Email DNS Checker
Cek konfigurasi email domain secara real-time: MX, SPF, DMARC, dan DKIM. Berguna untuk setup email hosting, deliverability audit, dan troubleshooting email agar tidak mudah masuk spam.
Masukkan domain utama tanpa protocol, misalnya example.com.
Masukkan selector DKIM dipisahkan koma jika Anda tahu namanya. Contoh: google, default, atau selector1.
Apa yang akan dicek?
- MX untuk routing email inbound
- SPF untuk otorisasi pengirim
- DMARC untuk policy dan report
- DKIM selector opsional untuk signing email
- Health score dan rekomendasi deliverability
Apa Itu Email DNS Checker?
Email DNS Checker adalah tool untuk mengecek apakah domain Anda sudah memiliki konfigurasi DNS email yang sehat. Tool ini memeriksa MX untuk routing email, SPF untuk otorisasi pengirim, DMARC untuk policy alignment, dan DKIM untuk signing email.
Tool ini sangat berguna saat setup email hosting, migrasi provider email, audit deliverability, atau ketika email domain Anda sering masuk spam.
Apa yang Dicek?
MX Records
Menentukan mail server mana yang menerima email untuk domain Anda. Tanpa MX yang benar, email inbound bisa gagal.
SPF Record
Membantu receiver memverifikasi apakah server pengirim memang diizinkan mengirim email atas nama domain Anda.
DMARC Policy
Menentukan bagaimana email yang gagal autentikasi diperlakukan, sekaligus memberi pelaporan terhadap penyalahgunaan domain.
DKIM Selector
Mengecek selector DKIM yang Anda masukkan, baik berupa record TXT langsung maupun CNAME delegation ke provider email.
Mengapa Email DNS Penting?
- Deliverability: Konfigurasi email yang sehat membantu email masuk inbox, bukan spam.
- Anti-spoofing: SPF, DKIM, dan DMARC membantu mencegah pemalsuan domain untuk phishing.
- Migrasi email: Saat pindah ke Google Workspace, Microsoft 365, Zoho, atau mail hosting lain, DNS email harus tepat.
- Troubleshooting: Sering dipakai ketika email outbound ditolak atau inbound tidak masuk.
Tips Menggunakan Tool Ini
- Masukkan domain utama seperti
example.com, bukan URL lengkap. - Tambahkan selector DKIM jika Anda tahu nama selector dari provider Anda, misalnya
google,default, atauselector1. - Jika DMARC policy masih
p=none, itu umumnya berarti monitoring sudah aktif tetapi enforcement belum ketat. - Jika ada lebih dari satu SPF record, itu sering menyebabkan masalah validasi SPF.
FAQ: Pertanyaan Umum
Apakah DKIM bisa dicek tanpa selector?
Tidak dengan akurat. DKIM disimpan pada hostname berbasis selector seperti selector._domainkey.example.com, jadi tool membutuhkan selector agar query-nya tepat.
Kalau DMARC saya masih p=none, apakah salah?
Tidak selalu. p=none sering dipakai saat fase monitoring. Namun untuk proteksi yang lebih kuat, banyak domain production akhirnya naik ke quarantine atau reject.
Mengapa tool ini memeriksa MX, SPF, DMARC, dan DKIM sekaligus?
Karena kesehatan email domain tidak cukup dilihat dari satu record saja. Deliverability yang baik biasanya butuh kombinasi record-record tersebut.
