--- title: Snapshot VPS description: "Salinan titik waktu dari disk VPS. Berguna sebelum upgrade, tetapi bukan pengganti backup offsite." canonical: https://penasihathosting.com/wikihosting/vps-snapshot type: wiki locale: id updated: 2026-10-29 author: Willya Randika --- # Snapshot VPS ## Overview - **Summary:** Salinan titik waktu dari disk VPS. Berguna sebelum upgrade, tetapi bukan pengganti backup offsite. - **Author:** Willya Randika ([profile](/penulis/willya-randika)) ## Article **Snapshot VPS** adalah salinan kondisi disk pada satu titik waktu. Saat upgrade, update besar, atau perubahan konfigurasi berisiko, snapshot memberi jalan rollback cepat tanpa membangun ulang server. ## Snapshot vs backup | Aspek | Snapshot | Backup | | --- | --- | --- | | Tujuan | Rollback cepat | Pemulihan bencana | | Lokasi | Biasanya di provider yang sama | Idealnya offsite | | Retensi | Pendek–menengah | Sesuai kebijakan | | Konsistensi | Bergantung metode | Bisa diatur aplikasi | | Biaya | Per GB/bulan | Tergantung media | Snapshot bukan pengganti backup. Jika akun atau region provider bermasalah, snapshot di infrastruktur yang sama bisa ikut tidak tersedia. ## Sebelum mengambil snapshot - Hentikan database atau gunakan mode freeze agar file konsisten. - Catat konfigurasi yang berubah di luar disk (DNS, firewall, env). - Pastikan ruang disk cukup untuk snapshot. - Uji restore di server percobaan, bukan langsung di produksi. ## Yang perlu diperhatikan - **Snapshot berisi seluruh disk.** Ukuran dan biaya bisa lebih besar dari perkiraan. - **Retensi otomatis bisa menghapus snapshot lama.** Cek kebijakan provider. - **Snapshot bukan clone instan.** Restore membutuhkan waktu dan mungkin downtime. - **Perubahan setelah snapshot tidak ikut.** Data baru sejak snapshot akan hilang saat rollback. - **Uji rutin.** Snapshot yang belum pernah dipulihkan belum terbukti. - **Snapshot incremental tetap butuh rantai.** Menghapus snapshot dasar bisa memengaruhi yang lain. Setelah rollback, periksa layanan, log, dan sertifikat. Data yang dibuat setelah snapshot tidak kembali; komunikasikan ke pengguna jika ada transaksi hilang. Perbarui snapshot berikutnya setelah sistem stabil, dan hapus snapshot lama sesuai retensi. Uji akses SSH, DNS, firewall, dan konsistensi database sebelum mengumumkan pemulihan. Jalankan smoke test, catat waktu snapshot di changelog, dan dokumentasikan prosedur restore. Periksa log setelah restore. Ukur hasilnya. Untuk database MySQL, snapshot yang konsisten bisa disiapkan dengan `mysqldump --single-transaction` sebelum snapshot, atau hentikan layanan sebentar. Setelah restore, jalankan `systemctl status`, cek `df -h`, dan uji koneksi database sebelum membuka trafik. ## FAQ Tidak. Snapshot cepat untuk rollback, tetapi backup harus disimpan terpisah dari server dan provider. Tidak selalu, tetapi untuk database sebaiknya hentikan sementara atau flush agar snapshot konsisten. Tergantung kebijakan provider dan retensi yang Anda set. Cek biaya dan jadwal penghapusan.