Penulis
Willya Randika
Hi, saya Randika, seorang Web Developer yang spesialis di WordPress, Astro, dan Next.js. Sejak 2015, saya telah membantu ratusan bisnis dan profesional membangun website yang tidak hanya cepat dan aman, tapi juga mudah ditemukan di Google dan efektif mengkonversi pengunjung menjadi pelanggan.
Artikel oleh Willya Randika
WHOIS
Catatan registrasi domain: registrar, tanggal expiry, status, dan kontak (sering disamarkan). Berguna cek ketersediaan dan masa aktif.
Web Server
Software HTTP di server — Apache, Nginx, atau LiteSpeed — yang melayani file dan meneruskan request ke PHP.
Web Cache
Menyimpan hasil kerja mahal (HTML, query, aset) agar request berikutnya lebih cepat dan hemat resource server.
WAF
Web Application Firewall memfilter request HTTP berbahaya sebelum sampai ke aplikasi — melengkapi update dan backup, bukan menggantikannya.
Uptime
Persentase waktu server berjalan normal tanpa gangguan. Angka ini menentukan seberapa andal hosting Anda dalam menjaga website tetap bisa diakses.
TTL (DNS)
Time To Live record DNS: berapa lama resolver boleh cache jawaban sebelum tanya ulang. Kunci kecepatan propagasi.
Subdomain
Cabang domain seperti blog.contoh.com — cocok untuk staging, app, atau bagian situs tanpa beli domain baru.
Staging
Salinan lingkungan website untuk uji coba sebelum production — biasanya di subdomain dengan file dan database terpisah.
SSH
Akses terminal terenkripsi ke server untuk Git, CLI, dan perbaikan — lebih dalam dari FTP semata.
SPF
Record DNS yang menentukan server mana yang boleh mengirim email atas nama domain Anda — fondasi anti-spoofing bersama DKIM dan DMARC.
SMTP
Protokol standar yang digunakan server untuk mengirim email. Penting untuk memastikan email bisnis Anda terkirim dan tidak masuk folder spam.
phpMyAdmin
Antarmuka web untuk kelola MySQL/MariaDB: ekspor, impor, dan SQL darurat. Tool admin — selalu backup sebelum mengubah data.
PHP
Bahasa server-side di balik WordPress dan banyak CMS. Versi PHP memengaruhi keamanan, kecepatan, dan kompatibilitas plugin.
Nameserver
Server DNS yang berwenang menjawab ke mana domain Anda diarahkan. Salah nameserver, record A/MX di panel lain tidak terbaca publik.
MySQL / MariaDB
Database relasional tempat CMS menyimpan konten, user, dan pengaturan — terpisah dari file tema di document root.
Let’s Encrypt
CA gratis yang menerbitkan sertifikat SSL/TLS tepercaya untuk HTTPS, biasanya dengan auto-renew di panel hosting.
IP Address
Alamat unik yang mengidentifikasi server dan perangkat di internet. Pelajari perbedaan IP shared vs dedicated dan kapan Anda perlu upgrade.
Inode
Metadata file di Linux: tiap file/folder = satu inode. Di shared hosting, kuota inode bisa habis meski disk masih longgar.
HTTP vs HTTPS
HTTP mentransfer halaman web; HTTPS menambahkan enkripsi SSL/TLS. Kenapa HTTPS jadi default dan cara migrasi dengan aman.
.htaccess
File konfigurasi per-folder di Apache untuk redirect, rewrite URL, proteksi, dan paksa HTTPS — salah edit bisa 500.
Hosting Migration
Memindahkan file, database, email, dan DNS ke hosting baru dengan perencanaan agar downtime dan error seminimal mungkin.
FTP/SFTP
Protokol untuk mengirim dan mengambil file dari server hosting. SFTP adalah versi aman yang direkomendasikan untuk digunakan saat ini.
Entry Processes (EP)
Batas proses PHP bersamaan di shared hosting. Sering jadi biang Error 508 — bukan batas pengunjung harian.
Domain Propagation
Proses penyebaran perubahan DNS ke seluruh server di dunia setelah Anda mengganti nameserver atau memperbarui record domain.
