Biaya Maintenance Website + Contoh Kasus [2024]

willya randika

Updated:

Anda mempunyai beberapa opsi untuk maintenance website Anda:

  • DIY (Do it Yourself)
  • Anda hire developer
  • atau Anda serahkan pada agensi professional

Masing-masing punya biaya, tapi meskipun Anda memilih jalan DIY, akan selalu ada biaya yang perlu Anda keluarkan.

💡 Biaya maintenance website mulai dari Rp 26.500/bulan (untuk website bisnis yang paling kecil), hingga lebih dari 10 juta per bulannya untuk yang skala besar dan e-commerce.

Jika website Anda dibangun menggunakan website builder, seperti Wix atau Squarespace, tidak banyak maintenance dari sisi teknis yang akan dikerjakan, kecuali biaya penggunaan plugin tambahan yang sifatnya premium, kebutuhan marketing dan pembuatan konten.

Disisi lain, jika website Anda dibuat menggunakan CMS seperti WordPress, Joomla, dan Laravel yang dikerjakan oleh freelance developer, akan ada pekerjaan maintenance rutin yang harus dilakukan untuk memastikan website Anda tetap up-to-date, seperti mengupdate tema, plugin, dan core CMS dan memastikan semuanya compatible.

Itu baru pekerjaan update, kita belum berbicara soal biaya hosting, domain, pembuatan konten, backups, SEO, on-going development, marketing dan lain-lain. Apakah Anda mengetahui hal ini? Mungkin sebagian dari pemilik website tidak mengkalkulasikannya.

Nah, di artikel ini, saya akan jelaskan mengapa maintenance itu krusial. Saya juga akan bahas apa saja biaya yang termasuk dalam maintenance website dan diakhir artikel, saya akan memberikan contoh real dari biaya maintenance dari salah satu website saya sehingga akan menambah pemahaman atau wawasan Anda.

Apa saja biaya yang termasuk dalam maintenance website?

Ada hal-hal yang sifatnya wajib Anda bayar setiap tahunnya, seperti hosting dan domain dan ini merupakan kebutuhan dasar yang tak bisa dihindari.

Selain itu, ada fitur tambahan yang bersifat opsional atau fitur pelengkap, yang kebutuhannya bergantung pada tujuan bisnis Anda.

Dalam tabel berikut, saya telah merangkum semua biaya maintenance website. Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak semua item ini diperlukan untuk setiap jenis bisnis.

ProdukKategoriBiaya tahunan
DomainWajibRp 24.000 – Rp 1.857.000
HostingWajibRp 168.000 – Rp 40.000.000+
Email hostingSangat disarankanRp 186.000 – Rp 3.348.000 / user *
BackupsSangat disarankanRp 31.500 – Rp 10.000.000+**
Plugin premiumTergantung kebutuhanRp 0 – Rp 15.000.000+
ThemeTergantung kebutuhanRp 0 – Rp 1.000.000+
Content updatesTergantung kebutuhanRp 0 – Rp 100.000.000+
Stock imagesOptionalRp 0 – Rp 20.000.000+
SEOKritis bagi Bisnis yang Bergantung pada Pencarian OrganikRp 0 – Rp 100.000.000+
SEOTergantung tujuan bisnisRp 0 – Rp 100.000.000+

Catatan:

*Harga email hosting dapat termasuk dalam paket hosting website Anda.
** Harga backups dapat termasuk dalam paket hosting Anda.

Tabel diatas tidak mencakup semua biaya, karena masih ada biaya gaji karyawan in-house (jika ada) Atau biaya vendor atau developer yang Anda kontrak untuk maintenance website Anda setiap bulannya.

Dan Anda pasti memperhatikan bahwa range biaya nya sangat jauh. Ini disebabkan karena setiap website unik, sehingga biaya maintenance nya tidak dapat distandarisasi.

Namun, yang perlu Anda ingat dan ketahui adalah seiring pertumbuhan bisnis Anda, biaya maintenance cenderung juga meningkat, terutama jika website Anda memegang peranan yang penting dan serius dalam operasional bisnsi Anda.

Apa saja biaya yang termasuk dalam maintenance website?

Domain

Range harga: Rp 24.000 – Rp 1.857.000

Domain merupakan “alamat” website Anda di internet, dan bukanlah aset yang dibeli untuk kepemilikan permanen, melainkan disewa.

Semua penyedia layanan domain yang saya tahu beroperasi dengan model pembayaran tahunan, bukan bulanan. Namun, Anda memiliki opsi untuk membayar sewa domain untuk beberapa tahun ke depan, seperti 2, 5, atau boleh langsung 20 tahun.

Biaya sewa domain dapat bervariasi tergantung pada ekstensi domain yang dipilih (seperti .com, .id, .org, .net) dan dari mana Anda menyewanya.

Berikut adalah ringkasan biaya untuk beberapa ekstensi domain populer di Indonesia, dari berbagai penyedia layanan yang saya rekomendasikan:

Registrar.com.id.co.id.my.id.net
DomaiNesiaRp175.000Rp249.000Rp300.000Rp 24.000Rp210.000
Cloudflare$9.15$9.95
Namecheap$10.28$22.98$11.98

Hosting website

Range harga: Rp 168.000 – Rp 40.000.000+

Web hosting adalah biaya wajib lainnya selain domain.

Jika Anda menggunakan website builder seperti Wix atau Squarespace, maka web hosting bukanlah biaya yang perlu Anda pikirkan, karena hosting sudah termasuk dalam paket mereka, sehingga tidak perlu dikhawatirkan secara terpisah.

Namun, bagi Anda memilih CMS seperti WordPress, pemilihan provider hosting terbaik menjadi penting. Kriteria utama yang harus dicari dalam web hosting adalah uptime yang stabil, server yang cepat, dan dukungan pelanggan yang handal.

Biaya hosting sangat beragam, tergantung pada provider dan jenis hosting yang dipilih:

Shared Hosting

Merupakan opsi yang paling terjangkau, cocok untuk website berukuran kecil hingga menengah dengan trafik kurang dari 15.000 pengunjung per bulan. Ideal untuk website statis, namun kurang cocok untuk website dinamis seperti situs e-commerce. Harga shared hosting tergolong murah, berkisar antara Rp 10.000 – Rp 100.000+ per bulan nya.

Saya merekomendasikan DomaiNesia (sebagai provider shared hosting terbaik menurut Penasihat Hosting) dan SpeedyPage (lebih powerfull dan memiliki uptime yang lebih stabil, merupakan pilihan yang solid).

VPS atau Virtual Private Hosting

Berkebalikan dengan shared hosting. Di VPS, Anda tidak berbagi sumber daya sehingga semuanya eksklusif untuk Anda. VPS terbagi lagi menjadi unmanaged VPS (biaya lebih rendah, tetapi Anda bertanggung jawab atas maintenance dan set up nya) dan managed VPS (biaya lebih tinggi, namun maintenance nya diurus oleh provider).

Ada VPS dengan CPU yang dedicated dan yang masih berbagi CPU (shared). VPS dengan dedicated CPU biasanya lebih mahal dan sering diperuntukkan untuk website e-commerce.

Rekomendasi saya adalah SpeedyPage VPS (VPS yang juga saya gunakan untuk semua klien maintenance website saya) dan Digital Ocean (Pilihan yang lebih mahal, namun dengan fitur yang dapat memanjakan developer).

Managed WordPress Hosting

Khusus untuk WordPress, hosting ini dirancang khusus untuk meningkatkan performa WordPress dari segi infrastruktur dan konfigurasi server. Biayanya lebih tinggi dibandingkan dengan VPS unmanaged dan shared hosting, tetapi Anda mendapatkan dukungan dari staf teknis yang ahli dalam WordPress. Saya merekomendasikan Kinsta, dengan harga mulai dari $35/bulan.

Jika Anda memiliki website company profile dengan kunjungan yang jarang, atau website statis dengan traffic yang rendah serta tidak banyak menggunakan plugin yang berat-berat, seperti WooCommerce, shared hosting seharusnya sudah memadai.

Di sisi lain, jika Anda mengutamakan performa website yang sangat cepat dan uptime yang lebih stabil serta tingkat security yang lebih kuat, VPS menjadi pilihan terbaik Anda.

Berdasarkan pengujian saya, VPS yang di konfigurasi secara tepat dan khusus untuk WordPress memiliki performa yang lebih cepat dibandingkan managed wordpress hosting seperti Kinsta. Namun, ini berlaku hanya jika Anda memiliki pengetahuan untuk melakukan konfigurasi server. Jika tidak, Anda bisa mempertimbangkan menyewa seorang pengembang atau menggunakan layanan Managed WordPress Hosting seperti Kinsta.

willya randika
Willya Randika – Founder Harun Studio

Email Hosting

Range harga: Rp 186.000 – Rp 3.348.000 per user *

Email hosting ini maksudnya adalah email bisnis, seperti randi@harunstudio.com.

Jika Anda menyewa paket shared hosting, biasanya email bisnis sudah termasuk dalam paket, hanya saja, jika bisnis Anda sangat mengandalkan email, saya tidak menyarankan Anda menggunakan email yang sudah dapat gratis atau termasuk dalam paket hosting Anda, karena dua alasan:

  1. Ketergantungan pada Hosting: Jika server hosting Anda mengalami gangguan, email Anda juga akan terpengaruh.
  2. Kualitas Layanan: Fitur dari email hosting bawaan paket shared hosting sering kali tidak bisa diandalkan, terutama dalam hal fitur anti-spam.

Berikut adalah beberapa opsi email hosting yang saya rekomendasikan:

  1. Google Workspace atau Microsoft 365: Pilihan yang mahal, namun pasti professional untuk kebutuhan bisnis Anda. Layanan emailnya terintegrasi dengan berbagai aplikasi produktivitas Google atau Microsoft, jadi cocok untuk bisnis yang memerlukan ekosistem aplikasi lengkap.
  2. Namecheap Private Email: Pilihan yang lebih murah dan yang saya gunakan saat ini. Merupakan pilihan murah yang cukup solid. Selama beberapa tahun penggunaan, saya tidak menemukan kendala signifikan dan bahkan layanannya cocok untuk cold email marketing.
  3. Mango: Mungkin merupakan pilihan termurah di pasaran. Menawarkan domain tidak terbatas dan pengguna tak terbatas hanya dengan $1,5 per bulan.

Plugin dan Tema

Range harga: Rp 0 – Rp 15.000.000+

Plugin yang saya maksudkan adalah “Extensions” jika di Squarespace atau “Apps” di Shopify dan Wix, tapi jika Anda adalah pengguna WordPress, maka Anda pasti sudah familiar dengan istilah plugins.

Plugin ini sama dengan aplikasi di smartphone Anda, ada yang bisa Anda gunakan gratis, ada yang harus bayar, ada juga yang punya dua versi: gratis dan berbayar. Dan banyaknya plugin atau apps yang Anda perlukan tentu sesuai dengan kebutuhan Anda, bukan? Jadi, pasti jumlah nya akan berbeda-beda tiap jenis website.

Saya telah membuat list plugin rekomendasi saya di halaman plugin WordPress terbaik berikut di Harun Studio. Anda bisa mengunjunginya untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat.

plugin wordpress terbaik

Tema, yang merupakan template atau rangkaian desain, memberikan tampilan khusus pada website Anda. Biaya tema bervariasi, tergantung pada pilihan dan preferensi Anda. Di bawah ini, saya telah menyusun rangkuman tema-tema populer yang sering digunakan, untuk memberikan Anda gambaran tentang opsi yang tersedia.

TemaJumlah DownloadHarga
GeneratePress400rb+$59/tahun
Astra1 Juta+$49/tahun
Kadence100rb+$149/tahun
(Di bundle dengan Kadence Blocks)
Blocksy50rb+$69/tahun
Neve300rb+$69/tahun
OceanWP700rb+$44/tahun

Content updates dan Stock images

Range harga: Rp 0 – Rp 100.000.000+

Biaya untuk pembaruan konten dan penggunaan gambar stok pada website Anda bisa sangat bervariasi, tergantung pada apakah Anda melakukannya sendiri (DIY) atau melalui outsourcing.

DIY

Jika Anda punya ketertarikan pada aspek kreatif dalam mengelola website, pembuatan konten sebenarnya bisa menjadi aktifitas yang menyenangkan.

Tentu saja berlaku jika Anda, sebagai pemilik bisnis, memiliki waktu untuk mendedikasikan diri pada tugas tersebut

Sepengalaman saya, menulis konten sendiri seringkali memberikan sentuhan yang lebih personal dan efektif dalam menyampaikan pesan, karena tak ada yang lebih memahami bisnis Anda selain Anda sendiri.

Yang perlu di ingat adalah penting untuk memiliki jadwal posting konten yang teratur. Misalnya 1x seminggu, 2x seminggu atau 1x sebulan.

Outsourcing Content

Bila Anda memilih untuk menggunakan jasa freelance atau agensi kreatif untuk konten website Anda, biayanya bisa bervariasi. Mulai dari Rp 10.000 per 200 kata hingga ada yang ratusan ribu per 1000 kata.

Ada juga yang berbiaya sekitar Rp 5.000.000 untuk menulis satu panduan atau artikel se halaman penuh (sekitar 2000an kata).

Apa yang Anda bayar ke freelance atau agensi tergtung dari banyak hal, termasuk:

  • Kemampuan dan Pengalaman Penulis: Level keahlian dan latar belakang pengalaman penulis sangat memengaruhi biaya. Saya pribadi cenderung memilih freelancer yang spesialis daripada generalis. Misalnya, untuk website tentang parenting, lebih efektif mencari penulis yang memiliki keahlian khusus di area tersebut.
  • Jumlah Kata: Biaya sering dihitung berdasarkan jumlah kata yang ditulis.
  • Gaya Penulisan: Setiap penulis memiliki gaya yang unik, yang bisa memengaruhi tarif mereka.
  • Pemahaman tentang SEO: Kemampuan penulis dalam menerapkan prinsip SEO pada konten mereka juga dapat mempengaruhi biaya.

Sejauh ini, saya tidak memiliki rekomendasi khusus untuk freelancer atau agensi yang berfokus pada konten berbahasa Indonesia, karena pengalaman saya lebih banyak pada pembuatan konten DIY untuk blog atau website saya.

Pada akhirnya, pilihan antara DIY dan outsourcing harus disesuaikan dengan kemampuan, waktu, dan anggaran Anda, serta dengan tujuan dan target audiens website Anda.

Dan bagaimana dengan stock photo?

Terkait dengan gambar stok, ada beberapa opsi yang bisa dipilih. Anda bisa menggunakan sumber gambar gratis seperti Unsplash atau Pexels untuk menghemat biaya, atau memilih layanan berbayar untuk gambar berkualitas tinggi dan spesifik yang sesuai dengan kebutuhan konten Anda.

Supplier GambarBiaya
PexelsGratis
UnsplashGratis
PixabayGratis
FreeimagesGratis
StockSnap.ioGratis
Shutterstock$29 – $199/bulan
iStock$24,9 – $99/bulan

SEO: DIY vs. Outsourcing

DIY SEO

Jika bisnis Anda mengandalkan atau bahkan bergantung pada organic traffic, maka Anda setidaknya perlu melakukan tugas-tugas yang dapat meningkatkan peringkat website Anda di mesin pencari seperti Google dan Bing.

Sebenarnya, SEO bisa dilakukan DIY tanpa perlu SEO Specialist, tetapi hanya jika Anda mau menginvestasikan waktu untuk mempelajarinya.

Setidaknya, sebagai pemilik bisnis kecil, Anda perlu mahir melakukan SEO On Page, seperti:

  • Membuat Meta Title dan Description: Harus tepat, informative dan menarik bagi pembaca maupun mesin pencari. Jangan lupa memasukkan keyword utama yang Anda tuju pada judul dan deskripsi. Jika Anda menggunakan WordPress, plugin SEO seperti SEOPress dapat membantu Anda untuk
  • Penggunaan keyword: Memasukkan keyword yang Anda tuju pada konten yang Anda buat. Jika konten Anda tentang “Biaya maintenance website”, maka Anda perlu memasukkan keyword tersebut di konten Anda, baik pada headline maupun di dalam isi konten itu sendiri.
  • Alt Text pada Gambar: Menyediakan teks alternatif pada gambar untuk membantu mesin pencari mengidentifikasi konten gambar tersebut.

Dan ada banyak sekali alat yang dapat memeriksa SEO website Anda, dan jika Anda sedang mencari pilihan yang gratis, maka Ahrefs Audit Tool dapat menjadi opsi terbaik Anda.

Outsourcing SEO

Bagi Anda yang lebih memilih menyerahkan SEO kepada SEO Specialist, outsourcing menjadi pilihan yang tepat.

Layanan SEO profesional dapat meliputi:

  • Audit website
  • Keyword research
  • Rank tracking
  • Optimasi on-page SEO
  • Optimasi off-page SEO
  • Strategi mendapatkan backlink
  • Internal linking
  • Analisa kompetitor

Harga layanan ini bervariasi, tergantung pada kompleksitas website dan tujuan spesifik SEO Anda.

Saat memilih penyedia layanan SEO, perhatikan faktor-faktor berikut:

  • Reputasi dan Pengalaman: Pilih penyedia dengan track record yang terbukti dalam meningkatkan peringkat SEO.
  • Transparansi dan Komunikasi: Pilih agensi yang transparan tentang strategi dan metode yang mereka gunakan. Saya menyarankan untuk memilih agensi yang menggunakan strategi-strategi jangka panjang dan tidak short term seperti menggunakan PBN dan cara-cara ilegal dan tidak sesuai dengan aturan Google.
  • Kustomisasi Layanan: Pastikan layanan SEO yang ditawarkan disesuaikan dengan kebutuhan khusus bisnis Anda.
  • Laporan dan Analisis: Layanan yang baik harus menyediakan laporan berkala tentang kinerja dan saran untuk perbaikan.

Seorang spesialis SEO yang terampil atau agensi SEO yang berpengalaman biasanya akan memulai dengan menganalisis website Anda secara mendalam terlebih dahulu.

Mereka kemudian mengembangkan strategi SEO yang custom, yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dan kondisi SEO saat ini dari website Anda.

Rekomendasi saya adalah untuk menggunakan layanan seperti ini terutama untuk website berskala besar, mengingat biaya yang terlibat biasanya lebih tinggi dan lebih cocok untuk proyek dengan skala dan kompleksitas yang besar.

Website maintenance

Melakukan maintenance pada website itu penting dan sifatnya wajib.

Mengapa? Sebagai WordPress Developer, saya sering sekali mendapatkan proyek singkat untuk memperbaiki website yang kena hack, malware atau virus.

Apa sebabnya? Karena tiga alasan, yaitu:

  1. Keterlambatan Pembaruan WordPress: WordPress yang sudah lama sekali tidak di update, sehingga banyak ditemukan plugin yang terdapat vulnarebilities atau tidak mendapatkan vulnarebilites security
  2. Keamanan yang Lemah: karena tingkat keamanan yang kurang kuat baik di level server, maupun di level website.
  3. Penggunaan Plugin atau Tema Bajakan: Penggunaan plugin atau tema bajakan meningkatkan risiko keamanan yang serius.

Nah, ada tiga cara yang bisa Anda tempuh untuk melakukan maintenance: DIY vs. Maintenance per layanan vs. maintenance rutin. Saya akan bahas lengkap beserta biaya nya sebagai berikut:

DIY

Jika Anda ingin menghemat biaya atau mengelola anggaran operasional website dengan lebih efisien, maka melakukan pemeliharaan website secara DIY adalah pilihan yang tepat.

Untuk membantu Anda dalam proses ini, saya telah menyusun panduan lengkap tentang cara melakukan pemeliharaan website secara manual atau DIY. Panduan ini tersedia di panduan maintenance website di Harun Studio.

Berikut adalah inti dari panduan tersebut. Namun, untuk memperoleh informasi yang lebih mendetail dan mendalam, Anda dapat mengunjungi link tersebut.

website maintenance outline 2024

Melakukan maintenance per layanan saja

Opsi ini berarti Anda hanya menghubungi developer ketika ada kebutuhan khusus, seperti memperbaiki masalah, error, atau bug pada website, mengupdate tema, plugin, dan core CMS, melakukan kustomisasi pada tema, menambahkan fungsi baru, menyiapkan plugin, dan tugas-tugas lain yang serupa.

Model pembayaran per layanan ini memiliki biaya yang bervariasi, tergantung pada kompleksitas dan jenis masalah yang dihadapi.

Di Harun Studio, kami mematok biaya sebesar Rp 250.000 untuk satu tugas maintenance. Dan kabar baiknya, dalam waktu dekat kami juga berencana untuk meluncurkan jasa atau layanan maintenance lengkap per layanan atau per kebutuhan, yang akan mencakup aspek-aspek seperti peningkatan keamanan website, perbaikan berbagai masalah, optimasi kecepatan, pembaruan sistem, dan lainnya dengan biaya yang cukup bersahabat.

Biaya langganan maintenance per bulan

Biasanya maintenance website ditangani dengan sistem langganan secara bulanan. Besarnya biaya tergantung pada jenis layanan, fitur, dan manfaat yang Anda butuhkan. Kompleksitas website juga berperan dalam menentukan biaya ini.

Harga atau biaya jasa maintenance website dapat bervariasi, mulai dari sekitar Rp 300.000 hingga Rp 5.000.000 per bulan, atau bahkan lebih, tergantung pada kebutuhan spesifik Anda.

Beberapa penyedia jasa menawarkan paket lengkap yang mencakup semua aspek pemeliharaan website, termasuk optimasi kecepatan, keamanan, backup, dan pencegahan spam. Sementara itu, ada juga yang fokus pada area tertentu, seperti optimasi SEO saja.

Untuk memberi Anda pemahaman yang lebih jelas, berikut adalah tabel perbandingan dari beberapa agensi pemeliharaan website yang populer di Indonesia:

tabel perbandingan biaya maintenance website

Kesimpulan dan Contoh Kasus

Sekarang, Anda jadi tahu biaya yang biasanya muncul pada maintenance website, sehingga Anda bisa merencanakan budget yang efektif.

Ingat bahwa biaya maintenance website akan bervariasi tergantung dari jenis website Anda. Sebagai gambaran untuk Anda, berikut saya beberkan biaya maintenance website Penasihat Hosting sebagai contoh kasus:

ProdukProduk yang digunakanBiaya per tahun
DomainCloudflare$9.15
SSLLets EncryptGratis
VPS hostingHostHatch$48
Email hostingNamecheap Private Mail$14.88
BackupsDigital Ocean Spaces$66
CDNBunny.net$12
ThemeGeneratePress$27.47
Plugin PremiumSEOPress dan GenerateBlocks Pro$88
Firewall dan DNSCloudflareGratis
MaintenanceDIY
Development websiteDIY
SEODIY
KontenDIY
Total Biaya per tahun*Rp 4.113.550

Dengan kurs Rp 15.500 per dollar, total biaya maintenance website Penasihat Hosting adalah Rp 4.113.550 per tahun atau Rp 342,795 per bulannya.

Penasihat Hosting merupakan website berskala kecil, itu sebabnya biayanya tidaklah terlalu tinggi. Namun, bahkan untuk pemilik bisnis kecil, biaya nya bisa lebih rendah dari itu jika Anda menggunakan shared hosting yang sudah termasuk layanan backup dan email hosting yang cukup bisa diandalkan dalam paketnya.

Selanjutnya, mengenai tema dan plugin, tidak selalu perlu memilih versi Pro atau Premium. Ada banyak pilihan gratis yang berkualitas, yang bisa menghindarkan Anda dari biaya berlangganan. Bagi mereka yang baru memulai website dan memiliki budget yang terbatas, penting untuk mempertimbangkan pilihan ini dan berdiskusi dengan developer Anda.

Sebagai seorang WordPress Developer, saya yakin bahwa Anda bisa membuat website yang menarik dan berfungsi dengan baik tanpa harus bergantung pada tema dan plugin premium.

Extra

Terakhir, mengurus maintenance website memang bisa terasa kompleks, mengingat aspek-aspek yang perlu ditangani mulai dari biaya hosting, domain, pembuatan konten, hingga SEO.

Anda bisa memilih untuk menyerahkan beberapa atau seluruh tugas maintenance kepada agensi maintenance website seperti Harun Studio, atau mungkin memilih untuk melakukannya sendiri dengan pendekatan DIY (Do It Yourself).

Apapun pilihan Anda:

  1. Maintenance website adalah aspek krusial untuk memastikan website Anda beroperasi dengan lancar dan aman.
  2. Tidak hanya membantu meningkatkan performa dan kecepatan website, maintenance yang baik juga vital dalam menjaga keamanan situs Anda dari ancaman seperti malware, virus, dan hacking.
  3. Jika Anda memilih pendekatan DIY untuk menghemat biaya, ingat bahwa hal ini akan memerlukan investasi waktu untuk mempelajari dan menerapkan praktik maintenance yang efektif.
willya randika

Penulis: Willya Randika

Willya Randika adalah satu-satunya penulis dan web hosting reviewer di PenasihatHosting.com. Dia telah menggeluti dunia hosting sejak tahun 2013 dan telah mereview lebih dari 30+ provider hosting. Dia juga sering memberikan saran dan konsultasi gratis kepada para pemilik website tentang bagaimana cara meningkatkan performa website mereka.

Diskusi

Beluma ada pertanyaan / komentar