Canonical URL
Canonical URL adalah alamat yang Anda tunjuk sebagai versi utama sebuah halaman ketika konten yang sama bisa diakses lewat beberapa URL. Penandaannya memakai tag `` di <head>.
Duplikat muncul dari hal sepele: www dan non-www, http dan https, trailing slash, parameter ?utm_source=..., atau halaman kategori dengan filter. Tanpa canonical, mesin pencari harus menebak mana yang utama.
Cara kerjanya
Saat crawler menemukan beberapa URL dengan isi mirip, tag canonical memberi sinyal: "gunakan URL ini sebagai acuan". Tag ini bukan redirect; pengunjung tetap bisa membuka URL lain. Karena itu, canonical dan redirect punya peran berbeda.
| Kondisi | Tindakan yang tepat |
|---|---|
| Satu konten, beberapa URL aktif | Canonical ke URL utama |
| URL lama tidak boleh diakses lagi | Redirect 301 ke URL baru |
| Halaman produk dengan parameter filter | Canonical ke versi tanpa filter |
| Halaman pagination | Self-canonical per halaman, bukan ke halaman 1 |
Aturan praktis
- Gunakan URL absolut (
https://contoh.com/halaman), bukan path relatif. - Setiap halaman punya satu canonical; jangan memasang dua tag yang berbeda.
- Halaman utama sebaiknya self-referencing — canonical ke dirinya sendiri.
- Samakan dengan sitemap dan internal link; jangan canonical ke URL yang diblokir
robots.txtatau berstatus 404. - Untuk WordPress, banyak tema otomatis memasang canonical. Cek output HTML sebelum menambah plugin lain.
Yang perlu diperhatikan
Canonical bukan solusi untuk semua duplikasi. Jika dua halaman benar-benar berbeda dan sama-sama penting, jangan dipaksa canonical ke salah satunya. Jika URL lama sudah tidak dipakai, redirect lebih tegas daripada canonical. Dan jika canonical menunjuk ke halaman noindex, sinyalnya bisa saling bertentangan.
FAQ
Apa beda canonical dan redirect?
Redirect memindahkan pengunjung ke URL lain. Canonical tetap membiarkan URL diakses, tetapi memberi tahu mesin pencari URL mana yang utama.
Apakah canonical harus ada di setiap halaman?
Sebaiknya ya, minimal self-referencing. Ini mengurangi tebakan crawler saat ada parameter atau variasi URL.
Bisakah canonical ke domain lain?
Bisa, tetapi hanya jika konten memang sengaja dipublikasikan di domain lain. Untuk website biasa, canonical lintas domain justru berisiko memindahkan sinyal ke pihak lain.
Disclaimer: Artikel WikiHosting disusun untuk tujuan edukasi dan referensi. Teknologi hosting terus berkembang, sehingga beberapa informasi teknis mungkin berubah seiring waktu.
