Loncat ke konten utama

Cara Membuat Website Sendiri: Panduan Lengkap

Panduan lengkap untuk pemula yang ingin membuat website sendiri tanpa jasa developer: dari platform, domain, hosting, sampai halaman pertama tayang.

29 September 2026
By Willya Randika
Cara Membuat Website Sendiri: Panduan Lengkap

Saya menulis panduan cara membuat website ini untuk membantu pemula yang ingin belajar membuat website sendiri tanpa perlu menguasai coding atau mengeluarkan biaya untuk menyewa jasa web designer dan developer.

Saya yakin sebagian besar dari Anda akan berhasil.

Apa yang dibutuhkan? Anda hanya perlu menginvestasikan beberapa jam dari waktu Anda dan mengikuti panduan yang bagus.

Beberapa jam? Yes, kenyataannya, tidak ada yang bisa membuat website dalam waktu singkat. Tidak realistis bagi pemula untuk bisa membuat website dalam 30 atau 60 menit seperti yang sering dijanjikan beberapa sumber. Dan panduan bagus? Saya percaya Anda sudah berada di tempat yang tepat saat ini.

Berapa Biaya Membuat Website Sendiri?

Sebelum masuk ke teknis, mari jujur soal angka — karena ini pertanyaan yang paling sering muncul tapi paling sering disembunyikan.

Untuk website WordPress standar, biaya tahun pertama Anda umumnya berada di kisaran Rp 500.000 sampai Rp 1.000.000. Rinciannya:

  • Domain — kisaran Rp 150.000–200.000 per tahun untuk .com
  • Hosting — paket shared untuk pemula mulai dari sekitar Rp 10.000–30.000 per bulan tergantung provider dan masa bayar

Angka ini kisaran umum pasar, bukan harga tetap — harga promo dan perpanjangan berubah-ubah, jadi cek halaman hosting murah saya untuk perbandingan terkini beserta catatan kekurangan tiap provider.

Ada juga jalur yang benar-benar gratis: website builder seperti WIX atau Weebly menyediakan subdomain gratis, dengan imbangi iklan platform di website Anda. Jalurnya mudah, tapi ada harga tersembunyinya — saya bahas di bawah.

Berapa Lama Waktunya?

Realistis: satu akhir pekan untuk versi pertama yang layak tayang — kurang lebih 4 sampai 8 jam tersebar dalam beberapa sesi. Pengalaman umum para pemula yang saya dampingi: bab yang terasa paling lama bukan install, tapi memilih tema dan menyesuaikan desain. Itu wajar; bagian itu memang bagian yang menyenangkan.

Panduan ini terdiri dari 6 bab, dan kita akan mulai dari Bab 1 terlebih dahulu, yaitu Bab Memilih Platform Terbaik. Bab 2–6 akan dibagi pada halaman tersendiri.

Ayo mulai dari bab 1.

Memilih platform pembuatan website

Bab 1: Memilih Platform Terbaik

Ada lebih dari 100+ platform tersedia sampai saat ini. Memilih satu di antaranya adalah keputusan pertama yang perlu Anda ambil. Saya akan pandu Anda menemukan yang terbaik: mudah dipelajari, gratis, dan yang sudah memiliki komunitas yang besar.

Pertama-tama, apa itu platform?

Dahulu, sekitar tahun 2004 atau 2005, membuat website itu sulit. Anda perlu setidaknya belajar CSS dan HTML untuk membuat website.

Belum lagi belajar bagaimana cara men-design websitenya sebelum meng-coding-nya.

Tidak mudah, membutuhkan waktu dan mungkin Anda perlu pergi ke salah satu tempat terpencil agar bisa fokus mempelajarinya.

Di tahun 2026 ini, faktanya Anda bahkan tidak perlu mempelajari itu semua untuk membuat website yang dapat menambah penghasilan/penjualan Anda di dunia online, karena sebagian orang telah membuat sebuah platform yang dapat mempermudah Anda dalam membuat website.

Dengan adanya platform, Anda dapat membuat website sendiri tanpa perlu ikut pelatihan kursus.

Apa Platform Terbaik untuk Membuat Website?

Ada banyak pilihan platform yang dapat Anda pilih untuk membuat website. Jumlahnya lebih dari seratus ketika saya mengeceknya di situs W3Tech.

Menurut statistik per Mei 2025 (sebagaimana ditunjukkan gambar di bawah), berikut adalah platform yang paling banyak digunakan:

Statistik platform website terpopuler

Seperti yang Anda lihat dalam statistik di atas, WordPress adalah platform yang paling populer di dunia dengan jumlah market share mencapai 43%.

Pertanyaannya: Mengapa WordPress begitu populer? Karena WordPress...

  • Mudah digunakan / user-friendly
  • GRATIS dan tidak ada iklan yang akan disematkan ke website Anda
  • Memiliki komunitas yang besar
  • Website yang dibangun dengannya akan tampak responsive di semua perangkat termasuk handphone dan tablet
Bagaimana dengan platform lainnya, seperti website builder: WIX, Squarespace dan Weebly?

Mereka adalah pilihan platform yang juga bagus. Hanya saja memiliki beberapa keterbatasan (per data yang saya cek tahun 2025 — cek harga terkini sebelum memutuskan):

  • Tidak gratis
  • Perlu memilih paket minimal yang seharga $8.5/bulan (WIX) untuk menghapus iklan
  • Bandwidth dan storage yang terbatas pada paket termurahnya (WIX)
  • Website yang Anda tempatkan dalam platform mereka bukan 100% milik Anda

Poin terakhir yang paling sering disesali orang belakangan: saat website Anda tumbuh — mau pindah hosting, mau fitur khusus, mau full kontrol desain — ketergantungan pada builder jadi penghambat. Kalau kebutuhan Anda bukan sekadar website tapi aplikasi bisnis interaktif (booking, marketplace kecil, tools), jalurnya berbeda lagi: baca cara buat aplikasi web tanpa coding.

Untuk Anda yang baru memulai dan ingin website yang benar-benar milik Anda, saya menyarankan menggunakan WordPress.

Saya pribadi juga menggunakan WordPress di semua website yang saya miliki (termasuk Penasihat Hosting) dan saya percaya WordPress juga akan cocok buat Anda.

Dan kabar baiknya: Anda akan belajar bagaimana cara membuat website sendiri menggunakan WordPress dalam panduan ini.

Daftar Bab Panduan Cara Membuat Website

Panduan ini terbagi menjadi bab-bab berikut. Kerjakan berurutan, atau lompat ke bab yang Anda butuhkan:

  1. Memilih domain dan hosting — fondasi sebelum membangun apa pun.
  2. Apa itu web hosting — pahami mesin di balik website Anda.
  3. Menginstall WordPress di cPanel — kurang dari 5 menit lewat one-click installer.
  4. Memilih tema WordPress — kriteria tema yang tidak membatasi pertumbuhan.
  5. Menyesuaikan tema — logo, warna, font, dan menu lewat customizer.
  6. Membangun halaman dengan Elementor — dari template siap pakai sampai halaman depan tayang.

Sudah paham cara kerja hosting dan mau langsung memilih provider? Cek kategori web hosting dan domain untuk membandingkan pilihan. Bacaan terkait: Biaya Maintenance Website + Contoh Kasus — lengkap kalau Anda ingin gambaran utuhnya.

Urutannya: domain, hosting, CMS, baru desain. Jangan beli builder tahunan sebelum apa itu web hosting jelas. WordPress masih jalur paling ramah di Indonesia.