--- title: Canonical URL description: Tag canonical memberi tahu mesin pencari URL mana yang utama saat satu konten bisa diakses lewat beberapa alamat. canonical: https://penasihathosting.com/wikihosting/canonical-url type: wiki locale: id updated: 2026-10-29 author: Willya Randika --- # Canonical URL ## Overview - **Summary:** Tag canonical memberi tahu mesin pencari URL mana yang utama saat satu konten bisa diakses lewat beberapa alamat. - **Author:** Willya Randika ([profile](/penulis/willya-randika)) ## Article **Canonical URL** adalah alamat yang Anda tunjuk sebagai versi utama sebuah halaman ketika konten yang sama bisa diakses lewat beberapa URL. Penandaannya memakai tag `` di `
`. Duplikat muncul dari hal sepele: `www` dan non-`www`, `http` dan `https`, trailing slash, parameter `?utm_source=...`, atau halaman kategori dengan filter. Tanpa canonical, mesin pencari harus menebak mana yang utama. ## Cara kerjanya Saat crawler menemukan beberapa URL dengan isi mirip, tag canonical memberi sinyal: "gunakan URL ini sebagai acuan". Tag ini bukan redirect; pengunjung tetap bisa membuka URL lain. Karena itu, canonical dan redirect punya peran berbeda. | Kondisi | Tindakan yang tepat | | --- | --- | | Satu konten, beberapa URL aktif | Canonical ke URL utama | | URL lama tidak boleh diakses lagi | Redirect 301 ke URL baru | | Halaman produk dengan parameter filter | Canonical ke versi tanpa filter | | Halaman pagination | Self-canonical per halaman, bukan ke halaman 1 | ## Aturan praktis - Gunakan **URL absolut** (`https://contoh.com/halaman`), bukan path relatif. - Setiap halaman punya **satu canonical**; jangan memasang dua tag yang berbeda. - Halaman utama sebaiknya **self-referencing** — canonical ke dirinya sendiri. - Samakan dengan **sitemap dan internal link**; jangan canonical ke URL yang diblokir `robots.txt` atau berstatus 404. - Untuk WordPress, banyak tema otomatis memasang canonical. Cek output HTML sebelum menambah plugin lain. ## Yang perlu diperhatikan Canonical bukan solusi untuk semua duplikasi. Jika dua halaman benar-benar berbeda dan sama-sama penting, jangan dipaksa canonical ke salah satunya. Jika URL lama sudah tidak dipakai, redirect lebih tegas daripada canonical. Dan jika canonical menunjuk ke halaman `noindex`, sinyalnya bisa saling bertentangan. ## FAQ