--- title: DNS (Domain Name System) description: Sistem yang menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP. Di hosting, DNS mengarahkan domain ke server yang benar — terpisah dari file website itu sendiri. canonical: https://penasihathosting.com/wikihosting/dns type: wiki locale: id updated: 2026-07-15 author: Willya Randika --- # DNS (Domain Name System) Sistem yang menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP. Di hosting, DNS mengarahkan domain ke server yang benar — terpisah dari file website itu sendiri. **DNS** (Domain Name System) adalah sistem yang menerjemahkan nama domain yang mudah diingat — seperti `contoh.com` — menjadi [alamat IP](/wikihosting/ip-address) yang dipakai mesin di internet. Tanpa DNS, Anda harus menghafal angka server setiap kali membuka website. Di hosting, DNS yang menentukan **ke server mana** domain Anda diarahkan. File website tetap di hosting; DNS hanya “peta jalan”-nya. ## Analogi Sederhana DNS mirip buku telepon. Anda mencari nama (“Toko Budi”), lalu mendapat nomor yang bisa dihubungi (alamat IP). Ganti nomor di buku telepon, dan panggilan mengarah ke tempat baru — isinya toko tidak otomatis pindah kecuali Anda juga memindahkan barangnya (file di hosting). ## Cara Kerjanya (Versi Singkat) Saat seseorang mengetik domain Anda: 1. Browser atau perangkat bertanya ke sistem DNS: “IP untuk domain ini apa?” 2. Jawaban diambil dari **nameserver** yang berwenang untuk domain itu (sering lewat cache di ISP dulu) 3. Browser mendapat IP, lalu terhubung ke server hosting 4. Barulah server mengirim HTML, gambar, dan aset situs Proses ini biasanya sepersekian detik. Yang terasa “error DNS” seringnya konfigurasi record salah, nameserver belum diganti, atau masih dalam [propagasi](/wikihosting/domain-propagation). ## Record yang Paling Sering Anda Sentuh | Record | Fungsi praktis | | --- | --- | | **A** | Domain → alamat IPv4 server | | **AAAA** | Domain → alamat IPv6 (jika dipakai) | | **CNAME** | Alias: satu nama menunjuk ke nama lain | | **MX** | Server penerima email domain | | **TXT** | Verifikasi (Google, SPF, DKIM, dll.) | | **NS** | Nameserver mana yang “berwenang” untuk domain | Untuk website standar: A (atau CNAME sesuai instruksi provider) + MX/TXT jika pakai email domain. Untuk keamanan email, SPF/DKIM biasanya lewat TXT — terkait [SMTP](/wikihosting/smtp) dan deliverability. ## DNS Bukan Hosting Ini yang sering tertukar: - **Hosting** menyimpan dan menjalankan file situs - **DNS** mengarahkan nama domain ke server (atau layanan) yang benar - Domain bisa dibeli di A, DNS di B (misalnya Cloudflare), hosting di C — selama record-nya konsisten Salah arah DNS = situs “tidak ketemu” meski file di hosting utuh. Hosting down = DNS bisa tetap benar, tapi server tidak menjawab. ## Nameserver vs Record di Panel Dua lapisan yang sering membingungkan: 1. **Nameserver domain** (di registrar) — siapa yang mengelola zona DNS 2. **Record di zona itu** (A, MX, …) — detail arahannya Kalau nameserver masih di registrar lama sementara Anda sudah isi A record di hosting baru, perubahan di panel hosting **tidak akan terlihat** publik. Samakan dulu “siapa yang pegang DNS”, baru edit record. ## Yang Perlu Anda Perhatikan - **TTL** — nilai cache record; TTL tinggi membuat perubahan terasa lebih lama menyebar - **Jangan ubah MX sembarangan** saat migrasi web saja — email bisa putus meski website sudah pindah - **CDN / proxy** (misalnya Cloudflare) mengubah alur: pengunjung sering kena IP proxy dulu, bukan IP origin mentah - **Subdomain butuh record sendiri** — `www`, `mail`, `staging` tidak otomatis ikut hanya karena domain root sudah benar - DNS memengaruhi *lookup* awal, **bukan** pengganti optimasi PHP, database, atau [CDN](/wikihosting/cdn) untuk aset Setelah ganti nameserver atau A record, tunggu propagasi dan uji dari beberapa jaringan. Panduan lebih detail: [Domain Propagation](/wikihosting/domain-propagation). Untuk cek record, gunakan tool [DNS Lookup](/alat/dns-lookup). ## FAQ Seringnya DNS belum mengarah ke server baru, nameserver belum diganti, atau propagasi belum selesai. Pastikan A/AAAA (atau instruksi CNAME provider) sudah benar, lalu cek propagasi sebelum menyimpulkan hostingnya rusak. Lookup DNS yang sehat hanya sebagian kecil dari total waktu loading. Yang lebih sering terasa: server, ukuran halaman, database, dan CDN. DNS yang salah justru membuat situs tidak bisa diakses sama sekali. Di penyedia yang memegang nameserver domain Anda: registrar, hosting, atau layanan DNS terpisah (misalnya Cloudflare). Edit di panel yang “tidak berwenang” tidak akan mengubah apa yang dilihat internet. Bisa menit hingga 24–48 jam, tergantung TTL dan cache ISP. Detailnya di artikel [domain propagation](/wikihosting/domain-propagation). Ya. Record MX (dan sering TXT untuk SPF/DKIM) menentukan ke mana email domain dikirim dan bagaimana server penerima memverifikasinya. Migrasi web tanpa menyentuh email tetap harus menjaga MX tetap benar.