Loncat ke konten utama

Canonical URL

Diperbarui: 29 Oktober 2026
By Willya Randika

Canonical URL adalah alamat yang Anda tunjuk sebagai versi utama sebuah halaman ketika konten yang sama bisa diakses lewat beberapa URL. Penandaannya memakai tag `` di <head>.

Duplikat muncul dari hal sepele: www dan non-www, http dan https, trailing slash, parameter ?utm_source=..., atau halaman kategori dengan filter. Tanpa canonical, mesin pencari harus menebak mana yang utama.

Cara kerjanya

Saat crawler menemukan beberapa URL dengan isi mirip, tag canonical memberi sinyal: "gunakan URL ini sebagai acuan". Tag ini bukan redirect; pengunjung tetap bisa membuka URL lain. Karena itu, canonical dan redirect punya peran berbeda.

KondisiTindakan yang tepat
Satu konten, beberapa URL aktifCanonical ke URL utama
URL lama tidak boleh diakses lagiRedirect 301 ke URL baru
Halaman produk dengan parameter filterCanonical ke versi tanpa filter
Halaman paginationSelf-canonical per halaman, bukan ke halaman 1

Aturan praktis

  • Gunakan URL absolut (https://contoh.com/halaman), bukan path relatif.
  • Setiap halaman punya satu canonical; jangan memasang dua tag yang berbeda.
  • Halaman utama sebaiknya self-referencing — canonical ke dirinya sendiri.
  • Samakan dengan sitemap dan internal link; jangan canonical ke URL yang diblokir robots.txt atau berstatus 404.
  • Untuk WordPress, banyak tema otomatis memasang canonical. Cek output HTML sebelum menambah plugin lain.

Yang perlu diperhatikan

Canonical bukan solusi untuk semua duplikasi. Jika dua halaman benar-benar berbeda dan sama-sama penting, jangan dipaksa canonical ke salah satunya. Jika URL lama sudah tidak dipakai, redirect lebih tegas daripada canonical. Dan jika canonical menunjuk ke halaman noindex, sinyalnya bisa saling bertentangan.

FAQ

Apa beda canonical dan redirect?

Redirect memindahkan pengunjung ke URL lain. Canonical tetap membiarkan URL diakses, tetapi memberi tahu mesin pencari URL mana yang utama.

Apakah canonical harus ada di setiap halaman?

Sebaiknya ya, minimal self-referencing. Ini mengurangi tebakan crawler saat ada parameter atau variasi URL.

Bisakah canonical ke domain lain?

Bisa, tetapi hanya jika konten memang sengaja dipublikasikan di domain lain. Untuk website biasa, canonical lintas domain justru berisiko memindahkan sinyal ke pihak lain.

Disclaimer: Artikel WikiHosting disusun untuk tujuan edukasi dan referensi. Teknologi hosting terus berkembang, sehingga beberapa informasi teknis mungkin berubah seiring waktu.