DNS (Domain Name System)

Updated: 1 Desember 2025
By Willya Randika

Apa Itu DNS?

DNS atau Domain Name System adalah sistem yang berfungsi untuk menerjemahkan nama domain yang mudah dibaca manusia (seperti example.com) menjadi alamat IP yang dapat dipahami oleh server dan jaringan internet.

Dalam praktiknya, DNS memungkinkan Anda mengakses website menggunakan nama domain, tanpa perlu mengingat deretan angka alamat IP. Tanpa DNS, setiap akses website harus dilakukan langsung menggunakan alamat IP server.

Peran DNS dalam Web Hosting

Dalam konteks web hosting, DNS berperan sebagai penghubung antara domain dan server hosting. Ketika seseorang mengakses domain Anda melalui browser, sistem DNS akan menentukan ke server mana permintaan tersebut harus diarahkan.

DNS tidak menyimpan data website, tidak menjalankan aplikasi, dan tidak memengaruhi isi website. Fungsinya murni sebagai sistem penunjuk arah agar permintaan pengunjung sampai ke server yang benar.

Karena peran inilah, DNS selalu terlibat dalam hampir seluruh aktivitas hosting, baik pada shared hosting, VPS, cloud hosting, maupun dedicated server.

Bagaimana Cara Kerja DNS Secara Umum?

Saat sebuah domain diakses, proses DNS secara garis besar berjalan sebagai berikut:

  1. Browser meminta informasi alamat IP dari nama domain
  2. Permintaan diteruskan ke sistem DNS
  3. DNS mengembalikan alamat IP yang sesuai
  4. Browser terhubung ke server tujuan

Proses ini terjadi sangat cepat dan biasanya tidak disadari oleh pengguna.

Komponen Utama dalam Sistem DNS

Sistem DNS terdiri dari beberapa komponen penting yang saling berkaitan:

  • Domain Name: nama yang diketik pengguna di browser
  • Nameserver: server yang menyimpan dan mengelola data DNS
  • DNS Record: informasi teknis yang menentukan arah dan fungsi domain

Ketiga komponen ini bekerja bersama untuk memastikan domain dapat diakses dengan benar.

Jenis DNS Record yang Umum Digunakan

Dalam layanan hosting, beberapa DNS record berikut paling sering ditemui:

  • A Record: mengarahkan domain ke alamat IPv4
  • AAAA Record: mengarahkan domain ke alamat IPv6
  • CNAME Record: mengarahkan domain ke domain lain
  • MX Record: menentukan server penerima email
  • TXT Record: menyimpan data teks untuk kebutuhan tertentu, seperti verifikasi

Masing-masing record memiliki fungsi berbeda dan digunakan sesuai kebutuhan layanan.

Hal yang Sering Disalahpahami tentang DNS

DNS sering dianggap sebagai bagian dari server hosting. Padahal, DNS dan hosting adalah dua sistem yang terpisah.

Domain dapat menggunakan DNS dari satu penyedia, sementara server hosting berada di penyedia lain. Selama konfigurasi DNS benar, domain tetap dapat berfungsi normal.

Selain itu, DNS juga sering disalahartikan sebagai faktor utama kecepatan website. DNS memang memengaruhi waktu resolusi awal, tetapi bukan penentu utama performa website secara keseluruhan.

DNS Propagation

Perubahan DNS tidak selalu berlaku secara instan. Proses penyebaran perubahan ini dikenal sebagai DNS propagation.

Selama masa propagasi, sebagian pengguna mungkin melihat versi lama, sementara yang lain sudah mengarah ke server baru. Kondisi ini bersifat normal dan tergantung pada sistem cache masing-masing jaringan.

Dampak DNS terhadap Website

Konfigurasi DNS yang tidak tepat dapat menyebabkan:

  • Website tidak dapat diakses
  • Email domain tidak berfungsi
  • Subdomain gagal dimuat

Sebaliknya, DNS yang dikonfigurasi dengan benar memastikan domain, website, dan layanan terkait berjalan sesuai tujuan.

Kesimpulan

DNS adalah komponen fundamental dalam ekosistem internet dan hosting. Fungsinya bukan untuk menyimpan atau menjalankan website, melainkan untuk mengarahkan permintaan domain ke sistem yang tepat.

Dengan memahami konsep DNS, Anda dapat mengelola domain dan hosting dengan lebih sadar, serta menghindari kesalahpahaman yang sering terjadi dalam pengelolaan website.

Disclaimer: Artikel WikiHosting disusun untuk tujuan edukasi dan referensi. Teknologi hosting terus berkembang, sehingga beberapa informasi teknis mungkin berubah seiring waktu.