--- title: .htaccess description: File konfigurasi per-folder di Apache untuk redirect, rewrite URL, proteksi, dan paksa HTTPS — salah edit bisa 500. canonical: https://penasihathosting.com/wikihosting/htaccess type: wiki locale: id updated: 2026-07-15 author: Willya Randika --- # .htaccess File konfigurasi per-folder di Apache untuk redirect, rewrite URL, proteksi, dan paksa HTTPS — salah edit bisa 500. **.htaccess** adalah file konfigurasi per-direktori di server **Apache** (dan beberapa setup kompatibel seperti mode tertentu LiteSpeed). Ditaruh di [document root](/wikihosting/document-root) atau subfolder, ia mengatur redirect, proteksi folder, rewrite URL, cache headers, dan paksa [HTTPS](/wikihosting/apa-itu-ssl-tls). Satu titik koma atau flag yang salah bisa membuat seluruh situs error 500. Karena itu file ini kuat sekaligus berisiko jika diedit tanpa cadangan. ## Analogi Sederhana Jika server adalah gedung, `.htaccess` seperti **peraturan di papan pengumuman tiap lantai**: berlaku untuk folder itu dan turunannya, tanpa harus membuka ruang kontrol utama. Peraturan lantai yang bertentangan bisa membuat pengunjung bingung — atau ditolak masuk. ## Yang Sering Diatur lewat .htaccess - Redirect domain, www, dan HTTP → HTTPS - Pretty permalink WordPress (`mod_rewrite`) - Password folder, blokir IP, larang directory listing - Custom error page - Aturan cache browser (sering bentrok dengan plugin cache) ## Contoh Aman (Ilustrasi) ```apache # Paksa HTTPS (contoh umum — sesuaikan kebutuhan) RewriteEngine On RewriteCond %{HTTPS} off RewriteRule ^ https://%{HTTP_HOST}%{REQUEST_URI} [L,R=301] ``` Jangan copy-paste aturan acak dari forum tanpa backup file lama. Simpan salinan `.htaccess.bak` sebelum eksperimen. ## Apache vs Nginx File ini hanya relevan jika web server membaca `.htaccess`. **Nginx murni** biasanya memakai config server, bukan file per folder. Saat migrasi antar host, aturan rewrite sering harus diterjemahkan. Lihat juga [web server](/wikihosting/web-server). ## Yang Perlu Anda Perhatikan - Selalu **backup** sebelum edit - Error 500 setelah edit → rename `.htaccess` sementara untuk isolasi - Plugin cache/security sering menulis ulang file ini - Terlalu banyak aturan di subfolder mempersulit debug - Uji redirect di mode penyamaran agar cache browser tidak menyesatkan ## FAQ File tersembunyi (diawali titik). Aktifkan “show hidden files” di File Manager cPanel atau `ls -a` lewat SSH. Tidak secara native. Aturan harus diterjemahkan ke config Nginx atau panel yang men-generate config. Boleh; aturan digabung hierarkis. Semakin banyak, semakin sulit debug — prefer aturan di root jika cukup. Sering WordPress, plugin security, atau cache. Catat perubahan manual di luar plugin agar tidak tertimpa saat update.