7 Layanan Website Monitoring Terbaik Tahun 2021

By Willya Randika  | Updated: September 6, 2021   | 11 Komentar

Ini menakutkan:

Hampir semua web hosting di Indonesia mengklaim dapat memberikan jaminan uptime mulai dari 99,90% hingga 100%.

Sebagai contoh: Rumahweb menjamin uptime 99,90%, IdCloudHost 99,99%, Niagahoster 99,98% bahkan Dewaweb 100%.

Layanan website monitoring terbaik

Berdasarkan studi kasus uptime tahun 2020, faktanya hanya ada 4 dari 19 provider hosting Indonesia yang kami review, rata-rata uptime nya lebih dari 99,90%.

Itu artinya 78% provider tidak dapat menepati janji dari jaminan uptime yang mereka klaim sendiri.

Pertanyaannya:

Pernahkah Anda tahu kapan website Anda down (tidak bisa diakses)?

Atau apakah penyedia hosting memberitahu Anda ketika website Anda down?

Sayangnya tidak. Itu tidak termasuk tanggung jawab mereka.

Jika Anda tidak pernah tahu atau bahkan tidak pernah peduli tentang uptime server website Anda, mungkin saja itulah yang menjadi sebab mengapa penjualan Anda menurun dari bulan ke bulan.

Sebagai contoh, Amazon.com kehilangan $66,240 per menit ketika website mereka down.

Amazon rugi karna down

Sumber: Forbes

Tapi jangan khawatir. Saya punya solusinya untuk Anda.

Disinilah layanan website monitoring berperan.

Dengan layanan ini, Anda dapat mengetahui kapan website Anda down dan juga dapat melihat dimana poin yang lemah pada website Anda, sehingga akhirnya Anda bisa melakukan perbaikan.

Please Note:

Memilih web hosting yang sudah terbukti memiliki rata-rata uptime yang baik adalah sebuah keputusan yang bijak. 

Tapi downtime tidak hanya disebabkan oleh kesalahan pada sisi server saja, tapi boleh jadi:

  • Website Anda diserang hacker,
  • Ada pengkodean yang salah,
  • Database yang error,
  • Script yang corrupt, dll

Yang itu semua dapat mengakibatkan website menjadi error/blank/down.

Dan sebuah layanan monitoring akan memberitahukan Anda via email atau SMS ketika ada hal buruk terjadi kepada website Anda dalam hitungan detik (instan downtime alerts), sehingga Anda bisa cepat melakukan perbaikan.

Bermanfaat sekali bukan?

Berita baiknya:

Saya sudah mencoba puluhan layanan monitoring website sebelum menulis artikel ini, dan disini saya akan merekomendasikan 7 layanan website monitoring gratis dan berbayar terbaik menurut penelitian singkat yang kami lakukan.

Layanan Website Monitoring Gratis Terbaik

1. Freshping

Freshping
  • Biaya: Gratis (untuk 50 website monitoring dengan interval 1 menit dan 6 bulan log)
  • Paket Premium: Mulai dari $11/bulan dengan interval 1 menit dan 12 bulan log)

Jika Anda mencari solusi yang benar-benar gratis, maka Freshping adalah salah satu pilihan yang perlu Anda pertimbangkan. Paket gratisnya bahkan berlaku seumur hidup.

Pada paket gratisnya, website Anda akan di monitoring dari 10 lokasi yang berbeda dari seluruh dunia termasuk Singapore.

Anda juga akan mendapatkan total 50 checks monitoring dengan interval 1 menit, dan 6 bulan log yang artinya Anda dapat melihat rata-rata uptime website Anda dari bulan ke bulan dalam 6 bulan terakhir.

Apa yang dimaksud interval?

Website akan di monitor sesuai interval yang Anda tentukan.

Misalnya interval 1 menit, maka website Anda akan di monitor setiap 1 menit sekali. Jika dipilih 5 menit, maka akan di monitor setiap 5 menit. 

Lebih sedikit intervalnya lebih baik.

Saya merekomendasikan interval 1 menit, karena sering kali website down hanya dalam hitungan 1 dan 2 menit saja, dan jika di monitor setiap 5 menit, maka kemungkinan besar Anda tidak akan mengetahuinya.

Selain fitur instan downtime alerts (fitur yang kita garis bawahi dalam artikel ini), Anda juga akan mendapatkan fitur premium lainnya seperti:

  • Free public status pages
  • Multi user login (20 users)
  • Multiple type monitors: Monitor HTTP(S) URLs, ICMP Ping, TCP, UDP ports, web socket or DNS
  • Weekly reports, etc..

Kekurangannya adalah Freshping tidak memungkinkan Anda untuk memonitoring kecepatan website Anda.

Namun, secara keseluruhan – dengan segala fitur yang ditawarkannya, Freshping adalah pilihan yang bagus buat Anda yang baru memulai. 

2. Hetrixtools

dashboard hetrixtools
  • Biaya: Gratis (untuk 15 website monitoring dengan interval 1 menit)
  • Paket Premium: Mulai dari $9.95/bulan dengan 30 website monitoring dan interval 1 menit)

Hetrixtools didirikan bulan Mei 2015 dengan tujuan untuk memberikan kemudahan bagi webmaster dengan seperangkat alat monitoring yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan membuat alur kerja mereka lebih sederhana.

Paket gratisnya menawarkan 15 checks monitoring dengan interval 1 menit dan Anda dapat memilih 4 dari 12 lokasi pengecekan yang berbeda.

Perhatikan pada gambar diatas, sebagai contoh saya memonitoring website Kelasblog.com dari 4 lokasi, yaitu New York, London, Singapore dan Sydney.

Sebenarnya, jika dibandingkan dengan Freshping, fitur yang ditawarkan Hetrixtools lebih sedikit, tapi mereka memiliki kelebihan yang tidak dipunyai oleh layanan website monitoring gratis lainnya, yaitu blacklist monitor.

Apa itu blacklist monitor?

Anda dapat memantau semua alamat IP dan domain Anda di platfrom Hetrixtools.

Nantinya Anda akan diberitahu ketika ada salah satu dari alamat IP atau domain Anda yang di blacklisted, sehingga Anda dapat dengan cepat menemukan sumber spam atau malwarenya dan melakukan perbaikan.

Kasus-kasus seperti:

  • website yang kena hack (biasanya hacker memasukkan malware ke website Anda)
  • website klien yang melakukan aktivitas spamming
  • dan aktivitas spamming lainnya

Kerugiannya jika website Anda kena blacklisted adalah reputasi website Anda atau website klien Anda akan buruk. Website yang di blacklisted juga akan mempengaruhi SEO website Anda (sumber).

Dan bagusnya lagi, ketika Anda mendaftar pada paket gratisnya, Anda akan mendapatkan free 32 blacklist monitor dengan checkup frequency setiap 24 jam.

3. StatusCake

statuscake dashboard
  • Biaya: Gratis (untuk 10 website monitoring dengan interval 5 menit)
  • Paket Premium: Mulai dari $20,41/bulan dengan 100 website monitoring dengan interval 1 menit dan 15 page speed tests)

Dari sekian banyak alat website monitoring yang ada di internet, StatusCake adalah favorit saya.

  • Pertama, karena UI dashboardnya yang cantik dan ramah,
  • kedua, karena menawarkan fitur page speed monitoring yang tidak ada di layanan gratis lainnya,
  • Ketiga, ada fitur virus scan pada paket premiumnya yang juga tidak banyak tersedia di layanan lainnya.
  • Keempat, Anda dapat mengatur minimum dan maximum size halaman bahkan maximum load time, sehingga ketika loadtime website Anda lebih dari yang Anda set, mereka akan mengirimkan Anda notifikasi.

Pada paket gratisnya, Anda akan mendapatkan 10 checks monitoring dengan interval 5 menit. Dan inilah kekurangannya dibanding layanan gratis lainnya, seperti Freshping dan Hetrixtools yang menawarkan interval 1 menit.

Meskipun begitu, Anda dapat upgrade ke paket premium mulai dari $20,41/bulan dan menggunakan fitur page speed monitoring hingga 15 website.

4. Uptime Robot

uptimerobot dashboard
  • Biaya: Gratis (mendapatkan 50 website monitoring secara gratis dengan interval 5 menit dan log 3 bulan)
  • Paket Premium: $7,00/bulan (untuk 50 website monitoring dengan interval 1 menit dan 1 tahun log)

Jika ada satu nama layanan website monitoring yang Anda ketahui, saya yakin itu adalah Uptime Robot. Yes! Uptime Robot adalah layanan website monitoring gratis yang paling populer saat ini.

Uptime Robot didirikan pada bulan Januari 2010 dan mereka berkomitmen untuk terus memberikan layanan gratis kepada seluruh penggunanya. Sedangkan layanan premiumnya baru hadir pada tanggal 13 Januari 2015.

Dalam paket gratisnya, Anda akan mendapatkan 50 checks monitoring dengan interval 5 menit dan log selama 3 bulan.

Kekurangannya adalah untuk mendapatkan interval 1 menit, Anda perlu upgrade ke paket premium dengan harga mulai dari $7/bulan untuk 50 checks monitoring.

Dan Uptime Robot juga tidak menyediakan fitur page speed monitoring pada layanannya, jadi Anda harus ingat ini jika memutuskan Uptime Robot sebagai pilihan Anda.

5. Cronitor

Cronitor Uptime Monitoring
  • Biaya: Gratis (Untuk 5 website monitoring dengan interval 30 detik)
  • Paket Premium: Mulai dari $2/bulan untuk 1 monitoring dengan interval 1 menit

UI nya cantik, modern dan intuitif. 

Saya cukup terkesan ketika pertama kali menemukan Cronitor. 

Mereka berdiri tahun 2014 dan kini telah memiliki tiga fungsi monitoring dimana Anda tidak hanya bisa melakukan monitoring uptime website Anda saja, tapi juga ada cron job monitoring dan heart beat monitoring.

Pada versi gratisnya, Anda akan mendapatkan 5 monitoring (uptime/cron job/heart beat) dengan interval mulai dari 30 detik (salah satu kelebihan yang tidak dipunyai oleh tool lain), dan untuk alerts nya via email dan slack.

Jika Anda membutuhkan fitur yang lebih banyak lagi seperti data log yang lebih panjang, support, multi-user access, dan daily/weekly/monthly reporting, Anda perlu upgrade ke paket premiumnya.

Harga paket premiumnya:

  • Mulai $2/bulan untuk 1 website monitoring
  • Dan $5 untuk 1 user

Artinya, biaya per bulan nya untuk 1 website monitoring adalah $7.

Biayanya memang lebih mahal daripada pesaing-pesaingnya yang lain, hanya saja tidak banyak tool yang dapat melakukan monitoring cron job dan heart beat. Disitulah kelebihan mereka.

Jika Anda hanya ingin memonitoring uptime website saja, tidak lebih dari 5 monitoring, maka Cronitor adalah salah satu pilihan terbaik yang perlu Anda pertimbangkan, mengingat bahkan mereka menyediakan interval setiap 30 detik.

Tapi,  jika Anda membutuhkan alat uptime monitoring dengan fitur yang lebih banyak dan Anda mau membayar lebih, maka Pingdom adalah pilihan patut Anda jadikan pertimbangan utama.

6. Site24x7 (Premium)

site24x7 dashboard
  • Paket Gratis: Gratis 5 monitoring dengan 1 pilihan server
  • Paket Premium: Mulai dari $9,00/bulan dengan 10 website monitoring dengan interval 1 menit dan 15 page speed tests)

Site24x7 adalah alat monitoring dengan fitur yang paling banyak. Dengan alat ini, Anda tidak hanya dapat memonitoring uptime website Anda saja, tetapi juga banyak hal lainnya, seperti:

  • Memonitoring performance website Anda; HTTPS, DNS Server, FTP Server, SSL/TLS Certificate, SMTP Server, POP Server, URLs, REST APIs, SOAP Web Service dan masih banyak lagi.
  • Memonitoring aplikasi website menggunakan real browser, seperti Chrome dan Firefox
  • Memonitoring server Windows, Linux, FreeBSD, VMware dan Docker
  • Menerima laporan instan (instan downtime alerts) langsung ke email dan SMS
  • Menganalisis penggunaan CPU, memory, dan storage
  • Mendownload laporan untuk dibagikan kepada klien/pengujung website Anda
  • Menyediakan mobile access sehingga Anda dapat memonitor website atau aplikasi dimanapun Anda berada
  • Real time Blacklist check
  • Dan masih banyak lagi

Satu kelebihan Site24x7 dibandingkan layanan gratis maupun berbayar lainnya adalah mereka memiliki lebih dari 110+ server yang tersebar diseluruh dunia, termasuk di Jakarta.

Kelebihan lainnya adalah Site24x7 juga tersedia dalam berbagai bahasa, seperti Chinese, Dutch, English, Finnish, French, Italian, Japanese, Polish, Spanish, dan Swedish sehingga ideal sekali untuk pengguna di seluruh dunia.

7. Pingdom (Premium)

pindom dashboard
  • Biaya: Gratis: tidak ada, tapi ada trial selama 30 hari
  • Paket Premium: Mulai dari $10,00/bulan dengan 10 website monitoring dengan interval 1 menit)

Mungkin sebagian besar dari Anda sudah kenal dengan alat yang satu ini, karena Pingdom punya alat page speed test yang cukup terkenal.

Tidak hanya uptime monitoring saja, dengan Pingdom Anda bisa melakukan hal lainnya, seperti:

  • Alerting: Pingdom akan memberitahukan Anda memalui email dan SMS ketika website Anda down dan ketika website Anda up kembali
  • Visitor Insight (RUM): Menurut saya ini fitur yang sangat bagus, karena dengan mengaktifkannya, Anda akan melihat secara real bagaimana perilaku pengunjung ketika mengunjungi website Anda. Metriks-metriks seperti bounce rate, load time dan sessions akan Anda temukan dalam laporan, sehingga And bisa mengambil langkah dan melakukan perbaikan ketika ada yang sesuatu yang salah.
  • Transaction Monitoring: Jika Anda adalah pelaku eCommerce, maka fitur ini harus Anda pakai, karena Anda akan mengetahui flow dari customer/pengunjung ketika mereka melakukan transaksi. Mulai dari customer melakukan sign up hingga proses checkout apakah berjalan dengan semestinya atau ada yang putus ditengah jalan. 
  • Page speed monitoring: Untuk memonitoring page speed atau load time website Anda

Ngomong-ngomong, Penasihat Hosting menggunakan Pingdom untuk memonitoring semua provider hosting yang kami review.

Dari pengujian kami, dibandingkan StatusCake dan Site24x7, Pingdom lebih akurat.

Kesimpulan

Jika Anda mencari pilihan yang benar-benar gratis, maka Freshping, Hetrixtools dan Cronitor adalah pilihan terbaiknya, karena mereka menawarkan interval 1 menit.

Dan tergantung berapa jumlah website yang ingin Anda monitoring:

  • Freshping menawarkan pilihan yang paling banyak (50 checks)
  • Hetrixtools (15 checks)
  • Cronitor (5 checks)

Jika Anda membutuhkan fitur lainnya selain uptime monitoring, setiap dari pilihan diatas juga memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri, misalnya di Cronitor – Anda dapat memonitoring cron job dan heart beat, di Hetrixtools Anda juga dapat memonitoring blacklist dan domain expiration.

Adapun jika Anda juga ingin memonitoring load time website Anda, maka hanya ada satu pilihan yang gratis, yaitu StatusCake.

Jika Anda serius dan bersedia membayar lebih, saya menyarankan Site24x7 dan Pingdom. Rekomendasi saya antara keduanya adalah Pingdom. Selain monitoring load time, Pingdom juga memiliki fitur Visitor Insight dan Transaction Monitoring yang sangat bagus untuk website eCommerce.

Jadi, mana yang harus Anda pilih?

Jawabannya tergantung dari tujuan yang ingin Anda capai. 

Agar memudahkan Anda, saya membuat tabel perbandingan dari 5 pilihan alat monitoring gratis dibawah ini:

Monitoring Tools

Check Monitoring

Interval

Log

Alerts

Fitur Monitoring

50

1 Menit

6 Bulan

Email

HTTPs, ICMP Ping, DNS, dll

15

1 Menit

Unlimited

Email & SMS

Uptime, blacklist, dan Domain expiration

10

5 Menit

-

Email

Page speed, Blacklist, dan Uptime

50

5 Menit

3 Bulan

Email

HTTPs, keyword monitoring

5

30 Detik

1 Bulan

Email & Slack

Cron job, Heartbeat, uptime monitoring

Ada pertanyaan? Silahkan tulis dalam kolom komentar dibawah.

  • Halo mas Randi,

    Saya lihat di panel freshworks/hetrixtools ada avg response time. Kalau saya ingin monitor speed website saya itu saya (seberapa cepat dia load) lihatnya response time atau page speed ya?

    Atau maksud page speed monitoring disini adalah tools yang memberikan alert jika page loadnya lambat? Jadi misal freshworks/hetrixtools memang mempunyai info response time, tapi mereka tidak bisa memberikan alert?

    Terima kasih.

    • Bisa dua-dua nya.

      Perbedaannya seperti ini:
      Kalau response times, metrik yang diukur adalah hanya tiga berikut:
      -Time to first byte
      -Time to receive headers
      -Time to load HTML of the site

      Metrik2 diatas sederhana nya hanya untuk mengukur waktu response ke server/website saja (Uptime check) dan akan skip element2 lainnya seperti gambar, script, CSS dan 3rd party resources yang ditemukan di halaman website yang ditest.

      Adapun page speed/page load time test akan mengukur semua metrik-metrik yang saya sebutkan diatas. Idealnya tentu kita gunakan page speed monitoring karena akan memberikan waktu buka halaman total dan ini juga sebabnya mengapa hasil page speed/load time akan lebih lama dari response times server.

  • Mas Randi, saya mau tanya.

    1. yang dimaksud “6 bulan log”, sekian log itu maksudnya log apa ya?

    2. Uptime Robot yang versi gratis, apakah benar-benar gratis seumur hidup bisa kita pakai seperti Freshping atau gratis untuk sekian bulan/sekian tahun saja?

    • 1. Maksunya log uptime. Jadi, mas bisa lihat log/aktivitas data uptime website mas selama 6 bulan terakhir.
      2. Harusnya selamanya bisa gratis, kecuali ada perubahan kebijakan dari mereka.

  • Hampir tiap hari saya pantengin web ini,, terimakasih atas ilmu yg di berikan min,,sy bahkan baru abis migrasi hosting dr hosting lama sy, dan berdasarkan rekomendasi dr web ini tentunya, bahkan sy pake kode promo yg ada di web ini..sekali lg terimakasih min..web ini sangat membantu,,terus lah berkarya,,semoga sukses selalu kedepannya.. Aamiiiin..

  • selamat malam, saya baru saja menemukan web anda dan sangat kerasan membaca artikel demi artikelnya yang tertulis dengan gaya bahasa biasa dan lebih mudah di cerna. yang ingin saya tanyakan

    1. kalau memakai website monitoring ini kita bisa tahu misalnya untuk kecepatan website kita,lha.. di samping mengetahui kecepatan website bisa juga kah mengetahui sumber lambatnya website kita (penyebab web lambat) dan sekaligus diberikan solusi mengatasinya bila menggunakan ” web monitoring” seperti uraian di atas.

    2. sekali lagi saya sangat menyukai paparan artikel di web ini yang terlihat vulgar atau blak blak an tanpa rahasia ,sehingga tulisan2 ini benar2 membantu bagi yang membacanya.
    mohon info untuk akses katalog artikel yang sudah anda tulis bisa di lihat di mana ya ? agar kita bisa selalu bisa membaca apa yang anda tulis

    semoga kebaikan ini mendapatkan pahala yang setimpal
    salam hormat, thanks

    • Masya Allah.
      Halo mas Sony,
      1. Bisa, tapi tidak terlalu detail. Kalau mau detail lebih baik di audit secara keseluruhan websitenya dengan menyewa orang yang memang ahlinya dibidang ini.
      2. Terima kasih atas apresiasi dan do’a nya mas Sony. Kebetulan saya tidak banyak menulis, hanya di penasihathosting.com dan KelasWebsite.id saja.

      Salam hangat,
      Randika

  • Hallo mas Randika saya punya beberapa pertanyaan.

    1. Saya perhatiin di gambar, masnya kok nggak pake HTTPS (malah HTTP)? apakah memang lebih efektif seperti itu atau gimana.

    2. Kalau kita cek menggunakan alat seperti ini bisa membebani situs ngga ya mas, kan kalo intervalnya 1 menit berarti itu alat ngtes situs kita setiap menit dong.

    Makasih sebelumnya,

    • Halo mas Reza,
      1. Tergantung, kalau web mas sudah HTTPS, maka sebaiknya pakai HTTPS. Kebetulan di contoh saya lupa menambahkan “s”, tapi sebenernya tidak terlalu berpengaruh kok, karena sudah ke redirect dari HTTP ke HTTPS.

      2. Tidak akan terbebani kok karena mereka hanya request 1x setiap 1 menit, yang bisa membebani itu misal jika ada ratusan request dalam 5 detik sekali atau 10 detik sekali. Dan bagusnya lagi si setiap robot mereka visit web kita buat monitoring itu tidak akan terdeteksi di Google Analytics, mereka sudah block supaya monitoring tetap berjalan tanpa ada traffic dari mereka masuk ke Google Analytics.

  • {"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
    >