Loncat ke konten utama

HTTP Status Codes

Diperbarui: 29 Oktober 2026
By Willya Randika

HTTP status code adalah angka tiga digit yang dikirim server di setiap respons — misalnya 200, 301, atau 404 — untuk memberi tahu browser dan crawler apa yang terjadi pada permintaan. Di hosting, kode ini adalah petunjuk pertama untuk membedakan masalah aplikasi, konfigurasi server, dan batas resource.

Lima kelompok kode

KelompokArtiContoh
1xxInformasi, permintaan masih diproses101 Switching Protocols
2xxBerhasil200 OK, 201 Created
3xxPengalihan301, 302, 304
4xxMasalah di sisi klien400, 401, 403, 404, 429
5xxMasalah di sisi server500, 502, 503, 504, 508

Yang paling sering Anda temui di hosting:

KodeArti praktis
200Halaman berhasil dimuat
301Pindah permanen; browser dan crawler menyimpan cache
302Pindah sementara; jangan dipakai untuk perubahan permanen
304Konten belum berubah, browser memakai cache
403Server menolak akses (permission, IP block, WAF)
404URL tidak ditemukan
429Terlalu banyak permintaan; kena rate limit
500Error tak tertangani di aplikasi atau .htaccess
502/504Gateway/proxy tidak mendapat jawaban tepat waktu
503Layanan sementara tidak tersedia (maintenance atau resource habis)
508Batas resource akun tercapai, sering Entry Processes

Cara membaca kode dengan benar

Buka DevTools → Network, muat ulang halaman, lalu lihat kolom Status. Untuk pengecekan cepat dari terminal, curl -I https://contoh.com menampilkan header dan kode tanpa mengunduh seluruh halaman. Jika kodenya 5xx, cek error log hosting dan log aplikasi; kode saja tidak menunjukkan baris yang gagal.

Kode 4xx biasanya berasal dari URL, autentikasi, atau aturan keamanan. Kode 5xx lebih sering berasal dari PHP fatal error, koneksi database, atau konfigurasi server. Di shared hosting, 508 dan 503 bisa muncul saat akun menabrak batas CPU, RAM, atau proses — bukan karena trafik besar.

Yang perlu diperhatikan

  • 304 bukan error. Browser memakai salinan cache; halaman tetap sehat.
  • 301 di-cache keras. Salah redirect bisa sulit dibatalkan di browser pengunjung.
  • 5xx bisa berasal dari CDN. Periksa apakah masalah di origin atau di lapisan proxy.
  • Satu kode tidak menentukan penyebab. Baca log dan waktu kejadian sebelum mengubah konfigurasi.

FAQ

Apa beda 500 dan 503?

500 berarti aplikasi gagal memproses permintaan karena error tak tertangani. 503 berarti layanan sengaja atau sementara tidak tersedia, misalnya maintenance atau resource habis.

Mengapa halaman yang ada menampilkan 404?

URL bisa berubah, rewrite rule .htaccess salah, atau file index tidak ada di document root. Cek permalink dan konfigurasi server sebelum membuat halaman baru.

Apakah 301 memengaruhi SEO?

Ya. 301 memindahkan sinyal ke URL tujuan. Pastikan tujuan relevan, bukan halaman 404, dan hindari rantai redirect panjang.

Disclaimer: Artikel WikiHosting disusun untuk tujuan edukasi dan referensi. Teknologi hosting terus berkembang, sehingga beberapa informasi teknis mungkin berubah seiring waktu.