Review DomaiNesia

Performance nya bagus (uptime stabil dan speed yang cukup cepat) + ditunjang dengan support yang dapat diandalkan

WIllya-Randika

By Willya Randika / Hosting Reviewer
Last Updated: November 10, 2021 / 157 Komentar


Pengungkapan: Support Anda membantu website ini terus berjalan. Saya menggunakan link affiliasi, dimana saya akan menerima komisi sebesar 25% dari pembelian hosting Anda tanpa ada biaya tambahan dibebankan kepada Anda. Terima kasih atas support Anda. Baca lebih lengkap...

DomaiNesia bukanlah pemain baru dalam industri web hosting tanah air.

Mereka sudah berdiri sejak tahun 2009 dan telah melayani lebih dari 50.000 pelanggan dari seluruh penjuru Indonesia dan mancanegara.

Mungkin sebagian besar dari Anda juga sudah mengenalnya.

Homepage Domainesia (New)

Perusahaan yang berkantor pusat di Sleman, Yogyakarta ini menawarkan 5 pilihan data center yang bebas Anda pilih tanpa ada perbedaan biaya, yaitu Jakarta, Singapore, Tokyo, Dallas dan London.

Penawaran harga hosting nya pun termasuk paling affordable jika saya bandingkan dengan ke-21 web hosting Indonesia lainnya, jika Anda mengetahui bahwa DomaiNesia ternyata sudah mengimplementasikan teknologi cloud hosting dan Enterprise-grade NVMe SSD di semua paket hosting nya.

Dan secara teori, provider hosting yang sudah menggunakan teknologi cloud dan menggunakan NVMe seharusnya mampu menyajikan load time atau speed yang lebih cepat daripada yang masih tradisonal.

Nah:

  • Apakah DomaiNesia memiliki load time yang lebih cepat daripada pesaingnya?
  • Dan bagaimana dengan kestabilan uptimenya?
  • Kemudian supportnya?

Itu semua adalah pertanyaan bernilai puluhan juta rupiah.

Tapi Anda tidak perlu khawatir, karena saya sudah sudah membeli paket Hosting 'Extra' DomaiNesia dan meneliti nya selama 25 bulan terakhir untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Semua akan saya rangkum secara lengkap dalam review DomaiNesia ini.

Rangkuman Hasil Penelitian

Penelitian telah berjalan selama 25 bulan yang dimulai dari tangal 1 Agustus 2019.

RATING KAMI

4,1/5

SAMPLE:

Paket Hosting 'Extra'

WEBSITE TEST:

www.phproject-dn.com (Shared Cloud Hosting)

UPTIME SCORE:

99,95% (3 Juni 2020 - 31 Agustus 2021)

SPEED (TTFB):

371 ms (September 2021)

LOAD IMPACT 10 VU:

1925 ms (September 2021)

SUPPORT RATING:

Rating: 5/5 (Tersedia via email dan phone)

HARGA:

GARANSI:

20 hari tanpa syarat

Alternatif Terbaik Selain DomaiNesia

Alternatif shared hosting terbaik

Review WarnaHost

Pilihan hosting dengan harga termurah, tapi dengan performa yang cukup baik

Jika Anda menginginkan harga hosting yang murah, semurah Rp 125.000/tahun. Tapi tetap menginginkan hosting yang reliable dengan dukungan layanan support baik, maka Anda perlu mempertimbangkan WarnaHost cPanel.

Pilihan Upgrade Terbaik

Alternatif terbaik buat Anda yang tidak bisa mengelola server VPS sendiri

Ingin upgrade ke VPS seperti Digital Ocean, Linode, Vultr, UpCloud, Google Cloud dan lainnya tapi tidak bisa mengelolanya sendiri? Coba RunCloud. Mengelola hosting hampir sama mudahnya seperti mengelola hosting di cPanel.

Kelebihan Menggunakan DomaiNesia

1. Rata-rata Uptime yang Cukup Stabil (99,95%)

Hanya ada lima provider yang mampu menjaga server nya tetap stabil dengan score minimal 99,90% dan DomaiNesia adalah salah satunya.

Rata-rata uptime nya cukup mengesankan dengan score 99,95%. Score ini adalah yang terbaik ke #2 dari 22 provider yang saya uji.

Berikut rinican rata-rata uptime DomaiNesia dari bulan ke bulan:

BULAN

RATA-RATA UPTIME

DURASI DOWNTIME

JUMLAH DOWNTIME

Agustus 2019

99,69%

2 Jam

30x

September 2019

99,82%

1 Jam

35x

Oktober 2019

99,98%

8 Menit

8x

November 2019

99,95%

23 Menit

20x

Desember 2019

99,72%

2 Jam

30x

Januari 2020

99,94%

28 Menit

24x

Februari 2020

99,97%

12 Menit

9x

Maret 2020

99,98%

7 Menit

5x

April 2020

99,94%

27 Menit

5x

Mei 2020

99,86%

1 Jam

4x

Juni 2020

99,78%

2 Jam

66x

Juli 2020

99,97%

14 Menit

3x

Agustus 2020

99,96%

17 Menit

6x

September 2020

100%

-

-

Oktober 2020

99,84%

1 Jam

3x

November 2020

99,93%

32 Menit

12x

Desember 2020

99,96%

20 Menit

8x

Januari 2021

99,97%

12 Menit

6x

Februari 2021

99,93%

28 Menit

10x

Maret 2021

>99,99%

2 Menit

2x

April 2021

99,99%

4 Menit

1x

Mei 2021

99,99%

4 Menit

2x

Juni 2021

Tidak ada data*

Juli 2021

99,98%

7 Menit

1x

Agustus 2021

>99,99%

2 Menit

1x

*Karena keterlambatan dalam memperpanjang hosting DomaiNesia di bulan Juni 2021, maka data monitoring uptime nya menjadi terhenti. Itu sebabnya tidak ada data monitoring pada bulan Juni 2021. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya.

Saya cukup terkesan dengan perkembangan DomaiNesia dalam tahun 2021 ini karena rata-rata uptime mereka hampir sempurna. Sejujurnya score 99,99% itu tidak mudah dicapai jika melihat hasil studi kasus rata-rata uptime tahun 2020 dari 18 provider hosting Indonesia yang kami review.

2. Hosting Dengan Speed yang Diatas Rata-rata

Kecepatan website adalah faktor kedua yang harus Anda pertimbangkan setelah uptime.

Meskipun uptime server stabil atau jarang down, tetapi jika servernya tidak responsive atau lambat, maka sama saja bohong. Untuk menunjang aktifitas bisnis, Anda membutuhkan keduanya (server yang stabil dan cepat).

Dalam penelusuran, saya menemukan spesifikasi server shared cloud hosting yang digunakan DomaiNesia adalah sebagai berikut:

Web Server: Nginx
Storage: NVMe SSD
CPU Model: Intel Xeon E5-2680v3
RAM Fisik: DDR4 ECC 2133Mhz
Control panel: cPanel

Jika dibandingkan dari 21 provider lainnya, saya menilai bahwa spesifikasi server DomaiNesia cukup bagus, meski bukan yang memiliki power tertinggi dari sisi hardware.

Kelebihannya adalah mereka telah menggunakan NVMe SSD pada storagenya. Ini adalah poin plus, karena dari 22 paket shared hosting murah yang saya teliti, baru DomaiNesia saja yang menggunakan NVMe SSD.

Kemudian, mereka masih menggunakan Nginx yang menurut banyak benchmark lebih lambat dari LiteSpeed.

wordpress-performance-server
Saya tidak mengatakan bahwa provider yang menggunakan LiteSpeed akan pasti lebih cepat dari yang menggunakan Nginx. Ada banyak faktor lain yang mempengaruhi, tapi kita sedang membandingkan kecepatan server saat ini.

Saya penasaran mengapa mereka masih setia menggunakan Nginx, maka saya menanyakannya langsung ke mas Willih Angga, selaku Director of Operations di DomaiNesia.

Beliau mengatakan bahwa:

Tentang Nginx di DomaiNesia

Mengapa saya pensaran? 


Karena modern shared hosting saat ini menurut saya seharusnya sudah menggunakan LiteSpeed Web Server. LiteSpeed ini jika dikombinasikan dengan LiteSpeed Cache akan menjadi speed booster. Apalagi LiteSpeed Cache sudah mendukung berbagai CMS, seperti WordPress, Joomla, Prestashop, Laravel, Drupal, dan Magento.


Jadi, saya pikir merupakan pilihan yang paling aman, tepat dan akan disukai banyak pengguna untuk kedepannya, terutama pengguna WordPress jika menggunakan LiteSpeed.


Saya pribadi menggunakan LiteSpeed Sever + LSCache di semua website yang saya miliki. Terutama ketika mereka merilis version 4.0 dan memperkenalkan fitur "Guest Mode" yang secara singkat (saya tidak dapat menjelaskan secara detail disini), dapat memperbaiki score Core Web Vital, yang mana bagus untuk SEO.


Tetapi, seperti yang mas Willih Angga katakan, Nginx memiliki fleksibilitas, dan mereka banyak melakukan performance tuning yang dapat membuat performa lebih bagus dan dapat mengimplementasikan fitur caching mirip LSCache ke Nginx (mungkin maksudnya adalah menggunakan server (seperti LiteSpeed) untuk men-cache halaman daripada menggunakan PHP yang lambat).


Tetapi, apakah mereka bisa mengejar LiteSpeed dengan performance tuning yang mereka lakukan kedepannya? Mengingat LiteSpeed adalah perusahaan dengan perkembangan yang luar biasa saat ini.


Di dalam cPanelnya, saya melihat DomaiNesia memasukkan fitur-fitur spesifik seperti Nginx (Server Cache), PageSpeed, WordPress accelerator, Redis dan Memcached, dan juga GFonts Accelerator yang berguna untuk mengoptimalkan performa website Anda. Fitur-fitur tersebut sangat bagus, walaupun Anda bisa dengan mudah mendapatkan fitur yang serupa juga di LiteSpeed Cache. 

Fitur ekslusif untuk pengguna DomaiNesia

Jadi, bagaimana performa server DomaiNesia dibandingkan dengan ke 21 provider lainnya?

Berdasarkan pengujian kami, faktanya, secara default kecepatan server DomaiNesia memang kalah, seperti yang mas Willih Angga katakan.


Berdasarkan pengujian TTFB (time to first byte) selama 7 hari, yang dimulai dari tanggal 28 September - 4 Oktober 2021, ditemukan bahwa rata-rata TTFB DomaiNesia sebagai berikut:

Provider

Rata-rata

Terendah

Tertinggi

DomaiNesia

371ms

123ms

842ms

Dari 22 Provider

455

47ms

941ms

Berikut grafiknya:

TTFB DomaiNesia

Jika Anda belum tahu, TTFB ini adalah ukuran dari kecepatan server hosting dan punya kaitan yang erat dengan server. Artinya, kecepatan server hosting itu sendiri bisa dinilai dari TTFB. Cepat atau lambatnya bisa diukur menggunakan TTFB ini.

Dalam pengujian TTFB, saya tidak mengimplementasian cache dan opcache, apalagi CDN, sehingga murni untuk mengukur kecepatan response server tanpa dipengaruhi oleh faktor 'X'.

Alat yang saya gunakan adalah GTMetrix Pro dan dimonitoring dari lokasi server Singapore. Rata-rata semua website test diuji sebanyak 137 kali dengan interval setiap 1 jam sekali.

Rata-rata TTFB DomaiNesia adalah 371ms (tercepat ke #9 dan nilainya diatas rata-rata) dan selama 7 hari monitoring, kecepatan response server terlihat cukup stabil dengan angka tertinggi 842ms dan terendahnya 123ms. Saya rasa masuk kategori 'Cukup Cepat'.

3. Provider Hosting dengan Layanan Support yang Baik dan Dapat Diandalkan (Rating: 5/5)

Ada tiga indikator yang menentukan bagusnya kualitas layanan support: pengetahuan, keramahan, kecepatan dan tentu saja support tersedia 24/7.

Untuk menguji seberapa bagus layanan support DomaiNesia, saya telah melakukan pengujian melalui live chat dan tiket bantuan.

Pengujian Pertama

Sejujurnya, dengan pengalaman saya menggunakan banyak layanan web hosting di Indonesia, saya belum menemukan support yang sempurna, jadi 6 atau 7 adalah score yang layak menurut saya.

Di satu sisi ada yang memberikan layanan yang cepat, tapi no knowledge, maksud saya mereka tidak melayani pelanggan dengan yang seharusnya, lebih sering hanya memberikan "sebuah link" dan meminta kita untuk membacanya untuk menemukan solusi sendiri.

Sebenarnya tidak salah jika support memberikan "link ke panduan", tapi ini tidak mencerminkan layanan support yang baik. Beberapa perusahaan hosting luar negeri terbaik, seperti Siteground dan InMotion Hosting melakukan pendekatan yang "lebih melayani". 

Apakah DomaiNesia juga demikian? Sayangnya, tidak.

Tapi, satu hal yang saya garis bawahi bahwa support mereka cepat, saya mendapat tanggapan kurang dari 2 menit.

Pengujian Kedua 

Test Kedua

Kemudian, saya melakukan pengujian lainnya, yang lebih technical. 

Biasanya untuk masalah yang berbau teknis, klien perlu menggunakan ticket karena proses pengecekan dan perbaikan nya umumnya memerlukan waktu.

Jadi, saya sengaja membuat error establishing a database connection pada website test DomaiNesia.

Error ini adalah error yang mudah untuk diperbaiki dan saya meyakini bahwa siapapun bahkan staf technical support yang masih baru sekalipun bisa memperbaikinya.

Saya percaya error ini bisa diperbaiki kurang dari 10 menit.

Pengujian Support DomaiNesia

Staf support DomaiNesia membalas ticket dan langsung memperbaiki error dalam durasi 11 menit. Dibandingkan ke 17 provider lainnya, DomaiNesia adalah yang tercepat ke #9.

Saya pikir cukup baik.

Ngomong-ngomong, mereka bisa di hubungi via live chat, ticket dan phone dan tersedia selama 24/7.

New test bulan September 2021 - Pengujian Ketiga 

Agar review DomaiNesia ini up-to-date dengan perkembangan terkini, maka saya dan team melakukan pengujian ulang terhadap support DomaiNesia pada bulan September 2021 lalu.

Pengujian kali ini masih bersifat teknis. Bedanya adalah sedikit lebih sulit dari pengujian kedua.

Jika pengujian pertama adalah tentang error pada database WordPress, maka kali ini error nya pada script WordPress core nya, sehingga akan muncul critical error 500.

Kemudian, saya mengirimkan tiket meminta agar dibantu perbaiki error yang terjadi pada website test WordPress DomaiNesia saya.

Dan cukup surprise mengetahui bahwa mereka dapat memperbaiki error hanya dalam waktu 8 menit saja.

Pengujian support DomaiNesia

Dibandingkan 21 provider lainnya yang saya uji, waktu 8 menit adalah yang tercepat. 

Setelah melakukan tiga kali pengujian, saya bisa menyimpulkan bahwa support DomaiNesia tetap bagus. Masih bagus seperti pengujian tahun lalu dan terlihat bahwa support mereka memang passionate seperti yang mereka klaim.

Tidak banyak support dari provider hosting Indonesia yang saya sukai.

Favorit saya adalah DomaiNesia, Dracoola, WarnaHost dan Jetorbit. Mereka adalah contoh terbaik dalam hal support dan merupakan pilihan yang paling tepat buat pengguna yang benar-benar pemula atau total newbie.

4. Paket 'Extra' atau Paket Termurah DomaiNesia Mendapatkan Resources Hosting yang Cukup untuk Membangun Website Baru

Paket Extra DomaiNesia menawarkan 750MB SSD disk space dengan unlimited bandwidth, CPU 0,75 core dan RAM 512MB yang mana spesifikasi ini sangat cukup untuk membangun website baru. Tetapi, jika Anda ingin mendapatkan performa yang lebih baik lagi, saya menyarankan untuk memilih minimal paket 'Super' atau 'Monster'.

paket Extra DomaiNesia

Dibandingkan pesaing-pesaingnya, harga hosting DomaiNesia termasuk paling murah, mengingat mereka sudah menggunakan NVMe SSD pada storagenya.

Selain itu, fitur-fitur seperti SSL, JetBackup, Anti-virus, Railgun, Patchman Security, dan BitNinja Security bisa dirasakan di semua paket hosting, bahkan jika Anda memiliih Paket Extra (paket termurah dengan harga mulai dari Rp 14.000/bulan) sekalipun.

Fitur performance DomaiNesia

5. Harga renewal nya flat mengikuti siklus pembayaran

Biasanya harga renewal itu lebih mahal dari harga awal. Beda nya bisa hingga 4x lipat. Apalagi jika Anda membeli nya pada saat diskon atau promo.

Untungnya, di DomaiNesia harga renewal nya flat mengikuti siklus pembayaran.

Misalnya, Anda memilih berlangganan 1 tahun paket 'Extra' dengan harga Rp 14.000/bulan, maka pada saat renewal di tahun berikutnya, harga tetap Rp 14.000/bulan mengikuti siklus renewal.

Bahkan jika Anda menggunakan kupon diskon di awal pembelian, misalnya diskon 35%, maka pada saat perpanjangan harga hosting Anda akan tetap didiskon 35% atau berlaku juga pada saat perpanjangan.

6. Gratis Migrasi Hosting dan Gratis Domain

Sama seperti kebanyakan web hosting terbaik lainnya, DomaiNesia juga mempunyai penawaran gratis migrasi hosting bagi Anda yang berencana pindah rumah ke DomaiNesia.

Anda bahkan akan mendapatkan gratis domain selama satu tahun untuk apapun paket hosting yang Anda pilih. Ketentuannya sebagai berikut:

  • Paket Extra: Gratis domain ekstensi .xyz saja 
  • Paket Super dan Monster: Gratis domain dengan ekstensi .com, .online, .web.id, dan lain-lain
  • Semua paket Bisnis: Gratis domain .com dan lain-lain selamanya (Selama hosting aktif)

7. Memiliki Panduan dan Dokumentasi yang Cukup Lengkap

DomaiNesia sudah berumur 10 tahun, tidak heran mereka telah mengumpulkan banyak sekali dokumentasi dan panduan yang lengkap.

Saya sudah memeriksanya, ada ratusan tutorial yang dapat Anda pelajari mengenai domain, hosting dan panduan pengguna DomaiNesia.

Saya lihat juga mereka aktif menambah isi konten nya.

Anda bisa belajar banyak hal, mulai dari hosting, domain, email, SSL dan lain-lain secara gratis.

Panduan DomaiNesia

8. Terdapat 5 Pilihan Lokasi Server yang Bisa Anda Pilih Sesuai Kebutuhan

DomaiNesia adalah satu dari sedikit provider hosting yang menyediakan hingga 5 lokasi server yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan, yaitu Jakarta (ID), Singapore (SG), Tokyo (JP), London (UK) dan Dallas (US).

Jika website Anda berbahasa Indonesia atau target pengunjung website Anda dari Indonesia, maka Anda bisa memilih lokasi server di Jakarta atau Singapore. Jika website berbahasa Inggris, maka bisa memilih lokasi di Dallas, US.

9. Garansi Pengembalian Uangnya Memang Hanya 20 hari, Tetapi Memiliki Kelebihan Dibandingkan Kompetitor Lain

Sebelumnya, DomaiNesia memberikan tempo garansi hanya 10 hari saja, tetapi mereka melakukan perbaikan dan menggandakan tempo masa garansinya menjadi 20 hari.

Tidak hanya itu saja:

  • Refund garansinya tanpa syarat dan bebas dilakukan pelanggan tanpa perlu mereka mencoba menyelesaikan keluhan pelanggan (no question asked). Saya senang DomaiNesia juga memperbaiki ketentuan garansinya seperti ini, yang telah lebih dulu dilakukan oleh provider lainnya, seperti Jogja Host & ArdetaMedia, dan Hostinger & Niagahoster.
  • Dan kelebihan lainnya adalah pelanggan bebas melakukan refund baik itu order pertama maupun order ke 2, 3, 4 atau setelahnya. Artinya, tidak seperti provider lainnya dimana garansi hanya berlaku untuk order pertama saja.

Dua jempol untuk DomaiNesia. Semoga provider lainnya juga melakukan perbaikan yang sama.

Kekurangan Menggunakan DomaiNesia

DomaiNesia adalah pilihan hosting yang bagus. Mereka memiliki kelebihan yang lebih banyak dari semua provider yang saya review.

Tetapi, tidak ada provider hosting yang tidak punya kekurangan. Pasti selalu ada kekurangan.

Dalam catatan saya, setidaknya ada lima kekurangan DomaiNesia yang perlu Anda perhatikan:

1. Tidak Menggunakan LiteSpeed Web Server

Bagi sebagian pengguna, kekurangan ini tidak akan menjadi masalah atau bisa diabaikan. Tetapi, bagi pengguna LiteSpeed Cache, tentu tidak menggunakan LiteSpeed Web Server adalah sebuah masalah besar.

Saat ini LiteSpeed seperti merupakan sebuah standar baru dalam industri web hosting. Saya kira bisa disamakan dengan standar control panel yang mesti menggunakan cPanel. 

Menggunakan LiteSpeed Web Server dan dikombinasikan dengan LiteSpeed Cache adalah speed booster. Penggunaannya mudah dan merupakan alternatif gratis terbaik dari plugin cache berbayar seperti WP Rocket di WordPress.

Anda memang bisa menggunakan LiteSpeed Cache tanpa LiteSpeed Web Server, tapi menggunakan keduanya bersamaan memiliki keunggulan Varnish dan dapat mengungguli caching lainnya.

DomaiNesia memang telah mengimplementasikan metode caching yang mirip dengan LSCache, yaitu cache sisi server. Tetapi, Anda masih membutuhkan fitur-fitur optimasi lainnya yang ada di LiteSpeed Cache.

Betul Anda bisa menggantinya dengan plugin WP Rocket, Swift Performance dan lainnya, tapi berbicara alternatif gratis terbaik, menurut saya tidak ada pilihan yang lebih baik daripada LiteSpeed cache. 

Itu artinya, Anda dapat memperoleh performa dan fitur-fitur optimasi website sebagus pada plugin cache berbayar tanpa mengeluarkan biaya tambahan alias gratis.

Jadi, tidak menggunakan LiteSpeed Cache menurut saya adalah sebuah hal yang perlu Anda pertimbangkan jika Anda berencana menempatkan website Anda di DomaiNesia.

2. Rata-rata Waktu Response Server nya Cukup Tinggi Pada Test Load Impact dengan 10 Virtual User

Untuk mengetahui seberapa baik server DomaiNesia dalam meng-handle traffik yang ramai (concurrent user), maka saya melakukan pengujian menggunakan Load Impact K6.

Alat ini akan mengukur berapa waktu response server yang dibutuhkan untuk meng-handle traffic yang ramai. Juga bisa mendeteksi jika server mengalami overload yang bisa menyebabkan server menjadi down.

Pada pengujian ini, saya juga tidak mengimplementasikan caching dan opcache, jadi hasil yang didapatkan sebenarnya bisa lebih bagus lagi jika website Anda telah dioptimasi. Pengujian ini hanya untuk mengukur performa server saja, itu sebabnya caching tidak diperkenankan dalam pengujian ini.

Saya membuat standar 2 detik dengan 10 virtual user. Artinya, 2 detik adalah batasan waktu maksimal untuk menghandle 10 traffic yang datang bersamaan. Jika lebih dari 2 detik, maka saya kategorikan sebagai lambat atau response server lambat. Jika kurang dari itu, maka masuk dalam kategori cepat. 

Nah, bagaimana performa hosting 'Paket Extra' DomaiNesia yang saya gunakan dalam meng-handle 10 virtual user?

Grafiknya bisa Anda lihat pada gambar dibawah:

Domainesia load impact sep21

Dalam grafik diatas:

  • Garis biru menunjukan waktu response server
  • Garis abu-abu menunjukan jumlah virtual user
  • Garis ungu menunjukan jumlah permintaan yang dibuat

Idealnya adalah waktu response server tetap stabil seiring bertambahnya jumlah virtual user. Tetapi, pada grafik diatas, terlihat waktu response server DomaiNesia justru meningkat seiring bertambahnya jumlah virtual user.

Dalam 21 pengujian lainnya, saya menemukan bahwa 18 diantaranya juga mendapatkan hasil yang sama. Hanya ada tiga provider, yaitu Dewabiz, WarnaHost cPanel dan Dracoola yang stabil.

Awalnya saya mengira bahwa saya mungkin gagal menonaktifkan caching pada ketiga provider tersebut, meskipun sudah mengkonfirmasi cache tidak aktif di situs ismypagecached (administrator bisa saja menyembunyikan informasi page caching sehingga tidak terdeteksi), tapi setelah melakukan inspeksi lebih lanjut, saya menyimpulkan bahwa mungkin saja bisa stabil, karena 10 virtual user adalah jumlah yang tidak banyak.

Dari pengujian, rata-rata waktu response DomaiNesia adalah 1925ms atau 1,925 detik. Catatan waktunya dekat dengan batasan standar, artinya tidak cepat dan tidak lambat. Saya pikir hanya 'OK' saja.

3. Penjelasan yang Ambigu Terkait Backup Harian

DomaiNesia mengatakan akan melakukan backup pada website Anda secara harian, mingguan dan bulanan.

Tetapi jika diteliti lagi maksudnya adalah bukan berarti website Anda akan di backup setiap hari, melainkan setiap 2-3 hari, sedangkan untuk mingguan setiap hari minggu - senin, dan backup bulanan setiap tanggal 30/31/1 setiap bulannya (tidak pasti).

Saya mencoba mengkonfirmasinya:

Backup di DomaiNesia

Seharusnya ada tiga file backup kalau memang betul backup dilakukan secara:

  • Backup harian setiap 2-3 hari sekali
  • Backup mingguan setiap hari minggu - senin
  • Dan backup bulanan

Tetapi, saya tidak melihat ada backup bulanan yang dilakukan pada tanggal 30/31/1. Faktanya, hanya ada dua file backup seperti yang terlihat pada screenshoot dibawah ini:

Account backup di DomaiNesia

Berita baiknya adalah saat ini DomaiNesia sudah menggunakan JetBackup dimana proses backup dan restore dapat dilakukan dengan mudah tanpa perlu mendownload file backup terlebih dahulu secara manual.

4. Ada 'Bug' Ketika Menginstall WordPress Melalui Softaculous

Ketika saya mencoba menginstall WordPress melalui Softaculous, saya menemukan bugs yang cukup mengganggu.

Install WordPress di Softaculous

Ada pilihan untuk menginstall beberapa plugin rekomendasi DomaiNesia ketika Anda mengisi form install WordPress. Ada tiga plugin seperti yang terlihat dalam screenshoot dibawah:

Plugin-plugin yang akan diinstall bersamaan dengan install WordPress

Nah, ketika saya tidak menceklis pilihan untuk menginstall plugin-plugin tersebut bersamaan dengan proses install WordPress, saya menemukan bahwa plugin-plugin tersebut tetap terinstall di WordPress saya.

Sudah di unceklis

Meskipun Anda dapat menghapus plugin-plugin tersebut, tapi tetap saja itu bukanlah hal yang menyenangkan, bukan?

Plugin-plugin rekomendasi untuk diinstall dari DomaiNesia

Selain itu, Anda tidak bisa menghapus plugin AMP dari dashboard WordPress Anda, tetapi Anda bisa menghapusnya melalui WordPress Manager di cPanel Anda.

5. Ada Lebih Banyak Pilihan Paket Hosting Bisnis

Ini menurut saya saja, tapi empat pilihan paket hosting bisnis di DomaiNesia terlalu banyak.

Menurut saya, paket 'Mikro' dan 'Mega' sudah lebih dari cukup dan saya yakin Anda tidak membutuhkan paket 'Giga' dan 'Exa'.

Jika memang Anda membutuhkan lebih dari 4GB RAM dan 2 CPU Core dan 12 GB Space, lebih baik Anda pindah ke VPS untuk mendapatkan sumber daya yang pasti. Ingat, paket hosting bisnis DomaiNesia masih tergolong shared hosting. Artinya, Anda masih akan berbagi sumber daya dengan pengguna lainnya.

Provider VPS seperti Vultr (High Frequency) dan Digital Ocean (Premium AMD) + RunCloud (jika Anda tidak bisa mengelolanya sendiri) adalah:

  • Pilihan yang menurut saya lebih powerfull
  • Lebih murah* dibandingkan dengan paket 'Giga' dan 'Exa'
  • Sumber daya dedicated, kecuali CPU (masih shared)
  • Dedicated IP
  • Mendukung OpenLiteSpeed + LSCache 
  • Juga mendukung Nginx Web Server + FastCGI Cache
Paket Hosting Bisnis

Rangkuman Paket Hosting DomaiNesia dan Informasi Lainnya yang Perlu Anda ketahui

Rangkuman penawaran paket hosting di DomaiNesia:

Paket 'Lite' dengan harga Rp 8.000/bulan sudah tidak ada lagi sejak terjadinya kenaikan harga cPnel. Untungnya, harga paket hosting lainnya pada paket Extra, Super, Monster dan paket Bisnis tidak mengalami kenaikan harga.

Paket Personal
  • Paket Extra: Harga dari Rp 14.000/bulan. Bagusnya Anda bisa menempatkan 5 website dengan storage 750MB. Estimasi maksimal dapat menampung 800 pengunjung/hari.
  • Paket Super: Harga promo Rp 30.100/bulan (normal Rp 43.000/bulan). Anda dapat menempatkan banyak website (unlimited) hingga storage 2 GB. Estimasi dapat menampung maksimal 2.000 pengunjung/hari. <- Ini paket hosting yang saya gunakan dalam review DomaiNesia ini.
  • Paket Monster: Harga Rp 56.000/bulan. Anda dapat menempatkan banyak website (unlimited) hingga storage 5 GB dan estimasi dapat menampung maksimal 4.000 pengunjung/hari.
  • Paket khusus hosting Bisnis (Mikro, Mega, Giga, Exa): Hosting dengan kebutuhan yang sangat tinggi: traffic tinggi dengan sumber daya yang besar. 
  • Paket hosting khusus WordPress: Harga mulai dari Rp 32.000/bulan dengan storage 2GB. Unlimited bandwidth, email dan website. Anda akan mendapatkan fitur instan deploy, WordPress accelerator dan backup otomatis juga.

Informasi penting lainnya:

  • Pilihan server: Singapore, Jakarta, Dallas (USA), Tokyo (Japan) dan London (Terbaru)
  • Aktifasi acount: Aktifasi instan
  • Control Panel yang digunakan: cPanel Control Panel
  • Gratis domain: Jika Anda membeli minimal paket super
  • Aktivasi domain: Untuk domain selain .ID, begitu order aktif, domain Anda bisa langsung aktif tanpa adanya propagansi domain yang biasanya memakan waktu 24-48 jam.
  • Instalasi aplikasi (WordPress, Joomla, Drupal, dll): Dapat di instal dengan sangat mudah, sudah ada tool Softaculous di cPanel.

Apakah Saya Merekomendasikan DomaiNesia Kepada Anda?

DomaiNesia adalah pilihan hosting yang bagus. Berdasarkan penelitian selama 25 bulan ini, saya percaya diri merekomendasikan DomaiNesia sebagai provider pertama yang perlu Anda pertimbangkan.

  • Rata-rata uptime yang stabil
  • Speed yang cukup cepat
  • Layanan support yang dapat diandalkan
  • Harga hosting yang bersaing, flat (tidak ada kenaikan harga ketika perpanjangan) dan ada pilihan berlangganan secara bulanan (artinya cocok untuk pengguna dengan budget berapapun)

Ingat: DomaiNesia memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda perhatikan sebelum mengambil keputusan. 

Untuk mengulang kembali review ini, berikut list kelebihan dan kekurangan DomaiNesia.


8 KELEBIHAN

  • Rata-rata uptime yang stabil (99,95%)
  • Speed hosting yang cukup cepat dengan rata-rata TTFB 371ms (ranked #9 dari 22 provider)
  • Layanan support yang baik (rating 5/5) dan dapat diandalkan
  • Paket 'Extra' DomaiNesia memiliki sumber daya yang cukup untuk membangun website baru
  • Harga hosting yang murah dengan harga renewal yang flat atau tidak ada kenaikan harga
  • Gratis migrasi hosting dan gratis domain jika memilih paket hosting tertentu
  • Memiliki panduan atau pengetahuan dasar yang lengkap
  • Terdapat 5 pilihan lokasi server yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan

6 KEKURANGAN

  • Tidak menggunakan LiteSpeed Web Server
  • Waktu response yang hanya 'OK' saja pada pengujian load impact (1925ms / standarnya adalah 2000 ms)
  • Garansi hosting hanya 20 hari (standar dalam industri adalah 30 hari)
  • Penjelasan yang ambigu tentang backup harian (Hint: Website Anda sebenarnya hanya di backup setiap 2-3 hari sekali, bukan setiap hari/harian)
  • Ada lebih banyak pilihan pada paket hosting Bisnis (Hint: Anda tidak memerlukan paket 'Giga' dan Exa')
  • Terdapat 'bug' ketika menginstall WordPress melalui Softaculous (Hint: Ada beberapa plugin yang tetap terinstall meskipun Anda tidak menceklis pilihan untuk menginstall plugin-plugin tersebut)

Jika Anda memutuskan untuk menghostkan website Anda di DomaiNesia, Anda bisa menggunakan kode kupon berikut untuk mendapatkan diskon 35%: PENASIHATHOSTING

Note: Diskon berlaku perpanjangan (recurring) dan berlaku untuk paket apa saja dengan durasi billing minimal 12 bulan.

  • Halo mas. Izin bertanya. Jika kebutuhan untuk membuat website berbasis woocommerce/commerce untuk produk retail seperti fashion sebaiknya menggunakan hosting yang seperti apa? Apakah domainesia sudah cukup? Saat ini sedang menggunakan fitur storefront dari salah satu platform, dan kepikiran untuk mencoba website sendiri agar lebih mudah dalam mendesignnya. Terima kasih

    • Halo mas.
      Boleh dijelaskan lebih detail lagi tentang kebutuhannya, mas? Seperti jumlah traffic eCommercenya saat ini di StoreFront, kemudian plugin apa saja yang akan dipakai nantinya..

  • Mas yang dimaksud estimasi kunjungan harian itu benar satu hari 24 jam atau dalam waktu tertentu saat pengunjung banyak sekali?.
    Misalnya estimasi maksimal 4.000 pengunjung/hari. Jika pengunjung 6000 orang maka yang 2000 tdk bisa masuk dong kalau bener dlm harian. Tapi kalau dalam waktu tertentu maka yang 2000 bisa masuk di jam berikutnya.

    • Angka tersebut hanya estimasi atau kira-kira saja. Real nya bisa kurang banyak atau lebih banyak.
      Misalnya traffic website mas rata-ratanya 4.000 pengunjung/hari atau sekitar 167 pengunjung/jam, maka mas bisa pilih paket tersebut. Kalau ternyata dalam prakteknya lebih dari itu, bukan berarti pengunjung tidak bisa masuk, tapi load time websitenya akan lebih lambat atau bisa saja website jadi down karena tidak mampu menampung/menghandle.

  • pernah chat sama staff domainesia mereka pernah bilang bahwa semua webserver di uji coba dulu istilahnya beta seblum di install public, dan pernah beri masukan tambah fitur jetbackup dan litespeed web servernya untuk bisa agar http3 berjalan tapi lama untuk mendapatkan fitur itu disisi lain server provider paling mantab itu linode

  • Saya baru menyadari atau memang baru dimasukkan perihal pembahasan mengenai Litespeed. Jujur sebenarnya saya termasuk yang penasaran kenapa Domainesia tidak menggunakan Litespeed, dan saya menemukan jawabannya di review ini. Menurut saya jawaban yg memuaskan.

  • Mohon saran kak, saya mau build web dgn target luar/bule.

    1. Apakah lebih baik pilih paket Super (Cloud Hosting) atau WordPress hosting? Dgn catatan saya akan memakai CMS wordpress

    2. Untuk pemilihan server, karena target saya luar Indonesia. Apakah memilih Dallas (US) tidak akan berpengaruh ke hal teknis web nantinya untuk visitor Asia lain, seperti kecepatan load time, dll?

    Terima kasih sebelumnya

    • 1. Sama saja keduanya.
      2. Iya berpengaruh ke load time jika diakses dari Asia, pasti lebih lambat. Untuk mengoptimasinya nanti bisa gunakan CDN.

  • Saya ingin membuat blog dengan wordpress.

    Menurut bapak saya lebih baik membeli paket di domainesia yg shared hosting atau wordpress hosting.

    Atau keduanya sama saja ?

  • Domainesia menurut saya bagus dalam hal uptime. Saya punya 3 web self-hosted, yang 1 pakai shared hosting Domainesia, 1 nya lagi pakai salah satu shared hosting dari web hosting yang ada di daftar yang diuji, dan 1 lagi yang tidak ada di sini. Untuk yang Domainesia saya lihat uptimenya beberapa kali 100 persen sedangkan 2 lainnya kisaran 99,5 dan 99.7. Saya pakai uptimerobot gratisan. Harapan saya sih semoga uptimenya terus stabil.

  • Halo Mas Willy.
    Saya selama ini mengikuti perkembangan setiap review di website ini. Yg jd pertanyaan :

    1. Apakah Domainesia ini benar2 direkomendasikan karena yg terbaik dari semua yg mas review. Saya jadi tertarik order di domainesia.

    2. Keluar dari tema, jika domain dan hosting berbeda tempat (penyedia layanan), hosting di domainesia dan domain ada dipenyedia lain, apakah itu tidak ada pengaruhnya buat website kedepannya, soalnya kalau domain saya sudah cocok ditempat lama, soalnya biar ngumpul semua domain ditempat lama. Apakah tidak ada pengaruhnya pada kecepatan dan yg lainnya ?

    Terima kasih mas, semoga Mas Willy sukses selalu dan dalam lindungan Allah SWT.

    • Halo Mas Imam,

      1. Ada kelebihan dan kekurangan, seperti yang saya jelaskan dalam review. Kebutuhan mas seperti apa? Atau apa yang ingin di capai?
      2. Tidak masalah. Saya pribadi menempatkan semua domain saya di Namecheap agar mudah dalam pengelolaannya. Dan tidak ada pengaruhnya ke kecepatan. Yang berpengaruh ke kecepatan adalah DNS nya.

      Sama-sama. Terima kasih banyak buat do’anya. Do’a yang sama juga baut mas nya.

      • Terima kasih jawabannya mas.

        Kebutuhan saya mempercepat uptime website nya mas soalnya diprovider yg dulu (yg mas tangguhkan artikelnya hehe) lumayan banyak problemnya mas. Terutama dari segi kecepatan.

        Dan satu lagi mas sekalian tanya.

        Saya kan punya 2 blog, bahasa indonesia dan bahasa inggris, nah kalau dua2 nya di server hosting US apa ga jadi masalah, soalnya dulu saya buat blog yang bahasa indonesia sebagai addon domain di hosting blog yang bahasa inggris. Istilahnya memanfaatkan fasilitas webhost untuk beberapa website.

        Apa sebaiknya saya pisahin dan arahkan blog yg bahasa Indonesia ke server Indonesia.
        Terima kasih mas.

        • Mempercepat uptime? Load time mungkin maksudnya ya?
          Kalau blog bahasa Indonesia di server US, maka load time nya akan jadi lebih lambat jika diakses dari Indonesia, karena jarak servernya jauh. Disitu masalahnya.
          Biar lebih cepat, sebaiknya arahkan ke server Indonesia saja.

  • Halo mas willy, thx buat reviewnya, ini saya ingin menanyakan ,saat ini sebagai saya memiliki hampir +-10 website dan di hosting di ni**ahoster yg cloud dgn RAM 6GB dan 4 core. Dan saat ini tidak ada kendala dgn loading speed,tp sering masalah di uptime dan bbrp kali bermasalah dengan ISP dalam arti ISP tersebut tidak bisa akses webnya,tp ISP lain bisa (total kurang lebih traffic 1.500 perhari dari keseluruhan website)

    Nah pertanyaannya

    1. apa paket Domainesia yg RAM nya 4GB dan 2 Core mampu untuk handling traffic 1.500 perhari.

    2. (Agak meleceng sedikit) yg saya liat di bbp hosting sudah ada yg pakai SSD NVMe, yg di klaim 5x lebih cepat dari SSD biasa, apakah ini benar ? Soalnya saya liat di de**web itu dari fitur dan NVMe sangat menarik.

    Terima kasih,mas Willy ????

    • 1. Kalau menurut saya, jika sudah 1.500/hari dari total kurleb 10 website sebaiknya menggunakan VPS. Kalau di DomaiNesia adanya paket UnManaged VPS. Mereka tidak menyediakan yang managed seperti pada paket Cloud Hosting nya Niagahoster.

      Apakah maksudnya ISP Indi****? Apakah mas menggunakan Cloudflare?

      2, Secara teori mungkin benar, tapi persoalan performance hosting tidak hanya bergantung pada SSD saja. Ada banyak komponen yang mempengaruhinya, jadi dalam prakteknya perlu di monitoring atau di teliti terlebih dahulu.

  • Mas, untuk penggunaan landing page dari trafik berbayar (FB Ads) pertimbangannya harus pilih paket yang bagaimana ya?

  • Saya juga sejauh ini puas, bahkan sudah upgrade dari paket Super di Domainesia. Saya mau tanya mas, blog saya kan pengunjung hariannya sudah mendekati 2000 bahkan kadang lebih. Apakah sebaiknya saya upgrade (saat ini menggunakan paket super) atau sebenarnya visitor 2000 perhari ini hanya estimasi artinya bisa lebih? Sejauh ini saya belum pernah down untuk visitor yang lebih dari 2000 perhari? Thanks mas

    • Visitor 2000 per hari itu hanya estimasi saja mas. Dalam prakteknya bisa lebih bisa juga kurang. Saran terbaik saya, jika sudah 2000 per hari sebaiknya paket di upgrade.

  • {"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
    >