Shared Web Hosting Terbaik

Perbandingan 19 Web Hosting Berdasarkan Uptime, Speed dan Support

By Willya RandikaOctober 25, 2020 | 280 Komentar

Updated: 25 Oktober 2020

Jika Anda serius ingin membuat website yang professional, Anda harus memilih web hosting yang handal terlebih dahulu.

Web hosting yang tidak hanya memiliki server yang cepat, namun juga tidak sering down dan didukung oleh support yang baik.

Masalahnya adalah ada puluhan bahkan ratusan penyedia hosting di luar sana.

Penasihat Hosting

Jadi, inilah yang Penasihat Hosting lakukan untuk menemukan provider web hosting terbaik:

  1. Membeli 24 web hosting paling populer di Indonesia dan luar negeri (dan jumlahnya mungkin akan terus bertambah).
  2. Men-setup website WordPress untuk tujuan pengetesan
  3. Menguji layanan support
  4. Melakukan monitoring uptime dan load time serta pengujian dengan LoadImpact K6
  5. Mempublikasikan review (biasanya update setiap 3 bulan sekali)

Tentang Hasil Penelitian

Tahukah Anda bahwa ada tiga+satu faktor yang paling menentukan kualitas suatu layanan web hosting, yaitu:

  1. Uptime yang stabil (diatas 99,90%)
  2. Page load time yang cepat (dibawah 1 detik)
  3. Dan support yang baik
  4. Poin plus nya adalah memberikan garansi selama 30 hari tanpa syarat.
Terima kasih Site24x7

Sayangnya, berdasarkan hasil penelitian update Oktober 2020 ini, tidak ada satupun dari 18 provider hosting Indonesia yang saya review berhasil di semua faktor diatas.

Jadi, sejujurnya sangat sulit untuk merekomendasikan provider hosting lokal manapun saat ini.

Tetapi jika Anda masih tertarik, saya sudah secara lengkap menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing provider dan agar mudah diteliti saya sudah membuat rangkuman hasil penelitian nya dalam tabel dibawah ini.


TABEL PERBANDINGAN 18 PROVIDER SHARED HOSTING INDONESIA

Disclosure: Support Anda membantu website ini terus berjalan! Saya menggunakan link affiliasi, dimana saya akan menerima komisi (mulai dari 10% hingga 75%) dari pembelian hosting Anda. Anda tidak akan dikenakan biaya tambahan, bahkan saya berhasil menegosiasikan harga yang lebih murah untuk beberapa provider. Terima kasih! Baca lebih lengkap.

provider shared HOST

HARGA MULAI
(PER 12 bln)

RATA-RATA UPTIME

Rata-rata
Speed

LOAD IMPACT (AVG resp. times)

Rating
Support

Garansi 

(Full Refund)

RATING KESELURUHAN

lihat penawaran

Rp 21.225/bln

99,90%

789 ms

167,48 ms

1/5

30 hari
tanpa syarat

Rp 16.500/bln

99,90%

1070 ms

118,76 ms

4,5/5

Rp 16.667/bln

99,78%

809 ms

243,24 ms

5/5

Rp 20.833/bln

99,77%

978 ms

199,49 ms

5/5

14 hari

Rp 21.667/bln

99,90%

1070 ms

1257,27 ms

4/5

Rp 21.000/bln

99,75%

1210 ms

248,14 ms

5/5

30 hari
tanpa syarat

Rp 19.900/bln

99,85%

862 ms

3456,75 ms

5/5

'Tidak ada'
(baca ketentuan)

Rp 15.750/bln

99,91%

1350 ms

3531,49 ms

4/5

'Tidak ada'
(baca ketentuan)

Rp 27.083/bln

99,81%

1240 ms

1364,92 ms

4/5

Rp 17.910/bln

99,64%

1200 ms

364,8 ms

3/5

30 hari
tanpa syarat

Rp 14.166/bln

99,68%

1090 ms

1690,55 ms

5/5

10 hari

Rp 19.900/bln

99,32%

1330 ms

162,27 ms

3,5/5

30 hari
tanpa syarat

Rp 12.000/bln

99,44%

812 ms

1409,42 ms

2/5

Rp 15.000/bln

99,38%

1080 ms

1467,97 ms

5/5

30 hari
tanpa syarat

Rp 15.000/bln

99,72%

1470 ms

708,53 ms

1/5

100 hari
(baca ketentuan)

Rp 28.900/bln

99,13%

1460 ms

238.53 ms

1,5/5

30 hari 'tanpa syarat'

Rp 24.167/bln

99,24%

1390 ms

1666,37 ms

4/5

Rp 19.900/bln

98,43%

1800 ms

187,43 ms

4,5/5

tidak ada

Rp 14.500/bln

99,64%

1980 ms

6468,69 ms

5/5

'Tidak ada'
(baca ketentuan)

Keterangan:

  • Hijau = bagus, merah = buruk
  • Discount menggunakan kode kupon: PENASIHATHOSTING
  • Ketentuan menggunakan kode kupon bisa dibaca disini (lompat ke bawah)

Catatan penulis pada 3 Oktober 2020:

Setelah 14 bulan melakukan penelitian, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa tidak ada satupun dari 19 provider shared hosting yang saya review sukses di semua faktor penilaian. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Tentu saja keputusan ada ditangan Anda. 

Meskipun saya pribadi ragu untuk merekomendasikan provider shared hosting manapun karena saya mematok standar yang tinggi dalam penelitian ini.

Jika Anda serius dalam bisnis online Anda dan memiliki budget lebih atau memiliki team yang bisa mengelola hosting di Virtual Private Server (VPS), maka saya lebih merekomendasikan nya ketimbang menggunakan shared hosting.

Anda juga bisa mempertimbangkan menggunakan layanan Managed VPS bagi Anda yang bekerja seorang diri atau yang tidak memiliki team atau yang tidak mau repot mengelola server sehingga bisa fokus dalam pengembangan website dan konten saja.

Biaya Managed VPS memang lebih mahal, tapi sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya pribadi juga menggunakan Managed VPS di penasihathosting.com.

Namun, jika Anda memutuskan untuk menggunakan shared hosting, pastikan Anda membaca panduan ini sampai habis sehingga Anda memahami apa saja kelebihan dan kekurangan masing-masing provder.

Terakhir, jika Anda memiliki pertanyaan, jangan sungkan untuk mengirimkan nya melalui contact form yang ada di halaman ini.

Willya Randika
Founder Penasihat Hosting



Bagaimana Anda Dapat Mempercayai Review Dari Penasihat Hosting?

Hingga Oktober 2020 ini, saya sudah melakukan penelitian selama 14 bulan.

Saya menghitung metrik-metrik seperti uptime, load time, load impact, dan kualitas support untuk memberikan Anda gambaran penuh tentang bagaimana performa setiap layanan hosting.

Itu artinya, tidak seperti website review hosting lainnya, saya benar-benar menggunakan data yang secara statistik dapat diukur untuk menentukan bagus atau tidak nya suatu layanan web hosting.

Proses Review Hosting di Penasihat Hosting

Secara statistik:

24

Provider hosting sudah di review dan mungkin akan terus bertambah.

12+

Bulan penelitian sudah berjalan dan insya Allah akan terus berlanjut.

Rp 80jt+

Uang yang dikeluarkan untuk mereview hosting sejauh ini.

1.000+

Pertanyaan dijawab melalui kolom komentar dan email.


Perkenalan

Sebenarnya sulit untuk membuat perbandingan apple-to-apple antara penyedia hosting yang satu dengan yang lainnya karena hosting memiliki sifat yang kompleks, sehingga sulit untuk mengurutkannya mulai dari yang terbaik hingga yang terburuk.

Tetapi, saya bisa menjelaskan mana provider yang lebih baik antara yang satu dengan yang lainnya berdasarkan hasil penelitian yang telah saya lakukan.

rangkuman hasil penelitian

Hanya ada 18 provider web hosting yang terdaftar dalam update kali ini.

Mengapa beberapa provider hilang?

Kemungkinannya sebagai berikut:

  • jika yang Anda maksud adalah perusahaan hosting besar atau yang sudah terkenal, mereka menarik diri atau menolak untuk bertasipasi lagi, 
  • Dan jika yang Anda maksud adalah perusahaan yang lebih kecil atau masih baru, maka peluangnya masih kecil untuk tampil dalam review ini atau saya masih membutuhkan waktu untuk mempertimbangkannya.

Paket Hosting yang Digunakan Dalam Penelitian

Saya membeli paket hosting termurah dari setiap provider hosting dengan minimun storage 400MB dan harga dibawah Rp 30.000/bulannya (mengacu pada harga 12 bulan).

Dan pilihan lokasi server nya di Indonesia, kecuali Hostinger yang ada di Singapore (note: karena mereka tidak memiliki server di Indonesia).

Berikut informasi harga lengkap masing-masing penyedia hosting.

Paket Hosting yang Digunakan Dalam Penelitian

PROVIDER

Harga bulanan

Harga 12 bulan

Harga 24 bulan

Harga 36 Bulan

Rp 35.000/bln

Rp 21.000/bln

Rp 21.000/bln

Rp 21.000/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 21.666,67/bln

Rp 21.666,67/bln

Rp 21.666,67/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 16.666,67/bln

Rp 16.666,67/bln

Rp 16.666,67/bln

Rp 20.000/bln

Rp 16.500/bln

Rp 16.000/bln

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

Rp 25.000/bln

Rp 20.833/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 15.000/bln

Rp 40.000/bln

Rp 45.000/bln

Rp 89.000/bln

Rp 19.900/bln

Rp 14.900/bln

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 28.900/bln

Rp 23.900/bln

Rp 10.900/bln

Rp 15.000/bln

Rp 14.166/bln

Rp 14.166/bln

Rp 13.888/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 27.083/bln

Rp 23.958/bln

Rp 22.222/bln

Rp 15.000/bln

Rp 12.000/bln

Rp 12.000/bln

Rp 10.000/bln

Rp 35.000/bln

Rp 17.910/bln

Rp 15.920/bln

Rp 14.000/bln

Rp 18.500/bln

Rp 15.750/bln

Rp 15.450/bln

Rp 15.150/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 19.900/bln

Rp 17.910/bln

Rp 14.925/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 21.225/bln

Rp 21.224/bln

Rp 10.000/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 19.900/bln

Rp 19.900/bln

Rp 19.900/bln

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 14.500/bln

Rp 14.500/bln

Rp 14.500/bln

Rp 25.000/bln

Rp 24.166,67/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

tidak ada pilihan untuk bulanan

Rp 16.583/bln

tidak ada pilihan untuk 24 bulan

tidak ada pilihan untuk 36 bulan

Keterangan:

*Paket 'Cloud Personal' pada provider Warna Host sudah tidak tersedia lagi.

Diskusi

Dari semua provider, rata-rata Anda perlu berlangganan secara 12 bulanan untuk mendapatkan harga yang lebih murah dan akan semakin murah lagi jika Anda berlangganan lebih lama, yaitu 24 bulan dan 36 bulan.

Meskipun ada beberapa provider yang harga nya cukup adil untuk berlangganan secara bulanan, yaitu DomaiNesia, Dracoola, IDCloudHost, Jagoan Hosting, Jetorbit dan Rumah Hosting.

Tips:

Saya tahu, harga adalah faktor yang mungkin menjadi pertimbangan utama Anda, tapi menurut saya, Anda tidak perlu berlangganan langsung 24 atau 36 bulan jika alasan nya hanya untuk mengejar harga yang lebih murah, karena Anda tidak akan pernah tahu apakah Anda akan selalu menyukai provider hosting yang Anda gunakan.

Plus, menurut penelitian saya selama lebih dari 12 bulan ini, tidak ada satu pun provider hosting yang stabil dalam hal kualitas. Baik itu performa uptime dan speed nya, maupun support nya.

Jadi, 12 bulan adalah waktu maksimal sehingga Anda bisa menilai apakah hosting yang Anda gunakan layak untuk digunakan kembali pada periode selanjut nya (diperpanjang). Jika tidak, Anda bisa memutuskan untuk pindah tanpa mengalami kerugian dari 12 atau 24 bulan hosting yang belum Anda gunakan.


Test #1 - Monitoring Uptime

Uptime menunjukan total waktu ketika website Anda online dan berjalan sebagaimana mestinya (tidak 'down').

Sementara downtime berarti waktu dimana website Anda offline atau tidak bisa diakses oleh pengunjung atau pelanggan potensial Anda.

Untuk mengukur uptime, saya menggunakan Pingdom.com. Anda bisa melihat data raw penelitiannya di halaman live statistics ini.

Web Host (shared)

RATA-RATA UPTIME
(seMakin besar semakin bagus)

99,91% (14 bulan monitoring)
99,90% (4 bulan)
99,90% (14 bulan)
99,90% (14 bulan)

Qwords (cPanel)

99,85% (8 bulan)
99,81% (14 bulan)
99,78% (14 bulan)
99,77% (14 bulan)
99,75% (4 bulan)
99,72% (14 bulan)
99,68% (14 bulan)

Qwords (Direct Admin)

99,64% (4 bulan)
99,64% (14 bulan)
99,44% (14 bulan)
99,38% (14 bulan)
99,32% (9 bulan)
99,24% (14 bulan)
99,13% (14 bulan)
98,43% (14 bulan)

Keterangan:

  • Score rata-rata uptime yang ideal adalah diatas 99,90% (hijau).
  • Dibawah 99,90% (merah) berarti buruk.

Statistik Monitoring Uptime

4/18

Hanya ada 4 provider dengan rata-rata uptime diatas 99,90%

99,58%

Rata-rata uptime dari 18 provider

99,90%

Rata-rata uptime terbaik

98,43%

Rata-rata uptime terburuk

Diskusi

Hampir semua penyedia web hosting diatas menggaransi uptime 99,90%, tapi faktanya hanya ada empat yang berhasil mempertahankan server nya tetap online dalam waktu yang ideal (berita buruk bagi dunia hosting lokal, bukan?)

Dari hasil penelitian dalam 14 bulan terakhir ini, ternyata hanya ArdHosting, Jetorbit, DomaiNesia dan Niagahoster yang paling stabil dengan rata-rata uptime diatas 99,90%.

Tahukah Anda?

Score 99,00% dalam waktu uptime adalah score yang sangat buruk.

Rata-rata uptime 99,00% menunjukan bahwa website Anda akan mengalami downtime selama 7 jam 18 menit dan 17,5 detik dalam 1 bulan.

Bisa dibayangkan berapa banyak potensi pendapatan yang hilang karena website Anda tidak bisa diakses?

Maka memilih web hosting dengan rata-rata uptime yang bagus menjadi faktor pertama yang harus Anda pertimbangkan.


Test #2 - Monitoring Page Laod Time

Page load time menunjukan waktu yang dibutuhkan server hosting untuk memuat halaman website. 

Dampaknya jika website Anda lambat, juga langsung berpengaruh kepada traffic dan pendapatan Anda.

Faktanya, orang-orang tidak mau menunggu lebih dari 2 detik hingga website termuat.

Test Monitoring Speed

Untuk mengukur kecepatan masing-masing web host, saya menggunakan alat monitoring Site24x7 dengan lokasi server test di Singapore.

Kenapa saya tidak lagi menggunakan server Jakarta untuk memonitoring page load time (speed)?

  1. Jarak yang sangat pendek antara web server monitoring dengan web server hosting. Ideal nya untuk mengukur kecepatan, web server monitoring memiliki jarak yang agak jauh supaya hasil data nya lebih adil dan akurat.

  2. Web server Jakarta yang digunakan oleh Site24x7 mengalami masalah sejak bulan November 2019 lalu dan belum selesai diperbaiki (masalah high load pada server sehingga menyebabkan waktu response menjadi tinggi, akibatnya data yang di sajikan menjadi kurang akurat). 

Web Host (shared)

RATA-RATA Load time

(seMakin kecil/rendah semakin bagus)

 0,789 Detik (13 bulan)
0,809 Detik (13 bulan)
0,812 Detik (13 bulan)

Qwords (cPanel)

0,862 Detik (8 bulan)
0,978 Detik (13 bulan)
1,070 Detik (4 bulan)
1,070 Detik (13 bulan)
1,080 Detik (13 bulan)
1,090 Detik (13 bulan)
1,200 Detik (8 bulan)
1,210 Detik (4 bulan)
1,240 Detik (13 bulan)
1,330 Detik (9 bulan)
1,350 Detik (13 bulan)
1,390 Detik (13 bulan)
1,460 Detik (13 bulan)
1,470 Detik (13 bulan)
1,800 Detik (13 bulan)

Qwords (Direct Admin)

1,980 Detik (4 bulan)

Keterangan:

  • Score rata-rata load time yang ideal adalah dibawah 1,000 detik (hijau).
  • Dibawah 1 detik (merah) berarti buruk.
  • (xx bulan) menunjukan lama/waktu monitoring sudah berjalan. Jika kurang dari 13 bulan, maka artinya dilakukan monitoring ulang. Monitoring ulang dilakukan karena sebab tertentu. 

Statistik Load Time

5

Hanya ada 5 provider dengan rata-rata load time dibawah 1 detik.

1,210 Detik

Rata-rata load time dari 19 provider

0,789 Detik

Rata-rata load time tercepat (Nigahoster)

1,980 Detik

Rata-rata load time terlambat (Qwords dengan control panel Direct Admin)

Diskusi

Memilih hosting dengan rata-rata uptime yang bagus saja tidak cukup, Anda juga memerlukan hosting terbaik dengan konfigurasi server yang bagus, yang tentunya memiliki kecepatan yang cepat guna menunjang aktifitas bisnis Anda.

Rekomendasi dari hasil pengujian saya adalah dibawah 1 detik.

Dan ada 5 penyedia hosting yang mampu menjaga kecepatannya stabil dibawah 1 detik dalam 8 - 13 bulan terakhir ini, yaitu Niagahoster, Jagoan Hosting, Dapur Hosting, Qwords (dengan control panel cPanel) dan Dracoola.

Tahukah Anda?

Hosting adalah salah satu yang paling berdampak besar pada kecepatan website.

Karena pada saat seseorang mengunjungi website Anda, informasi kunjungan tersebut dikirim dari hard drive penyedia hosting ke browser pengunjung Anda. Ini adalah hambatan pertama yang ditemui.

Akibatnya jika Anda memilih hosting yang lambat adalah apapun cara optimasi yang Anda lakukan tidak akan berpengaruh banyak, karena penyedia hosting Anda hanya dapat memberikan kecepatan pada batasan tertentu saja.


Test #3 - Load Impact

Pada test ke #2, Anda sudah melihat hasil pengukuran page load time (speed) dari masing-masing penyedia hosting.

Pengukuran dalam test ke #2 dilakukan setiap 15 menit sekali. Artinya alat monitoring melakukan pengetesan page load time (speed) dalam interval 15 menit dengan 1x request.

Test Load Impact

Pertanyaannya:

Bagaimana jika terjadi banyak request, seperti tiba-tiba website Anda menerima banyak pengunjung. Misalnya ada 10, 20 atau 50 pengunjung yang online secara bersamaan dalam kurun waktu tertentu.

Idealnya, Anda ingin kecepatan website Anda sama cepatnya baik ketika pengunjung pertama datang maupun ketika pengunjung misalnya ke-10 atau ke-25 datang, bukan?

Nah, disinilah tugas Load Impact.

Pada test ini, saya mencoba mengirimkan 10 virtual user yang akan menjelajahi semua website test, dengan begitu Anda bisa melihat bagaimana response setiap server dalam meng-handle 10 virtual user yang masuk:

Apakah response server tetap stabil ataukah semakin melambat seiring bertambahnya jumlah virtual user.

Rangkuman nya dalam tabel dibawah ini:

PROVIDER

ERROR

REQUEST MADE (HIgher is Better)

AVG. RESPONSE TIME
(Lower is Better)

ISSUE

0

4618 Reqs

167.48 ms

-

0

4350 Reqs

118.76 ms

-

0

4098 Reqs

187.43 ms

-

0

4058 Reqs

199.49 ms

-

0

3900 reqs

248.14 ms

-

0

3569 reqs

364.8 ms

-

0

3931 reqs

238.53 ms

-

0

3914 reqs

243.24 ms

-

0

2852 reqs

708.53 ms

-

0

2062 reqs

1364.92 ms

-

0

4188 reqs

162.27 ms

Throughput limit

0

2145 reqs

1257.27 ms

Throughput limit

0

2023 reqs

1409.42 ms

Throughput limit

WarnaHost (Direct Admin)

0

1976 reqs

1467.97 ms

Throughput limit

0

1829 reqs

1666.37 ms

Throughput limit

0

1814 reqs

1690.55ms

-

Qwords (cPanel)

0

1096 reqs

3456.75ms

Throughput limit

0

1078 reqs

3531.49ms

Throughput limit

Qwords (Direct Admin)

0

656 reqs

6468.69 ms

-

Keterangan:

  • Request made (lebih besar lebih bagus)
  • Avg. Response Times (lebih kecil lebih bagus)

Statistik Load Impact

11/18 Provider

Berhasil menyelesaikan test dengan stabil dan tanpa ada masalah performance

2972 Request

Rata-rata request made dari 18 provider

1,026 Detik

Rata-rata waktu response dari 18 provider

0 Error

Tidak ada error terjadi pada saat test berlangsung

Diskusi

Saya sudah melakukan berbagai test mulai dari 10, 15, 25 hingga 50 virtual user sebelumnya dan saya mengambil kesimpulan bahwa rata-rata shared hosting hanya mampu handle sekitar 10-15 virtual user atau concurrent user secara bersamaan.

Lebih dari itu, Anda membutuhkan hosting dengan spesifikasi yang lebih besar lagi, seperti VPS atau Dedicated Hosting.

Dan dari 18 provider yang saya uji,11 dari18 provider behasil menyelesaikan test tanpa ada masalah performance (seperti Throughput limit).

Kemudian 4 dari 18 provider berhasil mencatatkan rata-rata response times dibawah 200ms yang mana sangat bagus karena Google merekomendasikan response times dibawah 200ms, yaitu Niagahoster, DomaiNesia, Masterweb dan Dracoola Multimedia.


Test #4 - Technical Support

Uptime dan speed adalah dua hal.

Tetapi kualitas support dari penyedia hosting adalah satu hal lainnya.

Hanya dengan support yang baik, bahkan pemula sekalipun akan memberikan testimonial yang positif, meski tidak mengetahui seberapa baik uptime dan speed dari hosting yang mereka gunakan.

Maksud saya, mereka bisa dengan mudah mengatakan ini hosting terbaik hanya karena menerima layanan support yang baik.

test support

Idealnya adalah penyedia hosting harus melayani klien selama 24/7. 

Alasannya sederhana;

  • Pertama, Anda tidak akan pernah tahu kapan website Anda kena masalah.
  • Kedua, bagaimana jika di hari libur penyedia hosting tidak membuka layanannya? Atau di tengah malam?

Tentu, Anda akan kehilangan potensi pendapatan yang akan Anda terima pada saat website Anda tidak bisa diakses.

(Lagi-lagi soal duit)

Saya pribadi ragu memilih penyedia web hosting tanpa adanya dukungan pelanggan selama 24/7.

Dan yang menjadi poin plus adalah support harus dilayani via LIVE CHAT, bukan melalui ticket dan email yang umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapat respons.

Nah, untuk mengetahui seberapa baik support dari 18 provider hosting yang saya review, maka saya melakukan sebuah pengujian sederhana.

Secara singkat, saya dengan sengaja membuat error establishing a database connection pada semua website test. Kemudian, saya meminta bantuan technical support dari masing-masing provider untuk dapat memperbaiki website test agar kembali normal.

Dan pada tabel dibawah ini, Anda akan melihat berapa lama waktu penyelesaian dari masing-masing provider dan saya juga memberikan rating berdasarkan pengalaman test ini.

Web Host (shared)

durasi penyelesaian

KETERSEDIAAN

EDITOR RATING

3 menit

24/7
(ticket)

4 menit

24/7
(ticket)

5 menit

24/7
(ticket)

5 menit

24/7
(ticket)

5 menit

24/7
(ticket dan phone)

5 menit

24/7
(ticket)

8 menit

24/7
(ticket, email, telephone, live chat, dan WhatsApp)

10 menit

24/7
(ticket dan email)

11 menit

24/7
(ticket, live chat dan phone)

11 menit

24/7
(email dan telephone)

12 menit

24/7
(Live chat, Whatsaap, Messenger, Telegram, DM Twitter, phone, Skype)

14 menit

24/7
(ticket)

17 menit

24/7
(live chat)

21 menit

24/7
(ticket, email, phone, live chat, dan WhatsApp)

34 menit

24/7
(ticket)

Kurang lebih 1 jam

24/7
(live chat, email dan telephone)

1 jam 23 menit

24/7
(ticket)

1 Jam 35 menit

24/7
(live chat)

Diskusi

Menurut saya, durasi ideal yang dibutuhkan untuk menyelesaikan error establishing a database connection pada website WordPress adalah di bawah 10 menit.

Karena memang untuk memperbaiki nya sangat mudah. Bahkan technical support yang masih junior atau masih baru pun bisa melakukan nya.

Ada tujuh provider hosting yang bisa menyelesaikan masalah nya dibawah 10 menit, yaitu Jetorbit, Dracoola, Dapur Hosting, Qwords, Warna Host, ArdetaMedia dan Masterweb.

Sebagian besar provider hosting langsung memperbaiki error tanpa perlu bertanya terlebih dahulu tentang aktivitas yang saya lakukan hingga error terjadi, kecuali Indowebsite dan JogjaHost.

Yang paling buruk adalah Niagahoster, IDwebhost dan Exabytes.

  • Niagahoster: Alih-alih berinisiatif untuk memperbaiki error, mereka hanya memberikan sebuah link ke panduan yang telah mereka tulis untuk mengatasi error tersebut. Tetapi, setelah saya meminta, mereka mau memperbaiki nya. Hanya saja, durasi penyelesaian nya sangat lama, yaitu 1 jam dan 35 menit.
  • IDwebhost: Karena durasi penyelesaian nya yang lama, yaitu kurang lebih 1 jam
  • Exabytes Indonesia: Karena durasi penyelesaian nya lama, yaitu 1 jam dan 23 menit

Lama nya waktu penyelesaian bisa karena beberapa hal, tapi yang paling mungkin adalah karena biasanya dilayani berdasarkan nomor antrian.

Ngomong-ngomong, WarnaHost meminta izin terlebih dahulu (dan satu-satunya yang meminta izin) untuk masuk ke control panel. Mereka memiliki adab yang bagus. karena menjaga privasi konsumen. Jadi, poin plus buat Warna Hosting


Informasi Penting Tentang Garansi Hosting

Karena web hosting bukanlah produk fisik yang bisa Anda pegang atau Anda rasakan sebelum membelinya.

Maka garansi diperlukan untuk melindungi Anda sebagai konsumen just in case layanan hosting yang digunakan mengecewakan atau tidak sesuai dengan ekspektasi.

Standar garansi dalam industri web hosting adalah 30 hari.

tentang garansi hosting
Idealnya adalah garansi diberikan tanpa syarat apapun. Konsumen dapat mengklaim garansi jika tidak puas dengan layanan hosting yang digunakannya. Apapun sebabnya bahkan jika tanpa sebab sekalipun dan provider hosting tidak perlu menanyakan alasan/sebab nya (no question aksed).

Jadi, garansi hosting yang baik menurut saya harus mencakup hal-hal berikut:

  • Periode garansi minimal nya adalah 30 hari
  • Konsumen bisa mengklaim garansi apapun alasan nya, bahkan jika tanpa sebab sekalipun
  • Tidak ada syarat atau ketentuan apapun
  • Poin plus nya jika proses refund dapat selesai kurang dari 7 hari kerja

Beberapa perusahaan hosting terbaik di dunia saat ini, seperti SiteGround, A2 Hosting dan FastComet juga memiliki tiga atau empat poin diatas.

Penasaran provider lokal mana saja yang juga seperti itu? Selengkapnya dalam tabel dibawah ini:

PROVIDER

PERIODE garansi

KETERANGAN

30 hari tanpa syarat
(baca ketentuan)

Tidak memerlukan alasan pembatalan

30 hari tanpa syarat
(baca ketentuan)

Tidak memerlukan alasan pembatalan

30 hari tanpa syarat
(baca ketentuan)

Tidak memerlukan alasan pembatalan

30 hari tanpa syarat
(baca ketentuan)

Tidak memerlukan alasan pembatalan

30 hari tanpa syarat
(baca ketentuan)

Mungkin memerlukan alasan pembatalan

30 hari tanpa syarat
(baca ketentuan)

Mungkin memerlukan alasan pembatalan

10 hari dengan syarat tertentu
(baca ketentuan)

Tidak memerlukan alasan pembatalan

Memerlukan alasan pembatalan

60 hari dengan syarat tertentu
(baca ketentuan)

Memerlukan alasan pembatalan

30 hari "tanpa syarat"
(tidak dijelaskan)

Memerlukan alasan pembatalan

30 hari dengan syarat tertentu
(baca ketentuan)

Memerlukan alasan pembatalan

30 hari dengan syarat tertentu
(baca ketentuan)

Memerlukan alasan pembatalan

14 hari dengan syarat tertentu
(tidak dijelaskan)

Memerlukan alasan pembatalan

10 hari dengan syarat tertentu
(tidak dijelaskan)

Memerlukan alasan pembatalan

7 hari dengan syarat tertentu
(baca ketentuan)

Memerlukan alasan pembatalan

30 hari dengan syarat yang ketat
(baca ketentuan)

Aturan garansi nya sangat ketat = tidak ada garansi

30 hari dengan syarat yang ketat
(baca ketentuan)

Aturan garansi nya sangat ketat = tidak ada garansi

Tidak ada garansi

-

Tidak ada garansi

-

Statistik Garansi

6 Provider

Memberikan garansi yang adil dan memang sudah seharunya.
(ArdetaMedia, Jogja Host, Niagahoster dan Hostinger, WarnaHost dan Dapur Hosting)

5 Provider

Memberikan garansi minimal 30 hari tapi dengan syarat tertentu
(Exabytes, Rumah Hosting, IDwebhost, Jagoan Hosting dan Indowebsite)

4 Provider

Memberikan garansi di bawah 30 hari, bahkan dengan syarat-syarat tertentu.
(DomaiNesia, Dracoola, IDCloudHost dan ArdHosting)

4 Provider

Tidak percaya diri memberikan garansi atau memberikan syarat yang sangat ketat.
(Jetorbit, Qwords, Rumahweb dan Masterweb)

Diskusi

Pada update kali ini, saya senang bahwa ada penambahan dua provider baru yang merubah aturan garansi nya menjadi lebih baik, yaitu WarnaHost (sebelumnya hanya 15 hari, menjadi 30 hari tanpa syarat) dan Dapur Hosting (30 hari dengan syarat tertentu menjadi 30 hari tanpa syarat).

Tetapi, mereka sepertinya mungkin akan tetap menanyakan alasan mengapa Anda membatalkan hosting Anda.

Adapun ArdetaMedia, JogjaHost, Niagahoster dan Hostinger tidak memerlukan alasan pembatalan. Saya sudah konfirmasi melalui customer support ke empat provider ini.

Catatan khusus untuk provider IDwebhost:

Mereka mengatakan bahwa garansi yang diberikan adalah 30 hari "tanpa syarat", tetapi tidak di jelaskan maksud tanpa syarat disini seperti apa. Ternyata setelah saya tanyakan langsung, maksud tanpa syarat disini adalah tanpa potongan dari sisa hosting yang sudah di gunakan. Artinya garansi full refund. Namun, mengenai ketentuan garansi nya tidak dijelaskan.

Tentang Garansi di Jetorbit dan Qwords

Sebenarnya Jetorbit dan Qwords memberikan garansi selama 30 hari. Tapi setelah saya membaca ketentuannya, ternyata mereka memiliki aturan yang sangat ketat.

Dimana untuk Jetorbit, garansi hanya berlaku apabila website Anda mengalami downtime selama 7 jam 18 menit dan 17,5 detik atau uptime kurang dari 99% dalam 30 hari pertama yang dimonitoring menggunakan UptimeRobot.com.

Sedangkan untuk Qwords, garansi hosting hanya untuk hosting yang belum aktif saja. Artinya, apabila hosting sudah Anda bayar, kemudian aktif dan Anda gunakan, maka seketika itu garansi hangus.

Jadi, saya mengambil kesimpulan bahwa kedua provider ini tidak berniat baik atau tidak percaya diri memberikan garansi hosting kepada konsumen.


Syarat Menggunakan Kode Kupon PENASIHATHOSTING

  • Niagahoster: Minimal berlangganan paket 'Pelajar' selama 12 bulan
  • DomaiNesia: Diskon berlaku perpanjangan (recurring) dan berlaku untuk paket apa saja dengan durasi billing berapapun
  • Jetorbit: Minimal berlangganan paket Venus selama 12 bulan
  • IDCloudHost: Paket cloud hosting dengan durasi billing berapapun
  • Jagoan Hosting: Seluruh paket Cloud Hosting ID dengan billing cycle minimal 3 bulan (kecuali paket superstar 3 tahun) dan seluruh paket Epic Hosting dengan billing cycle minimal 1 bulan


Pertanyaan-pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu shared hosting?

Sesuai dengan namanya, shared hosting adalah sebuah layanan hosting dimana account hosting Anda akan ditempatkan dalam satu server yang sama bersama-sama dengan account hosting lainnya.

Shared hosting adalah tipe hosting yang paling populer, karena selain merupakan pilihan yang tepat buat pemula, juga menawarkan harga hosting yang murah.

Kelebihan lainnya adalah Anda tidak perlu repot-repot melakukan perawatan teknis pada server, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab si penyedia hosting yang bersangkutan. Itu artinya Anda bisa fokus mengurus website Anda saja.

Yang perlu diketahui adalah shared hosting memiliki sumber daya yang terbatas, karena seperti yang saya jelaskan diawal, di shared hosting Anda berbagi dalam satu server yang sama.

Itu artinya, jika ada salah satu dari pengguna server menggunakan terlalu banyak sumber daya, seperti menerima traffic yang tinggi atau ada yang melakukan spamming email maka akan berpengaruh ke website Anda. Akibat nya adalah website Anda bisa ikutan berkurang performa nya atau bahkan mengalami down.

Apa perbedaan shared hosting dengan virtual private server (VPS)?

VPS masih mirip dengan shared hosting, Anda masih berbagi dalam satu server yang sama.


Hanya saja Anda mendapatkan sumber daya yang lebih besar dan pasti ukurannya, baik CPU, RAM, disk space maupun bandwidthnya, tanpa di bagi-bagi dengan pengguna lain nya. Ibarat nya Anda sedang menyewa sebuah kamar khusus/private room dari sebuah ruangan yang luas (ruangan diartikan sebagai server).


VPS terbagi menjadi dua, ada yang unmanaged VPS dan ada yang managed VPS. UnManaged VPS berarti VPS yang Anda sewa, Anda sendiri yang mengurus nya. Pihak hosting tidak berkewajiban memberikan support kepada Anda. Sedangkan managed VPS berarti VPS yang Anda sewa, pihak hosting lah yang mengelola nya, sama seperti pada shared hosting.

Apa itu cloud hosting?

Cloud hosting adalah salah satu kemajuan terbaru di bidang teknologi web hosting. Dengan cloud hosting, memungkinkan beberapa server virtual di tempatkan di atas ('awan') beberapa tumpukan server fisik.


Itu artinya, beberapa tumpukan server fisik tersebut terkumpul secara terpusat mirip seperti pada konsep cluster. Bahkan mereka akan bekerja bersama-sama dalam menjalankan tugas. Misalnya, jika salah satu server mati, maka akan di gantikan dengan server lainnya yang masih aktif. Ini membuat sistem bisa terus berjalan dan downtime tidak terjadi. 


Kosep nya sangat berbeda dengan teknolgi tradisional yang masih menggunakan satu server fisik saja dimana jika server mati maka matilah sistem.


Tujuan nya memang untuk meningkatkan performa server secara keseluruhan. Uptime meningkat, dan load time pun menjadi lebih cepat.

Apa perbedaan shared hosting dengan cloud hosting?

Cloud hosting bukanlah sebuah tipe produk, melainkan sebuah teknologi atau biasa juga disebut juga sebuah lingkungan. Sementara shared hosting, VPS dan dedicated hosting, maka itulah yang dinamakan tipe produk atau tipe web hosting.


Beberapa provider lokal banyak yang sudah menggunakan teknologi cloud hosting, sebut saja IDCloudHost, Indowebsite, dan DomaiNesia. Tapi yang perlu Anda perhatikan adalah tipe web hosting nya, apakah itu shared, VPS atau dedicated.


Tetapi, biasanya provider hosting hanya menyebutnya sebagai cloud hosting saja. Jika tidak disebutkan, maka kemungkinan besar tipe hosting nya adalah shared. Jadi, menurut saya lebih tepat nya dinamakan sebagai Shared Hosting on The Cloud. Kalau sudah menggunakan SSD, maka namanya menjadi SSD Shared Hosting on The Cloud.

Apakah storage dan bandwidth unlimited benar-benar unlimited?

Secara teknis mustahil untuk mendapatkan bandwidth yang unlimited, karena dalam prakteknya bandwidth yang unlimited pasti memiliki ketentuan-ketentuan.

Anda bisa mendapatkan peringatan dari provider hosting Anda ketika menggunakan terlalu banyak sumber daya.

Dari sekian banyak ketentuan yang saya perhatikan ada istilah yang namanya more bandwidth than you’ll ever use. Maksudnya adalah bandwidthnya pasti ada batasan nya.

Namun jika Anda sedang membangun website baru atau website Anda belum menerima banyak pengunjung, persoalan bandwidth ini tidak akan membuat Anda pusing, karena belum membutuhkan resource yang banyak.


Tetapi, jika Anda berencana untuk menyimpan data yang banyak, katakanlah 100GB, 200GB, maka saya pikir ini tidak bisa di lakukan di lingkungan shared hosting. Anda memerlukan hosting dengan sumber daya yang pasti, seperti pada VPS.

Berapa traffic yang direkomendasikan di shared hosting?

Tergantung dari spesifikasi atau paket yang Anda pilih, tapi menurut saya, shared hosting hanya akan stabil performa nya untuk blog atau website dengan traffic low to medium (biasanya yang kurang dari 25.000/bulan nya).


Angka 25.000 bukanlah sebuah tolak ukur, pastikan Anda selalu memeriksa penggunaan resources (CPU, RAM, I/O, dll) pada cPanel hosting Anda.


Saya tidak mengatakan bahwa shared hosting tidak mampu menampung tingkat kunjungan di atas itu, tapi performa nya tentu saja akan berbeda.


Kalau Anda benar-benar serius di bisnis online Anda, Anda perlu upgrade ke VPS. Bahkan juga tidak ada salah nya Anda langsung memilih VPS sedari awal memulai.

Apakah website e-larning bisa berjalan baik di lingkungan shared hosting?

Tidak.


Berdasarkan penelitian saya, shared hosting hanya mampu meng-handle rata-rata sekitar 10 virtual user secara bersamaan dalam satu waktu.


Anda membutuhkan VPS dengan spesifikasi tertentu sesuai kebutuhan Anda. Saya menyarankan Anda untuk mengkonsultasikan nya kepada provider hosting yang Anda pilih.


Informasi Lainnya yang perlu Anda ketahui

  • Ada beberapa provider yang karena alasan tertentu saya lakukan review atau monitoring ulang sehingga rentang data penelitian nya lebih pendek, seperti ArdHosting, ArdetaMedia, Qwords Direct Admin (4 bulan), Qwords cPanel (8 bulan), dan Hostinger Indonesia (9 bulan). 
  • Semua paket hosting yang saya beli lokasi server nya ada di Indonesia, tetapi khusus Hostinger Indonesia ada di server Singapore, karena mereka memang tidak memiliki server di Indonesia. 
  • Qwords menawarkan dua control panel yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan, yaitu Direct Admin dan cPanel. Saya mereview keduanya dalam review ini. Itu sebab nya Anda melihat ada dua tipe produk Qwords.
  • Warna Host saat ini juga menawarkan dua control panel yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Tetapi, saya baru review yang menggunakan Direct Admin. Saya akan review yang menggunakan cPanel mungkin pada update selanjut nya.


  • Terimakasih banyak reviewnya, penjelasan yang sangat lengkap, tentang kekurangan dan kelebihan hosting, sangat membantu saya yang sedang mencari hosting terbaik. Pasti ketika sudah memilih saya akan pakai kode referalnya… Sekali terimakasih.

  • malam, boleh saya meminta nasihat untuk hosting diluar yang sudah direview. Saya ingin bertanya mengenai dobelhost.com, at least apakah benar-benar legit atau bagaimana, tidak sampai pada performa. Rencananya akan saya terapkan untuk website saya. Terimakasih

    • Mohon maaf mas Ivan, saya tidak berani memberikan saran diluar provider hosting yang saya review. Bukan karena saya tidak tahu bagaimana performanya, tapi karena saya belum pernah coba beli jadi saya tidak tahu legit atau tidak. Jadi, paling aman bagi saya bilang tidak tahu.

  • Terima kasih atas informasinya, sangat membantu. Mohon izin saran hosting yang paling sesuai dengan kebutuhan saya dengan harga yang pantas (harga dan kualitas seimbang demi menunjang kebutuhan saya), saya memerlukan hosting hanya untuk keperluan praktikum perkuliahan e-learning. Rata-rata teman seangkatan saya menggunakan dewa web akan tetapi saya terlambat sudah keburu ditarik duluan review penasihat hosting terhadap dewa web hehehe. Sehingga sangat diharapkan bantuannya, karena sekedar keperluan perkuliahan maunya sih yang paling murah tapi tetap menunjang dan stabil, tapi kalau lebih mahal nggak masalah yang penting harganya pantas sesuai kualitas yang dibutuhkan :D.

    Setelah membaca review penasihat hosting (yang lebih advance dari pengetahuan saya, sehingga hanya bisa memahami seadanya) dan membandingkan harga, saya mempertimbangkan domainesia, jetorbit, dan dewa web (tidak ada review dari penasihat hosting tapi teman dan kakak tingkat menggunakan dewa web).

    Terima kasih atas semua bantuannya

    • Saya lebih merekomendasikan DomaiNesia.
      Adapun Dewaweb, saya tidak tahu bagaimana performa nya karena sudah tidak masuk daftar review Penasihat Hosting sejak tahun lalu.

  • Terima kasih atas informasi, advise dan ilmu terkait lainnya (ini tentang hosting dan penyedianya kan ya ?, dan khususnya di Indonesia ya ?). Bagi ‘kulikers’ seperti saya yang awam, tentu ini menjadi kuliah singkat yang padat dan ‘nendang’ dalam memahami hosting dan penyedia layanannya. Semoga Penasihathosting.com dapat melakukan uji secara periodik (semeteran/tahunan/dwitahunan/lainnya) dan tetap subjektif (atas hasil pengujiannya). Dan semoga penyedia hosting dapat menjadikan tools untuk tetap terus melakukan perbaikan dalam pemberian layanannya.

  • {"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
    >