Loncat ke konten utama

Snapshot VPS

Diperbarui: 29 Oktober 2026
By Willya Randika

Snapshot VPS adalah salinan kondisi disk pada satu titik waktu. Saat upgrade, update besar, atau perubahan konfigurasi berisiko, snapshot memberi jalan rollback cepat tanpa membangun ulang server.

Snapshot vs backup

AspekSnapshotBackup
TujuanRollback cepatPemulihan bencana
LokasiBiasanya di provider yang samaIdealnya offsite
RetensiPendek–menengahSesuai kebijakan
KonsistensiBergantung metodeBisa diatur aplikasi
BiayaPer GB/bulanTergantung media

Snapshot bukan pengganti backup. Jika akun atau region provider bermasalah, snapshot di infrastruktur yang sama bisa ikut tidak tersedia.

Sebelum mengambil snapshot

  • Hentikan database atau gunakan mode freeze agar file konsisten.
  • Catat konfigurasi yang berubah di luar disk (DNS, firewall, env).
  • Pastikan ruang disk cukup untuk snapshot.
  • Uji restore di server percobaan, bukan langsung di produksi.

Yang perlu diperhatikan

  • Snapshot berisi seluruh disk. Ukuran dan biaya bisa lebih besar dari perkiraan.
  • Retensi otomatis bisa menghapus snapshot lama. Cek kebijakan provider.
  • Snapshot bukan clone instan. Restore membutuhkan waktu dan mungkin downtime.
  • Perubahan setelah snapshot tidak ikut. Data baru sejak snapshot akan hilang saat rollback.
  • Uji rutin. Snapshot yang belum pernah dipulihkan belum terbukti.
  • Snapshot incremental tetap butuh rantai. Menghapus snapshot dasar bisa memengaruhi yang lain.

Setelah rollback, periksa layanan, log, dan sertifikat. Data yang dibuat setelah snapshot tidak kembali; komunikasikan ke pengguna jika ada transaksi hilang. Perbarui snapshot berikutnya setelah sistem stabil, dan hapus snapshot lama sesuai retensi. Uji akses SSH, DNS, firewall, dan konsistensi database sebelum mengumumkan pemulihan. Jalankan smoke test, catat waktu snapshot di changelog, dan dokumentasikan prosedur restore. Periksa log setelah restore. Ukur hasilnya.

Untuk database MySQL, snapshot yang konsisten bisa disiapkan dengan mysqldump --single-transaction sebelum snapshot, atau hentikan layanan sebentar. Setelah restore, jalankan systemctl status, cek df -h, dan uji koneksi database sebelum membuka trafik.

FAQ

Apakah snapshot bisa menggantikan backup?

Tidak. Snapshot cepat untuk rollback, tetapi backup harus disimpan terpisah dari server dan provider.

Apakah server harus dimatikan saat snapshot?

Tidak selalu, tetapi untuk database sebaiknya hentikan sementara atau flush agar snapshot konsisten.

Berapa lama snapshot disimpan?

Tergantung kebijakan provider dan retensi yang Anda set. Cek biaya dan jadwal penghapusan.

Disclaimer: Artikel WikiHosting disusun untuk tujuan edukasi dan referensi. Teknologi hosting terus berkembang, sehingga beberapa informasi teknis mungkin berubah seiring waktu.