hasil Test LoadImpact 

Pada update sebelumnya, total virtual user yang saya gunakan berjumlah 50, tetapi pada update bulan ini hanya 25. 

Apa alasannya? Karena pada test ke-2 dengan total 50 virtual user ternyata sudah sangat serius membuat server overload atau banyak error terjadi selama berlangsung nya test. 

Pada test dengan 25 virtual users update Maret 2020, ternyata hanya ada 3 web host yang sukses menjalankan test tanpa ada error, yaitu Niagahoster (pengujian terbaik), Jetorbit, dan Dracoola.


Test #4 - Support Penyedia Hosting

Saya belum melakukan test ulang lagi terhadap semua support dari 19 provider hosting Indonesia yang saya review, jadi data yang dipublikasikan disini menjadi tidak akurat.

Anda akan melihat data update test support terbaru kemungkinan pada update selanjutnya di bulan September 2020.


test support

Uptime dan speed adalah dua hal.

Tetapi kecepatan dan kualitas support dari penyedia hosting adalah satu hal lainnya.

Hanya dengan support yang baik, bahkan pemula sekalipun akan memberikan testimonial yang positif, meski tidak mengetahui seberapa baik uptime dan speed hosting yang mereka gunakan.

Maksud saya, mereka bisa dengan mudah mengatakan ini hosting terbaik hanya karena menerima layanan support yang baik.

Idealnya adalah penyedia hosting harus melayani klien selama 24/7. 

Alasannya sederhana;

  • Pertama, Anda tidak akan pernah tahu kapan website Anda kena masalah.
  • Kedua, bagaimana jika di hari libur penyedia hosting tidak membuka layanannya? Atau di tengah malam?

Tentu, Anda akan kehilangan potensi pendapatan yang akan Anda terima pada saat website Anda tidak bisa diakses.

(Lagi-lagi soal duit)

Saya pribadi ragu memilih penyedia web hosting tanpa adanya dukungan pelanggan selama 24/7.

Dan yang menjadi poin plus adalah support harus dilayani via LIVE CHAT, bukan melalui ticket dan email yang umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapat respons.

Diskusi hasil test support hosting

Di kebanyakan kasus, ketika saya menanyakan hal teknis seperti bagaimana cara menambahkan addon domain di cPanel, cara menginstall SSL, dll... CS hanya mengirimkan sebuah link menuju panduan yang telah ditulis sebelumnya.

Alih-alih menerangkan dan memastikan masalah selesai, saya disuruh untuk membaca panduannya dan menyelesaikan masalah sendiri. 

Sebenarnya support seperti itu tidak salah, hanya saja itu bukanlah support baik, apalagi ditujukan untuk pengguna baru yang tidak mengerti hal-hal teknis.

Saya pikir support yang bagus adalah ketika support mengatakan "Saya bisa melakukannya untuk Anda, no worry!" atau "Anda tidak perlu khawatir, saya bisa bantu menginstall SSL pada domain Anda dalam satu atau dua menit".. Kira-kira seperti itu.

Sayangnya, dari 19 penyedia web host, tidak ada satupun yang saya temui bisa melakukan support seperti itu.

Khusus Hostinger dan Niagahoster, mereka mendapatkan rating 8/10 karena layanan support mereka sudah 100% via live chat, artinya Anda tidak perlu mengirimkan tiket yang biasanya membutuhkan waktu lebih lama hingga mendapat respons.

Dan support terburuk adalah Exabytes Indonesia. Sangat sulit untuk menggapai support mereka via live chat, jadi saya berikan nilai 5/10. Semoga ada perbaikan pada update mendatang.


Tentang Garansi Pembelian Hosting

Karena web hosting bukanlah produk fisik yang bisa Anda pegang atau Anda rasakan sebelum membelinya.

Maka garansi diperlukan untuk melindungi konsumen just in case layanan hosting yang digunakan mengecewakan atau tidak sesuai dengan ekspektasi.

Standar garansi dalam industri web hosting adalah 30 hari.

tentang garansi hosting
Idealnya adalah garansi diberikan tanpa syarat apapun, konsumen dapat mengklaim garansi jika tidak puas dengan layanan hosting yang digunakannya. Apapun sebabnya bahkan jika tanpa sebab sekalipun (no question asked).

Beberapa perusahaan hosting terbaik di dunia saat ini, seperti SiteGround, A2 Hosting dan FastComet juga memberikan garansi tanpa syarat.

Penasaran provider lokal mana saja yang juga seperti itu? Selengkapnya dalam tabel dibawah ini:

Web Host (shared)

garansi (full refund)

100 hari tanpa syarat

30 hari tanpa syarat

Jogja Host

30 hari tanpa syarat

30 hari tanpa syarat

30 hari tanpa syarat

30 hari tanpa syarat

30 hari tanpa syarat

60 hari  (lihat ketentuan)

30 hari (lihat ketentuan)

30 hari (lihat ketentuan)

30 hari (lihat ketentuan)

30 hari dengan aturan yang ketat (lihat ketentuan)

15 hari (lihat ketentuan)

14 hari

10 hari (lihat ketentuan)

7 hari (lihat ketentuan)

Tidak ada garansi

Tidak ada garansi

Qwords

Tidak ada garansi

Diskusi tentang garansi hosting

Ada tujuh penyedia hosting (penambahan dari sebelumnya hanya empat) yang adil dalam urusan garansi, jadi saya acungi dua jempol untuk Niagahoster, Hostinger Indonesia, Exabytes Indonesia, IDwebhost, IdCloudHost, ArdetaMedia dan Jogja Host

Mereka percaya diri memberikan konsumen garansi 30 hari tanpa syarat! Anda bisa mengkalim nya kapanpun dalam 30 hari pertama.

Jadi, Anda sebagai konsumen pun akan merasa aman karena uang Anda bisa kembali (full refund) jika Anda merasa tidak puas dengan layanan hosting yang Anda gunakan dalam 30 hari pertama.

Note: Ketujuh penyedia hosting tersebut mungkin akan menanyakan alasan pembatalan.

Yang sangat disayangkan adalah perusahaan hosting besar dan sudah sangat senior seperti Rumahweb, Masterweb dan Qwords tidak memberikan garansi pembelian hosting sama sekali.

Pertanyaannya: apakah mereka tidak percaya diri dengan kualitas yang mereka miliki?

Siapa yang tahu?

Itu adalah pertanda yang buruk.

Saya pribadi ragu memilih hosting yang tidak ada garansinya. Garansi adalah hak konsumen dan yang namanya hak harus dilindungi bukan? πŸ™‚

Bahkan perusahaan hosting terbesar di dunia (read: Bluehost) yang melayani lebih dari 2 juta konsumen saja masih memberikan garansi selama 30 hari.

Tentang Garansi di Jetorbit dan Qwords

Sebenarnya Jetorbit dan Qwords memberikan garansi selama 30 hari. Tapi setelah saya membaca ketentuannya, ternyata mereka memiliki aturan yang sangat ketat.

Dimana untuk Jetorbit, garansi hanya berlaku apabila website Anda mengalami downtime selama 7 jam 18 menit dan 17,5 detik atau uptime kurang dari 99% dalam 30 hari pertama yang dimonitoring menggunakan UptimeRobot.com.

Sedangkan untuk Qwords, garansi hosting hanya untuk hosting yang belum aktif saja. Jadi, apabila hosting sudah Anda bayar, kemudian aktif dan Anda gunakan, maka seketika itu garansi hangus.

Jadi, saya mengambil kesimpulan bahwa kedua perusahaan ini tidak berniat baik untuk memberikan garansi hosting kepada konsumen.


  • Terima kasih mas Willya Randika untuk review yang saya sangat bagus ini.
    Saya baru di dunia website dan perhostingan nih, boleh tanya sedikit?
    Mas Willya untuk tes pagespeednya menggunakan apa ya? apa website yang dites kosongan?
    Sedikit cerita, Saya baru baru ini bikin website portal berita menggunakan dewaweb (cloudhosting) kemudian pindah ke NusantaraHost (shared hosting). Saya coba tes pagespeed melalui GTmetrix, pageloadnya sampai 3.3 detik dari server hongkong. apa karna servernya yang jauh jadi pageloadnya tinggi, atau memang server hostingannya yang kurang bagus? soalnya saya ngerasa loading ke wp-admin nya cukup lama, beda dengan frontpage websitenya yang kemungkinan karna saya cache ke cloudflare (?)
    Kalau untuk awal-awal website portal berita, kira-kira spesifikasi hosting yang diperlukan seperti apa ya mas? (cpu, besaran ram, dsb)
    alasan saya pindah hosting karna di hostingan sebelumnya, paket hostingan saya cuman memberikan RAM 500MB, dan sering banget mentok ketika mau posting artikel dan nambah gambar. tapi setelah pindah ke yang baru, RAM dan CPU ga pernah mentok, cuman tetap lambat. Seperti load ke servernya lambat, namun saat sudah connect baru cepat download data2nya.
    jadi saya bingung untuk memilih hostingan yang sesuai untuk website portal berita.

    • Menggunakan Site24x7. ‘Kosongan’ si engga kok, ada artikel dengan 2 gambar.
      Well, sebenarnya di Dewaweb itu tipe hosting nya masih shared kok, karena masih berbagi resources dengan pengguna lainnya, begitupun cloud hosting di IDCloudHost, Indowebsite, dll kecuali mereka menyebutkan itu VPS. Jadi, menurut saya lebih tepatnya di bilang shared hosting on the cloud.

      Soal page speed website, mungkin panduan ini bisa membantu: https://penasihathosting.com/mempercepat-loading-website/
      Dan saya engga tau gimana performance nya Nusantara Host karena belum saya review πŸ™‚
      Denger-denger mereka masih satu group dengan Jogja Host dan ArdetaMedia, CMIIW.

      • Oh jadi istilah yang tepat itu hosting on the cloud ya buat tipe kaya dewaweb gitu.
        Sepertinya betul satu group dengan Jogja host dan ArdetaMedia. Saya pernah baca review di website lain kalau tidak salah bilang begitu.
        Kalau untuk spesifikasi yang sesuai untuk wordpress portal berita gimana mas? apakah hostingan dengan RAM 1 atau 2 GB itu cukup? CPU yang direkomendasikan atau lain sebagainya mungkin?

        • Harus nya cukup dengan paket yang rendah sekalipun untuk website yang belum ada traffic nya. Tapi persoalan performance baik load time maupun uptime, bukankah itu yang saya bahas dalam artikel ini? πŸ™‚ Hanya saja, saya tidak punya review tentang Nusantara Host ataupun Dewaweb.

          • Iya betul sih mas, untuk saat ini trafficnya pun masih puluhan saja.
            terima kasih atas masukannya mas willya.

  • terimakasih mas willya
    saya mau bertanya

    kalau saya pindah server ke cloudways
    sementara cloudways tidak ada email service seperti yang ada di Cpanel..
    mereka pake third party

    apakah bisa email saya saya host di niagahoster misalkan??
    pake SMTP dan IMAP..

    • Saran saya gunakan layanan third party nya Cloudways untuk kebutuhan email karena lebih bagus, Untuk transactional email bisa menggunakan Elastic, sedangkan mailbox menggunakan Rackspace. Harga nya juga lebih terjangkau, yaitu $1/account. Atau boleh juga menggunakan layanan lainnya, seperti G Suite, Zoho, Namecheap Private Mail, dll.

      Saya tidak bilang layanan hosting email dari Niagahoster jelek. Tapi, menurut saya provider hosting yang juga menyediakan layanan email hosting cenderung setengah hati di layanan email nya. Maksud nya, untuk urusan email hosting, serahkan saja ke provider yang memang ahli di bidang nya, seperti layanan yang saya sebutkan tadi.

      Dan kalau bisnis bapak tergantung pada email, jangan gunakan email gratisan dari cPanel. Kalau ada temen saya nanya, saya akan jawab: That’s just stupid!

  • hi, terima kasih artikelnya semoga bermanfaat. reviewnya bagus.
    saya punya hosting di beberapa provider. namun saya merasa ada yang point2 yang berlebihan pada salah satu provider. misalkan. cara mengukur speed website. saya lihat di pengukuran pingdom juga ada alat ukur speed test. kenapa tidak pakai pingdom? apa karena memang terlihat jelek di salah satu provider kalau pakai pingdom.
    kemudian di pengukuran uptime. disitu ada provider yang diberikan disclaimer ada maintenance sehingga uptime jelek. padahal saya kira di sebagian provider lain juga ada kegiatan maintenance. namun saya tidak menemukan disclaimer sama sekali pada pengukuran uptimenya.

    • Yang saya butuhkan dalam penelitian ini bukan hanya sekedar alat untuk mengukur, tetapi alat yang bisa memonitoring load time dari hari ke hari, bulan ke bulan bahkan tahun ke tahun. Pingdom tidak punya itu, data retention mereka untuk monitoring load time terbatas hanya selama 7 hari saja, tapi mas bisa cek rata-rata response times masing-masing provider di halaman live statistics Pingdom yang sudah saya share. Misalnya untuk provider Dracoola: http://stats.pingdom.com/fvcwvtbg21vs/5359717/history Dan jika mas lebih percaya dengan data dari Pingdom, maka silahkan di bandingkan menggunakan rata-rata response times Pingdom.

      Saya juga kasih catatan untuk provider hosting yang melakukan maintenance, misalnya coba cek review IdCloudHost, WarnaHost dan hosting luar negeri seperti FastComet. Tapi, mengapa saya ‘garis bawahi’ di provider hosting yang mas maksud? Adalah karena berdasarkan data 10 bulan monitoring terakhir, mereka hanya 1x gagal pada bulan dimana mereka melakukan maintenance server.

      Penasihat Hosting independen, tidak berpihak kepada provider tertentu. Saya bahkan sudah pernah melakukan review ulang terhadap semua provider di pertengahan tahun 2019 lalu dan tidak merekomendasikan satu hosting pun ketika itu. Juga, di review update September 2019 hingga update Juni 2020 lalu, saya selalu kasih disclaimer bahwa tidak ada satupun provider hosting yang berhasil di semua faktor penilaian. Jadi, tidak ada yang benar-benar terbaik dalam hasil penelitian saya, tapi saya bisa kasih penjelasan mana yang lebih baik antara hosting yang satu dengan hosting yang lain nya.

  • Saya sepertinya sudah ada 3x baca postingan ini. Sungguh referensi yang bagus. Saat ini sekolah sedang mencari hosting MOODLE.. pak.. Bisakah bapak buatkan review untuk hosting MOODLE. Mudah2an ini juga bermanfaat buat yang lain. Terima kasih.

    • Saran saya untuk hosting moodle adalah cloud hosting. Bpk bisa ambil yang managed cloud hosting kalau tidak punya team di sekolah yang bisa mengelola nya. Karena untuk moodle pasti membutuhkan resources yang cukup tinggi dan tidak akan berjalan lancar jika di berada di lingkungan shared hosting.

      Saran terbaik saya untuk managed cloud hosting adalah Cloudways: https://penasihathosting.com/review-cloudways/

  • Mas.. Untuk portal berita enaknya pake apa ya mas? Terus platformnya enak mana .blogger atau wordpress? Terima kasih

  • baguss artikel review hosting terbaiknya
    1. mau tanya, sy punya akun di niagahoster tapi sudah lama gak aktif, rencana mau beli paket hosting dan domain lagi disana, apakah punya kode promo dan apa bisa bisa dipakai promonya?

    2. Lalu pertanyaan kedua paket apa buat permulaan yang cocok hanya untuk menulis ringan artikel review?

    terimakasih sebelumnya

    • 1. Kalau sudah punya account kayaknya engga bisa pakai kode promo lagi mas. Tapi mungkin bisa dicoba kode promo ini: PENASIHATHOSTING
      2. Paket ‘Bayi’ cukup kok.

  • Terimakasih mas atas artikelnya. Sangat menambah pengetahuan saya tentang share hosting. Oh iya, kalo menurut mas share hosting buat WooCommerce yang di indonesia yang cepet pakai provider apa ya? Ada sarannya?

  • Terimakasih review hosting nya mas,
    Saya masih baru di dunia per hostingan, saya belum mengerti tentang uptime di penjelasan mas bagian berikut

    “Rata-rata uptime 99,00% menunjukan bahwa website Anda akan mengalami downtime selama 7 jam 18 menit dan 17,5 detik dalam 1 bulan.”

    Setiap 1 bulan website akan down selama 7 jam (pada uptime 99%) apa nanti ada pemberitahuan ke pelanggan jika server akan down? Atau saya salah mngartikannya?

    • Betul, jika provider hosting uptime nya 99%, maka rata-rata tiap bulan website akan down sekitar 7 jam. Sayangnya, setiap ada down tidak akan diberitahu oleh provider hosting, kecuali jika ada maintenance pada server yang biasanya di infokan via email.

  • wah lengkap banget informasinya, tapi saya jadi kebingungan mau pilih yang mana???
    Untuk bisnis yang berisi company profile eye catching sebaiknya pilih web hosting yang mana ya mas?

    • Sebaiknya pilih Niagahoster atau SiteGround jika bisa.
      Kalau mau security dan performance yang lebih baik, maka pilih Cloudways.

      • Hmmm… setelah sy baca review anda yg terbaru, sy tertarik pakai cloudways, trus skrg mau tanya kalo sy build website dr wp, apakah sy bs dapatkan domain di cloudways jg? (sy blm pny domain yg berbayar).

        • Tidak bisa, domainnya harus beli terpisah mbak. Sebaiknya dibaca dulu review Cloudways nya, saya sudah tulis lengkap dan detail πŸ™‚

  • Nice artikel Mas Willya. Setelah membaca artikel ini saya memutuskan untuk berlangganan layanan Niagahoster. Tapi pertanyaannya nih:
    1. Saya sudah ada domain di Rumahweb dan ingin menggunakan domain yang sama untuk hosting di Niagahoster apakah bisa?
    2. Platform yang saya gunakan sebelumnya Blogger + domain dr rumahweb itu, kalau saya pindah ke wordpress + self hosting niagahoster paket pelajar apakah mencukupi? Isi web saya teori2 perkuliahan

    • 1. Bisa kok, nanti tinggal di rubah nameserver nya saja
      2. Tergantung traffic blog mas. Menurut saya paket Pelajar hanya untuk website dengan traffic low to medium (atau kurang dari 25.000/bulan)

  • Kalau saya punya VPS di singapura, dan domain beli di indonesia, dan mayoritas pengunjung web dari indonesia, untuk mendapatkan kecepatan yang terbaik, apakah saya harus pakai NS dari penyedia domain atau pakai cloudflare. terima kasih

    • Tergantung, mas nya sewa VPS di provider mana? Tapi, di banyak kasus menggunakan Cloudflare DNS bisa lebih cepat.
      Saya pernah menggunakan VPS di Digital Ocean + Cloudflare DNS untuk Penasihat Hosting sebelum pindah ke kinsta, tapi hanya gunakan DNS nya, tidak dengan CDN nya.

  • {"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
    >