6 Layanan Website Monitoring Terbaik

6 Layanan Website Monitoring Terbaik (2019)

Pernahkah Anda tahu kapan website Anda down (tidak bisa diakses)?

Atau apakah penyedia hosting memberitahu Anda ketika website Anda down?

Sayangnya di kebanyakan kasus, tidak sama sekali!.

Jika Anda tidak pernah tahu atau bahkan tidak pernah peduli tentang uptime server website Anda, mungkin saja itulah yang menjadi sebab mengapa penjualan Anda menurun dari bulan ke bulan.


Ditulis oleh Willya Randika (Update terakhir: 25 Agustus 2019)

Robot Monitoring

Ini menakutkan:

Hampir semua web hosting di Indonesia mengklaim dapat memberikan jaminan uptime mulai dari 99,90% hingga 100%.

Sebagai contoh: Niagahoster dan Rumahweb menjamin uptime 99,90%, IdCloudHost 99,99%, bahkan Dewaweb 100%.

Layanan website monitoring terbaik

Tapi, dari hasil pengujian saya terhadap 20 web hosting terbaik Indonesia, hasilnya sangat mengejutkan dimana hanya 5 dari 20 yang berhasil menjaga servernya tetap stabil diatas 99,90% uptime.

Tahukah Anda:

Rata-rata uptime 99% itu artinya website Anda akan mengalami down selama 7 jam 18 menit dan 17,5 detik dalam 1 bulan.

Pertanyaannya:

Pernahkah Anda tahu kapan website Anda down (tidak bisa diakses)?

Atau apakah penyedia hosting memberitahu Anda ketika website Anda down?

Sayangnya tidak.

Itu tidak termasuk tanggung jawab mereka.

Jika Anda tidak pernah tahu atau bahkan tidak pernah peduli tentang uptime server website Anda, mungkin saja itulah yang menjadi sebab mengapa penjualan Anda menurun dari bulan ke bulan.

Contohnya Amazon.com kehilangan $66,240 per menit ketika website mereka down.

Sumber: Forbes

Tapi jangan khawatir. Saya punya solusinya untuk Anda.

Disinilah layanan website monitoring berperan.

Dengan layanan ini, Anda dapat mengetahui kapan website Anda down dan juga dapat melihat dimana poin yang lemah pada website Anda, sehingga akhirnya Anda bisa melakukan perbaikan.

Please Note:

Memilih web hosting yang sudah terbukti memiliki rata-rata uptime yang baik adalah sebuah solusi yang bijak. 

Tapi downtime tidak hanya disebabkan oleh kesalahan pada sisi server saja, tapi boleh jadi:

  • website Anda diserang hacker,
  • ada pengkodean yang salah,
  • database yang error,
  • script yang corrupt, dll

Yang itu semua dapat mengakitbakan website menjadi error/blank/down.

Dan sebuah layanan monitoring akan memberitahukan Anda via email atau SMS ketika ada hal buruk terjadi kepada website Anda dalam hitungan detik (instan downtime alerts), sehingga Anda bisa cepat melakukan perbaikan.

Berita baiknya:

Saya sudah mencoba puluhan layanan monitoring website sebelum menulis artikel ini, dan disini saya akan merekomendasikan 6 layanan website monitoring GRATIS dan BERBAYAR terbaik untuk meningkatkan penjualan Anda.

6 Layanan Website Monitoring Terbaik

1. Freshping (Layanan website/uptime monitoring gratis terbaik)

Freshping
  • Biaya: Gratis (untuk 50 website monitoring dengan interval 1 menit dan 6 bulan log)
  • Paket Premium: Mulai dari $42/bulan dengan 250 website monitoring dengan interval 1 menit dan 3 tahun log)

Jika Anda mencari solusi yang benar-benar gratis, maka Freshping adalah pilihan yang terbaik saat ini. Bahkan paket gratisnya berlaku untuk seumur hidup.

Pada paket gratisnya, website Anda akan di monitoring dari 10 lokasi yang berbeda dari seluruh dunia termasuk Singapore.

Anda juga akan mendapatkan total 50 checks monitoring dengan interval 1 menit, dan 6 bulan log yang artinya Anda dapat melihat rata-rata uptime website Anda dari bulan ke bulan dalam 6 bulan terakhir.

Apa yang dimaksud interval?

Website akan di monitor sesuai interval yang Anda tentukan.

Misalnya interval 1 menit, maka website Anda akan di monitor setiap 1 menit sekali. Jika dipilih 5 menit, maka akan di monitor setiap 5 menit. 

Lebih sedikit intervalnya lebih baik.

Saya merekomendasikan interval 1 menit, karena sering kali website down hanya dalam hitungan 1 dan 2 menit saja, dan jika di monitor setiap 5 menit, maka kemungkinan besar Anda tidak akan mengetahuinya.

Selain fitur instan downtime alerts (fitur yang kita garis bawahi dalam artikel ini), Anda juga akan mendapatkan fitur premium lainnya seperti:

  • Free public status pages
  • Multi user login (30 users)
  • Multiple type monitors: Monitor HTTP(S) URLs, ICMP Ping, TCP, UDP ports, web socket or DNS
  • Weekly reports, etc..

Kekurangannya adalah Freshping tidak memungkinkan Anda untuk memonitoring kecepatan website Anda.

Tapi secara keseluruhan dengan segala fitur yang ditawarkannya, Freshping sangat cocok buat Anda yang baru memulai.

2. Hetrixtools (gratis)

Hetrixtools uptime monitoring service
  • Biaya: Gratis (untuk 5 website monitoring dengan interval 1 menit)
  • Paket Premium: Mulai dari $9.95/bulan dengan 20 website monitoring dan interval 1 menit)

Hetrixtools didirikan bulan Mei 2015 dengan tujuan untuk memberikan kemudahan bagi webmaster dengan seperangkat alat monitoring yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan membuat alur kerja mereka lebih sederhana.

Paket gratisnya menawarkan 5 checks monitoring dengan interval 1 menit dan Anda dapat memilih 3 dari 12 lokasi pengecekan yang berbeda.

Perhatikan pada gambar diatas, sebagai contoh saya memonitoring website penasihathosting.com dari lokasi 3 lokasi, yaitu Singapore, Sydney dan Tokyo.

Sebenarnya jika dibandingkan dengan Freshping, fitur yang ditawarkan Hetrixtools lebih sedikit, tapi mereka memiliki kelebihan yang tidak dipunyai oleh layanan website monitoring gratis lainnya, yaitu blacklist monitor.

Apa itu blacklist monitor?

Anda dapat memantau semua alamat IP dan domain Anda di platfrom Hetrixtools.

Nantinya Anda akan diberitahu ketika ada salah satu dari alamat IP atau domain Anda yang di blacklisted, sehingga Anda dapat dengan cepat menemukan sumber spam atau malwarenya dan melakukan perbaikan.

Kasus-kasus seperti:

  • website yang kena hack (biasanya hacker memasukkan malware ke website Anda)
  • website klien yang melakukan aktivitas spamming
  • dan aktivitas spamming lainnya

Kerugiannya jika website Anda kena blacklisted adalah reputasi website Anda atau website klien Anda akan buruk. Website yang di blacklisted juga akan mempengaruhi SEO website Anda (sumber).

Dan bagusnya lagi, ketika Anda mendaftar pada paket gratisnya, Anda akan mendapatkan free 32 blacklist monitor dengan checkup frequency setiap 24 jam.

3. StatusCake (gratis)

StatusCake
  • Biaya: Gratis (untuk 10 website monitoring dengan interval 5 menit)
  • Paket Premium: Mulai dari $24.49/bulan dengan 100 website monitoring dengan interval 1 menit dan 15 page speed tests)

Dari sekian banyak alat website monitoring yang ada di internet, StatusCake adalah favorit saya.

  • Pertama karena UI dashboardnya yang cantik dan ramah,
  • kedua karena menawarkan fitur page speed monitoring yang tidak ada di layanan gratis lainnya,
  • Ketiga ada fitur virus scan pada paket premiumnya yang juga tidak banyak tersedia di layanan lainnya.
  • Keempat, Anda dapat mengatur minimum dan maximum size halaman bahkan maximum load time, sehingga ketika loadtime website Anda lebih dari yang Anda set, mereka akan mengirimkan Anda notifikasi.
alert control StatusCake

Pada paket gratisnya, Anda akan mendapatkan 10 checks monitoring dengan interval 5 menit. Dan inilah kekurangannya dibanding layanan gratis lainnya, seperti Freshping dan Hetrixtools yang menawarkan interval 1 menit.

Meskipun begitu, Anda dapat upgrade ke paket premium mulai dari $24,49/bulan dan menggunakan fitur page speed monitoring hingga 15 website.

Yang perlu Anda ketahui:

Setelah membandingkan fitur uptime dan page speed monitoring dan harga semua layanan monitoring yang saya review disini, StatusCake adalah layanan dengan harga yang termurah. 

Jadi perhatikan hal ini jika Anda hanya menginginkan 2 fitur penting ini saja untuk memonitoring website Anda.

4. Uptime Robot (gratis)

Uptime Robot
  • Biaya: Gratis: mendapatkan 50 website monitoring secara gratis dengan interval 5 menit dan log 2 bulan)
  • Paket Premium: $4,5/bulan (untuk 50 website monitoring dengan interval 1 menit dan 1 tahun log)

Jika ada satu nama layanan website monitoring yang Anda ketahui, saya yakin itu adalah Uptime Robot. Yes! Uptime Robot adalah layanan website monitoring gratis yang paling populer saat ini.

Uptime Robot didirikan pada bulan Januari 2010 dan mereka berkomitmen untuk terus memberikan layanan gratis kepada seluruh penggunanya. Sedangkan layanan premiumnya baru hadir pada tanggal 13 Januari 2015.

Dalam paket gratisnya, Anda akan mendapatkan 50 checks monitoring dengan interval 5 menit dan log selama 2 bulan.

Kekurangannya adalah untuk mendapatkan interval 1 menit, Anda perlu upgrade ke paket premium dengan harga mulai dari $4,5/bulan untuk 50 checks monitoring.

Dan Uptime Robot juga tidak menyediakan fitur page speed monitoring pada layanannya, jadi Anda harus ingat ini jika memutuskan Uptime Robot sebagai pilihan Anda.

5. Site24x7 (Alat website monitoring berbayar terbaik untuk target pasar Indonesia. Hint: Memiliki Server di Jakarta dan Singapore)

Site24x7
  • Paket Gratis: Tidak ada, tapi ada trial selama 30 hari
  • asterisk
    Paket Premium: Mulai dari $24.49/bulan dengan 100 website monitoring dengan interval 1 menit dan 15 page speed tests)

Site24x7 adalah alat monitoring yang sangat powerful. Dengan alat ini, Anda tidak hanya dapat memonitoring uptime website Anda saja, tetapi juga banyak hal lainnya, seperti:

  • Memonitoring performance website Anda; HTTPS, DNS Server, FTP Server, SSL/TLS Certificate, SMTP Server, POP Server, URLs, REST APIs, SOAP Web Service dan masih banyak lagi.
  • Memonitoring aplikasi website menggunakan real browser, seperti Chrome dan Firefox
  • Memonitoring server Windows, Linux, FreeBSD, VMware dan Docker
  • Menerima laporan instan (instan downtime alerts) langsung ke email dan SMS
  • Menganalisis penggunaan CPU, memory, dan storage
  • Mendownload laporan untuk dibagikan kepada klien/pengujung website Anda
  • Menyediakan mobile access sehingga Anda dapat memonitor website atau aplikasi dimanapun Anda berada
  • Dan masih banyak lagi

Satu kelebihan Site24x7 dibandingkan layanan gratis maupun berbayar lainnya adalah mereka memiliki lebih dari 90 server yang tersebar diseluruh dunia, termasuk di Jakarta.

Itulah alasannya mengapa saya berlangganan Site24x7.

Dashboard Site24x7

Kelebihan lainnya adalah Site24x7 juga tersedia dalam berbagai bahasa, seperti Chinese, Dutch, English, Finnish, French, Italian, Japanese, Polish, Spanish, dan Swedish sehingga ideal sekali untuk pengguna di seluruh dunia.

Secara keseluruhan, saya belum menemui kesulitan apapun di Site24x7, namun user interface nya yang old style saya pikir menjadi kekurangannya, jika dibandingkan dengan Pingdom yang memiliki user interface yang cantik.

Jadi, jika Anda tidak masalah dengan UI nya, maka go for Site24x7.

6. Pingdom (Alat website monitoring berbayar terbaik untuk eCommerce)

Pingdom
  • Biaya: Gratis: Untuk 1 website monitoring saja dengan interval 1 menit
  • Paket Premium: Mulai dari $14,95/bulan dengan 10 website monitoring dengan interval 1 menit)

Mungkin sebagian besar dari Anda sudah kenal dengan alat yang satu ini, karena Pingdom punya page speed test yang cukup terkenal, selain tentunya ada Google Page Speed Insight atau GTMetrix.

Tidak hanya uptime monitoring saja, dengan Pingdom Anda bisa melakukan hal lainnya, seperti:

  • Alerting: Pingdom akan memberitahukan Anda memalui email dan SMS ketika website Anda down dan ketika website Anda up kembali
  • Visitor Insight (RUM): Menurut saya ini fitur yang sangat bagus, karena dengan mengaktifkannya, Anda akan melihat secara real bagaimana perilaku pengunjung ketika mengunjungi website Anda. Metriks-metriks seperti bounce rate, load time dan sessions akan Anda temukan dalam laporan, sehingga And bisa mengambil langkah dan melakukan perbaikan ketika ada yang sesuatu yang salah.
  • Transaction Monitoring: Jika Anda adalah pelaku eCommerce, maka fitur ini harus Anda pakai, karena Anda akan mengetahui flow dari customer/pengunjung ketika mereka melakukan transaksi. Mulai dari customer melakukan sign up hingga proses checkout apakah berjalan dengan semestinya atau ada yang putus ditengah jalan

Jadi, Pingdom sangat cocok untuk semua kalangan, baik itu blogger, internet marketing, eCommerce, small hingga big enterprise.

Satu-satunya kekurangannya menurut saya adalah Pingdom hanya memiliki sedikit server yang berada di kawasan Asia-Pasifik.

Kesimpulan - Mana yang Harus Saya Pilih?

Jawabannya adalah tergantung.

Tergantung apa goal Anda terhadap website Anda.

Jika Anda mencari pilihan yang gratis, namun hanya ingin memonitoring uptime saja, maka pilihan terbaik adalah Freshping. Freshping memungkinkan Anda untuk memonitoring 50 website dengan interval 1 menit dari 10 lokasi yang berbeda dari seluruh dunia.

Sedangkan jika Anda juga ingin memonitoring load time website Anda, maka ada banyak pilihan yang bisa Anda pilih, seperti StatusCake, Site24x7 dan Pingdom. Jika Anda membutuhkan server yang berlokasi di Jakarta, pilihannya hanya ada satu, yaitu Site24x7.

StatusCake juga memiliki server yang berlokasi di Singapore dan dengan harga hanya $24,49/bulan Anda dapat memonitoring page speed 15 website (dibandingkan Site24x7 dan Pingdom yang jauh lebih mahal). Pertimbangkan hal ini jika Anda tidak masalah dengan server test dari Singapore yang mana jaraknya sebenarnya sangat dekat dengan Indonesia.

Dan jangan lupakan Pingdom, dimana mereka memiliki fitur Visitor Insight dan Transaction Monitoring yang sangat bagus untuk website eCommerce.

So, sekali lagi jawabannya tergantung dari tujuan Anda. Saya sudah jelaskan semuanya, dan jika ada pertanyaan jangan sungkan-sungkan untuk menulisnya pada kolom komentar ya 🙂

Oia, apakah diantara Anda ada yang sudah pernah menggunakan tools diatas? Boleh berikan komentarnya dibawah juga ya 🙂

  • Hampir tiap hari saya pantengin web ini,, terimakasih atas ilmu yg di berikan min,,sy bahkan baru abis migrasi hosting dr hosting lama sy, dan berdasarkan rekomendasi dr web ini tentunya, bahkan sy pake kode promo yg ada di web ini..sekali lg terimakasih min..web ini sangat membantu,,terus lah berkarya,,semoga sukses selalu kedepannya.. Aamiiiin..

  • selamat malam, saya baru saja menemukan web anda dan sangat kerasan membaca artikel demi artikelnya yang tertulis dengan gaya bahasa biasa dan lebih mudah di cerna. yang ingin saya tanyakan

    1. kalau memakai website monitoring ini kita bisa tahu misalnya untuk kecepatan website kita,lha.. di samping mengetahui kecepatan website bisa juga kah mengetahui sumber lambatnya website kita (penyebab web lambat) dan sekaligus diberikan solusi mengatasinya bila menggunakan ” web monitoring” seperti uraian di atas.

    2. sekali lagi saya sangat menyukai paparan artikel di web ini yang terlihat vulgar atau blak blak an tanpa rahasia ,sehingga tulisan2 ini benar2 membantu bagi yang membacanya.
    mohon info untuk akses katalog artikel yang sudah anda tulis bisa di lihat di mana ya ? agar kita bisa selalu bisa membaca apa yang anda tulis

    semoga kebaikan ini mendapatkan pahala yang setimpal
    salam hormat, thanks

    • Masya Allah.
      Halo mas Sony,
      1. Bisa, tapi tidak terlalu detail. Kalau mau detail lebih baik di audit secara keseluruhan websitenya dengan menyewa orang yang memang ahlinya dibidang ini.
      2. Terima kasih atas apresiasi dan do’a nya mas Sony. Kebetulan saya tidak banyak menulis, hanya di penasihathosting.com dan KelasWebsite.id saja.

      Salam hangat,
      Randika

  • Hallo mas Randika saya punya beberapa pertanyaan.

    1. Saya perhatiin di gambar, masnya kok nggak pake HTTPS (malah HTTP)? apakah memang lebih efektif seperti itu atau gimana.

    2. Kalau kita cek menggunakan alat seperti ini bisa membebani situs ngga ya mas, kan kalo intervalnya 1 menit berarti itu alat ngtes situs kita setiap menit dong.

    Makasih sebelumnya,

    • Halo mas Reza,
      1. Tergantung, kalau web mas sudah HTTPS, maka sebaiknya pakai HTTPS. Kebetulan di contoh saya lupa menambahkan “s”, tapi sebenernya tidak terlalu berpengaruh kok, karena sudah ke redirect dari HTTP ke HTTPS.

      2. Tidak akan terbebani kok karena mereka hanya request 1x setiap 1 menit, yang bisa membebani itu misal jika ada ratusan request dalam 5 detik sekali atau 10 detik sekali. Dan bagusnya lagi si setiap robot mereka visit web kita buat monitoring itu tidak akan terdeteksi di Google Analytics, mereka sudah block supaya monitoring tetap berjalan tanpa ada traffic dari mereka masuk ke Google Analytics.

  • >