Kami launching produk baru, yaitu MonitorUptime.id, sebuah alat monitoring gratis yang akan mengabarkan Anda ketika website Anda down. Cek Produk >

Review Hostinger Indonesia

Pada tanggal 30 Juni 2022, kami memutuskan untuk tidak lagi meneliti provider Hostinger Indonesia, karena beberapa alasan berikut:

  1. Hostinger dan Niagahoster masih berbagi layanan support. Yap, perlu diketahui bahwa Hostinger dan Niagahoster mungkin masih dalam satu perusahaan yang sama. Sama seperti Masterweb ​dengan Exabytes Indonesia. Dan sama seperti ArdetaMedia dengan JogjaHost.
  2. Hostinger Indonesia tidak memiliki server di Indonesia. Yang terdekat adalah Singapore, tapi, permasalahannya adalah Anda sama sekali tidak bisa memilih server kecuali memintanya setelah hosting Anda aktif dan Anda juga tidak diberitahu dimana lokasi server website Anda di tempatkan ketika melakukan pemesanan hosting. Itu artinya, server ditentukan oleh mereka atau secara acak saja, sehingga tidak ideal untuk website berbahasa Indonesia dengan target pengunjung Indonesia.
  3. Hostinger tidak menggunakan control panel standar industri (cPanel). Mereka menggunakan control panel buatan sendiri, yaitu hPanel.​ Sementara Niagahoster sudah menggunakan cPanel + LiteSpeed Enterprise sebagai web servernya.
  4. Dan jika Anda benar-benar ingin berlangganan hosting di Hostinger dan mengharapkan server Singaporenya, ingat bahwa Anda juga bisa mendapatkan server Singapore di Niagahoster. Kami yakin ​spesifikasi servernya sama saja.

Oleh karena itu, kami memutuskan untuk meneliti salah satu diantaranya saja, yaitu Niagahoster.

Tertanda,
Willya Randika / Hosting Reviewer

Updated: Niagahoster memutuskan untuk menarik diri dari review Penasihat Hosting per 7 September 2022, dan merupakan provider ketiga yang melakukan hal yang sama setelah Dewaweb dan Domosquare di tahun 2019 lalu.

Tinggalkan Komentar

24 Komentar

  1. Sharing pengalaman transfer domain .co.id ke hostinger.
    Hasilnya, parah. Sudah lebih dari 2 minggu gak beres2. Saya tanya ke registrar sebelumnya, kesalahan di hostinger yg belum melakukan inisiasi proses transfer. Jadi statusnya masih tercatat di registrar lama. Memang secara kepemilikan masih aman, karena tetap atas nama saya. Tetapi kita sudah rugi waktu (berkali2 kontak cs hostinger) dan uang transfer domain sudah dibayar. Ini sampai skrg belum beres juga.

    Kalau dari pengalaman hosting-an lain, proses transfer domain ini, sederhana dan cepat. Hanya ini pertama kalinya transfer domain ke hostinger.

    Reply
  2. Wah gila hostinger bikin kebijakan nya aneh deh seputar webmail auto login dari hpanelnya. Sebelumnya masih bisa padahal auto login ke webmail account dari hpanel, pas selang beberapa hari saya ga buka hpanelnya, masa jadi ga bisa autologin lagi, saya cek ada notif kalau autologin webmailnya dimatikan karena alasan keamanan katanya.. Ada ya yang namanya Administrator Hosting malah dibatasi aksesnya :))

    Reply
  3. Saya mau sharing aja nih min barang x bermanfaat, masih di Hostinger kok cuma yang saya alami bukan di hosting melainkan di layanan email nya.

    1. Bulan pertama lancar.
    2. Bulan kedua sering bermasalah, harus lapor baru beberapa jam kedepan baru normal lagi.
    3. Bulan ketiga, langsung mereka suspend. Alasannya karena email bounce dan gak ada keringanan untuk unsuspend dan akhirnya, uang yang saya bayarkan selama setahun, hanya terpakai 2 bulanan.

    Sangat tidak direkomendasikan untuk menggunakan layanan Hostinger. Tapi untuk CS Hostinger, saya akui mereka cepat tanggap balas chatnya.

    Reply
    • Terima kasih sudah sharing pengalaman nya mas Deni.

      Terkait point ketiga, maksud nya account hosting email mas yang di suspend? Bukan alamat email yang bounce yang di suspend?
      Jika iya account mas yang di suspend, apakah artinya uang yang mas bayarkan selama 12 bulan, sisa nya 10 bulan tidak terpakai tidak bisa di refund? Begitu kah maksudnya?

      Reply
      • Maaf, izin koreksi poin nomor 3 mas.

        Bukan pihak mereka (Hostinger) yang men suspend nya tapi pihak Titan yang bekerja sama dengan Hostinger.

        Kalo akun Hostinger nya ngga di suspend mas, aman. Untuk bisa refund atau ngga nya, saya kurang tahu juga ya karena tidak menanyakan terkait ini.

        Pihak Hostinger juga tadi ada laporan bahwa mereka akan coba membantu banding ke pihak Titan cuma sepertinya sudah terlambat karena saya sudah berlangganan email hosting luar.

        Dan saya juga ingin koreksi kata kata terakhir, maksudnya sangat tidak direkomendasikan untuk langganan email hosting dari Hostinger bukan layanan Hostinger karena saya mencoba nya hanya layanan email hosting dari Hostinger.

        Mohon maaf kepada para pembaca, karena komentar saya yang pertama ada beberapa poin kesalahan, saya akui itu.

  4. Wah parah hostinger load page nya saya padahal udah banyak beli domain + ssl lif time.. Bagi developer/pengguna wordpress yang beli template di envato dan codecanyon kayaknya jangan sampe hosting ke hostinger deh.. Beli hosting di lokal aja kayak cpanel gitu.

    Reply
  5. Ya ampun, udah terlanjur beli tapi baru tau ada website seperti ini. Terimakasih atas kerjakeras dan usahanya dari tim penasihathosting.. semoga kedepannya lebih ramai lagi yang membaca hasil reviewnya yaah

    Reply
  6. Saya termasuk yang terjebak menggunakan layanan hostinger. Hanya sekedar beli nama domain untuk mengganti nama domain agar lebih syantik. Walhasil setup sesuai dengan petunjuk namun, nggak bisa diakses dan keluar mercusuar cuy.. ????

    Reply
  7. Hostinger sangat buruk, sangan sering jika ingin login ke hpanel tp tidak bisa hanya loading dan muter2 tidak jelas. Ujungnya kesel sendiri. Sudah hampir seminggu seperti ini, mau update website jadi tidak bisa. Semua pekerjaan jadi tertunda.

    Reply
  8. Saya punya pengalaman buruk dengan Hostinger dan Niagahoster dimana Cloud VPS saya hari ini down lebih dari 12 jam dan hingga sekarang! 🙁

    Reply
    • Saya juga mengalami pengalaman yg sama ketika menggunakan Niagahoster beberapa tahun lalu. Setelah itu saya sudah tidak percaya lagi dengan mereka. Bisa kejebak vendor lock-in, alias susah keluar dari layanan mereka. Selalu down padahal traffic ga seberapa. Setelah itu saya pindah pakai Linode dgn server di Singapore, saya sudah menggunakan Linode selama beberapa tahun, ada suka duka juga tapi.

      Reply
  9. Mas, ini mungkin data yang lama dan perlu diperbaharui. Karena dari pengalaman saya menggunakan hostinger (hosting VPS), load page sangat cepat dan uptime sesuai. Cuma itu saja sekedar masukan saya mas. Makasih

    Reply
    • Well, ini review shared hosting nya Hostinger mas, bukan VPS.
      Lagipula sudah saya kasih warning di awal artikel bahwa review ini belum update dengan data terbaru.

      Reply
      • Betul mas, Sampai awal desember ini web saya di hostinger juga masih lambat load page-nya. Kalo down server saya perhatikan waktunya sering terjadi pas seputaran magrib. Kebetulan situs saya berupa portal berita, jadi berasa betul kalau pas mau update berita tiba2 down.

  10. saya adalah pengguna hostinger premium, itupun karena saya dijanjikan hadiah ketika saya pertama kali melakukan kerjasama blogpost atau tepatnya placement.

    Terkesan lambat sih dan memang untuk saat ini saya memutuskan untuk belum memperpanjang….masih pertimbangan, lagian saya cek memang lamban loadingnya…

    Ulasan ini lengkap dan tentu saja membuat kita bisa menentukan pilihan sendiri.

    terima kasih

    Reply
  11. Yang lebih parah lagi, yang unlimited itu di ubah dengan seenaknya. Seperti inodes, Jumlah website, Akun email. Katanya sudah jadi kebijakan mereka. Yah klo gitu, mudah saja mereka tiap waktu mengubah kebijakan dan mulai membatasi-membatasi fasilitas yang dijanjikan. Padahal diawal tawarannya tidak seperti itu. Yah gimana coba kalau yang sudah terlanjur berlangganan dan masa garansi sudah lewat. Kan para pelanggan bisa sangat dirugikan jika alasannya itu sudah kebijakan mereka.

    Saya pikir mungkin sulit ya bagi mereka mengedit homepage websitenya. Fitur-fitur unlimited itu apa susahnya sih di ganti jadi angka ? Masa pas berlangganan semuanya yang unlimited itu jadi angka ? Kan itu sulap namanya.

    Reply
    • Benar mas.. Tiba2 aja nggak bisa nambah add-ons domain padahal di depan katanya unlimited. Kemudian kapasitas storage yang tahun pertama unlimited tiba2 berubah jadi 20gb di parameternya.

      Reply
    • Iya benar, mereka semena-mena namanya ini.
      Kalau memang mereka mau mengubah kebijakan, harusnya hanya berlaku untuk pelanggan baru saja, sedangkan untuk pelanggan lama minimal sampai masa kontrak nya habis dulu.

      Reply
    • Saya tidak tahu, karena server yang saya test disini adalah yang di Singapore.
      Tapi kalau target pengunjung Anda dari Indonesia, maka memilih server yang berlokasi di USA atau UK bukanlah pilihan yang bagus.
      Sebaiknya pilih yang dekat, minimal di Singapore.

      Reply
  12. Hostinger itu kayak ada hubungannya sama Niagahoster, saya pernah memakai dua hosting ini, ketika saya chat di panel Hostinger malah kelihatan CEO Niagahoster. kemudian di Instagram Niagahoster juga ketika opening kantor baru saya lihat ada orang dan logo Hostingernya. Sepertinya kayak ada hubungan Ayah dan Anak. 😀

    Reply
    • Mereka masih satu perusahaan. Sama seperti ArdetaMedia dengan JogjaHost, Masterweb dengan Exabytes, BEON dengan Jagoan Hosting.

      Reply
      • apakah review ini masih berlaku sampai waktu saat ini? jika satu perusahaan, apakah layanan niagahoster juga sama dg hostinger? sebab sy coba transfer dana utk daftar di niagahoster, melalai virtual Account tidak masuk/diterima. boleh sarannya, jadi hosting terbaik yang mana di indonesia. trims

      • Review Hostinger ini belum saya update dengan data terbaru. Saran saya jika ada masalah dalam pembayaran, mas Suryo bisa kontak support Niagahoster langsung via live chat.