--- title: Redirect 301 vs 302 description: "301 permanen, 302 sementara. Salah pilih kode bisa merusak SEO dan membuat browser menyimpan redirect yang sulit dibatalkan." canonical: https://penasihathosting.com/wikihosting/redirect-301-302 type: wiki locale: id updated: 2026-10-29 author: Willya Randika --- # Redirect 301 vs 302 ## Overview - **Summary:** 301 permanen, 302 sementara. Salah pilih kode bisa merusak SEO dan membuat browser menyimpan redirect yang sulit dibatalkan. - **Author:** Willya Randika ([profile](/penulis/willya-randika)) ## Article **Redirect 301** memberi tahu browser dan mesin pencari bahwa sebuah URL pindah **permanen**, sedangkan **302** berarti pindah **sementara**. Keduanya mengalihkan pengunjung, tetapi cara browser menyimpan cache dan cara crawler memperlakukan sinyalnya berbeda. ## Beda utama | Aspek | 301 | 302 | | --- | --- | --- | | Sifat | Permanen | Sementara | | Cache browser | Kuat, bisa tersimpan lama | Umumnya tidak sekuat 301 | | Sinyal SEO | Diteruskan ke URL tujuan | URL asal dianggap masih berlaku | | Kapan dipakai | Ganti domain, ubah struktur URL | A/B test, maintenance, promo sementara | Ada juga **307** dan **308**: keduanya mempertahankan method HTTP (POST tetap POST), sedangkan 301/302 secara historis bisa mengubah method di beberapa klien. Untuk website biasa, 301 dan 302 sudah cukup; untuk API, pilih 307/308 jika method harus dipertahankan. ## Cara memasang redirect Di **cPanel**, buka **Domains → Redirects**, pilih domain, isi path asal dan URL tujuan, lalu pilih tipe. Di **Apache**, aturan `.htaccess` terlihat seperti: ```apache Redirect 301 /halaman-lama https://contoh.com/halaman-baru ``` Di **WordPress**, plugin redirect membantu, tetapi pastikan tidak menumpuk aturan dari plugin, tema, dan `.htaccess` sekaligus. Satu URL sebaiknya ditangani satu aturan. ## Yang perlu diperhatikan - **Hindari rantai redirect.** A → B → C memperlambat load dan membingungkan crawler. Arahkan langsung ke tujuan akhir. - **Jangan 302 untuk perubahan permanen.** Anda bisa kehilangan sinyal SEO dan lupa memperbaruinya. - **Redirect HTTPS dan www harus konsisten.** Pilih satu versi kanonik, lalu arahkan sisanya ke sana. - **Uji dengan `curl -I`.** Pastikan status dan header `Location` sesuai sebelum deploy. Uji juga versi `www` dan `http` sebelum mengumumkan perubahan. ## FAQ Di server bisa, tetapi browser pengunjung yang sudah menyimpan cache mungkin tetap membuka tujuan lama sampai cache-nya kedaluwarsa. Karena itu, uji redirect di staging sebelum menerapkannya. Saat URL asal memang akan kembali, misalnya halaman maintenance, kampanye musiman, atau pengujian halaman baru. Satu redirect menambah satu perjalanan HTTP. Rantai panjang bisa menambah ratusan milidetik, terutama di koneksi mobile.