TTL (DNS)
TTL (Time To Live) pada DNS adalah lama dalam detik sebuah record boleh disimpan di cache resolver sebelum ditanya ulang ke nameserver. Nilai ini memengaruhi seberapa cepat perubahan DNS terasa di dunia nyata dan menjadi inti dari propagasi domain.
Memahami TTL membantu Anda merencanakan migrasi hosting, pergantian email, atau cutover Cloudflare tanpa kejutan yang berlarut-larut di banyak jaringan dan perangkat.
Analogi Sederhana
TTL seperti tanggal kedaluwarsa fotokopi peta. Selama fotokopi belum kedaluwarsa, orang masih memakai peta lama meski peta asli di kantor pusat sudah diganti. Menurunkan TTL setara mencetak fotokopi yang lebih cepat basi agar orang lebih cepat mengambil versi baru.
Angka yang Umum Dipakai
| TTL | Kira-kira | Kapan dipakai |
|---|---|---|
| 300 (lima menit) | Cepat berubah | Menjelang migrasi atau cutover |
| 3600 (satu jam) | Seimbang | Operasional harian banyak situs |
| 86400 (dua puluh empat jam) | Lambat berubah | Record yang jarang diubah |
Praktik yang aman: turunkan TTL sebelum hari-H pindah hosting, misalnya dua puluh empat jam sebelumnya, lakukan cutover, lalu naikkan lagi setelah stabil agar query DNS tidak berlebihan.
Strategi Sebelum Migrasi
- Inventaris record penting di zona aktif
- Turunkan TTL pada record yang akan berubah
- Tunggu sampai TTL lama habis di sebagian besar resolver
- Ubah record A, MX, atau nameserver sesuai rencana
- Verifikasi dengan DNS Lookup dari beberapa lokasi jika memungkinkan
Yang Perlu Anda Perhatikan
- Menurunkan TTL setelah perubahan tidak mempercepat orang yang sudah cache nilai lama
- TTL terlalu rendah berarti lebih banyak query DNS; dampaknya biasanya kecil, tapi tidak nol
- CDN dan proxy punya cache sendiri di luar TTL DNS
- MX dengan TTL tinggi membuat koreksi email terasa lama
- Samakan ekspektasi tim: sudah diubah di panel belum tentu semua pengguna langsung melihatnya
FAQ
TTL ideal untuk website biasa?
Satu jam atau 3600 detik sering jadi kompromi bagus. Turunkan saat Anda akan migrasi besar.
Apakah TTL mengatur cache browser HTML?
Tidak. TTL di konteks ini khusus record DNS. Cache halaman memakai header HTTP, plugin, atau CDN.
Kenapa masih kena IP lama padahal TTL sudah 300?
Resolver atau ISP bisa menahan cache lebih lama dari yang ideal, atau Anda mengubah di zona yang tidak aktif.
Semua record harus TTL sama?
Tidak wajib. Record yang sering diubah bisa lebih rendah; record stabil boleh lebih tinggi.
Disclaimer: Artikel WikiHosting disusun untuk tujuan edukasi dan referensi. Teknologi hosting terus berkembang, sehingga beberapa informasi teknis mungkin berubah seiring waktu.
