Review Cloudways

Review lengkap Cloudways, platform managed cloud hosting yang populer, membahas kelebihan dan kekurangannya serta perbandingannya dengan provider lain. Cocok untuk pemula hingga developer.

25 Maret 2026
By Willya Randika
Review Cloudways

Disclosure: Review ini merupakan bagian dari kerjasama sponsored dengan Cloudways. Meskipun demikian, semua pengujian, data performa, dan pendapat dalam review ini adalah hasil pengujian langsung saya sendiri dan mencerminkan pandangan saya yang jujur dan independen.

Cloudways telah berdiri sejak tahun 2011. Mereka berkantor pusat di Malta.

Jika Anda sudah melakukan research sebelumnya terhadap provider managed cloud hosting, Cloudways adalah salah satu nama yang sering disebut-sebut.

Selama 14+ tahun sejak berdirinya, mereka telah berhasil mengelola lebih dari 845.000 website dari total lebih dari 100.000 pelanggan dari seluruh dunia.

Sebuah pencapaian yang luar biasa, bukan?

Dan pada Agustus 2022 lalu, mereka telah diakuisisi atau telah menjadi bagian dari keluarga besar Digital Ocean, provider VPS yang saya yakin sebagian besar dari Anda pasti tahu.

Mungkin Anda bertanya-tanya:

Mengapa perkembangan Cloudways boleh dibilang pesat?

Lebih lanjut, apa pendekatan yang mereka lakukan sehingga banyak pengguna beralih dari provider hosting tradisional ke Cloudways?

Secara singkat, Cloudways memberikan solusi bagi beberapa model pengguna, seperti:

  • Pengguna yang tidak memiliki pengetahuan teknis untuk mengelola server sendiri
  • Pengguna yang datang dari shared hosting, kemudian menginginkan cloud VPS hosting untuk mendapatkan performa yang jauh lebih baik, tapi tidak ingin repot mengelola server sendiri
  • Pengguna yang mencari alternatif dari Managed WordPress Hosting, seperti Kinsta dan WP Engine, dengan harga yang lebih murah dan performance yang tidak kalah atau bahkan lebih baik
  • Pengguna yang mencari alternatif dari Cloud Panel seperti RunCloud, GridPane, ServerPilot, dan lain-lain, karena tidak mau repot membuat dua buah account (account provider cloud hosting dan account cloud panel)
  • Pengguna yang mencari alternatif dari RunCloud
Pertanyaan pentingnya:
  • Apakah Cloudways adalah piilhan yang tepat untuk pemula? Bagaimana untuk developer?
  • Apakah Cloudways telah dioptimalkan untuk website WordPress? Bagaimana untuk CMS lainnya, seperti Laravel, Drupal, Joomla, Magento, Moodle dan lainnya?
  • Apakah performa nya cepat? Bagaimana jika dibandingkan dengan RunCloud?
  • Apakah harganya masuk akal? Worth it kah untuk pindah ke Cloudways?

Dalam review Cloudways ini, saya akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, serta menggali apa yang menjadi keunikan mereka dan mengapa pendekatan yang mereka lakukan dapat memberikan lebih banyak fleksibilitas daripada provider lainnya.

Kelebihan Menggunakan Cloudways

Sebelum menulis review Cloudways ini, saya telah mencoba Cloudways dan melakukan pengetesan speed, juga mencoba dashboard atau interface terbaru mereka sehingga membuat review ini up-to-date dan dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan.

Tidak lupa juga saya menguji ulang kembali kualitas support nya setelah sebelumnya juga telah dilakukan pada tahun 2021.

Setelah meneliti semuanya, saya bisa menyimpulkan apa-apa saja yang menjadi kelebihan Cloudways berikut ini.

1. Cloudways Adalah Sebuah Platform Untuk Mengelola Unmanaged Cloud VPS

Pertama dan yang perlu Anda ketahui, sebenarnya Cloudways bukanlah provider cloud hosting.

Mereka hanya menyediakan platform yang dapat Anda gunakan untuk mengelola cloud VPS hosting dari provider-provider tertentu yang telah mereka tetapkan.

Jadi, yang mereka tawarkan sebenarnya adalah pengelolaan server di dalam sebuah platform. Tetapi, berbeda dengan platform (mungkin lebih tepatnya cloud panel), seperti RunCloud, ServerPilot, GridPane, SpinupWP dan yang lainnya, dimana mereka mengharuskan Anda memiliki dua account:

  • Satu account provider cloud hosting (katakanlah Digital Ocean),
  • Satu account di cloud panel (katakanlah RunCloud)

Di Cloudways, karena mereka adalah sebuah platform, Anda hanya butuh sebuah account Cloudways saja. Inilah yang membedakan Cloudways dengan beberapa cloud panel yang saya sebutkan sebelumnya.

Ada lima provider cloud hosting yang dapat Anda pilih, diantaranya:

  • Digital Ocean: Salah satu pioneer dalam teknologi cloud hosting dan merupakan pilihan paling populer dan termurah dengan biaya mulai dari $11/bulan atau $14/bulan untuk yang premium.
  • Vultr Provider cloud yang dikenal dengan performa tinggi berkat prosesor AMD EPYC dan lebih dari 30 lokasi data center di seluruh dunia. Cocok untuk website yang CPU-intensive, seperti website dengan banyak konten dinamis atau query database yang kompleks.
  • Linode (Akamai Cloud): Salah satu provider cloud hosting yang telah berpengalaman sejak lama, kini beroperasi di bawah infrastruktur Akamai. Pilihan yang baik jika Anda sudah familiar dengan ekosistem Linode atau membutuhkan data center di lokasi-lokasi tertentu yang tidak tersedia di Digital Ocean.
  • Amazon Web Services (AWS): Siapa yang tidak tahu AWS? Infrastuktur cloud mereka dikelola dengan sangat baik, tetapi secara umum, biaya mereka adalah yang paling mahal. Mulai dari $38,56/bulan dan bandwidthnya (pada paket termurahnya) sangat terbatas (2GB) dibandingkan ketiga provider di atas.
  • Google Cloud Platform (GCP): Diklaim lebih baik dari AWS dengan biaya yang sedikit lebih murah. Mulai dari $37,33/bulan dan bandwidth (pada paket termurahnya) juga sangat terbatas (2GB).

Catatan: Cloudways sempat menghapus Vultr dan Linode dari platformnya pada Mei 2025, tetapi tidak lama kemudian keduanya dihadirkan kembali dengan penambahan tipe server baru (General Purpose dan CPU Optimized). Per Maret 2026, kelima provider tersedia kembali secara penuh.

Selain itu, Cloudways tidak hanya bekerja untuk website WordPress saja, tetapi juga bisa Anda gunakan untuk meng-hostingkan website Magento, Drupal, Prestashop, Joomla, website PHP (Laravel, Codeignitor, Slim, Moodle), dan lain-lain.

Itu artinya, Cloudways dapat Anda gunakan untuk segala platform, apapun kebutuhan Anda.

2. Control Panel yang Inovatif

Cloudways membuat custom control panel yang unik, berbeda dari provider lainnya.

Kesan pertama saya adalah, sejujurnya control panel buatan Cloudways terlihat agak technical, terutama untuk pemula yang baru datang dari shared hosting dan tidak pernah melihat control panel selain cPanel hostingDirectAdmin dan Plesk.

Maksud saya, control panelnya memang terlihat intuitif tapi mungkin lebih ditujukan kepada developer.

Jika Anda datang dari shared hosting, saya rasa Anda perlu beberapa waktu untuk mengenal semua fungsi yang ada hingga terbiasa menggunakannya.

Beberapa tampilan control panel nya dapat Anda lihat pada tab dibawah ini:

DASHBOARD:

Cloudways baru saja membuat interface yang baru. Lebih bersih karena banyak white space, kemudian juga lebih intuitif dari sebelumnya, meskipun jika Anda datang dari shared hosting dan hanya mengenal cPanel, Anda tetap masih butuh penyesuaian.

Dashboard cloudways terbaru
SERVER:

Ini adalah halaman server management.

Anda bisa mengatur hal-hal yang berkaitan dengan server Anda, seperti mengatur security, backups, SMTP, downgrade/upgrade spesifikasi server, dan lain-lain.

server
APPLICATION:

Ini adalah halaman ‘Application Management’. Di halaman ini, Anda bisa melakukan tugas harian, seperti melihat statistik website pada bagian monitoring, melakukan backup dan restore, mengaktifkan Cloudflare, membuat staging website, domain management, security, dan lain-lain.

server management
PROJECTS:

Ini adalah halaman projects.

Dashboard Cloudways sangat ramah untuk para developer dengan (salah satunya) karena adanya fitur ini.

Jika Anda memiliki banyak klien atau mungkin Anda memiliki banyak website, Anda bisa merapihkan nya dengan memberikan nama project, sebagai contoh: semua website test Cloudways saya masukkan dalam project: Penasihat Hosting.

projects
TEAM:

Ini adalah halaman Team.

Di halaman ini, Anda dapat menambahkan anggota sehingga dapat berkolaborasi dalam team.

Anda dapat mengatur izin akses dari setiap anggota team Anda.

Bagusnya, di Cloudways Anda mendapatkan semua fitur termasuk fitur “Team” bahkan jika Anda hanya punya 1 server saja dan server paling murah. Berbeda dengan kebanyakan CloudPanel lain seperti RunCloud dimana Anda harus memilih paket Agency untuk mendapatkannya.

Team-Cloudways

3. Harga yang Lebih Murah, Hanya Saja…

Saya tahu, biaya managed cloud hosting jauh lebih mahal daripada biaya di shared hosting.

Di shared hosting, umumnya Anda mengeluarkan uang kurang dari Rp 50.000/bulannya, tapi di managed cloud hosting, pilihan terendahnya adalah di sekitar Rp 150.000/bulan.

Mungkin biaya menjadi satu hal yang paling Anda pertimbangkan. Namun bagi Anda yang serius menjalankan bisnis online, hosting adalah investasi terbaik.

harga terbaru cloudways

Biaya terendah di Cloudways adalah $11/bulannya dengan pilihan provider cloud hosting Digital Ocean Standard. Anda akan mendapatkan jumlah sumber daya sbb:

  • RAM 1GB
  • Processor 1 Core
  • Storage 25GB
  • Bandwidth 1TB

Dengan penawaran resources sebesar itu, saya rasa Anda bisa meng-host hingga 3-5 website dengan traffic low to medium.

Hanya saja… Setelah saya banding-bandingkan dengan pesaing Cloudways seperti RunCloud, harga Cloudways hanya lebih murah jika Anda berlangganan paket termurah nya saja.

4. Memliki Fitur-fitur yang Kaya

Tidak banyak perusahaan hosting yang mampu menjaga keseimbangan antara harga dan fungsionalitas. Cloudways adalah salah satunya.

Cloudways hadir dengan fitur-fitur yang kaya dan sangat dibutuhkan untuk menunjang aktifitas harian. Semua bisa dilakukan langsung dari control panel Cloudways.

Mulai dari:

1. Melihat Informasi Detail Akses Website/Aplikasi Anda

Seperti detail login WordPress Anda (Anda tidak perlu takut lupa atau data login aplikasi Anda terhapus), FTP, akses ke MySQL/Database, dan lain-lain lengkap dalam satu bagian.

2. Menambah aplikasi baru

Dengan fitur ini, Anda bisa menambahkan aplikasi atau website atau WordPress baru dengan domain yang berbeda ke dalam server. Berapa banyak website yang bisa Anda tambahkan dalam sebuah server? Jawabannya tergantung dari spesifikasi server yang Anda pilih.

Menambahkan aplikasi di Cloudways
3. Meng-install SSL gratis ataupun custom SSL

Anda juga bisa mengatur nya supaya bisa diperpanjang secara otomatis

Install SSL gratis di Cloudways
4. Melakukan backup dan restore dengan hanya 1x klik.

Anda tidak perlu menginstal plugin hanya untuk kebutuhan backup di website Anda.

Cloudways akan mem-backup data website Anda setiap hari dan menyimpan data backup nya selama 10 hari.

Anda juga bisa melakukan backup secara manual.

Sayangnya, backup ini berbayar $0.033/GB per server (saya akan membahasnya lebih detail pada bagian kekurangan nantinya).

Fitur backup di Cloudways
5. Menambah atau meningkatkan ukuran server

Ketika website Anda tumbuh besar dan ukuran server Anda saat ini tidak lagi cukup untuk meng-handle kebutuhan website Anda, maka Anda perlu menambah ukurannya dengan melakukan vertical scaling.

Di Cloudways, Anda bisa melakukannya dengan mudah hanya dengan 1x klik.

Digital Ocean hanya bisa melakukan upgrade, sementara AWS dan GCP menawarkan opsi untuk bisa melakukan upgrade dan downgrade.

Vertical scaling di Cloudways
6. Fitur staging/clone website untuk kebutuhan pengembangan

Anda juga bisa membuat website clone atau website staging dengan hanya 1x klik di Cloudways.

Cloudways bahkan terus melakukan improvment terhadap fitur ini, baru-baru ini mereka melakukan upgrade fitur staging nya ke versi 2.0.

Di “Staging Managemenet” Anda bisa melakukan:

  • PUSH = Mendorong perubahan yang Anda lakukan dari website staging ke website ‘live’ Anda.
  • PULL = Mendorong perubahan pada website live ke staging
  • DEPLOYMENT LOGS = Melihat log push dan pull yang sudah Anda lakukan
Staging management di Cloudways
7. Berbagai fungsi penting yang ditempatkan dalam satu bagian

Anda pasti akan menyukai yang ini. Cloudways memiliki berbagai fitur atau fungsi yang bisa Anda aktifkan atau non aktifkan hanya dengan 2 kali klik saja.

Fungsi-fungsi seperti Varnish, HTTP Redirection (bisa menggantikan plugin realy simple SSL), XMLPRC access dan lain-lain.

Fitur aplikasi di Cloudways

Dan masih banyak fitur yang tersedia di Cloudways yang tidak mungkin saya sebutkan semuanya dalam review ini. Anda bisa meng-explore semuanya nanti ketika sudah mendaftar.

Namun, pastikan Anda mengetahui perbedaan server dan aplikasi. Biasanya untuk pemula sulit membedakan fungsi keduanya.

beda server dan application

Keduanya memang memiliki entitas yang berbeda dimana di applications Anda bisa melakukan tugas-tugas yang langsung berhubungan dengan aplikasi/website (misalnya WordPress) Anda, seperti backup, restore, install CDN, SSL, FTP, dan lain-lain, sedangkan di servers adalah tentang pengaturan server secara umum.

5. Cloudways Copilot: Asisten AI yang Memantau Server Anda 24/7

Ini adalah tambahan fitur paling revolusioner dari Cloudways sejak platform ini berdiri. Diluncurkan secara resmi pada 12 Agustus 2025, Cloudways Copilot adalah asisten berbasis AI yang secara aktif memantau server Anda sepanjang waktu — dan tidak hanya memantau, tapi juga bisa memperbaiki masalah secara otomatis.

Bagaimana cara kerjanya?

Copilot mengintegrasikan sistem monitoring Cloudways dengan AI berbasis model bahasa besar (LLM) dari OpenAI, yang dikombinasikan dengan Digital Ocean Gradient AI — platform AI milik Digital Ocean yang menggunakan agen SRE (Site Reliability Engineering) untuk mendeteksi dan mendiagnosis masalah infrastruktur.

Ketika ada masalah terdeteksi di server Anda — entah itu webstack bermasalah, disk space hampir penuh, disk inode hampir habis, issue backup, atau indikasi serangan bot/DDoS — Copilot tidak hanya mengirimkan notifikasi biasa. Ia mengirimkan laporan analisis lengkap ke dashboard dan email Anda berisi:

  • Apa masalahnya
  • Apa penyebab spesifiknya
  • Langkah-langkah konkret untuk menyelesaikannya

Dan fitur unggulannya adalah SmartFix: kemampuan untuk memperbaiki masalah umum hanya dengan 1 klik, tanpa perlu menghubungi tim support sama sekali.

Seberapa efektif?

Sebelum Copilot ada, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah server bersama support Cloudways adalah 30–40 menit. Dengan SmartFix, rata-rata turun menjadi 5–6 menit. Sebuah agensi bernama Mint Media melaporkan bahwa Copilot berhasil menghemat 15 jam kerja dalam satu bulan untuk pengelolaan 180+ website klien mereka.

Apa saja yang bisa Copilot deteksi dan tangani saat ini?

  • Masalah webstack (NGINX, PHP-FPM bermasalah atau crash)
  • Disk space hampir penuh
  • Disk inodes hampir habis
  • Masalah pada sistem backup
  • Host health issues

Ke depannya, Cloudways berencana memperluas kemampuan Copilot ke deteksi masalah di level aplikasi WordPress, query MySQL yang tidak teroptimasi, dan bulk maintenance actions.

Menurut saya, ini adalah nilai tambah yang sangat besar — terutama bagi pengguna yang tidak terlalu teknis. Di kompetitor utama seperti RunCloud, GridPane, atau SpinupWP, fitur sekelas ini belum ada.

berapa harga Cloudways Copilot? Per Maret 2026: harga Cloudways Copilot

6. Lightning Stack: Perombakan Infrastruktur Terbesar Sepanjang Sejarah Cloudways

Pada akhir 2025, Cloudways meluncurkan Lightning Stack — upgrade infrastruktur terbesar yang pernah mereka lakukan sejak platform ini berdiri.

Apa yang berubah?

Selama bertahun-tahun, Cloudways menggunakan apa yang mereka sebut Hybrid Stack: kombinasi Apache + NGINX, dimana NGINX berfungsi sebagai reverse proxy yang menerima request, lalu meneruskannya ke Apache, baru kemudian Apache memproses dan meneruskan ke PHP-FPM. Ada "lompatan ekstra" di sini — setiap request harus melewati dua lapisan sebelum diproses.

Lightning Stack menghapus Apache sepenuhnya. Arsitekturnya kini menjadi NGINX + PHP-FPM murni:

Hybrid Stack lama: NGINX → Apache → PHP-FPM → Database

Lightning Stack baru: NGINX → PHP-FPM → Database

Hasilnya jauh lebih efisien karena:

  • NGINX menangani semua request — statis maupun dinamis — secara asinkron, bukan antrian satu per satu seperti Apache
  • Satu proses lebih sedikit = latensi lebih rendah, konsumsi CPU lebih hemat
  • Lebih stabil saat ada lonjakan trafik karena arsitektur event-driven milik NGINX

Data performa dari benchmark independen (Koddr.io): Cloudways menggandeng tim independen Koddr.io untuk melakukan benchmark dengan mensimulasikan trafik nyata — bukan sekadar pageview statis — termasuk skenario WooCommerce checkout, LMS course progression, dan WordPress admin workflow:

SkenarioPeningkatan vs Hybrid Stack
Response time (uncached/dinamis)Hingga 53% lebih cepat
WooCommerce Checkout throughput58% lebih banyak transaksi berhasil
LearnDash (LMS) uncachedThroughput 85% lebih tinggi
WordPress Dashboard (login)Hingga 31% lebih responsif
Publish workflowHingga 20% lebih cepat

Untuk konten statis yang sudah di-cache, perbedaannya tidak terlalu signifikan — keduanya sudah cepat. Perbedaan terbesar justru terasa di workload dinamis: checkout, login, update konten, query database — inilah yang langsung berpengaruh ke pengalaman pengguna nyata di website bisnis.

Cara mengaktifkan Lightning Stack: Lightning Stack tersedia gratis untuk semua pengguna Cloudways. Caranya masuk ke dashboard → pilih aplikasi → Settings → Stack → pilih Lightning Stack. Anda juga bisa melakukan bulk switch untuk banyak aplikasi sekaligus. Alt Text Satu hal penting yang perlu Anda ketahui:

Lightning Stack berbasis NGINX murni — artinya tidak mendukung file .htaccess seperti yang biasa digunakan di Apache. Sebagai solusinya, Cloudways menghadirkan fitur Web Rules: antarmuka berbasis UI yang memungkinkan Anda mengatur redirect, URL rewrite, dan custom header tanpa harus menyentuh konfigurasi server secara manual.

Berdasarkan analisis Cloudways terhadap lebih dari 100.000 website, Web Rules sudah mampu menangani 80–90% use case .htaccess umum. Jika website Anda bergantung pada aturan .htaccess yang sangat kompleks atau menggunakan modul Apache yang spesifik, Anda bisa tetap memilih Hybrid Stack — tidak ada paksaan untuk beralih.

Sebagai perbandingan, saya juga melakukan pengujian dan membandingkan performa antara stack yang menggunaakn lightning vs yang hybrid, yang akan saya jelaskan pada poin kelebihan selanjutnya.

7. Memiliki Performance yang Sangat Mengesankan

Untuk mengetahui seberapa baik performance Cloudways, saya melakukan pengujian Load Testing.

Saya akan membandingkan performance dari Digital Ocean yang Standard dan Premium dan juga membandingkan kedua stack (lightning stack dan hybrid) untuk melihat perbedaan performa antara kedua stack.

  • Digital Ocean Standard: $11/bulan
  • Digital Ocean Premium: $14/bulan
  • Konfigurasi: Clean install (no cloudways optimization) + tidak menggunakan plugin caching dan varnish juga di non aktifkan. Jadi, murni untuk menguji performa server setelah diinstall di platform Cloudways.

Website test diatas saya install WordPress dengan pengaturan default.

Dan untuk pengujian performanya, saya lakukan Load Test menggunakan tool BlazeMeter.

Oia, mohon dicatat bahwa dalam pengujian ini saya tidak memasukkan Amazon Web Services (AWS) dan Google Cloud Platform (GCP) dalam pengujian karena saya percaya bahwa Anda belum membutuhkan hosting dengan biaya yang mahal, kecuali Anda tahu alasan mengapa Anda perlu menggunakan AWS atau GCP.

Saya melakukan pengujian Load Testing dengan mengirimkan 20 virtual user untuk menjelajahi website test dalam durasi 5 menit.

Hasilnya?

DIGITAL OCEAN STANDARD LIGHTNING STACK:

Rata-rata response times nya adalah 3646 ms atau 3,6 detik. Tidak ada error.

new test do standard cloudways
DIGITAL OCEAN STANDARD HYBRID STACK:

Rata-rata response times nya adalah 3295 ms atau 3,2 detik.

new test do standard cloudways
DIGITAL OCEAN PREMIUM LIGHTNING STACK:

Rata-rata response times nya adalah 1261 ms atau 1,2 detik.

cloudways do premium load test
DIGITAL OCEAN PREMIUM HYBRID STACK:

Rata-rata response times nya adalah 1828 ms atau 1,8 detik.

cloudways do premium load test

Agar lebih mudah dimengerti, saya rangkum hasil nya dalam tabel dibawah ini:

Hasil Load Testing (20 Virtual Users, 5 Menit)
DO Standard LightningDO Standard HybridDO Premium LightningDO Premium Hybrid
Avg. Response Time3.646 ms (3,6 dtk)3.295 ms (3,2 dtk)1.261 ms (1,2 dtk)1.828 ms (1,8 dtk)
90% Response Time4.931 ms4.375 ms1.800 ms2.281 ms
Avg. Throughput5,00 hits/s5,52 hits/s11,31 hits/s9,93 hits/s
Avg. Bandwidth368,74 KiB/s407 KiB/s833,81 KiB/s732,12 KiB/s
Error Rate0%0%0%0%

Hasil pengujian kali ini menghasilkan temuan yang menarik dan jujur — tidak selalu sesuai ekspektasi.

Pada Digital Ocean Standard, hasil justru terbalik dari yang diperkirakan: Hybrid Stack sedikit lebih unggul dibanding Lightning Stack. Response time Hybrid Stack rata-rata 3.295 ms vs Lightning Stack 3.646 ms — lebih cepat sekitar 10%. Throughput dan bandwidth Hybrid Stack juga sedikit lebih tinggi (5,52 hits/s dan 407 KiB/s vs 5,00 hits/s dan 368,74 KiB/s).

Kemungkinan penyebabnya: server 1GB RAM cenderung lebih efisien dengan arsitektur Hybrid Stack lama karena keterbatasan resource. Lightning Stack yang dioptimalkan untuk performa tinggi belum tentu memberikan hasil terbaik di server entry-level dengan resource terbatas.

Pada Digital Ocean Premium, Lightning Stack menunjukkan keunggulan yang sangat signifikan. Response time rata-rata 1.261 ms vs 1.828 ms dari Hybrid Stack — 31% lebih cepat. Throughput juga jauh lebih tinggi: 11,31 hits/s vs 9,93 hits/s, dan bandwidth 833,81 KiB/s vs 732,12 KiB/s.

Kesimpulan praktisnya: Lightning Stack memberikan manfaat nyata di server Premium ke atas. Jika Anda menggunakan server entry-level ($11/bulan DO Standard), perbedaannya tidak signifikan — bahkan Hybrid Stack sedikit lebih responsif. Namun begitu Anda naik ke DO Premium ($14/bulan), Lightning Stack langsung terasa bedanya secara nyata.

Yang menjadi catatan positif dari keempat pengujian ini: tidak ada satu pun error yang terjadi — menunjukkan stabilitas dan kehandalan Cloudways yang konsisten di semua konfigurasi.

Bagaimana dengan uptime nya? Well, menurut saya hanya menghabiskan waktu hanya untuk menguji seberapa baik rata-rata uptime ketiga provider (Digital Ocean, Vultr dan Akamai) ini, karena saya yakin server mereka reliable. Anda bisa membuktikannya sendiri setelah mencobanya.

Dari pengalaman saya, Digital Ocean paling unggul di stabilitas uptime, sementara Vultr lebih unggul di kecepatan.

Ohia, saya pernah menguji uptime ketiga provider pada tahun 2021 menggunakan Pingdom selama 2 bulan. Hasilnya? Rata-ratanya adalah 99,98% - 100%.

Dan sebagai tambahan pada poin performance, saya kira perlu menyebutkan fitur Object Cache Pro. Ini adalah salah satu value proposition terbaik Cloudways yang jarang disorot. Object Cache Pro adalah plugin Redis-based object caching premium yang secara mandiri dijual seharga $95/bulan.

Di Cloudways, plugin ini disertakan gratis untuk semua server berkapasitas 4GB RAM ke atas. Sejak peluncuran Lightning Stack, Object Cache Pro bahkan diaktifkan secara default di setiap instalasi WordPress baru.

Cara kerjanya: Object Cache Pro menyimpan hasil query database di memori (Redis), sehingga WordPress tidak perlu menjalankan query SQL yang sama berulang kali. Ini sangat berdampak untuk website dinamis seperti WooCommerce, LMS, atau membership site yang banyak melakukan operasi baca-tulis database.

Untuk server di bawah 4GB, Object Cache Pro tetap bisa diaktifkan namun sayangnya sebagai add-on berbayar.

8. Dapat Menambahkan Anggota Ke Dalam Team

Jika Anda bekerja secara team, Anda akan menyukai fitur yang satu ini.

Cloudways memudahkan Anda untuk menambah anggota a ke dalam team Anda. Mereka bisa mengakses account Cloudways Anda dan Anda bisa memberikan izin akses untuk tiap-tiap anggota.

Misalnya:

  • Billing Access: Hanya bisa mengakses fungsi-fungsi yang berhubungan dengan billing
  • Support Access: Akan memberikan akses dimana anggota team dapat membuat atau mengelola tiket support
  • Console Access: Anda bisa memberikan akses penuh kepada anggota team atau memberikan akses terbatas hanya pada server atau aplikasi tertentu saja.

Bagusnya, fitur ini bisa Anda nikmati apapun paket yang Anda ambil. Fitur ini juga merupakan poin plus, karena banyak provider lain yang tidak memiliki fitur ini atau justru mengharuskan Anda untuk mengambil paket yang lebih mahal agar mendapatkan fitur team member.

9. Gratis Trial Hosting 3 Hari dan Gratis Migrasi Hosting

Jika Anda ingin mencoba-coba Cloudways terlebih dahulu, Anda bisa mendaftar tanpa perlu membayar dengan memanfaatkan trial selama 3 hari.

Jika Anda merasa puas, Anda bisa upgrade account Anda dari trial ke full setelah nya.

Dan kabar baiknya, Cloudways juga menawarkan migrasi dari hosting lama Anda ke Cloudways secara gratis untuk satu website.

10. Sistem Pembayarannya Pay As You Go Service

Sistem billing Cloudways tetap sama: pay-as-you-go, tidak ada kontrak, tidak ada batasan jumlah website. Anda hanya membayar resource yang digunakan.

Kabar baiknya: harga paket terendah tidak berubah. Digital Ocean Standard masih tersedia mulai dari $11/bulan dengan spesifikasi:

RAM 1GB Processor 1 Core Storage 25GB SSD Bandwidth 1TB

Namun, yang berubah cukup signifikan adalah pilihan tipe server yang kini jauh lebih beragam. Tidak lagi sekadar Standard dan Premium — Cloudways kini menawarkan tiga tier untuk provider utama:

Tipe ServerKarakteristikCocok Untuk
Standard/BasicCPU shared, SSD biasaBlog, website personal, traffic rendah-sedang
Premium / General PurposeCPU lebih stabil, NVMe SSD, rasio CPU-RAM seimbangBisnis, toko online kecil-menengah, mayoritas use case
CPU OptimizedDedicated CPU, performa komputasi tinggiWooCommerce besar, LMS, aplikasi dinamis kompleks
add funds di cloudways

Rekomendasi saya: Untuk mayoritas pengguna, Digital Ocean Premium ($14/bulan) adalah sweet spot terbaik — harganya hampir sama dengan Standard, tapi performa jauh lebih konsisten berkat NVMe SSD dan CPU yang lebih baik. Dari pengujian saya juga performanya jauh lebih baik dari Digital Ocean yang standard.

Bagaimana dengan metode pembayarannya?

Untungnya, Cloudways menerima metode pembayaran via PayPal.

Selain itu, mereka juga menerima pembayaran via prepaid card, seperti Payoneer dan Wise (kartu yang saya gunakan untuk pembayaran online). Jika Anda tidak punya keduanya, Anda dapat menggunakan prepaid card yang dikeluarkan oleh Bank Jago Syariah.

Cara untuk mendaftar Bank Jago Syariah sangat mudah. Tidak perlu ke bank. Semuanya bisa dikerjakan online. Saya juga salah satu penggunanya dan terbantu dengan adanya prepaid card yang dikeluarkan oleh Bank Jago Syariah.

Kekurangan Menggunakan Cloudways

Setidaknya ada beberapa kekurangan yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan apakah Cloudways adalah pilihan yang tepat untuk Anda.

1. Peningkatan Kecepatan User Interface yang Baru Belum Optimal

Meski sudah memperkenalkan interface yang baru, Cloudways belum mampu menandingi kecepatan pesaing utamanya, Runcloud. Saya tetap merasa kurang puas karena peningkatan kecepatan pada interface yang baru tidak begitu signifikan bila dibandingkan dengan interface klasik mereka.

Updated: Per 2026, New Interface Cloudways sudah berstatus General Availability — artinya sudah sepenuhnya dirilis dan bukan lagi Beta. Cloudways bahkan sudah mulai memensiunkan Classic UI secara bertahap dan merekomendasikan semua pengguna untuk beralih ke New Interface, karena fitur-fitur terbaru seperti Copilot dan Lightning Stack hanya tersedia di sana.

Soal kecepatan interface — yang sebelumnya menjadi keluhan — sudah mengalami perbaikan dibandingkan versi Beta-nya, meskipun jika dibandingkan dengan RunCloud yang memang terkenal sangat ringan, Cloudways masih sedikit lebih berat karena kompleksitas fitur yang jauh lebih banyak.

2. Cloudways Memiliki Support yang Baik, Sayangnya Memiliki Keterbatasan-Keterbatasan

Cloudways menyediakan support via ticket dan live chat 24/7/365.

Dimana live chat dapat Anda gunakan untuk meminta bantuan yang tidak membutuhkan inspeksi yang detail. Saya kira permasalahan seperti: masalah pada SSL, masalah pada backup, install CDN, Add on, dan semacamnya saja.

Sedangkan jika Anda membutuhkan bantuan yang membutuhkan inspeksi yang dalam, maka Anda bisa menggunakan tiket.

Berdasarkan pengujian saya, response support via live chat nya sangat cepat. Sayangnya, support (gratis) dari Cloudways ini memiliki keterbatasan-keterbatasan, seperti:

  1. Durasi live chat dibatasi hanya 20 menit saja, sedangkan waktu response tiket adalah 3 jam.
  2. Support via live chat mungkin tidak langsung ditangani oleh seorang agent, melainkan akan dimulai dari robot/bot terlebih dahulu.
  3. Support gratis nya (standard support) hanya untuk hal-hal yang berhubungan dengan platform saja, seperti install SSL, menambahkan server/aplikasi, backups, cloning server dan lain-lain. Jadi, saya tidak bisa merekomendasikan nya untuk semua orang.
  4. Adapun jika Anda membutuhkan support yang berhubungan dengan aplikasi Anda, misalnya error pada website WordPress, maka mereka tidak akan langsung membantu, tetapi hanya akan memandu Anda bagaimana caranya memecahkan masalah Anda, tetapi Anda sendiri yang mengotak-ngatiknya.

Masalahnya adalah harga support yang lebih dalam dari Cloudways akan sangat terasa mahal khususnya untuk pasar Indonesia, berikut rinciannya:

Scope support Cloudways

3. Fitur Backup Otomatis Cloudways Tidak Gratis. Anda Harus Bayar $0,033/GB per Backup

Cloudways menggunakan off-site backup dimana file website Anda akan di backup di jaringan penyimpanan eksternal, yang berbeda dengan jaringan penyimpanan website Anda.

Tetapi, off-site backup ini dikenakan biaya, yaitu $0,033/GB.

Dan hal lain yang perlu Anda ketahui adalah mereka membulatkan nominal charge backup nya ke kelipatan $0,5. Misalnya, biaya backup Anda bulan ini adalah $1,22, maka akan dibulatkan menjadi $1,5, dst…

Backup fee Cloudways

4. Tidak Mendapatkan Root Access

Clouways adalah sebuah platform, semua server dikelola oleh pusat sehingga saling terkoneksi sama lain.

Jadi, semua pengguna tidak mungkin punya akses ke root server, karena tidak ada jaminan mungkin saja ada pengguna yang merusak tools tertentu yang merupakan inti dari platform Cloudways.

Jika Anda menginginkan Root Access, Anda dapat mencoba alternatif lain seperti Runcloud.

5. Cloudways Tidak Menjual Domain

Cloudways tidak menjual domain.

Jadi, Anda perlu membeli domain di tempat lain, seperti Namecheap (affiliate), GoDaddy atau bisa juga melalui provider lokal.

6. Tidak ada Email Hosting

Jika sebelumnya Anda menggunakan email hosting dari webmail di cPanel (shared hosting), Anda tidak akan menemukan yang serupa di Cloudways.

Sebagai gantinya, Cloudways menyediakan layanan email dari pihak ketiga. Bentuknya sebagai add on, jadi berbayar dan sifatnya opsional.

Namun, pilihan add-on email yang tersedia sekarang lebih beragam:

  • Elastic Email — Untuk transactional email (email otomatis dari website seperti notifikasi order, reset password, dll). Mulai dari $1/bulan.
  • Rackspace Email — Untuk email bisnis (mailbox dengan domain sendiri). Tersedia sebagai add-on di Cloudways dengan harga yang lebih terjangkau dibanding solusi email mandiri.
  • Gmail SMTP — Cloudways kini juga menyediakan integrasi Gmail SMTP sebagai opsi, memanfaatkan infrastruktur Google untuk deliverability email yang lebih baik.

Jika sebelumnya Anda menggunakan email dari cPanel di shared hosting, Anda perlu menganggarkan biaya tambahan untuk email saat pindah ke Cloudways.

add on cloudways

7. Lightning Stack Tidak Mendukung .htaccess

Ini bukan kekurangan besar, tapi perlu Anda ketahui.

Jika Anda berencana menggunakan Lightning Stack (yang sangat saya rekomendasikan untuk performa lebih baik), stack ini berbasis NGINX murni sehingga tidak mendukung file .htaccess.

Cloudways sudah menyediakan solusinya berupa Web Rules — fitur UI untuk mengatur redirect, rewrite, dan custom header. Web Rules sudah cukup untuk 80–90% kebutuhan .htaccess umum.

Namun jika website Anda menggunakan aturan .htaccess yang sangat kompleks, plugin yang bergantung pada modul Apache spesifik, atau konfigurasi legacy yang rumit, Anda mungkin perlu tetap menggunakan Hybrid Stack. Tidak ada paksaan untuk beralih ke Lightning Stack.

Kesimpulan: Apakah Saya Merekomendasikan Cloudways?

Saya merekomendasikan Cloudways, tapi tidak untuk semua model pengguna.

Agar memudahkan Anda dalam pengambilan keputusan, saya mencoba merinci beberapa model pengguna yang mungkin cocok menggunakan Cloudways:

Saya merekomendasikan Cloudways untuk enam tipe pengguna berikut:
  • Jika Anda pemula, sebelumnya dari shared hosting, mengerti menggunakan cPanel, maka Cloudways cocok untuk Anda.
  • Jika Anda seorang Google Expert (terbiasa mencari masalah Anda sendiri atau minimal bisa mengikuti panduan yang diberikan oleh staf support Cloudways terhadap masalah teknis pada website Anda), Cloudways cocok untuk Anda.
  • Jika Anda hanya ingin meng-hostingkan satu atau beberapa website dengan traffic low to medium, menginginkan harga managed cloud VPS hosting termurah, maka paket Cloudways + Digital Ocean seharga $11 (atau $14 dengan Premium) adalah pilihan yang tepat untuk Anda
  • Jika sebelumnya Anda menggunakan SiteGround, Cloudways adalah alternatif terbaiknya.
  • Jika sebelumnya Anda menggunakan premium managed WordPress hosting seperti Kinsta dan WP Engine atau beberapa pilihan managed cloud hosting lokal, dan menginginkan harga yang tidak jauh berbeda, tetapi dengan performance yang lebih baik dan storage + bandwidth yang lebih besar, maka Cloudways cocok untuk Anda.
  • Alternatif hosting terbaik untuk Anda yang tidak mau menggunakan cloud panel seperti RunCloud, SpinupWP, ServerPilot, dan lain-lain, karena ribet mengurus dua account.
Dan saya tidak bisa merekomendasikan Cloudways untuk beberapa model pengguna berikut:
  • Jika Anda total-newbie, baru datang dari shared hosting, tidak mengerti cPanel atau website, maka Cloudways tidak cocok untuk Anda.
  • Cloudways tidak memberikan root access, jadi untuk system experts yang gemar mengotak-ngatik konfigurasi pada server, Cloudways tidak akan cocok untuk Anda.
  • Jika Anda adalah agency yang mengelola banyak website, maka Cloudways bukanlah pilihan yang tepat, karena harganya mahal untuk pengelolaan banyak website. Saya lebih merekomendasikan RunCloud untuk agency. Atau Anda boleh mencobanya terlebih dahulu dan putuskan setelahnya.
Artikel lainnya:
Willya Randika

Willya Randika

Hi, saya Randika, seorang Web Developer yang spesialis di WordPress, Astro, dan Next.js. Sejak 2015, saya telah membantu ratusan bisnis dan profesional membangun website yang tidak hanya cepat dan aman, tapi juga mudah ditemukan di Google dan efektif mengkonversi pengunjung menjadi pelanggan.